CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
UNGKAPAN NURHAYATI.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─


Semua akan terasa lebih ringan jika saja kita melibatkan Allah dalam setiap perjuangan kita. Karna sejatinya Allah lah sebaik-baik penolong kita. Tak ada daya dan upaya manusia tanpa pertolongan-Nya.


Untuk semua perjuanganmu yang belum terwujud janganlah cepat menyerah. Terus meminta padaNya dalam setiap doa, karna Allah tidak akan pernah memberi akhir sia-sia untuk usaha dan doa hamba-Nya.


Kita hanya perlu terus berjuang, bersabar dan menanti hadiah indah itu datang. Ketika saat itu tiba kita akan merasa jauh lebih bersyukur dari sebelumnya. Bahkan ketika pengabulan-NYA tak kita temui ketika di dunia fana. Setiap kesabaranmu akan berbuah berkali-kali lipat pahalanya.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


Waktu kian cepat berlalu, hingga tak terasa kandungan Syafiqah kian hari semakin membesar. Dan semakin besar pula perhatian Afnan terhadap istrinya itu. Dan sesuai yang pernah ia janjikan pada istrinya dulu, kini Afnan ingin memenuhi janjinya tersebut. Yaitu mengajak istrinya keluar negeri, untuk perjalanan Babymoon, serta meneruskan bisnisnya yang sempat tertunda. Dan kini mereka sudah berada di negara yang di Favoritkan para Santri di Indonesia yaitu Kairo.


"Sayang katanya datang kesini mau jalan-jalan? Kok malah malas-malasan begini sih? Ayo dong bangun, mau ikut Mas nggak sih? Mas mau pergi nih," tanya Afnan ketika mereka sedang berada di kamar hotel, tempat mereka menginap saat ini.


"Uhmm mau sih, Yank.. tapi kok rasanya kok malas ya?" balas Syafiqah, dengan suara malasnya


"Eeeh.. kok jadi begini sih? Kamu sebenarnya kenapa sih Sayang? Kok jadi seperti ini?" tanya Afnan lagi, seraya ia duduk setengah tidur bersandarkan bantal disisi istrinya.


"Uhmm.. nggak tahu nih Yank. Padahal waktu mau berangkat Fiqah ingin mengunjungi semua tempat-tempat yang indah disini. Tapi sampai disini kok Fiqah jadi malas ya? Rasanya ingin tidur saja Yank," balas Syafiqah, sembari ia mulai memejamkan matanya. Tampaknya ia memang sedang mengantuk. Melihat hal itu membuat Afnan akhirnya tak tega, untuk memaksa istrinya berjalan-jalan lagi.


"Hmm.. mungkin kamu kelelahan Sayang. Soalnya perjalanan Kitakan memang jauhkan?" balas Afnan, memaklumi rasa kantuk istrinya itu.


"Hu'um, makanya Fiqah sekarang ngantuk banget Yank," balas Syafiqah dengan mata yang sudah terpejam.

__ADS_1


"Yaa sudah kalau kamu mengantuk, tidurlah Sayang. Tapi kamu nggak papakan kalau Mas tinggal? Soalnya Mas ada urusan penting yang harus Mas selesaikan sekarang juga Sayang, nggak papakan kamu disini sendirian?" tanya Afnan, seraya ia membantu membukakan hijab istrinya. Agar ia bisa tidur dengan nyaman.


"Hu'um.. nggak papa, pergilah Yank," balas Syafiqah, dengan suara yang terdengar sudah mulai melemah karena rasa kantuk yang sudah tak bisa ditahannya lagi. Melihat itu, Afnan pun langsung tersenyum lucu. Dan ia pun mengecup lembut dahi istri cantiknya itu.


"Tidurlah Sayang, semoga kamu bermimpi indah," ucapnya dengan suara yang sedikit berbisik. Setelah melihat nafas istri sudah mulai teratur. Afnan kembali mengecup singkat dahinya. Setelah itu ia langsung bersiap-siap, karena sepertinya ia hendak pergi.


Setelah dirasa dirinya telah rapih, Afnan pun langsung bergegas keluar dari kamar hotel tersebut, meninggalkan Syafiqah seorang diri di kamar tersebut. Setelah mengunci pintu kamarnya Afnan langsung berjalan menuju lift Hotel, disaat ia hendak masuk tiba-tiba seorang wanita menyebut namanya.


"Afnan!"


