CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
LAGI KANGEN BERAT.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─


Manisnya iman didapat dengan sabar dan ikhlas ketika ujian datang. Seberat apapun masalah selalu yakin Allah akan memberi jalan, itu yang menjadi solusi awal ketika di dera ujian dan masalah. Kemudian baru berikhtiar dan berdoa.


Manisnya iman juga didapat jika saling mencintai karena Allah. Kita senantiasa akan merasakan manisnya iman juga kita dapat dicintai oleh Allah Ta'ala.


Karena Cinta semata untuk Allah Ta'ala akan menjadi ciri kesempurnaan iman seorang Muslim, sebagaimana sabda Nabi ﷺ “Siapa saja yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna imannya,”(HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi).


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


Semenjak hari itu, Syafiqah sikap Syafiqah, sedikit berubah. Ia jadi lebih sering melamun, dan entah apa yang sedang ia pikirkan. Hal itu, membuat Afnan jadi merasa bersalah. Ditambah lagi setiap Afnan mengajaknya keluar untuk berjalan-jalan, Syafiqah selalu saja menolaknya. Hal itu membuat Afnan menjadi semakin bingung melihat perubahan sikap istrinya. Hingga ia berpikir, kalau Syafiqah saat ini sedang marah karena peristiwa pertemuannya dengan Nurhayati.


"Sayang? Sebenarnya kamu kenapa sih? Mengapa dari sejak kemarin kamu bersikap dingin sama Mas, Sayang? Katakanlah Sayang jangan diam begini?" tanya Afnan dengan lembut. Seraya ia naik ke ranjangnya. Karena saat ini Istrinya memang berada di sana.


Melihat Afnan ikut naik ke tempat tidur, dengan spontan Syafiqah membalikkan tubuhnya, membelakangi suaminya, Seraya berkata, "Nggak ada apa-apa kok! Orang lagi malas ngomong aja kok!" katanya namun terdengar ketus.


"Nggak ada apa-apa kok, ngomongnya ketus sih? Sayang lagi marah ya sama Mas?" tanya Afnan lagi.


"Siapa juga yang marah! Mungkin itu perasaan Mas aja kali!" balas Syafiqah, masih terdengar ketus.


"Eh, kok tumben manggil Mas? Biasanyakan, panggil Ayank? Humm..itu biasanya menandakan kamu sedang marah loh Sayang," kata Afnan seraya ia mendekati wajahnya pada Syafiqah dari atas, karena memang posisi ia saat ini sedang duduk.

__ADS_1


"Aah..terserah Mas ajalah mau bilang apa! Fiqah ngantuk mau tidur!" balas Syafiqah masih ketus. Lalu ia pun menarik selimutnya, dan kemudian ia pun menutupi seluruh tubuhnya. Membuat Afnan langsung tersentak melihatnya.


"Eh? Sayang, kok ditutupi semua sih? Nanti kamu jadinya akan kesulitan bernafas loh," tegur Afnan, sambil ia menarik selimut dibagian wajanya Syafiqah.


"Iiikh! Mas Anan! Jangan ditarik!" balas Syafiqah dengan nada suara sedikit keras.


"Tapi Sayang, kamukan sedang hamil, tidak baik seperti ini loh Sayang," kata Afnan lagi, yang terlihat ia masih berusaha bersabar menghadapi sikap istrinya yang beberapa hari ini tampak berubah.


"Iiis.. sudahlah Mas! Tidak usah pedulikan Fiqah lagi deh! Sana Mas pergi saja! Bukankah tujuan Mas datang kesini karena ada urusankan? Jadi Pergilah selesaikan urusan Mas! Lagian kasian tuh, mantannya Mas! Dari kemarin nungguin terus! Bikin orang nggak mood aja mau jalan-jalan!" celetuk Syafiqah, yang akhirnya tanpa sengaja ia mengungkapkan kekesalannya sendiri.


Mendengar perkataan istrinya Afnan pun langsung tahu penyebab berubahnya sikap istrinya itu. Dan setelah mendengar ungkapannya tersebut. Adnan tak langsung membalas perkataannya Ia malah langsung ke balkon kamar hotelnya. Karena sepertinya ia ingin memastikan sendiri kebenaran yang dikatakan oleh istrinya itu.


