CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
MENANTANG BALAPAN.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Allah tidak akan menghadirkan seseorang tanpa sebab,, apakah ia hadir untuk merubah hidup kita? Atau kah kita yg merubah hidupnya ?


Apakah ia hadir untuk bagian terpenting ?


Atau hanya sekedar saja?


Wallahu 'alam,,


Hanya Allah yang tahu, kita hanya mengikuti kehendak-Nya. Maka jalani semua dengan ketulusan, meski tidak menjadi yang di inginkan. Percayalah tidak ada yang sia-sia karena Allah yang telah mempertemukan. Dan pastinya ada hikmah di setiap kejadian. So tetaplah bersabar karena rencana Allah sangatlah indah.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


"Sekarang! Apa Lo berani?"


Mendengar suara bariton dari seorang pria. Seketika Syafiqah langsung menoleh ke sumber suara tersebut. Dan tampaklah olehnya seorang pria tampan, dengan memakai jaket kulit berwarna merah yang biasa dipakai oleh seorang pembalap-pembalap mobil.


"Raka?!" sentak Syafiqah dan Sarah secara bersamaan.


"Iya ini gue! Gimana apa Lo apa Lo menerima tantangan gue Fiq?" tanya Pria yang dipanggil Raka tersebut.


"Aturannya gimana?" tanya Syafiqah sambil melipat kedua tangannya kebawah dadanya. Hingga ia terlihat begitu santai dan tenang.

__ADS_1


"Sama seperti dulu! Kalau Lo menang, Lo boleh membawa pulang mobil gue! Tapi kalau Lo kalah Lo harus bersedia menjadi istri gua! Gimana apa Lo setuju Fiq?" balas Raka, yang terlihat dari wajahnya, ia sangat begitu yakin kalau dia akan memenangkan balapan tersebut.


Mendengar perkataan Raka, Afnan yang berdiri tak berapa jauh dari mereka langsung tersentak. Ia pun langsung mendekati mereka bertiga seraya berkata, "Saya tidak setuju!' ucapnya, membuat Syafiqah, Sarah dan Raka, terkejut mendengarnya.


"Siapa Lo? Datang-datang Main ikut campur urusan orang aja lo!" tegur Raka, yang tampaknya ia tak menyukai kehadirannya Afnan.


"Saya Asistennya Nona Syafiqah!" balas Afnan, dan langsung disambut oleh ketawanya Raka.


"Hahahaha.. baru Asisten udah belagu Lo! Gue pikir Lo bakalan ngaku Suaminya, eeh ternyata cuma kacungnya doang, hahahaha," cerca Raka, yang dibarengi dengan tawa mengejeknya.


"Afnan! Lo jangan bikin malu gue deh! Sana Lo, gue juga nggak butuh persetujuan Lo, paham!" tegur Syafiqah juga. Tampak ia juga amat kesal pada Afnan, karena sudah berani ikut campur dalam urusannya.


"Maaf Nona! Saya tidak bisa membiarkan Anda, mengikuti balapan ini! Ingatlah Anda juga baru sembuhian? Jadi tolong jangan menerima tantangan pria ini Nona," balas Afnan, yang kini Wajahnya, agak berbeda dari biasanya. Karena biasanya ia terlihat begitu tenang dan santai. Namun berbeda dengan hari ini, ia terlihat begitu tegang dan juga ada kecemasan yang terlihat dari raut wajahnya.


"Eh, songong banget nih Asiten! Baru kali ini gue lihat Asiten belagu kaya Lo! Terserah dia dong mau menerima tantangan gue atau tidak! Kenapa Lo yang jadi ngatur dia hah?!" hardik Raka, yang tampaknya ia begitu geram melihat Afnan. Karena sepertinya ia takut, kalau-kalau Syafiqah terpengaruh oleh perkataannya.


"Brengsek Lo! Kayaknya Lo nantangin gue ya?!" bentak Raka, terlihat semakin geram pada Afnan. Melihat hal itu, tiba-tiba timbullah sebuah ide di pikiran Syafiqah.


"Aah iya! Kenapa gue nggak ambil kesempatan ini aja ya? Tinggal gue suruh aja si Afnan yang balapan. Dan gue yakin dia tidak akan menang dari Raka. Secara Raka, sering menjuarai balapan mobil. Jadi gue bisa berkesempatan untuk mengusir jauh-jauh! Bahkan dia harus menghilang dari jangkauan kakek. Biar dia nggak bisa mempengaruhi kakek gue lagi,'' batin Syafiqah.


