CINTA DIBAYAR TUNAI

CINTA DIBAYAR TUNAI
KETAHUAN


__ADS_3

"Kamu dari mana saja. Kenapa lama mengangkat telfon ku. Aku mau ke cafe kamu sebentar"


"Aaa aaaa aaa akuuuu akuu sedang tidak ada di cafe kak. Lagian tumben banget kakak ke cafe ku. Aku sedang berada di rumah vita"


"Hmm kenapa jawab nya terbata-bata begitu. Sangat mencurigakan. Ini ada teman ku mau bekerja sama dengan produk kamu di cafe. Kalau kamu mau yah nanti malam pulang kerja aku mampir kesana"


"Iiiiya iiiiya kak aku mau aku mau bekerja sama dengan teman kakak itu. Kakak gak perlu kesini. Aku sedang menikmati liburan ku dirumah teman ku kak"


"Eh sebentar interior rumah teman kamu kok mirip di hotel Swiss ya. Iya mirip banget. Soalnya dulu aku pernah menginap seminggu disana. He Ev kamu ada di hotel?"


"Apasih kak ini tuh rumah nya Vita kak"


"Mana Vita nya kalau benar memang kamu bersamanya? Hayo ngapain kamu di hotel. Jangan aneh-neh ya Ev. Pulang sekarang juga pulaaaaaaaaaang. Atau aku yang jemput kamu kesana?" Teriak Sellyn dari seberang menyuruh adik nya pulang.


Mendengar teriakan kakak nya terpaksa dirinya harus pulang hari ini juga. Mereka berdua bersiap-siap untuk pulang. Wajah murung keduanya terlihat sembari memasukkan baju kembali kedalam koper. Tiba-tiba saja Miko mendekati Evelyn. Ia melihat tingkah Miko perlahan mundur menjauhi nya.


"Sebelumnya aku minta maaf ya Ev. Mungkin kalau aku tidak memaksa kamu tadi untuk pergi ke sini. Pasti kakak mu tidak berpikiran buruk tentang kamu. Maafkan aku egois" Ucap Miko meminta maaf sebab terlalu egois. Ia memegang tangan Evelyn yang dari tadi gemetaran. Karna disangka nya Miko akan berbuat macam-macam kepadanya.


Selesai bersiap-siap tiba-tiba kini suara telfon dari handphone nya Miko berbunyi. Rupanya yang menelfon sekarang Ialah Sellyn. Sepertinya Sellyn sudah curiga kepada Miko. Bahwa Miko lah yang membawa adiknya kesini. Keduanya sedang menatap handphone yang dilayar bertuliskan KAKAK IPAR SELLYN. Evelyn segera menggelengkan kepalanya tanda Ia tidak boleh mengangkat telfon dari sang kakak. Setelah tidak ada kebisingan lagi dari handphone. Miko pun langsung memode pesawat kan Handphone nya.


Mereka berdua langsung memesan tiket supaya malam ini bisa sampai ke Negeri nya. Terlihat wajah Evelyn gusar seperti ketakutan. Pria itu mencoba menenangkan dengan memegang tangannya. Namun pegangan tangan itu dilepaskan. Ia membuang muka kesal.


"Harusnya aku tidak memikirkan nafsu sesaat. Harus nya aku sadar akan posisi ku. Siapa kita? yang berani melenceng dari agama. Tidak seharusnya kita berada di dalam kamar seperti tadi. Aku merasa bersalah," ucap Evelyn membelakangi Miko.


"Seharusnya aku yang meminta maaf karena tidak bertanggung jawab atas semuanya. Tolong maafin aku. Aku tidak berpikir panjang untuk ini, " sesal Miko.

__ADS_1


"Sudah lah mari kita pulang. Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik," ucap Evelyn.


Mereka berdua pulang malam ini. Tidak ada perbincangan lagi diantara keduanya.


...****************...


Sementara dikediaman tuan Eric, Viona datang lagi lagi membahas utang piutang Nyonya Kirana. Ia berencana akan menyita rumah Nyonya Kirana agar bisa membayar bunga dari seluruh hutang nya.


"Kalian tidak bisa diam begitu saja. Itu uang loh bukan mainan. Kenapa dengan begitu cepat kalian melupakan uang sebanyak itu. Aku tidak mau tau hari ini aku akan kerumah wanita pelac*r itu untuk mengambil surat-surat rumah nya," hardik Viona yang menatap tajam kearah keduanya.


"Ayah sudah menganggap hutang Kirana lunas. Kamu yang kegatelan mau ambil itu uang. Kamu gak malu dengan tingkahmu mengemis kepada Kirana heh?" balas tuan Eric tak kalah garang.


"Aaaaaahhhhhhh dasar kalian berdua sama saja. Tunggu saja aku bertindak seperti apa untuk Dia si pelac*r yang sudah merusak keluarga ku," teriak Viona yang semakin menjadi-jadi.


