
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hikmah 🦋⊱◈◈◈⊰─
"Ilmu itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu menjaga kamu"
(Ali bin Abi Thalib)
Ternyata selama ini salah, kala mendapat sedikit ilmu baru, lantas sudah merasa tahu banyak hal, dan merasa paling tahu...
Harusnya, setelah mendapat ilmu baru, justru itu yang menyadarkan, bahwa pemahaman yang dimiliki sebelumnya ternyata masih terbatas dan masih sedikit.
Banyak sekali hal-hal yang harus dipahami lagi. Seharusnya inilah yang memotivasi agar tak henti-hentinya haus akan ilmu, dan tidak merasa tinggi karna hakikatnya ilmu dari Allah tidak akan habis di pelajari oleh manusia.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
Melihat Syafiqah berhijab, bukan hanya Umi Salamah saja yang terkesima melihatnya. Bahkan para santriwati yang kebetulan melihat Syafiqah dan Umi Salamah yang hendak pergi, mereka langsung tercengang ketika melihat istri Ustadz mereka yang telah berhijab. Mereka terlihat begitu terkagum-kagum melihat Syafiqah yang memang dasarnya sudah cantik. Di tambah lagi dengan memakai hijab, membuat kecantikannya semakin terpancar.
"Masya Allah, ternyata istrinya Ustadz Afnan kalau pakai hijab cantik banget ya Ty Sarah?" ujar salah satu Santriwati yang terlihat sedang menyapu dihalaman pondok.
"Yang Anti, katakan benar Ty Rosmida. Istri Ustadz Afnan, emang cantik. Kalau Ustadz Afnan telah sadar kembali, Beliau sangat senang, ya?" balas Sarah dengan tatapan masih mengarah kepada istri Ustadznya, yang terlihat sedang memasuki mobilnya setelah tadi, Umi Salamah sudah terlebih dahulu memasuki mobil mereka.
"Na'am Ty. Semoga saja Ustadz Afnan segera sadar kembali ya?" ujar santriwati yang bernama Rosmida itu. Dengan tatapan masih mengarah kepintu gerbang Pondok. Padahal mobil yang membawa Syafiqah maupun Umi Salamah, sudah menghilang di balik pintu gerbang tersebut.
__ADS_1
"Aamiin ya Rabb," balas Sarah, yang terlihat ia juga melakukan hal yang sama dengan Rosmida, tatapannya juga sedang mengarah ke pintu gerbang Pondok juga. Dan disaat bersamaan...
"Apa yang sedang kalian lakukan, Rosmida, Sarah?" tanya seorang pria yang terlihat ia baru saja muncul dari dalam mesjid yang tak berapa jauh dari tempat mereka berdiri.
Mendengar suara bariton dari belakang mereka, membuat Rosmida maupun Sarah langsung menoleh kebelakang mereka.
"Eh, Ustadz Faisal?!" sentak keduanya, terlihat juga keduanya agak terkejut saat melihat ustadz mereka.
"Apa yang kalian lihat hm? Mengapa kalian melihatin pintu gerbang? Apa kalian ingin keluar dari pondok hm?" tanya Ustadz Faisal, yang terlihat ia sedikit penasaran.
"Eh..N-nggak lihat apa-apa kok Ustadz!" balas Sarah sedikit gugup.
"Ya sudah, kalau begitu cepat selesaikan kerajaan kalian setelah itu cepat kembali kelas! Karena sebentar lagi program akan dimulai!" kata Faisal, terdengar tegas.
"Na'am Ustadz!" balas mereka secara bersamaan. Setelah mendapatkan jawaban dari para santriwatinya, Faisal pun langsung beranjak dari sana. Sedangkan para Santriwatinya kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sementara itu di sisi lain.
