
(JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK🙏❤)
Vote, like dan komentar pembaca akan sangat membantu Author untuk bisa UP tiap hari.
tambahkan ke favorit agar tidak ketinggalan Episode terbaru dari saya🤗.
Thanks Loyal readers 🙌🏻🥰
...----------------...
Tuan Rain terkejut tiba-tiba saja Sellyn di siram oleh sahabat lama nya. Terlihat wajah wanita itu penuh amarah. Entah dari mana datang nya.
"Kamu ini kenapa heh? Lepasin kerah baju Nona Sellyn. Kamu tidak pantas melakukan hal memalukan dirimu sendiri seperti ini," geram karena tak terima dengan perlakuan sahabat nya. Ia menepis paksa tangan Rebecca dari kerah kemeja Sellyn.
"Oh kalian berdua sekongkol melakukan ini semua? kalian hebat ya," ucap Sellyn kesal.
PROK PROK PROK
"Kalian berdua sangat licik. Bisa-bisa nya kamu Tuan Rain bekerja sama dengan perusahaan lain. Untuk menghancurkan perusahaan papaku," lanjut Sellyn dengan tatapan marah.
Tuan Rain menyangkal perkataan Sellyn. Semua perkataan itu tidak benar. Rebecca dan dirinya tidak ada hubungan. Namun percuma penjelasan itu sama sekali tidak ada gunanya. Sellyn lebih percaya kejadian yang terjadi saat ini di depan mata nya dibandingkan dengan apa yang keluar dari mulut Tuan Rain.
"Ayo Rain kita pergi dari sini. Kamu juga kenapa waktu nya pulang tidak pulang heh. Kita kan sudah ada janji dengan mama dan papa. Gak enak juga ditunggu mereka dari tadi," rengek Rebecca seraya tangan nya bergelayut manaj di tangan Tuan Rain. Sellyn yang melihat kedua nya sedang bermesraan membuat dirinya naik pitam. Ia merasa jijik.
"Sudah ngapain kalian disini. Pergi kalian dari sini. pergi!!! Oh gak mau pergi juga dari sini. Oke aku yang pergi. Daahh budak cinta."
__ADS_1
Sellyn berlalu meninggalkan keduanya. Ia berjalan di tengah Rebecca dan Tuan Rain. Langkah kakinya ia percepat karna sudah tidak tahan dengan ulah mereka berdua.
"Kamu ngapain kesini sih. Apa hak mu menyiram Nona Sellyn seperti tadi. Tolong jangan bergelayut manja gini ah. Aku sudah sering bilang kan kalau kita tidak ada apa-apa. Aku cuma menganggap mu sebagai sahabat ku tidak lebih" jelas Tuan Rain.
Terlihat wajah Rebecca yang tidak suka dengan perkataan Tuan Rain. Wajah nya seketika lesu. "Kamu selalu begini. Tidak pernah menganggap hubungan kita lebih dari sahabat. Aku mencintai mu Rain. Bukan nya kamu pernah bilang, kalau kamu ingin mencoba belajar mencintai ku dari hatimu. Mana buktinya?" wanita itu memegang lengan tangan Tuan Rain.
Huuuuhhhhhh
Pria itu menarik tangan Rebecca menuju garasi mobil. Saat mereka berpegangan tangan. Sellyn menatap keduanya penuh dengan wajah yang berapi-api. Kertas hasil meeting bersama klien diremasnya. Sekretaris Aditya yang melihat bu bos nya cemburu dengan pak manager sedang menggandeng tangan seorang wanita berpakaian sexy.
"Nah eikeh bilang juga apa. Bu bos sih tidak langsung ungkap kan perasaan nya. Nah sekarang lihat tuh di depan. Pak Manager sedang menggandeng tangan nya siapa? kalau Eikeh jadi you langsung aku cakar-cakar dan ku jambak-jambak rambutnya yang sok blonde itu," goda Sekretaris Aditya yang terus menjadi kompor antara bu bos dan juga pak Manager.
