CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
RENCANA KELUAR KOTA.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hikmah 🦋⊱◈◈◈⊰─


Di mana ada iman di situ ada cinta.


Di mana ada cinta di situ ada kemaafan.


Di mana ada kemaafan di sana ada kasih sayang.


Dan di mana ada kasih sayang di situlah ada keindahan.


Dunia ini senantiasa indah jika dilihat oleh hati yang beriman. Jika dunia ini tidak indah...yang tidak indah itu ialah hati mu.


Mencintai syurga bukan berarti meminggirkan dunia...karena dunia itu sesungguhnya ialah ladang akhirat!


Mana mungkin dapat memetik buah yang manis di akhirat jika pohon yang ditanam di dunia tidak suburkan?


*termenung sambil merenung*


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


Sesuai perkataannya pada Syafiqah. Afnan yang baru saja, selesai mengisi program untuk para santrinya. Bermaksud ingin bergegas pulang untuk memenuhi janjinya yang mengajak Syafiqah berjalan-jalan. Namun saat ia baru saja akan keluar dari aula tempat ia mengajar. Tiba-tiba langkahnya terhenti, karena ternyata didepan pintunya sudah ada dua orang pria yang menghalanginya.

__ADS_1


"Eh! Ustadz Faisal, Ikhsan? Kenapa antum berdua berdiri di depan pintu sih? Minggir Ana mau lewat!" ujar Afnan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"Ceileeh... si pengantin baru, buru-buru banget sih perginya? Sementang sudah punya Istri, sampai-sampai kita dilupakan, benar nggak Ustadz Faisal?" ledek ikhsan, yang terlihat ia masih tetap pada posisinya saat ini.


"Benar banget tadz Ikhsan! Perasaan waktu Ane Nikah sama Aliah (istri) Ane nggak gitu-gitu amat deh! Kalian juga masih ingatkan? Malahan Ane jarang banget ketemuannya sama Aliah Ana," sambung Faisal.


"Yeee.. itukan karena Aliah ente, masih dalam pendidikan, jadi sulitlah ketemuannya! Makanya nikah tuh jangan sama anak Santriwati, yang masih cen-cen. Jadi ya gitu digantung Man," celetuk Ikhsan, membuat Afnan seketika tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha.. benar tuh yang dikatakan Ustadz Ikhsan. Ente sih nikah terburu-buru banget! Padahal yang dinikahi santriwatinya sendiri. Tapi tetap saja harus nunggu jugakan? Makanya jadi orang tuh sabar Ustadz, yang namanya jodoh nggak kemana kok," ujar Afnan, sedikit meledek rekan sesama Ustadznya.


"Yaa mau gimana lagi, namanya orang suka, Tadz. Dan dari pada menimbulkan fitnah, lebih baik dihalalkan sajakan. Begitu juga yang dikatakan Pak kyai, sama Ana. Makanya walaupun harus menunggu, ana rela dah. Tapi yang penting sekarangkan udah berhasil, tinggal nunggu brojol sekarang mah, hihi" balas Ikhsan, sambil menaik turunkan alisnya. Membuat Afnan dan ikhsan saling berpandangan.


"Cih! Pamer sekali Ente!'' celetuk Ikhsan.


"Biarin! Pamer hal yang indah itu nggak dilarangkan. Itu juga biar anta terpicu untuk segera walimah kapan lagi coba? Ingat umur sudah mendekati kepala tiga! Nanti keburu kiamat rugi Anta, nggak ngerasain surga dunia tau," balas Faisal, pada Ikhsan.


"Ay..! Kenapa antum berdua jadi pada ngurusin Ane? Emangnya Ente sudah merasakan surga dunia itu Tadz?" balas Ikhsan, dan diakhiri pertanyaan untuk Afnan.


"Eh, belum sih! Tapi in shaa Allah bakalan ngerasain jugakan? Lagian yang penting Ane sudah ada yang halal! Jadi tinggal prosesnya aja Bro.." kata Afnan seraya ia mengedipkan sebelah matanya.


"Dih..! Sombong ente! Padahal kalau bukan desakan dari kek Wijaya juga pasti Ente masih jomblo juga kayak Ana, iyakan" balas Ikhsan, apa adanya, karena memang dia sangat tahu, kalau Afnan menikah karena desakan dari Kakeknya Syafiqah.


"Salah Anta! Itu bukan karena Kakeknya Fiqah. Tapi itu semua karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala, yang telah menetapkan takdir setiap manusia dan makhluk-Nya yang diciptakan di muka bumi ini. Dan Allah ﷻ pun menyimpannya dalam Ummul Kitab atau Lauh Mahfudz, sebagaimana firman-Nya:

__ADS_1


"Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh)." (QS. Ar-Ra'd: 39).


Melalui ayat ini, Allah ﷻ telah menciptakan dan menetapkan semua yang ada di alam semesta sudah sesuai sebagaimana mestinya. Penciptaan bumi dan langit serta segala isinya adalah takdir yang telah Allah buat dan tidak dapat diubah oleh siapa pun" jelas Afnan membuat Ikhsan, akhirnya malu sendiri. Karena ia telah melupakan ilmu tersebut.


"Astaghfirullah.. Maaf Tadz, Ana lupa!" katanya, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal tersebut.


"Iyee, in shaa Allah udah Ane maafkan! Ya sudah Yee, Ana mau balik nih, soalnya udah janji sama Aliah Ana mau ngajak dese jalan-jalan," kata Afnan, seraya ia hendak melangkahkan kakinya, namun Ikhsan kembali menghalanginya.


"Maaf Tadz tunggu sebentar! Ana cuma mau ngingetin, kalau perusahaan ente yang di kota JT, terkenak masalah, dan mereka meminta ente segera kesana," kata Ikshan.


"Innalilahi, siapa yang ngabarin Anta?" tanya Afnan yang terlihat wajahnya langsung berubah.


"Pak Rudi, dan sebenarnya kita diminta datang hari ini juga, tapi, tadi Ustadz ngomong sudah janjikan sama Aliah ente?" balas Ikhsan.


"Iya sih, ya sudah Anta siapkan saja! Besok insyaallah pagi-pagi sekali kita langsung berangkatan, oke!" ujar Afnan, dengan wajah terlihat begitu serius, "Oh iya Tadz besokkan rencananya Ana mau keluar kota, jadi seperti biasa, Ana titio pondok ya, kemungkinan Ana seminggu disana," lanjutnya pada Faisal.


"Oke Tadz, Anta tenang saja. In shaa Allah Ana jagain kok!" balas Faisal, "Oh iya, Nggak sekalian nih nitip Aliah anta juga hm?" lanjutnya seraya ia menaik turunkan alisnya pada Afnan.


"Sembarang! Tidak Perlu! Karena dia sudah ada yang menjaga. Yaitu umi Ana!" cetus Afnan seraya ia kembali melangkah pergi begitu saja.


"Lah, kok pergi begitu saja Tadz? Anakan cuma bercanda!" teriak Faisal, namun tak direspon oleh Afnan, "Duuh gimana nih Tadz kayanya Ustadz Anan marah deh?" tanyanya pada ikhsan.


"Auh akh, Ana kagak tahu Tadz, nggak mau ikut campur!'' balas Ikhsan, seraya ia berlalu pergi meninggalkan Faisal dengan kebingungannya.

__ADS_1


...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...


Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉


__ADS_2