
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
Manusia di ciptakan dengan wujud yang terbaik dari makhluk-Nya, dengan raga, ruh, akal dan batin untuk bisa melakukan perintah-Nya dan merasakan iman kepada-Nya. Namun seringkali kita lupa pada hakikatnya kita ada didunia, sehingga kita merasa angkuh dengan kelebihan diri atau justru melemah karna merasa kurang.
Sejatinya tak ada yang bisa kita sombongkan dalam diri ini, semua yang ada di dunia mudah sekali rusak dan fana. Bahkan gunung yang kuat dan menjulang bisa luluh lantak jika saat itu Allah menghendakinya.
Setiap hal yang ada dalam diri kita adalah karunia-Nya, tak ada yang tak istimewa, karna dirimu sendiri adalah perwujudan semesta, maka kenalilah dirimu sendiri dan engkau pun akan mengenali Sang Penciptamu.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*
"Syafiqah!!" sentak Teddy dengan spontan. Dan otomatis wanita itu pun langsung menoleh ke arahnya.
"Hei Om!" sapa wanita itu yang ternyata ia adalah Syafiqah yang terlihat ia menyempilkan senyuman manis, seraya mengedipkan sebelah matanya pada Teddy, yang saat itu wajah Teddy langsung memucat.
"Ha-hai, juga Fiqah," balas Teddy terlihat begitu tegang.
"Baiklah, hari ini saya hanya ingin menyampaikan, bahwa mulai hari ini, saya akan memimpin kembali perusahaan Harapan gurp ini! Dan untuk itu, saya mohon atas kerjasama kalian, agar perusahaan kita semakin maju kedepan! Dan kita akan sukses bersama!" tutur Syafiqah dengan lantang dan juga begitu berwibawa. Melihat semangatnya dan keyakinannya Syafiqah membuat para bawahannya langsung bertepuk tangan.
"Selamat datang kembali Bu Presdir," ucap para karyawannya Syafiqah secara bersamaan.
"Terima kasih semuanya! Baiklah hanya itu saja yang ingin saya sampaikan. Untuk itu saya akhiri rapat kita, sampai bertemu lagi, dan selamat bekerja!" ujar Syafiqah, yang kemudian ia pun bangkit dari kursi kebesarannya, lalu ia pun langsung beranjak dari ruangan tersebut dan diikuti oleh Toni dari belakang.
Setelah bos mereka pergi, satu persatu dari mereka pun ikut beranjak dari ruang rapat tersebut. Hingga tersisa hanya Teddy dan Bob, keduanya terlihat masih syok atas kejutan yang diberikan oleh Toni. Dan terlihat dari wajah keduanya, seakan belum percaya dengan apa yang mereka lihat tadi.
__ADS_1
"Apakah kita sedang bermimpi Ted?" tanya Bob, yang dengan wajah, masih belum percaya.
"Aaakh! Sialan! Kenapa gue lengah sih! Ini nggak bisa dibiarkan! Bob, perintahkan Fariz untuk secepatnya kembali! Karena cuma dia yang bisa mengendalikan wanita itu! Jadi cepatlah kau hubungi Anak kamu itu sekarang!" bentak Teddy yang saat sepertinya ia begitu kesal dengan apa yang terjadi dihari itu.
"Iya iya! Nyolot banget sih Lu! Sentai saja Man! Jangan lu tunjukkan kepanikan lu seperti itu! Yang ada mereka langsung mencurigai lu Bro," ujar Bob, mengingatkan sahabatnya itu, yang memang terlihat sekali ada kegelisahan pada raut wajahnya.
"Aah, benar yang lu katakan! Ya sudah ayo kita pergi dari sini!" kata Teddy, seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia pun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan ruang rapat tersebut dan diikuti Bob dari belakangnya.
...🍃🍃🍃...
Sementara itu di ruangannya Syafiqah.
Tampak Syafiqah telah duduk di kursi kebesarannya. Namun tatapannya mengarah ke jendela kaca yang amat besar yang berada di ruangannya. Wajahnya tampak serius menatap keluar jendela. Dan tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu dari luar ruangannya.
"Masuk!!" serunya, tanpa mengalihkan sedikitpun pandanganya. Dan ia masih terlihat menatap kearah luar jendela. Namun ia tahu, siapa yang telah datang menemuinya.
"Nona, hari ini Anda mempunyai jadwal meeting dengan Perusahaan XC grup, di restoran Xxx dalam satu jam lagi Nona," balas Toni. Dan seketika seketika Syafiqah bangkit dari duduknya dan langsung mengambil baju jasnya yang tergantung di sandaran kursi kebesaran.
