
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─
DUNIA TEMPAT BERCOCOK TANAM
Ibnul Qayyim rahimahullah menukilkan nasehat dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu :
إنكم في ممر الليل و النهار؛ في آجال منقوص و أعمال محفوظة و الموت يأتي بغتة؛
فمن زرع خيرا فيوشك أن يحصد رغبة و من زرع شرا فيوشك أن يحصد ندامة و لكل زارع مثل ما زرع.
"Sungguh kalian berada dalam perjalanan (perputaran) malam dan siang; Umur yang semakin berkurang, amalan yang selalu tercatat, dan kematian yang akan datang secara tiba-tiba.
"Siapa yang menabur benih kebaikan, dia akan memanen kebahagiaan. Siapa yang menanam kejelekan, dia akan menuai penyesalan. Setiap yang menanam akan mendapatkan semisal yang dia tanam."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
"Ooh.. jadi ini toh urusan mendesaknya?" tanya Syafiqah, seraya ia mendorong tubuh Afnan yang bermaksud ingin memeluknya. Setelah itu ia pun mundur beberapa langkah sambil melipat kedua tangannya di bawah dadanya. Sehingga tampaklah dengan jelas perutnya yang buncit itu.
"Bukan Sayang, Mas hanya kebetulan bertemu dengan dia!" balas Afnan, berusaha mengklarifikasikan kebenarannya.
"Hanya kebetulan? Hmm...hanya kebetulan kok pakai acara peluk-pelukkan segala sih?" tanya Syafiqah, seraya ia menatap sinis kearah Nurhayati. Yang terlihat ia baru bangkit dari lantai, akibat di dorongan oleh Afnan.
__ADS_1
"Kamu salah paham, Sayang! Bukan Mas yang sengaja memeluk, tapi dia Sayang! Jadi please percayalah pada Mas, Fiqah," balas Afnan yang terlihat ia masih berusaha menjelaskan pada istrinya itu. Dan disaat bersamaan..
"Afnan, sebenarnya siapa Wanita ini? Sampai kamu mendorong Ana sekuat ini sih?" tanya Nurhayati, seraya ia bermaksud merangkul lengannya Afnan. Namun dengan sigap Syafiqah langsung menarik tangan Afnan dengan kuat, membuat tubuh Afnan langsung berada di sisi istri. Kemudia Syafiqah pun melangkah maju, dan berdiri tepat di depan suaminya sambil berkacak pinggang.
"Aku isterinya! Mau apa Lo hah?! Mau protes, iya?!" tanya Syafiqah dengan lantangnya. Membuat Afnan langsung tersenyum tipis. Ia bersyukur sekali, karena itu artinya Syafiqah bukanlah wanita yang langsung percaya dengan apa yang ia lihat.
Mendengar pernyataan Syafiqah, Nurhayati terlihat begitu terkejut, "Apa! Benarkah yang Dia katakan Afnan?" tanya Nurhayati lagi pada Afnan. Ia seperti tidak percaya dengan perkataannya Syafiqah. Sehingga ia ingin memastikannya lagi, melalui Afnan.
"Ee-eeh..Anda tidak percaya dengan yang aku katakan hah?! Nih lihat dengan mata kamu itu, biar jelas! Cincin kami samakan? Asal Anda tahu aja yaa? Ini adalah cincin kawin kami! Itu artinya kami ini pasangan suami istri tau!!" seru Syafiqah, sembari ia mengangkat tangan kirinya, dan kemudian mengangkat tangan kirinya Afnan lalu ia sejajarkan tangan mereka untuk memperlihatkan cincin yang tersemat di jari manis keduanya.
Afnan hanya berdiam diri saja melihat kelakuan istrinya, yang sepertinya ingin membuktikan hubungan diantara mereka, kepada Nurhayati. Ia justru kembali tersenyum tipis, karena senang melihat kegigihan Syafiqah yang ingin membuktikan hubungan mereka. Hingga ia mengikuti setiap keinginan istrinya.
Sedangkan Nurhayati yang melihat itu, seperti masih menunjukkan wajah ketidak percayaannya. Dan hal itu tertangkap oleh Syafiqah membuat ia semakin kesal,
"Benar Ana tidak percaya! Karena Afnan pernah bilang, hanya Ana wanita yang dia cintai! Jadi tidak mungkin Dia semudah itu dapat melupakan Ana!" balas Nurhayati seraya ia menatap wajah Afnan dengan tatapan penuh cinta.
