CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
TERBIASA HIDUP MEWAH.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─


KEBAHAGIAAN YANG SEBENARNYA


Berjuta-juta jiwa telah melalang buana...


Mencari kebahagiaan di pucuk-pucuk dunia,


Membuang harta, merebut tahta dan berburu meraih kesenangan yang akan sirna, namun kiranya mereka terlupa, bahwa kebahagiaan itu tempatnya berada di dalam dada...


Pusatnya kebahagiaan itu terletak di hati, dan apabila telah dipenuhi oleh cahaya keimanan sesuai petunjuk Allah dan Rasul ﷺ, maka dia akan bahagia di dunia dan di akhirat.


Selama tujuannya semata hanya untuk Allah, dan hidup untuk meraih keridhaan-Nya, maka kebahagiaan tak akan pernah meninggalkan diri, kegelisahan tak akan menemani, dan hal itu akan dirasakan & disaksikannya sendiri...


Allah 'Azza wa Jalla berfirman :


ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ طُوبَىٰ لَهُمۡ وَحُسۡنُ مَـَٔابٖ


"Orang-orang yang beriman dan telah berbuat kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan & tempat kembali yang baik" (QS. Ar-Ra'du : 29)


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


Sesuai keinginan Wijaya dan orang tuanya Afnan. Kini Afnan dan Syafiqah sudah berada di villanya Afnan, yang berada di kota B, yang diantar oleh Toni. Dan sesuai permintaan dari Wijaya, Toni juga sudah mempersiapkan segala yang dibutuhkan oleh Afnan dan Syafiqah. Setelah semua kebutuhan sudah terpenuhi olehnya. Toni pun langsung kembali ke kota JK. Kini tinggallah Afnan dan Syafiqah saja yang berada di villa tersebut. Membuat Syafiqah tampak bingung dengan keadaan yang hanya ada mereka berdua saja.

__ADS_1


"Kamu kenapa Sayang? Kok kayak orang bingung begitu sih?" tanya Afnan, saat melihat istrinya berada di ruang makan.


"Ini benaran ya Yank? Kalau hanya kita berdua saja di Villa ini?" tanya Syafiqah balik, dengan wajah yang terlihat masih dalam keadaan bingung.


"Ya benar dong Sayang, emangnya kenapa? Emangnya kamu nggak suka ya, sama Villanya?" tanya Afnan kembali, karena ia terlihat penasaran dengan sikap istrinya.


"Bukannya Fiqah nggak suka sih Yank. Cuma saja, kalau hanya kita berdua, lalu siapa yang masak Yank? Maaf soalnya Fiqah nggak bisa masak," balas Syafiqah, sambil menunduk wajahnya, sedikit, karena menutupi rasa malunya. Sambil sesekali ia melirik wajah suaminya lalu ia kembali tertunduk. Dan tak berapa lama tiba-tiba terdengar suara kruuyuuuk yang berasal dari perutnya Syafiqah, membuat, wajah Syafiqah semakin memerah.


Mendengar pengakuan istrinya, dan ditambah lagi mendengar suara yang berasal dari perutnya Syafiqah, Afnan pun tersenyum lucu, apalagi saat ia melihat wajah istrinya yang terlihat malu-malu meong, membuat ia gemas melihatnya.


"Ooh, jadi kebingungan diwajahnya kamu itu karena laper ya?" tanya Afnan, sambil menundukkan wajahnya agar bisa melihat wajah istrinya, yang terlihat masih menunduk malu.


"Hu'um.. habis inikan gara-gara Kakek, main nyuruh kita pergi aja! Padahal tadinya Fiqah kepingin makan masakan Umi," keluh Syafiqah, masih terlihat malu.


"Ya sudah, jangan nyalahin Kakek lagi. Sekarang kamu duduklah disini dulu ya? Biar Emas deh yang masak buat kamu," balas Afnan, seraya ia menarik kursi yang berada dibawah meja makan, lalu ia pun menyuruh Syafiqah duduk di sana.


