
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
Manusia bukan makhluk yang sempurna, bukan malaikat yang tak pernah lupa dan tak mungkin menyalahi perintah-Nya. Manusia punya kelebihan dan kekurangan, juga fitrah dan nafsu, tapi Allah Maha Adil. Dibekalilah manusia dengan Akal dan Qolbu. Dengan potensi itu semua Allah menjadikan manusia makhluk istimewa, punya sisi yang saling melengkapi dan seimbang, sebagaimana jagad raya ini.
Dan untuk kesalahan yang manusiawi, telah disebutkan dalam berbagai nash kalamullah maupun hadits, bahwasannya Allah Maha Mencintai hamba-Nya yang pernah melakukan kesalahan lalu bertaubat, memohon ampunan-Nya dan bersegera dalam ketaatan pada-Nya.
"Setiap anak Adam pernah berbuat salah dan sebaik-baik yang berbuat salah adalah yang bertobat dari kesalahannya."
(HR. At Tirmidzi no. 2499, Hasan)
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*
"Anda salah Kek! Karena Allah memiliki nama lain yaitu Al Afuww!"
Mendengar perkataan Afnan, dengan spontan Wijaya yang tadi terlihat sedang menundukkan wajahnya, kini langsung menatap wajah Afnan dengan tatapan penasarannya. "Apa maksud kamu Nak?" tanyanya, pada Afnan
"Kek? Asmaul Husna Al Afuww artinya Yang Maha Pemaaf, yang memaafkan, penerima maaf, dan penghapus dosa. Allah Azza Wa Jalla adalah Tuhan yang mengampuni dosa dan tidak meninggalkan kesalahan sedikitpun terhadap hamba-Nya yang terpilih.
Dengan sifat Al Afuww yang dimiliki Allah, Dia dapat mengampuni, membebaskan dengan menghapus jejak (dosa atau kesalahan hamba-Nya). Karena itu, bila seseorang berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh, dan tidak akan mengulangi kesalahannya, Allah akan dengan mudah memaafkannya.
__ADS_1
Asmaul husna ke-82 ini juga menyiratkan bahwa Allah SWT mampu memaafkan dosa-dosa hambaNya, meski dosa itu sebanyak buih di lautan, asalkan hambaNya bersungguh-sungguh dalam bertaubat.
Sifat pemaaf dan mengampuni adalah sifat yang tetap dan ada pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahkan Allah mengampuni dosa hambaNya pada waktu siang dan malam hari. Karena sifat “memaafkan” dan “mengampuni” yang Allah miliki meliputi semua makhluk, dosa dan perbuatan maksiat. Padahal, mestinya perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan manusia bisa membuat mereka ditimpa berbagai macam siksaan. Tapi betapa baiknya Allah, pemaafan dan pengampunan-Nya menghalangi turunnya siksaan tersebut. Allah Azza wa Jalla berfirman:
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا
Artinya: Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatan (dosa) mereka, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun, akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS. Fathir ayat 45)
Mendengar penjelasan dari Afnan, hati Wijaya langsung bergetar dan juga menghangat. Karena ada setitik harapan untuk dirinya yang sudah amat jauh dari Tuhannya. Ditambah lagi, cara Afnan menyampaikannya, begitu enak didengar sehingga hatinya benar-benar tersentuh. Dan ingin segera bertaubat kepada Tuhannya.
"Nak, Kakek ingin bertaubat! Apakah kamu bisa membimbing Kakek Nak? Tolong ajarkan Kekek Nak, Kamu bisakan?" tanya Wijaya, seraya ia mengatupkan kedua tangannya. Serta memasang wajah yang terlihat ia begitu berharap pada Afnan.
Afnan tersenyum lembut pada Wijaya, sembari ia bangkit dari duduknya lalu ia pun menghampiri Pria tua itu. Dan langsung bersimpuh dihadapannya seraya ia menggenggam kedua tangan Wijaya, seraya berkata.
