CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
BERKUNJUNG KE PONDOK.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan


Bersyukurlah setiap hari. Jika hari ini tak ada yang kita syukuri, maka bersyukurlah atas udara dalam setiap nafas kita.


Teruslah melangkah, jangan menyerah.


Karena tidak ada hidup tanpa masalah.


Tidak ada perjuangan tanpa rasa lelah.


Langkah kita jika diniatkan Lillah.


Semoga apapun yang sedang diupayakan saat ini segera terwujud. Yakinlah, Allah selalu membersamai orang-orang yang berdoa dan berjuang di jalan-NYA .


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


Didalam mobil Toni.


Setelah Syafiqah masuk kedalam mobil, tiba-tiba suasana didalam mobil terasa mencekam. Apalagi ketika melihat wajah Syafiqah, yang Atmosfirnya, membuat siapapun yang melihatnya, menjadi tegang. Termasuk Toni, yang sebenarnya ia hendak membahas tentang meeting mereka. Namun ia urungkan, karena pada akhirnya akan sia-sia. Maka dari itu ia lebih memilih untuk diam saja.


"Sebenarnya apa yang terjadi Toni? " mengapa aku tidak bisa mengingat, sama sekali. Apalagi peristiwa kecelakaan itu. Jadi apakah kamu bisa menjelaskannya Toni?" tanya Syafiqah yang akhirnya ia buka suara terlebih dahulu.


"Maaf Nona, apakah benaran Anda tidak mengingatnya sama sekali dengan peristiwa itu?" tanya Toni balik, yang tampaknya ia ingin memastikannya lagi. Apakah ia benar-benar telah mengalami amnesia.

__ADS_1


"Iya Toni, bahkan kapan terjadinya juga, Aku tidak mengingatnya," balas Syafiqah, dengan tatapan mengarah kaca jendela sampingnya.


"Nona, peristiwa yang telah membuat Anda mengalami koma berbulan-bulan itu terjadi ketika di hari dimana anda diangkat menjadi Presdir. Dan setelah melakukan penyelidikan ternyata kecelakaan itu sudah direncanakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu Tuan besar tak lagi mempercayai siapapun yang berada di dekat Anda. Jadi tolong bekerjasamalah Nona, karena ini demi keselamatan Anda sendiri!" jelas Toni, terdengar tegas, membuat Syafiqah terdiam cukup lama.


"Pantas saja, dari awal aku merasa ada yang Aneh, pada Kakek, dia sangat berbeda. Di tambah lagi saat aku melihat Om Teddy hari ini, wajah beliau terlihat pucat saat melihatku? Apakah dia ada hubungannya pada kecelakaanku? Aakh..Aku juga merasakan hal aneh pada diriku. Seperti ada bagian yang hilang, tapi apa ya?" batin Syafiqah.


Tampak Syafiqah begitu berusaha keras untuk mengingat-ingat bagian apa yang telah terlupakan pada dirinya. Namun semakin Ia berusaha keras untuk mengingatnya, justru ia malah merasakan sakit yang amat sangat pada kepalanya. Dan seketika kedua tangannya langsung memegang kepalanya.


"Aaakh!" pekiknya Seketika ia pun tak sadarkan diri. Membuat Toni langsung panik melihatnya.


"Nona! Anda kenapa?!" teriak Toni, "Aah sial! Aku harus membawa Nona ke villa!" gumamnya, lalu ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia juga memperintahkan anak buahnya, agar tak satu pun yang mengikuti mobilnya. Karena sebenarnya ia tahu kalau mobilnya, sedang diikuti seseorang. Setelah merasa aman Toni, pun langsung memasuki kawasan villa, tempat selama ini Syafiqah di sembunyikan.


Sesampainya divilla, Toni langsung disambut dengan dua orang suster, yang biasa merawat Syafiqah. Setelah tubuh Syafiqah diletakkan di sebuah brankar menggendong tubuh kedua suster tersebut langsung mendorong brankar, dan membantu masuk.


