
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─
dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kehormatannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
Afnan masih memberikan penjelasan seputar wajibnya menutup Aurat dengan penuh kelembutan pada istrinya. Karena ia berharap Syafiqah dapat memahami setiap perkataannya. Karena ia tahu istrinya itu masih awam sekali mengenai ilmu agama. Makanya ia ingin mengajarkan istrinya dengan perlahan-lahan tapi pasti.
"Sayang? Diwajibkannya bagi para perempuan muslim yang telah baligh untuk menutup aurat. Hal ini tegas menjadi perintah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan tercantum dalam beberapa ayat Al-Qur'an. Aurat bagi perempuan adalah seluruh bagian tubuhnya kecuali bagian wajah dan kedua telapak tangannya. Oleh karenanya, perempuan wajib mengenakan jilbab dan pakaian yang sesuai syariat Islam.
Perintah Allah bagi muslimah untuk menutup aurat juga ditegaskan melalui Al-Qur'an surat An Nur ayat 31:
وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التَّابِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِ ۖوَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ - ٣١
Artinya: "Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara ***********, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung." (QSAn Nur ayat 31).
__ADS_1
"Bahkan di dalam salah satu hadits juga dikatakan. Dari Aisyah ra menceritakan bahwa adik kandungnya Asma' binti Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah ﷺ dengan berpakaian tipis.
Rasulullah SAW pun berpaling darinya sambil bersabda, " Hai Asma', sesungguhnya seorang perempuan yang sudah akil baligh tidak boleh terlihat auratnya kecuali ini dan ini (Nabi Muhammad SAW menunjuk pada wajah dan telapak tangannya)." (HR Abu Daud)
"Jadi Sayang, memakai hijab, memang diharuskan. Dan tidak boleh dibuka, terkecuali saat bersama mahramnya kamu, apa kamu paham Sayang?" tanya Afnan, setelah ia menjelaskan panjang lebar tentang wajibnya menutup aurat.
"Insyaa Allah Fiqah sekarang sudah Paham kok Yank," balas Syafiqah, seraya ia mengambil hijabnya yang ia letakkan di tempat tidurnya Afnan tadi.
"Alhamdulillah.. ya sudah sini, biar Ayank bantu, pakaikan hijabnya," kata Afnan Seraya ia mengambil alih hijab yang dipegang oleh Syafiqah. Setelah itu dengan hati-hati sekali ia pun memakaikan Hijab tersebut pada Istrinya.
"Alhamdulillah, sudah selesai Sayang," kata Afnan, setelah ia memakaikan hijab tersebut pada istrinya dengan sangat rapih sekali. Membuat Syafiqah yang melihatnya merasa terpuaskan setelah melihat hasilnya.
"Wow.. cantik! Ternyata Ayank pintar ya memakaikan hijabnya Fiqah?" balas Syafiqah, seraya ia melihat dirinya didalam cermin. Ia juga terlihat amat senang.
"Iya iya, Suaminya Fiqah! Makasih ya Ayank.. Muaach!" kata Syafiqah, yang kemudian ia langsung mengecup bibir Afnan singkat dengan secara tiba-tiba. Membuat mata Afnan langsung membulat kaget, karena melihat keberanian istrinya itu.
"Ay! Kayaknya istriku semakin berani ya! Haiis.. Sayangnya ini rumah sakit! Kalau tidak, Aku akan membalas serangan mendadak tadi! Lihat saja nanti aku akan balas dendam pada serangan mendadak kamu tadi dirumah!" kata Afnan, seraya ia menoel pucuk hidungnya Syafiqah, yang terlihat ia hanya cengengesan saja.
"Hehehe.. Fiqah mah nggak takut sama ancaman Ayank, yee! Orang Ayanknya juga masih sakit pun," balas Syafiqah, membuat Afnan semakin gemas melihatnya.
"Ay.. benar-benar kamu ya! Oke.. kalau begitu ayo kita pulang sekarang!" ajak Afnan dan ia pun langsung menarik tangannya Syafiqah. Lalu mereka pun langsung beranjak pergi dari Ruang rawat Afnan. Karena kondisinya masih belum pulih benar membuat Afnan, jadi sedikit terengah-engah saat berjalan.
__ADS_1
"Haiis.. Sayang tunggu dulu! Aku sedikit sesak nih, kata Afnan, yang langsung duduk di sebuah kursi yang berada di koridor rumah sakit.
"Huh! Tadi aja gayanya sok orang kuat! Tapi baru beberapa langkah saja, sudah termehek-mehek yee!'' balas Syafiqah, yang akhirnya ia ikut berhenti dan ikutan duduk disebelahnya Afnan.
"Yaa maaf Sayang. Mau bagaimana lagi, namanya Ayank kamu ini masih belum pulih benar, jadi ya gitu. Masih terasa nyeri bekas operasinya," dalih Afnan dan saat bersamaan..
"Assalamu'alaikum ustadz. Apakah Ustadz memerlukan ini?" ujar seorang pria, yang terlihat ia sedang mendorong kursi roda yang terlihat kosong. Afnan yang melihat pria tersebut langsung berdiri senang.
"Wa'alaikumus salam! Alhamdulillah, penyelamatan akhirnya datang! Jazakallah khairan Ustadz Ikhsan. Ente memang tahu saja yang Ana butuhkan ya?" kata Afnan, sambil ia langsung duduk di kursi roda tersebut, tanpa menunggu persetujuan dari Ikhsan.
"Sama-sama Ustadz. Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat," kata Ikhsan, dan bermaksud ingin mendorong kursi roda tersebut.
"Tunggu sebentar Ustadz, Istri Ana belum Naik, Sayang sini Naik, Ayank pangku kamu," kata Afnan, seraya ia menarik tangan Syafiqah, dan otomatis Syafiqah pun terduduk di atas pangkuannya. Membuat Ikhsan jadi tercengang.
"Hah! Anta mau memamerkan kemesraan pada Ana hah?" protes Ikhsan.
"Na'am, biar Ente secepatan mencari jodoh juga! Udah akh cepat jalan!" balas Afnan terdengar tegas.
"Haiis... begini nih, nasib jomblo! Kagak ada enaknya!" gerutu Ikhsan seraya ia mendorong kursi rodanya Afnan.
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