CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
ISTRIKU JUTEK BANGET.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Menjalani hidup adalah memilih. Namun untuk memilih dengan baik, kita harus tahu siapa diri kita. Apa sebenarnya yang sedang kita perjuangkan. Kemana kita akan pergi, mengapa kita harus sampai di sana.


Dunia bukanlah tujuan. Dunia itu sebuah perjalanan. Setiap nafas yang terhembus hari ini, setiap detak jantung yang berdegup detik ini, setiap kaki yang kita langkahkan tempo lalu, janganlah menjadi hembusan, degupan dan langkah yang sia-sia,


Jangan menjadi lemah karena langkah salah yang telah kita tapakkan. Janganlah mencari Allah karena kita membutuhkan jawaban, tapi carilah Allah karena kita tahu bahwa Dia lah jawaban yang kita butuhkan.


Bergegas dan berhati-hatilah, waktu kita tak jelas, kesempatan kita terbatas, Untuk menggapai bahagia di kehidupan sebenarnya. Ingatlah kehidupan yang sebenarnya adalah hidup setelah mati.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


Keesokan harinya.


Tampak Syafiqah terlihat telah rapih dengan setelan blazer berwarna merah dipadukan kemeja putih didalamnya. Sedangkan bagian bawahnya ia memakai celana kulot berwarna senada dengan blazernya. Dengan wajah yang dipoles sedikit saja, karena pada dasarnya ia memang sudah cantik. Sedangkan rambutnya yang hitam, sedikit ikal, dengan panjang sebatas bawah bahu, itu ia biarkan tergerai bergitu saja. Namun tetap terlihat cantik dan elegan.


Setelah selesai semuanya, Syafiqah pun langsung beranjak dari kamarnya dan langsung menuju ke ruang makan. Karena memang sudah tradisi dari sang kakek yang mengharuskan mereka sarapan bersama, walaupun itu hanya sekedar meminum teh saja. Karena memang mereka bertemu hanya bisa dijam sarapan saja. Karena setelah mereka akan disibukan dengan urusan mereka masing-masing. Makanya ia tidak melewati waktu kebersamaan di jam tersebut.


"Ay.. sejak kapan seorang asisten bisa duduk satu meja dengan majikannya ya? Apakah sekarang ada peraturan barukah dirumah ini?" tanya Syafiqah, yang pada awalnya ia terlihat begitu terkejut. Ketika ia baru memasuki ruang makan. Ternyata disana sudah ada Afnan ikut duduk bersama Wijaya.


"Fiqah! Jaga ucapanmu! Tidak sepantasnya kamu berkata seperti itu!" tegur Wijaya, yang nampaknya Iya begitu marah mendengar perkataan Syafiqah.


"Wow.. waw..waaw.. sepertinya asisten ini sangat istimewa ya di mata kakek. Sampai-sampai duduknya saja saling berdekatan," kata Syafiqah, dengan mata yang terlihat melirik Afnan, seraya ia tersenyum sinis padanya


"Ya memang benar yang kamu katakan! Nak Afnan memang sangat istimewa bagi Kakek. Karena dialah yang membuat Kakek sadar, kalau hidup ini bukan hanya sekedar mencari kebahagiaan didunia saja! Dan darinya juga Kakek mulai belajar mencari kebahagiaan Akhirat. Jadi dia bukan sekedar Asisten kamu saja. Melainkan dia adalah guru Kakek Nak," jelas Wijaya, seraya ia menatap wajah Afnan dengan lembut, dan dengan rasa syukur yang amat sangat.

__ADS_1


"Oh'hoo..jadi ini toh, Ustadz yang dikatakan Mbok Darmi! Hmm..iya sih Anda tampan, sesuai yang dikatakan Mbok Darmi. Tapi kok bisa ya seorang Ustadz, merangkap sebagai Asisten? Bukankah biasanya seorang ustadz itu, hanya mengaji, berceramah, dari mesjid kemesjid ya? Baru kali ini gue lihat seorang Ustadz nyasar jadi Asisten?" tutur Syafiqah panjang lebar, sambil tersenyum mengejek pada Afnan.


Mendengar kata-kata Syafiqah yang mencemoohkan Afnan, Wijaya pun menjadi geram pada cucunya itu, "Fiqah! Kamu..." bentaknya, ingin memarahi Cucunya yang menurut sudah kurang ajar. Namun ketika tangan Afnan menyentuh tangannya. Wijaya pun langsung mengehentikan kata-katanya.


"Kek, sabarlah, kakek ingatkan sama kata-kata hadits yang tadi malam saja jelaskan?" tanya Afnan dengan penuturan yang terdengar lembut.