Setelah menempuh perjalanan selama satu Jam. Mobil yang membawa Syafiqah dan Umi Salamah, dengan Ikhsan sebagai pengemudinya kini telah memasuki perparkiran rumah sakit. Dan setelah mobil terparkir dengan sempurna, akhirnya ketiganya pun turun dari mobil dan langsung berjalan menuju pintu lobiy rumah sakit. Dan disaat mereka hendak memasuki rumah sakit, tiba-tiba nama Syafiqah dipanggil oleh seorang pria.
"Syafiqah?!"
Mendengar seseorang memanggil namanya dengan spontan Syafiqah pun menoleh kebelakang. Dan terlihatlah olehnya seorang pria tua bersama seorang pria yang terlihat masih muda, sedang berjalan menghampiri dirinya.
__ADS_1
"Kakek?!" kata Syafiqah, seraya ia menghentikan langkahnya.
"Maa shaa Allah, ternyata benar ini kamu Nak? Kakek pikir tadi Kakek salah panggil orang, soalnya, wajahnya mirip kamu tapi kok pakai hijab? Makanya Kakek nekat panggil nama kamu, ternyata ini benaran kamu. Maa shaa Allah, kamu cantik banget memakai hijab Nak," ujar pria tua yang tak lain adalah Wijaya, Kakeknya Syafiqah. Ia terlihat begitu senang melihat perubahan pada Cucunya itu.
"Eh, Kakek! Apaan sih! Fiqahkan malu ada Umi!" balas Syafiqah, sedikit tersipu malu. Mendengar kata Umi, pandangan Wijaya pun langsung beralih pada Umi Salamah.
"Astaghfirullah.. Ada Nyai..? Assalammu'alaikum Nyai, maaf saya sampai lupa, mengucapkan salam Pada Nyai Salamah," kata Wijaya, seraya ia mengatupkan kedua tangannya pada Umi Salamah.
"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu, tidak apa-apa kok pak," balas Umi Salamah, seraya ia juga mengatupkan kedua tangannya, membalas salam Wijaya. "Saya maklum kok Pak! Soalnya tadi saya juga tadi begitu, saat melihat Fiqah pertama kali, saya langsung terpesona loh Pak," lanjut Umi Salamah, seraya ia melirik ke arah Syafiqah yang terlihat masih malu-malu meong.
"Aah, Umi! Sama aja deh sama Kakek! Fiqahkan jadi malu!" kata Syafiqah yang kini wajahnya terlihat sudah memerah, karena menahan malu. Melihat hal itu membuat Wijaya langsung tertawa lepas.
"Hahahaha.. kenapa harus malu Nak? Orang kenyataannya juga begitu kok. Kakek saja juga ikut terpesona melihat Kamu nak. Gimana dengan Suami kamu ya? Pasti dia lebih terpesona lagi deh dari kami berdua. Iya nggak Nyai?" ujar Wijaya dan langsung di jawab oleh Umi Salamah.
"Benar itu Pak Wijaya! Pastinya, Afnan akan lebih lagi dari kata terpesona kali, kalau melihat istrinya seperti ini," sambung Umi Salamah, membuat jantung Syafiqah jadi berdebar tatkala mendengar ibu mertuanya yang telah menyebut nama suaminya.
"Iiikh.. Apaan sih, Kakek sama Umi! Kok jadi godain Fiqah Mulu sih! katanya tadi mau cepat-cepat masuk, karena Kasihan sama Abi. Kok malah ngobrol disini sih?" balas Syafiqah, mengalihkan pembicaraan. Karena ia tak ingin digoda lagi, oleh keduanya.
"Oh iya! Umi sampai lupa! Ya sudah ayo kita Masuk pak Wijaya. Soalnya suami saya sudah menjaga Afnan dari tadi malam. Jadi pasti Beliau sudah menunggu-nunggu kami, Pak," ajak Umi Salamah.
"Ooh.. baiklah kalau begitu, mari kita segera masuk, Nyai," balas Wijaya. Dan akhirnya mereka pun bergegas masuk.
"Alhamdulillah.. akhirnya aku terlepas juga dari godaan Kakek dan Umi" batin Syafiqah, terlihat bernafas lega.
__ADS_1
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