CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
PENGAKUAN TEDDY.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hikmah 🦋⊱◈◈◈⊰─


"Jangan terlalu senang dengan kekayaan hidupmu, dan jangan bersedih atas kefakiran dan musibah yang menimpamu. Karena emas itu sebelumnya dilebur dulu dengan api, sedangkan orang mukmin dilebur dulu dengan ujian."


{~Ali Bin Abi Thalib💙}


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


"Dasar biadab Lo Teddy! Walaupun gue mati! Gue pastikan Lo tidak akan pernah mendapatkan apa yang Lo mau! Camkan itu!"


Mendengar suara teriak seorang wanita yang berasal dari ruangan istrinya. Afnan tak langsung masuk, ia sengaja tetap berdiri didepan pintu, bermaksud ingin membaca situasi yang berada didalam. Namun ia tetap mengisyaratkan pada Ikhsan untuk bersiap-siap, bila situasi menjadi genting. Maka mereka tinggal menyergap saja


...°°°...


Sementara di dalam ruangannya Syafiqah.

__ADS_1


Tampak, seorang pria sedang didampingi dua orang pria yang memiliki tubuh besar sedang duduk dikursi kebesarannya Syafiqah. Ia terlihat sedang tersenyum seringai, setelah mendengar perkataan dari Syafiqah. Bahkan ia langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha.. ternyata keponakanku ini sudah mulai berani ya? Apakah itu sebuah ancaman dari keponakanku tersayang ini? Benarkah pamanmu ini tidak akan mendapatkan apapun bila kamu mati hm?" tanya Pria itu, yang tak lain adalah Teddy, pamannya Syafiqah.


Tampak Teddy bangkit dari kursi kebesarannya Syafiqah. Lalu ia pun melangkah menghampiri Syafiqah yang terlihat saat ini ia sedang duduk bersimpuh dilantai, bersama Tony yang ikut duduk bersimpuh di sebelahnya Syafiqah. Toni tampak tak berdaya, karena ternyata di belakang mereka, terdapat tiga orang pria bertubuh besar sedang menodong pistolnya ke kepalanya Toni maupun Syafiqah. Sehingga keduanya tampak tak berdaya.


"Ooh keponakanku Sayang! Justru kalau kau masih hiduplah, maka aku tidak akan mendapatkan apapun! Makanya aku sangat mengharapkan kematianmu agar semua ini menjadi milikku!" ucap Teddy. Seraya menekuk lututnya setelah ia sudah dihadapkan Syafiqah. Dan ia pun menjajarkan dirinya pada Syafiqah, dan kemudian ia langsung mencengkram kedua pipinya Syafiqah dengan satu tangan saja. Namun wajahnya malah diludahi oleh Syafiqah. Membuat ia semakin murka.


"Brengsek! Dasar Anak kurang ajar, rasakan ini!" bentak Teddy, sembari ia melayangkan tangannya ke pipinya Syafiqah dengan keras.


Seketika darah segar muncrat dari bibirnya Syafiqah. Akan tetapi Syafiqah malah terlihat biasa-biasa, bahkan ia malah menyunggingkan senyuman mengejek. Dan kembali ia meludahi wajah Teddy, dengan air ludah yang sudah bercampur dengan darahnya.


"Cuiih!! Yang brengsek itu Lo pengecut! Karena hanya seorang pengecut saja, yang bisanya menjebak orang lain! Kalau Lo bukan pengecut, mana mungkin Lo datang kesini dengan mereka! Iyakan? Lo itu hanya seorang pengecut yang tamak!" seru Syafiqah, sembari ia menatap sinis dan di penuhi kebencian terhadap Teddy.


"Sialan!! Diam kamu! Kau bilang apa tadi Aku seorang pengecut dan tamak? Heh..! Sepertinya kamu sudah tidak membutuhkan nyawa kamu lagi ya? Baiklah, kalau begitu, Aku akan akan segera mengakhirinya, sekarang!" ujar Teddy, seraya ia berdiri lalu ia langsung mengambil pistol yang sedang dipegang anak buahnya itu. Lalu pistol tersebut ia todongkan ke dahinya Syafiqah.


"Dan sekalian Aku mau lihat, sebenarnya berapa nyawa yang kamu miliki? Sehingga kamu sudah kali-kali, terhindar kematianmu? Hari ini adalah yang ke empat kalinya, bukan?" lanjut Teddy lagi. Dan terlihat jelas, Syafiqah seperti tidak memahami perkataan Teddy.

__ADS_1


"Aah.. pasti kamu bingung ya dengan perkataanku? Baiklah Aku akan mengingatkan kamu kembali keponakanku. Waktu pertama kali kamu bisa melewati maut kamu, adalah saat Aku menghabisi nyawa keluarga kamu!" kata Teddy dengan entengnya, membuat Syafiqah begitu terkejut mendengarnya.


"Kamu kaget ya mendengarnya? Aku lanjutkan lagi ya? Pada hari itu Om berpikir kamu terselamatkan hanya kebetulan saja. Makanya mengulanginya ketika kamu, keracunan saat meminum minuman beralkohol, saat kamu kecan dengan Fariz! Kamu ingat itukan keponakan ku? Dan apakah kau tahu, siapa yang memberi racun tersebut? Pastinya kamu tahu dong?" kata Teddy lagi. Membuat mata Syafiqah sedikit terbelalak setelah mendengar pengakuannya Teddy.


"Iya Fiqah! Fariz lah yang memberinya. Walaupun ia harus ikut keracunan juga agar tak dicurigai. Dan yang ketiganya kamu juga pasti sudah tahu jugakan? Yaa benar, kecelakaan baru-baru ini, hingga menyebabkan kamu koma! Hah! LUAR biasa banget kamu yaa? Kamu bisa selamat dari kecelakaan maut itu juga?" kata Teddy lagi.


"Tapi hari ini aku ingin menyaksikan sendiri, apakah maut masih bersahabat denganmu keponakanku? Apakah kau akan tetap hidup setelah peluru ini menembus kepalamu? Baiklah karena aku sudah tidak sabar ingin segera mengetahuinya, maka aku akan mulai saja sekarang. Bagaimana keponakanku apakah kamu sudah siap?" kata Teddy, dan ia pun terlihat sudah mulai bersiap untuk menekan pelatuk pistolnya.


Namun disaat bersamaan, tiba-tiba pintu ruangan Syafiqah, didorong dengan kuat, hingga pintu pun terbuka dengan lebar dan bersamaan dengan, "Polisi! Jangan bergerak! Turunkan senjata kalian!" teriak seorang Pria yang terlihat memakai baju seragam polisi, yang terlihat ia juga menodongkan senjata kearah Teddy dan anak buahnya. Dan tak berapa masuk juga, beberapa orang lagi yang berpakaian sama. Dan mereka juga menodongkan senjatanya kearah Arah mereka.


Melihat ke datang polisi, Teddy langsung langsung menarik tangan Syafiqah agar ia berdiri. Dan seketika ia langsung mendekapnya dari belakang. Sembari tangan kanannya menodongkan senjata ke kepalanya Syafiqah.


"Berhenti kalian disitu! Atau ku tembak wanita ini!" teriak Teddy, yang tampak sekali ia sedikit panik saat melihat kedatangan polisi-polisi tersebut.


...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...


Jangan lupa Dukung author ya 😉

__ADS_1


__ADS_2