
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
Sungguh, nikmat dunia dibanding dengan nikmat akhirat amat jauh sekali. Namun kenapa kita lebih mengharap dunia dari akhirat? Mengapa kita lebih mengharap ridha manusia daripada ridha Allah Azza wa Jalla?
Janganlah terlalu kagum dengan kehidupan dunia, karena akhirat telah menunggu kita di masa depan. Dunia dengan pasti akan kita tinggalkan. Dunia hanyalah sebagai tempat untuk mengumpulkan berbagai bekal dengan amalan menuju negeri kekal abadi di akhirat kelak.
So sudahkah engkau miliki bekal untuk di kehidupan akhirat nanti?
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*
Sesuai yang sudah disepakati kini mobil Afnan dan mobilnya Raka sudah bersanding digaris start. Kedua mobil tersebut, terlihat sedang menunggu kode dari seorang wanita yang terlihat ia sedang memegang sebuah kain putih ditangannya. Ia berdiri tepat ditengah-tengah antara mobil Afnan dan Raka. Dan disaat wanita itu mulai mengangkat tangan yang memegang kain putih tersebut.
Seketika suara mesin dari kedua mobil tersebut terdengar mengaung-ngaung saling bersahutan. Seakan kedua mobil itu telah siap bertempur. Dan tak berapa lama wanita itu pun menyentak tangannya kebawah. Dan otomatis mobil Afnan dan mobil Raka, pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi. Keduanya tampak saling kejar-mengejar satu sama lainnya.
Pada awalnya mobil mobil Raka, memimpin di depan. Mobilnya yang begitu cepat, seakan tak ingin memberikan kesempatan pada mobil Afnan untuk melancanginya. Hingga pada akhirnya mobil keduanya memasuki jalanan yang berkelok tajam, disanalah mobil Afnan berkesempatan melancangi mobilnya Raka. Dan kini mobil Afnanlah yang mimpin. Membuat Syafiqah yang berada di mobil Afnan menjadi resah.
"Hah.. Sial ternyata dia boleh juga! Kalau dilihat dari gayanya menyetir seperti ia pernah meraih prestasi. Style cara dia ngedrivenya lebih alus bawanya, tapi lebih konsisten, enggak naik turun. Jadi dia enggak perlu braking yang terlalu keras saat di ujung, Karena konsisten itu pula, catatan waktu yang ia raih dalam balapan pun juga konsisten naik" batin Syafiqah, yang ternyata ia terus memperhatikan cara Afnan mengemudi mobilnya.
Afnan memang terlihat begitu santai. Wajahnya juga terlihat begitu tenang, seakan ia hanya menyetir mobil dalam perjalanan biasa-biasa saja. Namun disaat Syafiqah mentap kedepan barulah ia menyadari betapa cepatnya laju mobilnya. Bahkan begitu cepat, membuat dadanya tiba-tiba berdesir dan entah mengapa ada perasaan takut yang menyelimuti hatinya.
Namun karena perasaan gengsinya begitu kuat. Syafiqah pun berusaha menampakkan sisi beraninya. Akan tetapi semakin ia berusaha kuat, bayang-bayang Aneh tiba-tiba muncul. Dan itu seperti sebuah penggalan-penggalan ingatannya yang telah hilang. Dari ketika ia mengalami kecelakaan sampai pertemuan pertamanya pada Afnan. Bahkan penggalan memory ketika ia mendapatkan pengkhianatan dari orang-orang yang ia cintai dan ia percaya ikut muncul. Dan karena hai itu membuat ia merasakan sakit yang amat sangat pada kepalanya.
__ADS_1
"Aaaakh!!" pekiknya, sambil kedua tangannya memegang kepalanya. Namun ia hanya sesaat, karena tak berapa ia pun tak sadarkan diri.
Afnan begitu terkejut, ketika mendengar Syafiqah berteriak, apalagi ketika ia melihat istrinya itu langsung pingsan, "Fiqah! Kamu kenapa? Astaghfirullah ada apa dengan kamu Fiqah?!" teriak Afnan, ia tampak begitu cemas, "Ini tidak bisa dibiarkan! Ana harus membawanya ke rumah Sakit!" Rasa cemas Afnan membuat ia tak memperdulikan balapan itu lagi. Malahan ia semakin mempercepat laju mobilnya. Sehingga membuat mobilnya Raka tertinggal cukup jauh.