Sesampainya di balkon yang kebetulan mereka berada di lantai tiga. Sehingga akan tampak jelas apapun yang berada dibawah. Karena rasa penasaran begitu memuncak akhirnya Afnan pun langsung melihat kebawah. Dan ternyata apa yang dikatakan Syafiqah benar adanya, kalau saat ini Nurhayati, sedang menatap kearah balkon kamarnya. Bahkan mata mereka langsung bertemu saat Afnan memandang kebawah.


"Astaghfirullah.. nih Akhwat (wanita)! Kayaknya nggak bisa hanya dibilangi dengan kata-kata saja!" gumam Afnan, mulai kesal. Sebab karena ulahnya itulah, yang menyebabkan istrinya menjadi dingin kepadanya. Dan melihat hal itu Afnan langsung masuk ke kamarnya tanpa memperdulikan akan teriaknya.


"Aah.. iya! Hasankan sedang berada di Kairo juga! Dan bukankah Dia sangat mencintai Nur? Aah.. Ana telpon dia sajalah! Siapa tahu mereka berjodoh! Bismillah kabulkanlah ya Allah," gumam Afnan, seraya ia mengambil benda pipihnya. Lalu ia pun langsung menelpon seseorang, yang bernama Hasan tersebut. Dan tak berapa lama sambungan pun terhubung.


"Hallo, Assalamu'alaikum Ustadz Afnan! Tumben telpon Ana? Ada apa Ustadz?" tanya seorang pria, yang tak lain adalah Hasan temannya Afnan, semasa, mereka masih sama-sama menimba ilmu di Kairo.


"Wa'alaikumus salam Ustadz! Iya Ana memang sengaja menelepon Antum, karena ana ingin meminta bantuan sama Antum, bisakan ustadz?" balas Afnan, to the poin.


"Insya Allah Ustadz! Tapi ngomong-ngomong, apa yang harus Ana bantu Ustadz?" tanya Hasan, terdengar penasaran.

__ADS_1


"Begini Ustadz! Antumkan sudah tahu kalau Ana sudah menikahkan? Tapi Nurhayati, tidak bisa menerima pernikahan Ana! Dan Dia masih mengharapkan Ana. Sehingga mengusik ketenangan Ana dan istri Ana. Untuk itu Ana menghubungi Ustadz. Bisakah Anta menangani Dia Ustadz?" jelas Afnan, dan diakhiri dengan permohonan pada Hasan.


"Insya Allah Ustadz! Kalau begitu Antum serlok saja lokasi Anta, biar Ane segera kesana!" balas Hasan, terdengar bersemangat.


"Oke Bro! Ana akan serlokkan. Oh iya thanks ya? Kalau begitu ana tutup ya Ustadz? Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatu," pamit Afnan.


"Oke sama-sama Ustadz. Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu."


Setelah mendengar jawaban salamnya Afnan pun langsung memutuskan sambungannya. Dan sesuai dari permintaan sahabatnya. Ia pun langsung mengesharekan lokasinya.


Setelah selesai, Afnan pun kembali menghampiri Istrinya, yang tampaknya sedang berpura-pura tertidur. Padahal sebenarnya ia ikut mendengarkan percakapan suaminya bersama temannya. Namun Afnan langsung tahu kalau istrinya itu, sedang berpura-pura tidur. Dan ia pun langsung tersenyum tipis, sambil ia mendekati wajahnya Syafiqah.


"Sayang, kamu sudah dengarkan? Sekarang bisakan kita berbaikan Sayang? Mas lagi kangen berat nih, sama kamu Sayang. Ayo dong, udahan marahnya, masa hanya karena orang lain Babymoon kita, menjadi sia-sia begini sih?"


...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.


OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 🦋DTYAS🦋 Cus akh kepoin yuk. Soalnya karyanya keren banget loh. Makanya buruan sampirin ya guys 😉 Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya 🙏😉



SYUKRON 🥰🙏.

__ADS_1


__ADS_2