"Eeeeh! Sudah-sudah! Begini saja, kalau Lo bisa ngalahin dia, gue akan menuruti perkataan Lo! Apapun itu! Tetapi kalau Lo kalah, maka Lo harus enyah dari hadapan gue untuk selamanya! Gimana apa Lo berani Afnan?" tanya Syafiqah pada Afnan. Tampak sekali ia begitu meremehkannya.


"Ay..kenapa gue yang harus melawan kacung ini! Nggak level banget deh! Gue nggak setuju Fiq! Bisa jatuh harga diri gue sebagai pembalap nasional!" protes Raka, sambil menatap sinis pada Afnan.


"Hei Raka! Bukankah Lo ingin nantangin gue balapankan? Oke gue terima tantangan Lo, dan gue juga akan setuju dengan aturan Lo! Tapi dengan syarat Lo harus mengalahkan dia dulu! Kalau Lo menang, kita akan balapan. Gimana Lo setuju dengan Syarat gue Ka?" balas Syafiqah tanpa ragu sama sekali.

__ADS_1


Mendengar perkataan Syafiqah, Raka, tersenyum mengejek, "Heh.. Lo yakin akan mengikuti aturan Gue? Ingat loh kalau Lo kalah, lo akan menjadi istri gua! Dan itu artinya Lo harus menyingkirkan Fariz sebagai tunang Lo! Apa Lo bersedia Fiq?" tanya Raka, dengan wajah penasarannya dan ia juga ingin memastikan perkataannya Syafiqah, bukan hanya sekedar bualan saja.


"Apa Lo nggak percaya dengan kata-kata gue hah? Apa Lo belum mengenal gue Raka?" tanya Syafiqah, dengan tatapan datarnya.


"Tau nih! Lo kan tahu sendiri, kalau Fiqah sudah berkata-kata ia tak pernah ingkar janji! Jadi Lo jangan ragukan perkataan dia deh, Ka," sambung Sarah, ikut menyakinkan Raka agar ia percaya pada perkataan Syafiqah.


"Oke deh kalau begitu! Gue percaya ama Lo! Ingat ya kalau gue bisa mengalahkan kacung Lo! Lo harus tepati perkataan Lo!" ujar Raka, mengingatkan kembali perkataan Syafiqah.


"Iya iya! Udah sana lawan Dia!" tegas Syafiqah.


"Tidak Nona! Saya tidak bisa, meninggalkan Anda seorang diri!" timpal Afnan, yang sepertinya ia keberatan untuk meninggalkan Syafiqah.


"Apaan sih Lo! Emangnya gue kenapa kalau Lo tinggalin hah? Lagian disini juga ramai, nggak mungkinlah, ada orang yang mau jahatin gue! Jadi lo tenang aja deh dan cepat lakukan yang gue minta!" ujar Syafiqah yang terlihat ia begitu keras kepala, mendorong Afnan agar bersedia balapan.


"Maaf Nona! Saya tidak bersedia! Terkecuali bila Anda ikut bersama saya, maka saya bersedia melawan Dia" balas Afnan, membuat Syafiqah tambah kesal. Namun karena ia begitu yakin kalau Afnan akan kalah. Akhirnya ia pun menyetujuinya, karena sudah pasti kalau Afnan kalah, maka rencana untuk menyingkirkannya akan berhasil.


"Baiklah, gue ikut Lo! Tapi ingat, kalau Lo kalah, maka jangan pernah Lo menunjukkan lagi wajah Lo dihadapan gue! Lo pahamkan?!" ujar Syafiqah lagi, mengulangi perkataannya. Agar Afnan bisa mengingat kesepakatan mereka.


"Baiklah! Tapi Anda ingat jugakan? Kalau Saya yang menang, maka Anda akan menuruti perkataan saya," kata Afnan juga, untuk mengikatkan kembali perkataan Syafiqah yang diawalnya.


"Oke! Lo tenang saja, gue ingat kok! Ya sudah ayo kita mulai saja balapan mobilnya!" ajak Syafiqah begitu antusias. Dan ia mereka pun mulai bergerak karena balapan. Sesampainya disana mereka pun memasuki mobil mereka masing-masing. Dengan Afnan yang ditemani oleh Syafiqah. Sedangkan Raka ditemani oleh Sarah. Sebelum balapan mobil dimulai Afnan menyempatkan dirinya untuk berdoa. Karena ia berharap Tuhan nya akan memberikan pertolongan-Nya. Doa memohon pertolongan ketika menghadapi musuh.


إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenan kan-Nya bagimu, 'Sungguh, Aku (Allah) akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.' Dan tidaklah Allah menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan, kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS al-Anfal: 9-10).

__ADS_1


...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...


Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉


__ADS_2