
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hikmah 🦋⊱◈◈◈⊰─
"Kenyataannya adalah akan selalu ada orang yang memiliki harta, kecantikan, popularitas, dan nikmat lainnya selain dirimu. Karunia Allah berbeda-beda untuk kita semua. Jangan meminta kepada Allah untuk apa yang dimiliki orang lain. Mintalah Allah untuk perkenan-Nya, maka Anda akan lebih bahagia."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
Sudah dua hari, Syafiqah, berada di pondok pesantren milik orang tuanya Afnan. Dan karena kasih sayang yang diberikan Umi Salamah begitu tulus padanya, membuat Syafiqah, merasa nyaman berada di pondok tersebut. Namun tetap saja, bila bersama Afnan ia masih amat canggung. Mungkin karena ia belum bisa mengontrol jantung, yang selalu berdegup kencang, bila berada di dekat Afnan. Seperti saat ini ia berusaha menghindari dari Afnan. Namun Afnan malah terus berusaha mendekatinya.
"Sayang, kamu kenapa sih? Kok sejak diruang makan kamu seperti menghindari Suami ini terus deh. Emang kenapa sih Sayang? Apa aku sudah bikin kamu kesal, hm?" tanya Afnan, ketika ia menjumpai istrinya yang sedang dibalkon kamarnya.
"Siapa yang menghindar sih? Itu perasaan kamu kali!" balas Syafiqah, tanpa melihat suaminya sedikitpun. Ia justru malah melihat kebawah, yang terlihat disana, ada beberapa anak santriwati yang terlihat sedang bermain dibawah pohon yang didahannya tergantung sebuah ayunan, tempat ia dulu sering duduk di sana saat ia tak bisa menyatu pada tubuhnya.
"Masa sih? Kalau begitu coba tatap Aku kalau memang kamu tidak menghindar, Sayang?" kata Afnan seraya, ia memutarkan tubuh Syafiqah agar ia menghadap ke dirinya. Dan itu membuat Syafiqah terkejut.
__ADS_1
"Eh! Iiikh Afnan! Apaan sih?!" sentaknya, sambil mendorong tubuh suaminya itu.
"Kok panggil Afnan lagi sih Sayang? Mau aku bilangin ke Umi hm? Biar kamu dapat teguran lagi, iya?" protes Afnan, seraya ia berkacak pinggang.
"Huh! Dasar tukang ngadu!" lengus Syafiqah kesal.
"Biarin! Makanya, ayo dong panggil aku Sayang juga. Jadi Akukan nggak akan mengadu lagi sama Umi," balas Afnan, seraya ia menaik turunkan alisnya. Membuat mata Syafiqah langsung membulat, karena jantungnya kembali berdetak kencang, dengan cepat Syafiqah membalikkan tubuhnya, dan berpura-pura melihat melihat para santriwati yang sedang main dihalaman belakang pondok.
"Kok malah membelakangi aku lagi sih Sayang?" Akukan hanya minta kamu memanggil Sayang, masa kamu keberatan sih? Hmm..aku tahu, kamu malukan memanggilku Sayang? Kalau begitu panggil aku zawjii saja, kalau kamu malu memanggilku Sayang. Gimana sayang, kamu maukan?" kata Afnan seraya, ia melingkarkan tangannya ke pinggangnya Syafiqah dari belakang, lalu meletakkan dagunya di pundaknya Syafiqah.
"Ukhmmm..." lenguh Syafiqah. Membuat Afnan tersenyum kala mendengarnya. Namun seketika Syafiqah langsung tersentak tatkala ia mulai tersadar, "Aaakh!! Apa yang kamu lakukan Afnan! Jangan sembarangan! Kita diluar nanti kalau dilihat murid kamukan malu tau!" protes Syafiqah, terlihat kesal.
"Ooh, kamu malu? Kalau begitu ayo, kita didalam saja," kata Afnan, dan tanpa memberi aba-aba ia langsung menggendong tubuh istrinya. Syafiqah, yang merasakan tubuhnya tiba-tiba melayang, dengan spontan pun terpekik, saking terkejutnya.
"Kyaaaak!! Afnan! Apa yang kamu lakukan? Turunkan Aku!" bentak Syafiqah, seraya kaki dan tangannya meronta-ronta, agar Afnan segera menurunkannya. Namun Afnan tak memperdulikannya, malahan ia membawa Syafiqah ke ranjang mereka. Lalu ia juga meletakkan tubuh Sayfiqah diatas ranjangnya.
__ADS_1
"Sekarang tidak ada yang melihat lagi Sayang. Jadi apakah sekarang Aku sudah boleh mencium kamu Sayang?" ujar Afnan dengan lembut, seraya menatap Syafiqah dengan lembut. Sehingga ia berhasil, mengunci pandangan Syafiqah yang akhirnya tertuju hanya pada dirinya saja.
Untuk sesaat mereka saling bertatapan mata, dengan posisi Syafiqah dibawah tubuhnya Afnan. Namun masih tertahan oleh tangan Afnan sehingga tubuh mereka tak masih ada jaraknya. Dan ketika mata Syafiqah mulai mengarah ke bibirnya Afnan, itu seperti panggilan bagi Afnan. Sehingga dengan perlahan ia pun mulai mendekati wajahnya ke wajahnya istrinya. Lalu dengan perlahan juga tapi pasti, ia mulai meraih bibir ranum bak cenil milik istrinya itu. Dan dengan begitu lembut Afnan pun mulai menyesapinya.
Pada awalnya, Afnan yang terlihat begitu menikmatinya. Namun karena ia memainkannya begitu lembut. Membuat Syafiqah akhirnya ikut terhanyut didalamnya. Sehingga tanpa ia sadari kini tangannya mulai melingkar sempurna dileher suaminya tersebut. Afnan yang mendapatkan respon dari istrinya, membuat hasratnya tiba-tiba saja muncul. Bahkan, hasratnya semakin menuntutnya untuk melakukan hal yang lebih. Dan karena waktu juga masih siang, ditambah lagi, ia tak mau membuat karna keegoisannya. Afnan pun langsung menghentikan tautannya tersebut. Membuat Syafiqah yang masih terhanyut langsung tersentak.
"Aaaakh..!!" sentak Syafiqah, sambil menatap wajah suaminya, dengan tatapan yang seakan ia tak rela Afnan, melepaskan tautannya begitu saja. Afnan yang mendapatkan tatapan dari istrinya, langsung paham.
"Maaf Sayang. Ini masih siang, dan sebentar lagi, aku juga harus mengisi program pada para Santri. Jadi nanti malam saja, ya kita lanjutkan lagi," kata Afnan seraya ia membenarkan rambut Syafiqah, yang sempat nyasar ke wajahnya. Setelah itu ia juga memberikan kecupan lembut pada dahinya, "Sabar ya Sayang, In shaa Allah, nanti malam, Aku akan menjadikamu wanita yang sempurna," katanya lagi terdengar begitu lembut.
"Sekarang sebaiknya kamu Istirahat Ya sayang? Nanti setelah selesai mengisi program, Aku akan membawamu jalan-jalan juga, oke? Sekarang aku pergi dulu ya," lanjut Afnan kembali ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Syafiqah, "Assalamu'alaikum " ucapnya lagi, lalu ia pun langsung berlalu begitu saja meninggalkan Syafiqah yang masih terdiam terpaku.
"Hah! Apa yang terjadi? Siapa Aku? Dimana Aku?" gumam Syafiqah saat ia tersadar.
...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...
__ADS_1
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