"Mulia sekali hati kamu Nak. Terima kasih Nak, karena kamu sudah mau membimbing manusia yang penuh dosa ini," kata Wijaya penuh haru, dan masih posisi didalam pelukannya Afnan.
"Sama-sama Kek," balas Afnan seraya ia mengusap punggung Wijaya. Karena Afnan tahu kalau pria tua itu sedang menangis didalamnya.
"Akh, saya jadi malu sama kalian berdua!" kata Wijaya seraya ia mengusap air matanya yang tepah membasahi pipinya.
"Malu kenapa Kek?" tanya Afnan, terlihat penasaran.
__ADS_1
"Saya sangat malu, setua ini, saya masih menangis, kaya anak kecil saja ya? Padahal saya tidak pernah menangis, bahkan ketika keluarga saya satu persatu meninggalkan Saya. Hah! Hari ini benar-benar sangat memalukan! Sudah setua ini bisa-bisanya saya menangis! Apa kata orang nantinya, melihat seorang laki-laki menangis! Hah, sangat memalukan!" jelas Wijaya, yang terlihat sekali ia merasa malu, karena ia menitikkan air mata didepan Afnan dan Ikhsan.
"Kenapa harus malu Kek? Apakah ada larangan seorang laki-laki menitikkan air matanya Kek? Tidak adakan? Jadi menangis itu bukan hal yang memalukan Kek. Apalagi itu adalah tangisan seorang yang ingin bertaubat, justru akan dicintai Allah kek, seperti yang dikatakan Ibnu Qayyim.
Ibnu Qoyyim mengatakan "Kesusahan atau tangisan seorang pendosa lebih dicintai Allah daripada tasbihnya seorang yang sombong". Tangisan dan penyesalan terhadap dosa, adalah sikap tawadhu' yang bisa mendatangkan rahmat dan pengampunan. Dalam kitab Al Hikam, Ibnu Athoillah mengatakan :
"Maksiat yang melahirkan rasa hina lebih baik daripada ketaatan yang melahirkan rasa bangga dan kesombongan."
Seberapapun banyaknya amalan kita, jangan sampai berbuah kesombongan. Sebaliknya, seberapa banyakpun dosa kita, kita tidak boleh berputus asa dari Rahmat dan pengampunan Allah, Kek. Maka dari itu, jangan pernah malu lagi ya?" jelas Afnan lagi. Membuat Wijaya akhirnya tak sungkan lagi untuk menitikkan air matanya.
Yaa begitulah, akhirnya Wijaya yang mendapatkan Hidayah dari Allah, lewat perantara Afnan. Dan sejak itu juga Afnan dengan sabar membimbing Wijaya, yang diawali dengan tata cara sholat taubat. Setelah itu barulah ia mengajari tata cara sholat wajib. Bahkan ia juga mengajari cara membaca Alquran, dan Wijaya begitu menikmati pengajaran yang diberikan oleh Afnan, Ia juga terlihat begitu bersyukur karena dipertemukan dengan Afnan.
"Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah, disisa hidupku yang tinggal sedikit ini, Engkau pertemukan Hamba pada Pria yang berhati mulia ini. Seandainya Fiqah diberikan kesempatan hidup, maka aku akan menjodohkannya pada Afnan. Karena dia lebih pantas menjadi suaminya Syafiqah, ketimbang Fariz," batin Wijaya.
...-------""-------...
Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah berkata "Assayyiatu Tasu'uka Khoirun Indallahi Min hasaantin Tu'jibuka" Perbuatan buruk yang menyebabkan kamu sedih dan hina, lebih baik di sisi Allah dari pada perbuatan baik yang menyebabkan kamu sombong".
...┈━━◎❅❀❦ 🍃🍃 ❦❀❅◎━━┈...
Terus dukung author ya guys 🙏🥰
__ADS_1
Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini. Oh iya apabila ingin lihat kejelasannya. Kalian bisa follow Akun Instragram Author yang bernama ramanda2378. karena disana sudah Author jelaskan dan berapa saja hadiah yang akan Author berikan. jadi lupa follow ya guys.
Syukron 🙏🥰.