CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
PENYESALAN WIJAYA.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Setiap dari kita pasti punya masalah. Padahal disisi lain, kita juga memiliki impian, keinginan untuk hidup bahagia, memiliki banyak hal, melakukan berbagai kesenangan. Tapi bagaimana mungkin hal itu mampu terwujud jika kita terus-menerus terbentur dalam masalah? Belum selesai satu masalah, sudah datang masalah lain. Terus begitu seolah tidak ada habisnya. Bahkan kita sudah bekerja keras dan tidak pernah berhenti berdoa, memohon, namun hidup tetap penuh masalah.


Lantas masihkah kita harus tetap optimis dalam menjalani hidup?


KUN FAYAKUN! Tak ada yang tak mungkin bagi Allah Sang Pemilik Segalanya. Yang harus kita lakukan hanyalah terus dan teruslah meminta kepada-Nya, serta jadikan diri kita pribadi yang memang PANTAS untuk mendapatkan pertolongan dan kebahagiaan dari Allah.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


"Syafiqah?! Mengapa Anda ada disini?" tanya Afnan dengan spontan. Sehingga ia lupa, kalau Wijaya dan Ikhsan sedang memperhatikannya. mereka melihat Afnan, yang saat pandangannya mengarah ke pintu, seperti ia sedang berbicara dengan seseorang, namun wujudnya tak terlihat oleh keduanya.


Melihat Afnan yang terlihat terkejut saat melihat dirinya, Syafiqah pun terlihat tak kalah terkejutnya ketika melihat Afnan, bahkan matanya langsung terbelalak, saking terkejutnya, "Afnan?!" sentaknya, lalu dengan spontan ia berlari kearah Afnan dan langsung memeluknya.


Yaa hanya Afnan yang bisa melihatnya dan bahkan bisa ia sentuh. Makanya ia begitu senang tatkala Afnan berada disana. Saking senangnya ia lupa akan perkataan Afnan, yang mengatakan mereka tak boleh bersentuhan karena bukan muhrim.


Afnan begitu terkejut saat Syafiqah memeluknya. Dan dengan spontan ia langsung mendorongnya, "Syafiqah sadarlah kita bukan muhrim! Jadi jangan sembarang memeluk saya!" bentaknya. Membuat Wijaya dan Ikhsan saling berpandangan, entah apa yang mereka pikirkan, saat melihat tangan Afnan seakan sedang mendorong sesuatu namun tak terlihat oleh keduanya.


"Eh, hehehe...Maaf Afnan, Aku lupa. Habis aku senang banget melihat kamu disini sih," balas Syafiqah sambil cengengesan, "Oh iya, bagaimana bisa kamu kesini Afnan? Apakah kamu datang memang mencariku?" tanyanya lagi dengan posisi masih berdiri. Sehingga otomatis kepala Afnan sedikit mendongak keatas untuk memandang wajah Syafiqah.

__ADS_1


"Saya datang kesini, karena diundang oleh Kakek..." ucapan Afnan langsung terhenti seketika saat menyebut kata kakek dan dengan spontan matanya pun mengarah ke Wijaya yang masih tercengang melihat dirinya.


"Eh, ma-maaf Kek, saya..saya.." katanya lagi pada Wijaya. Namun ia terlihat gugup karena ketahuan, oleh Wijaya, dan ia berpikir, pasti Wijaya akan menyangka kalau dirinya sudah gila karena berbicara sendiri.


"Kamu bisa melihat rohnya Syafiqah?" tanya, Wijaya, memotong perkataannya Afnan.


"Eh, bagaimana kakek tahu? Apakah Kakek juga dapat melihatnya?" tanya Afnan kembali.


"Tidak saya tidak bisa melihatnya! Tapi bagaimana mungkin kamu bisa melihat roh cucu saya, sementara dia belum meninggal?" tanya Wijaya lagi.


"Itu juga yang membuat saya heran Kek. Mengapa saya bisa melihat roh Syafiqah? Sementara Syafiqah mengatakan, bahwa dokter menyatakan dia hanya koma. Dan saya terus berpikir mengapa bisa seperti itu. Tetapi ketika saya mengingat surah Yasin ayat 82 dan 83, yang bunyinya," ujar Afnan lalu ia pun melantunkan ayat yang ia katakan tadi dengan merdunya, seraya ia juga membacakan artinya.