"Sialan! Ternyata kacungnya si Fiqah boleh juga. Kayaknya dia begitu lihai dalam mengemudi mobilnya. Aah.. brengsek! Gue dikalahkan oleh seorang kacung!" gerutu Raka, ketika ia melihat mobilnya Afnan yang melesat begitu cepat hingga membuat ia tak mampu mengejarnya lagi. Mendengar gerutuannya Raka, spontan Sarah yang saat ini sedang berada di dalam mobilnya Raka, langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha...Mampos Lo! malukan Lo sekarang? Tadi sok banget Lo, sama kacungnya Fiqah. Sampai-sampai Lo tadi menghina dia bangetkan? Makanya jadi orang tuh jangan suka meremehkan status seseorang, tau! Udah begini Lo malukan? Secara seorang pembalap yang sudah beberapa kali memenangkan kejuaraan tingkat nasional, dikalahkan oleh seorang kacung, hahahaha," ujar Sarah, yang terlihat ia kembali mentertawakan Raka.
"Aah sialan Lo! Senang banget Lo ya, melihat teman Lo dikalahkan oleh si kacung! Tapi Lo lihat saja nanti, gue pasti akan mengalahkan dia!" balas Raka, dengan penuh percaya diri.
"Cih! Mau mengalahkan dia? Kapan? Lihat saja tuh! Bahkan dia sudah melewati garis finis. Eh..Loh tapi kok mereka tidak berhenti sih? Mau kemana mereka ya? Wah bisa gawat nih, pasti Fariz bakalan marah-marahin gue kalau sampai Fiqah tidak balik lagi," kata Sarah, dengan wajah yang terlihat ada ketakutan disana.
"Emangnya ada urusan apa Lo sama Fariz?" tanya Raka, yang kini ia sudah mengurangi laju mobilnya. Sehingga kini ia sudah terlihat lebih santai.
"Hmm..bisa jadi tuh! Secara diakan seorang playboy yang suka mempermainkan perempuan saja. Dan mungkin saja, Kakeknya Fiqah sudah mengetahuinya, lalu menyuruh mereka putus, iyakan?" timpal Raka, yang ternyata ia juga mengetahui tabiat Fariz.
"Aah, sabodolah! Itu urusan mereka, gue nggak mau ikut campur, lagi!" balas Sarah lagi.
"Baiklah, gue juga nggak mau. Mendingan kita mengukir sejarah percintaan kita sendiri. Mau nggak Lo jadi pacar gue Sar?" kata Raka, Secara tiba-tiba, membuat mata Sarah langsung membulat.
"Ape Lo kata? Dih, ogah banget gue jadi pacar Lo! Apa bedanya Lo masa Fariz? Dasar sok ngatain Fariz playboy, padahal dirinya sendiri lebih parah! Udah akh turunin gue disini, cepat!" balas Sarah, dengan suara bernada ketus. Terlihat sekali kalau ia tidak menyukai Raka.
"Yee, kalau nggak mau juga nggak papa kali, tapi jangan nyolot gitu dong. Tapi lihat saja nanti Lo bakalan nyesel deh, karena udah menolak gue. Secara banyak banget cewek yang sudah ngantri...." kata Raka begitu percaya diri. Namun langsung di sanggah oleh Sarah.
__ADS_1
"Bodo amat! Emangnya gue pikirin apa! Cepat turunkan gue disini!" teriak Sarah, dan seketika mobilnya Raka pun langsung berhenti.
"Lo bikin kaget gue aja sih! Kalau ada mobil lainkan kita bakalan.." protes Raka, karena memang ia sedikit kaget, mendengar teriakannya Sarah.
"Ay akh gelap! Bukan urusan gue!" potong Sarah, dan ia pun langsung keluar dari mobilnya Raka. Dan baru saja ia keluar, tiba-tiba tangannya ditarik seseorang, "Apaan sih Raka?! Lepasin gu..." bentaknya, karena ia berpikir Rakalah yang menarik tangannya. Namun ketika ia melihat wajah orang yang menarik tangannya, seketika matanya langsung terbelalak.
"Fariz?!" sentaknya.
"Iya ini Gue! Mana Fiqah? Bukankah gue menyuruh Lo untuk membawa diakan? Lalu dimana dia sekarang?" tanya Fariz dengan mata yang terlihat tertuju kedalam mobilnya Raka.
"Dia sudah pergi dibawa kacungnya tadi," timpal Raka, apa adanya.
"Brengsek! Dia lagi, dia lagi! Dia selalu menggagalkan rencana gue terus! Sepertinya gue harus menyingkirkan Dia secepatnya! Kalau mau rencana gue berhasil!" gumam Fariz terlihat begitu kesal.
"Emangnya apa sih rencana Lo? Kenapa.." tanya Sarah begitu penasaran.
"Diam Lo! Ini juga gara-gara kebodohan Lo, jadi sekarang menyingkir Lo dari sini!" bentak Fariz. Membuat Sarah ikut menjadi kesal.
"Sialan Lo! Enak saja Lo ngatain gue! Lo pikir gue takut apa sama Lo! Lihat aja apapun rencana Lo, gue pastikan akan gagal semuanya! Huh! Dasar pria plin-plan!"
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉
__ADS_1