CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
SUAMINYA FIQAH TOP MARKOTOP.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─


YANG SEDIKIT BISA MENYELAMATKANMU


Jangan sibuk membuktikan kepada orang-orang kalau kamu adalah orang baik tapi sibuklah memberi manfaat, sibuklah berbuat baik, menolong sesama dan tunjukkanlah akhlak yang baik.


Niatkan semua itu karena Allah, bukan karena agar manusia mengenal dan menyukaimu karena sungguh kita akan mendapatkan sesuai apa yang kita niatkan.


Bila air yang sedikit bisa menyelamatkanmu dari rasa haus, tak perlu meminta air lebih banyak, yang mungkin akan membuatmu tenggelam


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


Semenjak hari penyatuan itu, Syafiqah dan Afnan semakin akrab. Bahkan Syafiqah juga semakin manja pada Suaminya. Apa lagi, suasana dikota B. terkenal dengan keromantisannya. Membuat Syafiqah terlihat amat bahagia. Karena Afnan selalu membawanya jalan-jalan ke tempat-tempat yang suasana begitu romantis. Hal itu membuat Syafiqah jadi selalu menempel terus pada Suaminya.


Namun hari ini Afnan, sengaja tidak mengajak Syafiqah berjalan-jalan. Karena ia sudah menyiapkan hal yang romantis dibelakang villa mereka. Namun sebelum itu ia menyempatkan diri untuk mengajarkan istrinya mengaji terlebih dahulu. Dan itu juga sesuai permintaan Syafiqah, yang tampaknya ia semakin bersemangat ingin mempelajari tentang agamanya. Dan hal itu membuat Afnan, yang mengajarinya juga ikut bersemangat.


"Alhamdulillah, kamu semakin pintar saja Sayang. Sedikit lagi kamu akan naik Al-Qur'an loh Sayang, Lihat saja nih, tinggal dua lembar lagikan?" ujar Afnan, seraya ia menunjukkan bacaan yang terdapat di Iqro yang akan dibaca istri nanti.


"Iyakah Ayang?" tanya Syafiqah dengan mata yang berbinar. Setelah ia mendengar perkataan suaminya yang mengatakan akan naik Al-Qur'an.


"Benar Sayang! In shaa Allah, kalau setelah shalat subuh nanti ini dibaca, di ba'da Dzuhurnya kamu sudah bisa baca Alquran," balas Afnan, membuat hati Syafiqah makin terpicu Ingin segera menyelesaikannya sekarang.


"Kalau begitu, hari ini saja kita selesaikan baca ini Ayang. Jadi setelah ba'da subuh, Fiqah sudah bisa baca Alqurankan?" ujar Syafiqah terlihat begitu bersemangat.


"Bisa sih! Tapi Bukannya kamu ingin kita kemah dibelakangkan? Dan lagian emangnya kamu belum lapar, Sayang? Kitakan sudah melewati jam makan malam," kata Afnan, mengingatkan Syafiqah.

__ADS_1


"Lapar sih, tapi Fiqah ingin cepat menghabiskan bacaan Iqro ini sekarang, Yank. Mau yaa? Sedikit lagi kok," pinta Syafiqah, yang tampaknya, ia begitu Keukeh ingin cepat menyelesaikan kajiannya.


"Ya sudah, kalau itu mau kamu, sekarang bacalah Sayang," balas Afnan, seraya ia mengelus kepala Syafiqah dengan penuh kasih. Tampak sekali ia juga semakin kagum pada kegigihan Istrinya itu.


"Oke, Ayank! Fiqah baca sekarang ya?" balas Syafiqah. Dan akhirnya ia pun mulai membaca Iqronya yang bersisa dua lembar lagi. Dan dengan sabar Afnan mulai menyimak bacaan istrinya. Suara Syafiqah yang mendayu-dayu, terdengar merdu ditelinganya Afnan. Karena Syafiqah memang sudah dinyatakan telah lancar dalam bacaannya. Sehingga dalam waktu Lima belas menit saja ia telah menyelesaikan bacaan yang terdapat di lembaran terakhir buku Iqro.


"Shadaqallahul-'adzim'," ucap Syafiqah setelah ia selesai membaca Iqronya.


"Alhamdulillah.. akhirnya selesai juga. Selamat ya Sayang, akhirnya besok kamu akan naik Al-Qur'an juga," ujar Afnan, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya. Sebagai penyemangat untuk Syafiqah.


"Terima kasih Ayang, ini semua jugakan berkat Ayank, yang sudah dengan sabarnya mengajarkan Fiqah. Sekali lagi terimakasih ya?" ucap Syafiqah seraya ia memeluk tubuh suaminya.


