
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
PERBAIKI DIRI SENDIRI DAHULU
Kekecewaan adalah buah dari tingginya harapan yang tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Kerapkali kita ingin berusaha merubah orang lain, padahal kenyataannya ini bukan wilayah kita.
Sehingga pada akhirnya kita yang akan kecewa, sakit hati, mudah marah dan kehabisan tenaga. Perlu disadari, kita tidak akan bisa mengubah yang di luar diri kita, yang bisa merubah hanyalah Allah
Kita hanya akan bisa merubah apa yang ada dalam diri kita, dan inilah wilayah yang bisa kita kendalikan. Saat kita bisa merubah apa yang ada dalam diri, niscaya Allah merubah apa yang ada di luar diri kita. Jangan pernah mencoba merubah orang di luar diri kita, sebelum kita merubah apa yang ada dalam diri kita.
Ar-Ra'd ayat 11
"...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri..."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈*
"Lepaskan gue Fariz! TOLOOOONG!!!" teriak Syafiqah sekencang-kencangnya. Namun sepertinya teriakannya hanya Sia-sia saja. Karena tak ada satu pun orang yang mendengar.
"Kyaaaak!! Lepaskan gue brengsek? Dasar b*j*Ngan Lo Fariz! Lepaskan Guee!" teriak Syafiqah seraya ia mendorong tubuhnya Fariz dengan sekuat tenaganya. Namun tenaga Fariz lebih kuat, sehingga dorongan Syafiqah tiada artinya, Fariz terlihat begitu ganas, ia terlihat berusaha ingin meraih bibirnya Syafiqah. Dan disaat ia telah berhasil menahan wajah Syafiqah, dan hampir saja bibirnya bersentuhan dengan bibirnya Syafiqah. Tiba-tiba saja kerah baju bagian belakangnya ditarik seseorang.
__ADS_1
"Lepaskan dia! Dasar manusia Hina!" teriak seorang Pria yang tak lain adalah Afnan. Dan sambil menarik tubuh Fariz begitu keras. Sehingga tubuh Fariz langsung terhempas ke lantai. Lalu pria itu kembali menarik kerah baju Fariz lagi, yang kali ini bagian depannya.
"Bangun Antum! Asal antum tahu, Ana tidak akan pernah membalas pukulan Seseorang. Tapi yang Antum lakukan kali ini, mengharuskan Ana bertindak pada Antum! Dalam konsepsi pidana fikih (al-Hudud), pemerkosaan digolongkan tindak pidana kejahatan atas kehormatan (hak al-'ardh), yang berupa perzinahan dengan ancaman hukum cambuk 100 kali atau rajam sampai mati.
Di dunia, pelaku zina layak mendapat hukuman berupa hukum cambuk 100 kali (bagi yang belum pernah menikah) (QS an-Nur: 2) dan diasingkan selama setahun (HR al-Bukhari). Adapun pezina yang sudah menikah atau belum pernah menikah tetapi sering berzina dikenai hukum rajam (dilempari dengan batu) sampai mati.
Dalam Islam sendiri, dosa terbagi menjadi dosa besar dan dosa kecil. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,
"Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga)" (Q.S. An Nisa: 31).
Seseorang yang berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya dari pada yang berzina dengan wanita yang tidak bersuami. Karena dalam perbuatan tersebut telah merusak perkawinan seseorang. Zina adalah salah satu perbuatan yang dilarang keras oleh Allah SWT. Zina adalah salah satu dosa besar, setelah syirik dan membunuh. Hal ini diterangkan dalam surat Al Furqon ayat 68 yang artinya,
(QS Al Furqon ayat 68)
"Dan Antum adalah seorang yang berzina dengan wanita yang bersuami lebih besar dosanya dari pada yang berzina dengan wanita yang tidak bersuami. Karena dalam perbuatan tersebut telah merusak perkawinan seseorang! Jadi sudah sepantasnya saya memukul Antum! Bugh..!" jelas Afnan, dengan wajah yang terlihat dipenuhi dengan Amarah. Sehingga kalimat terakhirnya Ia pun langsung melayangkan tinjunya berkali-kali kewajah Fariz dan juga tubuhnya.
Setelah puas memukuli Fariz yang kini tak berdaya, Afnan pun langsung menarik tubuh Fariz keluar dari Ruangan Syafiqah. Dan tak berapa lama kemudian ia kembali lagi masuk dan langsung menghampiri istrinya yang terlihat sedang memeluk lututnya dengan wajah yang sudah di basahi oleh air matanya, tampak sekali ia masih ketakutan. Melihat hal itu, Afnan pun langsung memeluknya.
"Sudah tidak apa-apa, ada saya disini," kata Afnan, seraya ia menghapus air matanya istrinya itu, "Maafkan saya Fiqah, Maaf karena sudah membawa kamu kerumah sakit, padahal Kakek sudah pernah melarang saya, tapi saya malah lupa. Maafkan saya ya," lanjutnya lagi, yang kali ini ia merapikan rambut Syafiqah yang terlihat begitu berantakan.
"Hiks..hiks..bawa aku pergi dari sini hiks..hiks, Aku ingin pulang hiks hiks..." ucap Syafiqah lirih sambil terisak-isak.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pulang ya?" balas Afnan, yang kemudian ia pun langsung menggendong tubuh istrinya itu. Karena rasa takut masih menyelimutinya, Syafiqah membiarkan tubuhnya digendong oleh suami bahkan tangannya kini telah meningkat sempurna di lehernya Afnan. Dan ketika Afnan baru berjalan bebrrapa langkah tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangannya.
"Toni!" sentak Afnan karena memang Toni masuk, secara tiba-tiba saja
"Maaf Nona, dan Tuan Muda! Maaf karena saya datang terlambat! Apakah kalian tidak baik-baik saja?" tanya Toni yang sepertinya, ia habis berlari-lari, itu terlihat dari nafasnya yang terlihat sedikit tersengal-sengal.
"Tidak papa! Alhamdulilah kami juga baik-baik saja kok! Oh iya kamu kok bisa tahu?" tanya Afnan lagi.
"Itu Tuah Muda, teman saya salah satu scurity disini dan dialah mengatakannya. Bahwa Anda, memukuli Fariz. Dan makanya saya langsung kesini Tuan," jelas Toni.
"Ooh..Ya sudah kalau begitu terima kasih karena telah datang. Oh iya tolong urus Administrasi atas nama istriku. Karena Dia ingin secepatnya pulang," ujar Afnan, yang tampak ia sedikit lega karena melihat kedatangan Toni.
"Baiklah Tuan muda!" balas Toni dan ia pun langsung bergegas pergi dengan tergesa-gesa. Sedangkan Afnan, kembali melangkahkan kakinya menuju pintu kearah keluar. Ia juga nampak tergesa-gesa. Karena ia merasa kalau istrinya saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Sesampainya di pintu lobiy ternyata disana sudah ada Toni yang berdiri disisi mobilnya. Bahkan ia juga sudah membuka pintu mobilnya. Melihat itu Afnan pun langsung bergegas masuk. Dengan posisi memangku Syafiqah, yang terlihat ia enggan melepaskan lingkaran tangannya yang ada di lehernya Afnan.
"*Apakah dia akan baik-baik? Tapi mengapa wajahnya begitu pucat? Yaa Allah, lindungilah istriku. Jangan biarkan sesuatu terjadi lagi padanya," batin Afnan, seraya ia mengecup lembut dahi istrinya.
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
Dukung author terus ya guys 🙏😉*
__ADS_1