"Cih! Pede banget Anda mengatakan suamiku, sulit melupakan kamu, huh! Nih lihat dengan mata kepala Anda sendiri! Kalau memang Suamiku tidak bisa melupakan Anda! Saya nggak mungkin memiliki perut buncit begini!" seru Syafiqah, seraya ia meletakkan kedua tangannya di samping perutnya lalu ia pun menunjukkan perut buncitnya itu, pada Nurhayati. Hal itu malah membuat Afnan semakin sulit menyembunyikan tawanya. Karena melihat kelucuan yang diperlihatkan oleh istrinya.
Sedangkan Nurhayati langsung tercengang melihat perut Syafiqah yang buncit. Dan seketika wajah terlihat sedih, lalu ia pun menatap sendu pada Afnan, seakan ia ingin meminta penjelasannya dari mulut Afnan sendiri. Sementara Afnan yang mendapatkan tatapan tersebut. Ia pun seperti paham dengan tatapan matanya Nurhayati. Dan seketika ia langsung memeluk Syafiqah dari belakang dan seraya berkata..
"Semua yang dikatakannya benar! Karena Dia memang Istriku, yang saat ini aku cintai," ucap Afnan, seraya ia mengecup lembut puncak kepala istrinya, "Bahkan sebentar lagi buah hati kami akan segera lahir!" sambungnya lagi, seraya ia mengelus perut buncitnya Syafiqah dengan penuh kasih sayang.
"Jadi Nur berhenti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin lagi. Karena aku sudah memiliki kebahagiaan tersendiri. Sekarang giliran kamu, carilah kebahagiaan kamu sendiri dan yang paling utama, carilah seseorang yang dapat di terima oleh keluarga kamu, Nur! Agar tidak kisahku tak terulang lagi pada orang lain! Oke! Baiklah kalau begitu kami Permisi, Wasallam!!" pungkas Afnan. seraya ia membalikkan tubuhnya sambil menggandeng tangan istrinya. Lalu keduanya pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka.
__ADS_1
Namun baru saja tiga langkah mereka berjalan tiba-tiba Syafiqah menghentikan langkahnya, membuat Afnan terkejut. Karena ia berpikir kemungkinan istrinya masih marah kepadanya. karena istri mana sih, yang tidak akan marah bila melihat suaminya sedang dipeluk oleh seorang wanita lain? Makanya ia harus memakluminya.
"Sayang, kok berhenti? Kamu masih marah ya sama Mas?" tanya Afnan, sambil menatap wajah istrinya dengan tatapan kelembutnya.
"Siapa yang marah? Orang Fiqah cuma kepingin minta di gendong doang kok! Makanya sekarang Ayank, gendong Fiqah ya?" balas Syafiqah dengan suara manjanya.
"Ooh.. Mas pikir kamu masih marah sama Mas. Ya sudah kalau begitu sini Mas gendong," ujar Afnan merasa lega. Lalu ia pun langsung menggendong tubuh Istrinya ala bridal style.
Setelah berada di dalam gendongan Afnan. Syafiqah langsung meletakkan dagunya di bahu suaminya agar ia bisa melihat Nurhayati yang masih terlihat memandangi kepergian mereka. Dan tampak jelas dari raut wajahnya, kalau ia tak senang melihat kemesraan mereka.
Melihat hal itu membuat Syafiqah semakin ingin memamerkan kemesraannya terhadap suaminya. Lalu dengan sengaja ia pun memberikan kecupan lembut pada pipinya Afnan. Setelah itu ia pun mengedipkan sebelah matanya pada Nurhayati.
Melihat hal itu, membuat mata Nurhayati langsung terbelalak. Dan seketika hatinya menjadi panas, "Silan! Dia sengaja memamerkan kemesraannya padaku! Lihat saja nanti! Aku pastikan akan merebut kembali, cinta yang pernah menjadi milikku! Karena Aku yakin, Cinta Afnan saat ini hanyalah cinta sesaat saja! Dan pastinya suatu saat akan kembali pada ke pemiliknya yang semula! Yaitu Aku!" gumam Nurhayati, penuh percaya diri.
...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...
Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.
OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 🦋 Siti Fatimah 🦋 Cus akh kepoin yuk. Soalnya karyanya keren banget loh. Makanya buruan sampirin ya guys 😉 Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya 🙏😉
SYUKRON,,🥰🙏
__ADS_1