"Kamu lihat saja nanti, oke," balas Afnan, seraya ia mengambil bahan-bahan makanan, yang sudah disediakan oleh Toni didalam kulkasnya. Setelah itu ia pun mulai meracik-racik bahan yang hendak dimasak. Setelah semua disiapkan ia pun langsung mulai memasaknya.


Sedangkan Syafiqah hanya bisa menontonnya, dengan mulut yang ternganga karena saking takjubnya, melihat kelihaian suaminya yang sedang memasak. Setelah selesai, Afnan langsung menyajikan semua makanan yang ia masak tadi diatas meja makan tepat dihadapannya Syafiqah.


"Waah, keren ternyata Ayank, jago masak ya?" ujar Syafiqah, dengan mata yang terlihat berbinar, ketika ia melihat makanan yang telah tersajikan.


"Jangan memuji dulu Sayang, rasakan dulu dong, baru kasih penilaiannya," balas Afnan seraya ia, mengambil piring yang dihadapan Syafiqah. Lalu ia isi dengan nasi berserta lauk pauknya, "Sekarang makanlah Sayang, dan jangan lupa baca bismillah ya?" lanjutnya lagi, setelah ia meletakkan piringnya yang tadi kehadapan Syafiqah kembali.


"Terima kasih Ayank, hu'um" balas Syafiqah, yang kemudian ia menengadahkan tangannya keatas setelah itu, ia pun mulai menyuapkan makanan kedalam mulutnya.

__ADS_1


"Gimana Sayang? Apa rasanya pas?" tanya Afnan, yang terlihat piringnya masih kosong. Karena ia masih menunggu penilaian dari Istrinya.


"Uhmm... enak bang Yank! Ini benar-benar enak!" balas Syafiqah, dengan mulut yang terlihat masih dipenuhi dengan makanannya.


"Alhamdulillah, kalau begitu makanlah pelan-pelan sayang, masih banyak kok," kata Afnan, yang kemudian ia pun mulai. mengisi piringnya yang masih kosong. Setelah itu ia pun ikut melahap makanan yang ia masak tadi. Afnan terlihat begitu puas tatkala ia melihat istrinya, yang makan begitu bersemangat.


"Aah.. akhirnya kenyang juga!" ucap Syafiqah, seraya ia memegang perutnya.


"Kok akhirnya kenyang sih Sayang? Seharusnya mengucapkan 'Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wasaqoonaa waja’alanaa muslimiin' begitu dong sayang," ujar Afnan mengajarkan istrinya.


Artinya:


Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami orang-orang yang berserah diri (muslim).


"Oh iya maaf Ayang," balas Syafiqah, lalu ia pun mengikuti doa yang tadi diajarkan oleh suaminya. Setelah itu ia pun bangkit dari duduknya. "Sekarang Ayang, yang duduk disini biar Fiqah, yang nyuci piringnya ya?" katanya lagi, seraya ia menumpuki piring-piring kotornya. Lalu ia bawa ke wastafel tempat pencucian piring.


"Emangnya kamu bisa Sayang?" tanya Afnan sedikit tidak percaya pada istrinya. Karena ia tahu, kalau istrinya terbiasa hidup mewah. Sehingga sekalipun tak pernah melakukan perkerjaan rumah. Karena semuanya akan dilakukan oleh pembantunya.


"Insyaa Allah Yank," katanya yang terlihat ia sudah mulai mrnyabunin salah satu piring. Namun karena piring terasa licin dan akhirnya.


PRAANG!! piring terjatuh dan pecahannya, mengenai kaki kirinya Syafiqah, dan darah pun langsung keluar.


"Aaakh!" pekik Syafiqah. Afnan langsung terkejut melihatnya.


"Astaghfirullah Sayang! Kamu berdarah!" teriak Afnan terlihat panik melihat darah yang keluar dari kakinya Syafiqah.

__ADS_1


...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


__ADS_2