"Sama-sama Sayang! Ya sudah yuk kita ketaman belakang saja sekarang. Katanya kamu sudah laparkan?" ajak, Afnan seraya ia melepaskan pelukannya Syafiqah, dengan cepat. Bahkan ia langsung bangkit dari duduknya dan langsung berjalan lebih dulu menuju ketaman belakang. Hal itu ia lakukan, karena ia takut tidak bisa mengendalikan hasratnya lagi.


Yaa memang semenjak hari penyatuan mereka. Hasratnya Afnan semakin sulit untuk dikendalikan. Makanya, pantang bila Syafiqah, mulai mendekatinya, apalagi kalau ia sudah mulai bermanja-manja padanya. Maka akan berlanjut dengan pertempuran yang begitu hot bagi mereka.


"Maaf Sayang, Maskan mau nyalakan Api, untuk membakar ikannya Sayang!" dalih Afnan, sambil ia mengumpulkan kayu yang hendak ia bakar. Mendengar alasan itu, Syafiqah akhirnya tak protes lagi. Malahan ia langsung membantu suaminya. Setelah api menyala Afnan pun mulai membakar ikan yang tadi sore sempat ia bumbui.


"Humm.. wanginya.. Fiqah jadi semakin laper deh Ayank," kata Syafiqah dengan suara manjanya.


"Sabar ya Sayang, Sebentar lagi ikannya Mateng kok," balas Afnan, dengan tatapan yang hanya tertuju pada ikan yang sedang ia bakar. Dan tak berapa lama akhirnya ikan pun telah mateng.


"Sekarang makanlah Sayang, ini ikannya sudah Mateng," ujar Afnan, seraya ia meletakkan ikan yang ia bakar tadi kedalam piring yang sejak tadi di pegang Syafiqah.


"Asyiik.. Bismillahi wa'alla barokatillah!" ucap Syafiqah, lalu ia pun mulai memakan ikan bakarnya dengan lahap, "Emmm Yummy! Ini enak banget Ayank," katanya lagi seraya ia mengambil nasinya yang memang sudah tersedia.


"Iya dong siapa dulu yang masaknya? Emas gitu loh," balas Afnan, yang terlihat ia kini juga sudah mulai ikut makan juga.

__ADS_1


"Iya dah! Suaminya Fiqahkan memang serba bisa! Dan masakannya juga, tak kalah enak kok, dari restoran besar, pokonya suaminya Fiqah top markotop deh," kata Syafiqah, yang terlihat ia begitu semangat memuji suaminya.


"Terima kasih sayang, kamu juga kok, istri Mas, yang paling cerdas! Pokoknya tiada duanya deh. Jadi cuma kamu, istri Mas, yang paling Sholehah," balas Afnan, setelah ia menyelesaikan makannya. Begitu juga dengan Syafiqah, namun mereka masih duduk, di dekat api unggun.


"Aamiin..! Alhamdulillah, kalau Fiqah sudah termasuk kategori sholeha. Tapi ini semuakan juga berkat Ayank, yang selalu sabar mengajarkan Fiqah dalam berbagai hal. Fiqah bersyukur banget karena memiliki Ayank. Terima kasih ya Yank, sudah mau menerima Fiqah apa adanya," ujar Syafiqah seraya ia menatap lembut wajah suaminya.


"Sama-sama Sayang! Mas juga sangat bersyukur sekali, karena memiliki kamu. Karena kamu sekarang telah menjadi ladang pahala untuk Mas, penyempurnaan agama Mas juga, Terima kasih ya Sayang," balas Afnan, seraya ia membalas tatapan dari istrinya.



Untuk sesaat mereka saling bertatapan mata. Namun tak berapa lama, Afnan mulai mendekati wajah istrinya. Begitu juga dengan Syafiqah yang dengan perlahan ia juga mendekati wajahnya ke wajah suaminya. Hingga akhirnya bibir mereka saling menyatu. Bahkan tangannya Syafiqah kini sudah melingkar dengan sempurna. Hal itu memudahkan Afnan, untuk mengangkat tubuh istrinya. Lalu Afnan langsung membawanya memasuki tenda yang telah ia persiapkan.


Setelah itu, Author nggak tahu lagi, karena Afnan langsung menutup tendanya.


"Huh! Dasar Afnan pelit! Takut banget sih di intip author!" 🙄


┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


Oh iya guys, selagi menunggu Ramanda update kembali, Yuk mampir ke karyanya Author


♥️Mama Nazwatalita.♥️ Karyanya sangat di rekomendasikan banget loh, karena keren abis loh guys 😉 Cus Akh kepoin yuk🙏 Dan jangan lupa berikan dukungannya ya. Et jangan lupa juga sampaiian salam Ramanda sama Mommy Naazwa oke 😉🙏



Syukron 🥰 🙏

__ADS_1


__ADS_2