"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu."


فَسُبۡحَٰنَ ٱلَّذِي بِيَدِهِۦ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيۡءٖ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٨٣


"Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan." (QS. Yassin, ayat 82-83)


"Nah dari makna surat yasin ayat 82 ini membuktikan kekuasaan Allah betapa mudah bagi-Nya menciptakan sesuatu. Apabila Allah menghendaki untuk menciptakan suatu makhluk, cukuplah Allah berfirman, "Jadilah," maka dengan serta-merta terwujudlah makhluk itu.


Mengingat kekuasaan-Nya yang demikian besar, maka adanya hari kebangkitan itu, di mana manusia dihidupkan-Nya kembali sesudah terjadinya kehancuran di hari Kiamat, bukanlah suatu hal yang mustahil, dan tidak patut diingkari.

__ADS_1


Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan mengenai riwayat kekuasaan Allah yang menghendaki sesuatu dengan hanya satu kata.


Diriwayatkan dari Abi Dzar, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:


Dari Abu Zar ra yang mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw pernah bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, "Hai hamba-hamba-Ku, kalian semua berdosa terkecuali orang yang Aku maafkan. Maka mohonlah ampunan kepada-Ku, tentu Aku mengampuni kalian. Dan kalian semua miskin, kecuali orang yang Aku beri kecukupan; sesungguhnya Aku Maha Pemurah, Mahaagung, Mahakaya, Aku melakukan apa saja yang Kukehendaki. Pemberian-Ku hanya satu kata, dan azab-Ku hanya satu kata; apabila Aku menghendaki sesuatu, sesungguhnya Aku hanya mengatakan kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah ia.” (HR. Abi Dzar)


"Jadi dari sini Kakek pahamkan, jadi tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah Kek. Karena Allah punya kuasa atas segalanya, termasuk roh Syafiqah yang keluar dari tubuhnya. Dan mengapa itu terjadi? Mungkin ini adalah sebuah peringatan buat Syafiqah, karena mungkin selama ia sehat dia lupa pada sang Pemiliknya," jelas Afnan panjang lebar. Membuat raut wajah Wijaya langsung pias.


"Ini salah saya! Semuanya salah saya! Karena saya tidak mendidiknya dengan benar. Dan saya akui, semenjak orang tua Syafiqah meninggal, saya seperti tak memiliki agama. Saya selalu mengabaikan segala perintah-Nya. Bahkan saya gagal mendidik anak kedua saya dan karena itu Syafiqah tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, karena dia tak pernah mengenal siapa Tuhannya. Hah...terlalu banyak dosa yang telah saya lakukan! Apakah Tuhan akan memaafkan saya?" ujar Wijaya, dengan suara yang terdengar bergetar. Tampak sekali ada penyesalan dari raut wajahnya, sehingga tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja.


Melihat penyesalan Wijaya, Afnan pun tersenyum, "Bagaimana menurut kata hati Kakek? Apakah Tuhannya Kakek akan memaafkan kesalahan-kesalahan Kakek yang begitu banyak itu?" tanya Afnan, yang sepertinya ia ingin menguji Wijaya, sejauh mana ia mengenal Tuhannya, Sang pemilik dirinya.


"Saya..Saya..Saya.. tidak tahu Nak. Tapi kalau mengingat semua yang kesalahanku yang begitu besar rasanya tidak mungkin Tuhan akan memaafkanku," balas Wijaya, seraya ia menundukkan wajahnya begitu dalam, seakan ia ingin menutupi tangisnya yang mulai pecah.


"Anda salah Kek! Karena Allah memiliki nama lain yaitu Al Afuww!"


...┈━━◎❅❀❦ 🍃🍃 ❦❀❅◎━━┈...


Dear Readers ♥️


Author mau bikin syukuran untuk novel terbaru ini. Dan Author ingin ngadain Giveaway. Dan hadiahnya berbentuk pulsa untuk tiga orang. Syaratnya gampang kok, cukup dukung novel terbaru Author ini. Dan Author akan memberikannya pulsa pada tiga orang teratas top fans. GA dimulai dari hari ini, sampai tanggal 5 Oktober loh. 😉 Jadi yuk semangat kasih dukungannya pada novel baru Author ya Syukron 🙏🥰.

__ADS_1


__ADS_2