Mendengar sekretaris Aditya dari tadi tidak berhenti bicara. Ia memasukkan gumpalan kertas yang tadi diremas ke dalam mulut nya. "Sudah ya aku mau pulang dulu. Mau istirahat. Jumpa besok sekretaris Aditya bay... "
Sellyn meninggal kan sekretaris usil itu dengan gumpalan kertas di mulut nya. Saat tengah mengendarai mobil dirinya lupa jika hari ini ada janji dengan seseorang.
"Halo bu selamat malam. Sebelumnya saya minta maaf bu. Hari ini tidak bisa menepati janji untuk bertemu dengan Bu Kirana. Saya baru teringat selesai meeting"
"Selamat malam Non. Tidak apa-apa Nona. Kapan pun nona kesini Ibu senang. Tapi kalau saat ini Nona kesini. Ibu merasa khawatir terjadi apa-apa. Sebisanya Nona saja ya. Tidak perlu buru-buru. Sebaiknya Nona pulang dan beristirahat lah. Nona pasti lelah karena seharian sudah bekerja keras untuk perusahaan"
"Tapi bu Saya tidak enak hati jadi nya. Hmm terimakasih atas perhatian dan pengertian nya Bu Kirana. Saya tutup dulu telpon nya bu. Selamat beristirahat. Selamat Malam," Sellyn menutup telepon nya.
Sedikit lega telah mencurahkan isi hatinya kepada Nyonya Kirana. Ia melanjutkan untuk melajukan mobilnya.
...----------------...
__ADS_1
"Kamu cantik sekali baby."
Cuuuuppppphhhhh
"Ah kamu jangan begini dong. Ga enak kan kalau dilihat orang. Aaah jangan seperti ini sayang. Kamu ini sudah habis beberapa botol. Kita pulang saja ya. Aku akan antar kamu pulang," ucap Veronika. Ia mencoba membawa Tuan Ben pulang.
Namun Tuan Ben tidak mau. Yang saat ini dibutuhkan nya Ialah tubuh indah Veronika. Tidak mudah untuk menggauli wanita itu. Segalanya harus ada rupiah. Ia membisikkan sesuatu. Tuan Ben yang kehilangan kesadaran segera melakukan apa yang diperintahkan Wanita licik itu.
"Terimakasih sayang"
Cuuuuppppphhhhh
Wanita itu meminta teman laki-laki yang biasa bermain dengan nya, untuk membopong Tuan Ben ke suatu tempat.
Dasar lelaki bodoh yang Ia pikir hanya lubang kenikmatan. Melupakan harga dirinya sebagai CEO terkenal. Terserah, sekarang yang paling penting dari semua nya ialah Uang.
"Terimakasih ya sayang. Apa kamu tidak mau menikmati tub*hku juga malam ini hm? aku akan memberi kalian tarif yang lebih rendah dari biasanya," goda nya kepada lima pria yang sudah memboyong Tuan Ben ke Apartemen.
Kucing mana yang tidak suka dengan ikan asin yang terpampang jelas di hadapan nya. Lima lelaki itu bersama-sama memuaskan Veronika yang memang pekerjaan nya menjadi pemuas birahi pria hidung belang. Terlihat Tuan Ben mengerjapkan matanya berkali-kali. Samar-samar dirinya melihat seseorang yang sedang melakukan permainan malam.
Nampak Veronika kegirangan karna malam ini dirinya mendapatkan rezeki nomplok dari pria-pria yang menggilir nya. Apalagi dari rekening Tuan Ben ia mendapatkan uang yang sangat berlimpah ruah. Malam ini malam yang begitu panjang dan mengandung kenikmatan bagi enam orang sedang melakukan permainan panas.
"Babyyyyyy Babbyyyyy kamu ngapain? Kamuuuu bertelanjang disana? Siniii temaniii aku malam iniiii. Aku menginginkan tubuh mu Babyyyyy," rengek Tuan Ben.
Veronika tidak menggubris semua perkataan yang dilontarkan Tuan Ben. Ia masih sibuk melayani lima pria berbadan besar. Ia tidak mendengar kan perkataan Tuan Ben. Karna dirinya sudah menyusun rencana untuk menjebak si CEO agar selalu bisa menikmati harta nya setiap saat. Kalau perlu Ia akan menikmati semua harta Tuan Ben hingga masa tua nya.
__ADS_1
Bersambung....