Tiba-tiba ada seseorang yang datang di tengah-tengah mereka. "Hahaha tenang saja Viona aku akan membantu mu untuk mengambil alih uang-uang papa yang sudah dihabiskan hanya untuk seorang pelac*r, " kata orang itu yang menimbrung pembicaraan mereka. Tampaknya wajah Viona kesenangan saat wanita itu datang dan mendukung nya.


Tuan Eric dan Nyonya Sheila meninggalkan mereka yang masih sibuk dengan cekcok yang tak kunjung usai. Kedua nya merasa muak karena menganggap tingkah dua orang perempuan itu sangat menjijikkan.


"Begitu tuh emang kalau sudah menuruti Istri. Adik nya sendiri dihiraukan. Aaaaahhhhhh ayo kita pergi. Hari ini kita harus mendapatkan apa yang kita inginkan," geram Moira sembari menarik paksa tangan Viona yang sedari tadi memperhatikan sikap nya.


"Kita tidak bisa tinggal diam kak. Wanita pelac*r itu harus sengsara. Dia yang membuat keluarga kita hancur berantakan, " sambung Viona seraya mengepal tangan nya dengan wajah yang penuh emosi.


Mereka berdua pergi meninggalkan rumah tuan Eric menuju rumah Nyonya Kirana. Namun di tengah perjalanan mereka beradu argumen karena mereka berdua sama-sama tidak tahu kediaman Nyonya Kirana.


"Gobl*k kamu gimana sih. Kan kamu yang ngajak kesana. Harusnya kamu dong yang seharusnya tahu dimana keberadaan Kirana," hardik Moira yang memukul stir mobil.

__ADS_1


"He bukan nya kamu yang tadi ngajak kesana juga. Sudah deh jangan nyalahin orang kalau kamu sendiri tidak tahu. Pakek ngebilangin aku gobl*k lagi. Dasar ******," ucap Viona tak kalah garang dari kakak nya.


Tidak terima dengan ucapan adik nya, Moira langsung menarik rambut Viona.


"Aaaaaah aaahhhh Kak apa-apaan sih. Lepasin rambutku lepasin. Oh masih saja tidak mau melepaskan ya. Lihat ini" Viona membalas kelakuan kakak nya dengan menarik juga rambut yang berada di depan nya itu.


Terjadilah keributan di tengah jalan raya itu. Mereka tidak sadar kalau dirinya sedang berada ditengah jalan raya. Suara klakson dari penggunaan jalan raya lain gaduh mengklakson mobil keduanya.


"Ini gara gara kamu ya sampai aku lupa kalau sekarang kita berada di tengah jalan raya. huhhhh masalah kita belum selesai. Awas ya nanti ku balas semua perlakuan mu, " sarkas Moira.


Mereka akhirnya melanjutkan mengendarai mobilnya sampai rumah. Tanpa mengeluarkan satu katapun diantara keduanya.


...----------------...


Sellyn dan sekretaris nya tampak sangat sibuk hari ini. Karena seharian ini meeting bersama orang luar negeri dilakukan tiga tahap. Kali ini perusahaan nya akan bekerja sama dengan perusahaan luar negeri yang terkenal dengan penghasilan nya melebihi kalkulasi nya.


Ia harus melakukan yang terbaik untuk perusahaan agar Papa nya tidak selalu menyalahkan apa yang dia kerjakan. Jam menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Para staf kantor sudah pulang kerumah masing-masing. Tinggal dirinya dan beberapa staf lain yang harus menyelesaikan tugas malam ini.


Sellyn merasakan tenggorokan nya sangat kering dan butuh minuman untuk menjaga kantuknya agar tidak datang. Ia berjalan ke arah dapur. Mata nya menangkap Tuan Rain yang sedang sibuk dengan komputer nya.


Ia ingin mendekati nya namun merasa tidak nyaman. Karena saat ini dirinya sedang berada diperusahaan. Ia mengurung kan niat nya. Tuan Rain yang melihat Sellyn berlalu melewatinya. Akhirnya mengikuti langkah kaki wanita nya.


"Ahhhhhhh kaget aku. Kenapa tiba-tiba ngagetin sih. Untung aku tidak punya penyakit jantung" Sellyn merasa terkejut karena tiba-tiba saja Tuan Rain muncul dan berada di belakang nya.


"Dasar wanita ******. Kesana kesini mepet terus ke setiap pria, " ucap wanita yang tiba-tiba datang dan menyiram wajah sellyn dengan minuman yang dibawa nya.

__ADS_1


Wanita itu merasa kesal dan tidak suka dengan Sellyn yang selalu berduaan dengan Tuan Rain.


Bersambung...


__ADS_2