"Apa yang sebenarnya terjadi Toni?" tanya Wijaya yang baru saja muncul dari dalam Villa.


"Tuan Besar!" sentak Toni yang sedikit terkejut, karena Wijaya yang munculnya secara tiba-tiba, "Ini Tuan, tadi ketika kami hendak pergi meeting. Fariz datang menemui Nona, dan sesuai yang diperintahkan Tuan saya mengancam Fariz, tapi sepertinya Nona, kurang terima Tuan," jelas Toni, yang akhirnya ia pun menceritakan semua saat bertemu dengan Faris hingga sampai pertanyaan Syafiqah dan sampai ia tak sadarkan diri.


"Iya kemarin-kemarin dia memang berada di Singapura Tuan. Tetapi sepertinya, ada yang menyuruhnya segera kembali!" balas Toni apa adanya.


"Hum..Aku paham! Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus secepatnya menikahkan Syafiqah dengan Afnan! Oh iya apakah kamu sudah mendapatkan kabar kapan anak itu kembali Toni?" tanya Wijaya, penasaran.


"Kata anak buah saya yang mengikutinya. Tuan Afnan sudah bersiap akan pulang. Kemungkinan empat sore nanti pesawatnya berangkat ke tanah air Tuan," balas Toni, menjelaskan informasi yang ia dapatkan dari anak buahnya yang mengikuti Afnan ke Kairo.


"Sore? Hmm.. berarti besok pagi disampaikan ditanah air?"


"Benar Tuan besok pagi Tuan Afnan kembali," balas Toni membenarkan perkataan bosnya.

__ADS_1


"Hmm.. kalau begitu, sebaiknya sekarang kita berkunjung ke pondok Nurul Hidayah. Aku ingin menemui Pak kyai, Ayahnya Afnan," ujar Wijaya, seraya ia melangkah menuju mobil yang tadi dikemudikan oleh Toni. Dan bahkan ia langsung memasuki mobil tersebut. Dan mau tak mau Toni pun kembali mengambil posisinya dan kini ia kembali duduk di belakang kemudinya. Dan tak berapa lama, mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang menuju Kepondoknya Afnan.


Karena memang jarak pondok dan Vila tidak berapa jauh, karena memang posisi villa masih satu kota yaitu di BDNG. Dan hanya menempuh jarak satu jam mereka pun sampai di pondok pesantren NH. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Wijaya langsung turun dan langsung bergegas ke rumahnya Afnan.


"Assalamu'alaikum," salam Wijaya, Serya ia mengetuk pintu rumah orang tua Afnan.


"Wa'alaikumus salam warahmatullahi wabarakatu," jawab seorang pria dari dalam. Dan tak berapa lama pintu pun terbuka dan..


"Jaya?!" sentak pria yang baru saja membuka pintu rumahnya.


"Senior Rohim?!" Sentak Wijaya juga.


"Aah.. masya Allah, ternyata benar kamu Wijaya!"


"Benar senior, saya Wijaya Kusuma Adik kelas Anda ke disekolah menengah," balas Wijaya, dan langsung disambut oleh Kyai Rahim dengan pelukan.


"Silahkan masuk jaya!" sambut Kyai, yang mempersilakan Wijaya memasuki rumahnya.


"Oh iya bagaimana kabar antum? Aah, suadah lama banget kita nggak pernah berjumpa ya?" tanya Kyai.


"Alhamdulillah, seperti yang Anda lihat sekarang Senior. Ohiya gimana dengan Anda sendiri senior?" tanya Wijaya kembali.


"Alhamdulillah saya Baik kok. Oh iya, ada apa gerangan kok tumbenan Antum datang ke kesini?" tanya Kyai Rahim itu lagi


"Ini Kyai, suya ingin bertanya, bisakah seorang kakek menikahkan cucunya. Karena Ayanhnya sudah meninggal. Dan apakah Boleh menikahkan cucunya tersebut tanpa diketahui sang Cucu?"


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...

__ADS_1


Terus dukung author ya guys 🙏🥰


Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini 😉 So ayo semangat 💪


__ADS_2