"Ayo kita berangkat sekarang!" ajaknya, seraya ia berjalan dengan langkah anggun, namun penuh wibawa. Sehingga ia selalu menjadi pusat perhatian bagi para karyawannya, baik laki-laki maupun perempuan. Karena memang selain ia memiliki kecerdasan yang luar biasa, Syafiqah juga memiliki tubuh maupun Wajah yang selalu menjadi iri bagi para, wanita cantik. Serta membuat mata para lelaki enggan berkedip apa bila melihat dirinya.
Namun Syafiqah tak pernah menghiraukan hal itu. Karena langkah hanya lurus kedepan, hingga tak jarang orang menyebut Bos sombong. Dan tetap saja, ia tak memperdulikannya hal tersebut. Karena ia akan terus berjalan lurus menuju ke pintu lobiy. Dan disaat ia sudah berada di depan pintu lobiy, tiba-tiba seorang pria memanggil namanya.
"Syafiqah! Aah.. ternyata ini benar-benar kamu Sayang?" ujar Pria tersebut dan ia bermaksud memeluk tubuh Syafiqah. Namun tiba-tiba saya Toni langsung berdiri tepat di depan Syafiqah. Dan otomatis Pria itu langsung memeluk tubuh Toni,
"Eh! Sialan lu! Kenapa jadi lu yang gue peluk! Iikh..nazis gue! Sono lu! Kenapa lu menghalangi untuk memeluk tunangan gue hah?!" bentak Pria itu yang ternyata ia adalah Fariz tunangannya Syafiqah.
__ADS_1
"Maaf Fariz! Tapi ini perintah dari Tuan besar, agar mulai sekarang Anda tidak boleh menyentuh Nona Syafiqah!" balas Toni, terdengar tegas.
"Apa kamu bilang Toni? Sejak kapan Kakek memberi perintah seperti itu?" tanya Syafiqah, yang nampaknya ia ikut terkejut mendengarnya. Melihat hal tersebut, Fariz tersenyum tipis, karena ia menyangka Syafiqah sedang membelanya.
"Iya sejak kapan? Atau jangan-jangan ini hanya akal-akalan lu aja hah?" sambung Fariz, ikut memanaskan suasana tersebut.
"Sejak Anda sadar kembali dari koma Nona! Dan ini perintah yang tidak bisa di toleransi lagi. Karena apabila bila Anda, melanggarnya maka Tuan besar akan mengirim Tuan Faris ke Afrika Selatan Nona!" jelas Toni, membuat Fariz amat terkejut mendengarnya.
"Aih..! Buju buset! Kenapa malah gue yang dikirim ke Afrika? Hai Toni! Lu jangan sembarangan main ngancam gue yaa! Lu pikir gue takut hah?!" hardik Fariz dengan penuh percaya diri. Karena ia merasa pasti tunangannya akan membantu dirinya.
"Benarkah Anda tidak takut Tuan? Baiklah kalau begitu, sesuai yang di perintahkan Tuan Besar, apabila Anda menantang saya, maka hari itu juga Saya berhak mengirim Anda!" ujar Toni seraya ia menepuk tangannya. Dan tak berapa lama muncullah beberapa pria bertubuh besar dan langsung membungkukkan badannya tanda mereka memberi hormat pada Toni. Dan tanpa menunggu perintah dari Toni, pria-pria tersebut langsung memegang kedua tangannya Fariz dan langsung ingin membawanya.
*Apa-apa ini! Sayang tolong Aku sayang!" teriak Fariz, seraya ia meronta-ronta agar dirinya bisa terlepas dari jeratan para Pria bertubuh besar tersebut.
"Toni! Hentikan! Baiklah saya akan menuruti keinginan Kakek! Tapi lepas Fariz!" teriak Syafiqah. Membuat Toni langsung mengangkat tangannya, tanda ia memberi isyarat pada para anak buahnya dan seketika itu juga mereka pun melepaskan Fariz.
"Baiklah Nona, sekarang kita harus secepatnya pergi dari sini!" ujar Toni, seraya ia membukakan pintu mobil bagian belakang agar Syafiqah secepatnya masuk ke mobil.
"Sayang, lalu bagaimana dengan hubungan kita? Apakah kamu akan meninggalkan ku Sayang?" tanya Fariz saat ia melihat Syafiqah Henda masuk ke mobil.
"Sabarlah! Akan ku bicarakan dulu pada Kakek! Untuk sekarang kita berpisah untuk sementara dulu biar kamu aman Ok!" kata Syafiqah lalu ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya. Dan tak berapa lama Toni pun langsung melajukan mobilnya.
"Heh..! Berpisah untuk sementara? Baiklah selagi dia masih mencintaiku, maka kesempatan memiliki perusahaan ini pasti ada! Jadi aku akan menunggu mu Sayang," gumam Fariz, sambil tersenyum miring, dengan mata masih mengarah ke mobil Syafiqah yang semakin jauh.
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys 🙏🥰
Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini 😉 So ayo semangat 💪