Mendengar perkataan Afnan, Wijaya pun langsung melefadzkan kata-kata dari sebuah hadits,


"اَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ (La taghdab wa lakal jannah)"


Artinya "Janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga."(HR. Bukhari)" ucapnya sembari ia mengelus dadanya.


"Alhamdulillah, Kakek masih ingat. Anan kasih penjelasan sedikit isi Hadits tersebut. Maksud adalah apabila kita mampu menahan amarah kita, maka kita akan mendapatkan surga-Nya Allah, dan bahkan ada lagi keistimewaan bila kita bisa menahan amarah, seperti yang dikatakan di salah satu hadits yang berbunyi.


Ingat Hadis Ini Ketika Marah.


Dari Muadz bin Anas Al-Juhani, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud, Turmudzi)


Mendengar penjelasan dari Afnan, Wijaya pun tersenyum lembut padanya, sambil menimpa tangan Afnan yang masih berada diatas tangannya."In shaa Allah Nak. In shaa Allah Kakek akan berusaha menahan amarah Kakek," tanyanya seraya menepuk-nepuk punggung tangan Afnan.


"Aamiin, semoga Allah memberikan Ridho-Nya, sehingga mudah bagi Kakek menyerap setiap Ilmu yang datang pada Kakek," kata Afnan lagi.


"Aamiin ya Allah, terimakasih banyak ya Nak," balas Wijaya, terlihat begitu bersyukur karena telah mendapatkan pencerahan ilmu, walaupun hanya singkat.


"Sudah selesai belum ceramahnya hm? Kalau sudah selesai, bisa tidak kita berangkat sekarang? Karena hari ini ada meeting pagi!" ujar Syafiqah masih terdengar ketus. Lalu ia pun bangkit dari duduknya, "Fiqah berangkat ya Kek," katanya lagi pada sang kakek, lalu ia pun berjalan terlebih dahulu.


"Eh, bisa kok Non, Kek Anan pergi ya? Assalamu'alaikum," ucap Afnan seraya ia meraih tangan Wijaya Serta mengecupnya.

__ADS_1


"Iya Nak, hati-hati di jalan ya? Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu,"


Setelah mendapatkan jawaban dari sang Kakek, Afnan pun langsung bergegas, menyusul Syafiqah, yang ternyata sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil. Membuat Afnan mempercepat langkahnya, dan setibanya disana ia pun segera masuk ke dalam mobil itu juga dan duduk tepat di belakang kemudinya.


"Apakah Anda sudah Siapa Nona?" tanyanya seraya ia melirik kaca spion tengah mobilnya. Agar ia dapat melihat wajah cantik istrinya, yang ternyata wajah cantik itu terlihat sedang jutek. Membuat Afnan tersenyum tipis melihatnya.


"Jangan banyak tanya! Jalankan saja mobilnya!" cetus Syafiqah, tanpa ingin melirik sedikit pun pada Afnan.


"Baiklah Nona, kalau begitu kita baca doa dulu ya Nona, agar kita selamat dalam perjalanan," kata Afnan. Tetapi tak direspon oleh Syafiqah. Namun karena ia bermaksud mengajarkan istrinya, Afnan tetap membaca doa menaiki kendaraan dengan tangan menengadah ke atas, dengan suara yang dia yakini istrinya akan mendengarnya.


"Bismillahir rahmanir rahim.. Subhaanal ladzii sakhhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniina wa innaa ilaa robbinaa lamungqolibuuna."


Artinya :


"Maha suci Allah yang memudahkan ini (kendaraan) bagi kami dan tiada kami mempersekutukan bagi-Nya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."


"Aamiin," ucapnya sambil ia mengusap wajah dengan kedua tangannya. Lalu ia pun mulai menyalakan mesin mobilnya. Dan tak berapa lama mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang. Melihat istrinya yang tak menanggapi segala yang ia lakukan, Afnan jadi penasaran sehingga ia pun mencuri pandang lewat kaca spion. Dan terlihat wajah istrinya yang masih terlihat jutek.


"Apakah seorang Ustadz memperolehkan mencuri pandang pada seorang wanita hah?!" cetus Syafiqah, yang ternyata walaupun ia sedang melihat jendela samping mobilnya. Namun ia tetap tahu kalau Afnan sedang melirik ke arahnya.


"Eh, Maaf Nona, saya tadi hanya ingin memastikan bahwa Anda baik-baik saja kok," dalih Afnan.


"Cih! Banyak alasan!" balas Syafiqah ketus.


"Haiis.. Istriku jutek banget ya? bikin gemas aja deh!" batin Afnan.


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...

__ADS_1


Terus dukung author ya guys 🙏🥰


Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini yaa..So go semangat go semangat 😉💪💪


__ADS_2