Mendengar namanya dipanggil, dengan spontan Afnan pun langsung menoleh. Dan terlihatlah olehnya seorang wanita cantik, memakai gamis berwarna hijau tosca serta memakai hijab berwarna hitam, ia tampak sedang tersenyum manis, kepadanya.


"Nurhayati?" ucap Afnan terdengar lirih. Namun masih terdengar oleh wanita yang namanya sebut Afnan tadi.


Namun tidak bagi Afnan, ia malah terlihat biasa-biasa saja. Bahkan wajahnya terlihat begitu datar saat melihatnya, apalagi saat ia mengatakan sedang mencarinya. Ia hanya mengerutkan dahi saja, "Mencari Ana? Memangnya ada apa mencari Ana?" tanyanya masih terlihat datar.


"Afnan, Abi Ana sudah menyetujui, kalau Anta, ingin, mengkhitbah Ana. Bahkan Beliaulah yang akan menyelenggarakan acara walimah'urs kita nanti. Untuk itu Beliau meminta Anta untuk segera datang menemuinya, Afnan," balas Nurhayati, terlihat ia begitu bersemangat. Karena memang pernah memiliki hubungan yang spesial. Namun sempat tak disetujui oleh orang tuanya Nurhayati.


"Maaf Nur! Ana tidak bisa!" ujar Afna, terdengar dingin. Membuat Nurhayati terlihat terkejut melihat sikap Afnan yang menurutnya sangat berubah.


"Eh! Kenapa Afnan? Bukankah Anta, mencintai Ana? Dan Ana juga sangat mencintai an.." ungkap Nurhayati. Namun Afnan langsung menyelanya.


"Maaf Nur! Cinta itu sudah hilang, bersamaan dengan hinaan yang diberikan oleh Abi kamu! Jadi sebaiknya kamu carilah Pria yang bisa memenuhi kriteria Abi kamu! Agar Beliau bahagia, bukankah kamu ingin membahagiakannya Nur? Jadi lakukanlah apa yang membuat beliau bahagia!" cetus Afnan terdengar semakin dingin.


"Tapi Afnan Ana..." balas Nurhayati lagi. Namun lagi-lagi, Afnan langsung menyelanya lagi.

__ADS_1


"Maaf Nur! Saya harus pergi! Karena masih ada urusan yang mendesak! Selamat tinggal!" pungkas Afnan, dan ia pun bermaksud memasuki pintu lift yang terlihat masih terbuka. Namun disaat ia masih berada ditengah-tengah pintu lift tiba-tiba saja Nurhayati memeluk tubuhnya dari belakang seraya ia berkata.


"Afnan jangan pergi hiks..! Jangan tinggalkan Ana Afnan hiks.. hiks..! Ana sangat mencintai Anta! Sangat-sangat mencintai Anta, hingga ketika Anta pulang ke tanah air Anta, Ana merasa kehilangan arah. Jadi please Afnan, bawa ana bersama Anta, hiks ..hiks..!" ungkap Nurhayati, sambil terisak-isak sedih. Karena mendengar kata selamat tinggal dari Afnan


"Apa yang kamu perbuat Nur! Lepaskan! Kita bukan muhrim Nur!" bentak Afnan, seraya ia berusaha melepaskan tangan Nurhayati yang sedang melingkar di pinggangnya.


"Tidak! Ana tidak akan pernah melepaskan kamu lagi Afnan!" balas Nurhayati, sambil ia berusaha mengeratkan kembali pelukannya. Dan disaat bersamaan..


"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?" tanya seorang wanita. Dan dengan spontan Afnan menoleh kebelakang, karena ia seperti mengenali pemilik suara tersebut.


"Fiqah!!" sentaknya, sambil ia melepaskan pelukannya Nurhayati dengan sekuat tenaga. Sehingga Nurhayati langsung terjatuh kelantai.


"Kyaaaak! Afnan! Ant..." pekik Nurhayati, dan ia bermaksud ingin protes pada Afnan. Namun perkataannya langsung terhenti, saat melihat Afnan langsung memeluk wanita yang tidak ia kenal, "Afnan siapa dia?" tanyanya. Namun tak direspon oleh Afnan. Karena Afnan seperti sedang dalam masalah dengan istrinya.


"Ooh.. jadi ini toh urusan mendesaknya?"


...┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.


OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya Author 🦋 Goresan Pena🦋 Cus akh kepoin yuk. Insya Allah Karyanya keren banget loh. Makanya buruan sampirin ya guys 😉 Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya 🙏😉



SYUKRON 🥰🙏.

__ADS_1


__ADS_2