
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─
Sayyidina Al Habib Umar Bin Hafidz berkata :
"Hati adalah seperti cermin. Ia akan memujudkan apa saja yang tersimpan di dalam hati seseorang.
Jika hati seseorang menyimpan perasaan yang bersih maka penampilan orang itu akan menarik perhatian orang lain karena perilakunya terpuji.
Kalau hatinya kotor, maka perilaku orang itu bagaikan asap yang gelap. Sehingga Budi pekertinya selalu akan condong kepada keburukan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
Hari-hari telah berlalu begitu cepat, kini Afnan dan Syafiqah, juga telah kembali dari bulan madu mereka. Dan semenjak mereka pulang dari bulan madu. Afnan sengaja membawa Syafiqah kerumahnya sendiri. Yang ternyata letaknya tak berapa jauh dari kantor Syafiqah. Pada awalnya Syafiqah berpikir rumah Afnan adalah rumah baru, yang ia beli setelah menikah dengannya. Namun ternyata rumah itu memang sudah lama Afnan membelinya. Bahkan sebelum ia kenal dengan Syafiqah.
Syafiqah juga merasa kalau Suaminya bukanlah hanya sekedar seorang ustadz saja. Namun ketika ia menanyakan hal itu. Afnan tak pernah mau mengakuinya. Dan akhirnya Syafiqah meminta Tony untuk menyelidiki siapa sebenarnya suaminya itu. Karena melihat rumah yang mereka tinggali sekarang begitu mewah. Makanya itu ia begitu penasaran.
"bagaimana Tony Apakah kamu sudah menyelidikinya?" tanya Syafiqah, ketika ia sedsng berada di kantornya.
"Sudah Nona! Anda bisa melihatnya sendiri Nona" balas Toni seraya ia menyerahkan sebuah file pada Syafiqah. Dan Syafiqah pun langsung mengambilnya. Lalu tanpa bertanya lagi ia langsung membuka file tersebut.
"Aaah..? Benarkah Suamiku, pengusaha kuliner? Maa shaa Allah, bahkan Dia memiliki beberapa cabang restoran? Hum.. pantas saja masakannya sangat enak!" ujar Syafiqah dengan tatapan masih mengarah ke file yang masih ia baca.
"Benar Nona! Saya juga mendapatkan informasi bahwa Tuan muda Afnan, sedang membikin restoran cabang lagi, diluar Negeri Nona!" balas Toni lagi.
"Aah.. pantas Dia kemarin mengatakan akan pergi ke Kairo. Apakah disana dia akan membuka restoran cabangnya?" tanya Syafiqah terlihat penasaran.
"Bisa jadi Nona! Kalau tidak salah, waktu Nona dinikahin oleh Tuan muda Afnan. Beliau juga pulang dari sana," balas Toni apa adanya.
__ADS_1
"Aah.. benarkah?" tanya Syafiqah lagi. Namun belum lagi Toni membalasnya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dan seketika Syafiqah dan Toni saling berpandangan.
"Siapa?!" tanya Syafiqah lagi, dengan wajah yang langsung berubah. Yaa.. semenjak peristiwa tertembaknya Afnan. Syafiqah terlihat selalu waspada, disetiap terdengarnya suara ketukan.
"Saya tidak tahu Nona!" balas Toni MB
"Ya sudah coba aku lihat! Dan waspadalah!" kata Syafiqah memperingati Toni.
"Baik Nona!" Toni pun langsung melangkah menuju pintu ruangannya Syafiqah, setelah membalas perkataan Nonanya. Setibanya di depan pintu, ia pun langsung membuka pintu tersebut dan..
"Assalamu'alaikum Toni! Apakah istriku ada didalam?" tanya seorang pria yang berdiri tepat didepan pintu.
"Tuan Muda? Aah Wa'alaikumus salam Tuan muda. Ada Tuan! Nona ada didalam," balas Toni terlihat sedikit kaget saat melihat pria tersebut yang tak lain adalah Afnan.
"Alhamdulillah.. kalau begitu boleh saya masuk Toni?" tanya Afnan, karena Toni terlihat masih belum mau menyingkir dari pintu masuknya.
"Aah..Maaf! Silahkan Tuan!" balas Toni, seraya ia menyingkirkan diri dari tempatnya berdiri.
"Sama-sama Tuan! Kalau begitu saya permisi!" balas Toni seraya ia membungkukkan sedikit tubuhnya. Setelah itu ia langsung pergi ke ruangannya Syafiqah. Sementara Afnan langsung berjalan masuk, seraya berkata.
"Assalammu'alaikum istriku?" ucap Afnan, membuat Syafiqah yang masih melihat-lihat isi file tadi. Langsung terkejut mendengar suaranya Afnan.
"Eh?! Mas Afnan?" sentak Syafiqah, sambil ia langsung menutup file yang ia pegang. Setelah itu ia pun berdiri dari kursi kebesarannya dan ia langsung berlari menghampiri suaminya.
"Aaah... Fiqah kangen sama Ayank," katanya, seraya ia memeluk suaminya itu. Membuat Afnan sedikit heran melihat tingkah istrinya.
"Eh.. bukannya menjawab salamnya mas, kok malah langsung bilang kangen sih? Padahal kan kita baru dua jam saja nggak ketemuannya, Sayang? Kok udah kayak berhari-hari nggak ketemu sih?" protes Afnan Seraya ia membalas pelukan istrinya sambil memberikan kecupan pada puncak kepalanya Syafiqah.
"Aaah.. iya Fiqah lupa, maaf Mas! wa'alaikumus salam," balas Syafiqah sambil menyengir malu karena mendapatkan teguran dari suaminya itu.
__ADS_1
"Tapi ngomong-ngomong emangnya nggak boleh kangen ya Mas? Dan emangnya orang kangen itu harus menunggu berhari-hari gitu?" tanya lagi, seraya ia menatap wajah suaminya. Masih dalam posisi ia memeluk suaminya.
"Ya boleh sih Sayang. Hanya saja rasanya aneh belum lama kita bertemu sudah bilang kangen, hayo.." balas Afnan membalas tatapan istrinya.
"Ya mau bagaimana lagi? Orang Fiqah beneran kangen banget Kok, rasanya Fiqah nggak mau jauh-jauh dari Ayank," balas Syafiqah dengan suara manjanya. Sambil ia menjinjitkan kakinya. Lalu ia langsung mengecup bibir Afnan dengan singkat, membuat mata Afnan langsung terbelalak.
"Eh? Sayang! Kamu jangan menggoda Mas deh! Ingat ini dikantor, kalau Mas kepingin itu gimana, ayoo?" tanya Afnan, dengan wajah yang terlihat agak berbeda. Tampak sekali ia sedang berusaha menahan sesuatu.
"Ya udah kalau Mas kepingin tinggal lakukan saja! Gampangkan?" balas Syafiqah dengan entengnya.
"Gampang-gampang? Sayang ini kantor kamu loh! Masa kamu mau lakukan itu disini sih? Kalau bawahan kamu tahu gimana, hm?" tanya Afnan, yang sebenarnya ia sedang berusaha mengendalikan hasratnya yang sudah mulai bangkit.
"Kata siapa kita akan melakukan disini hm? Ini bukan tempatnya! Ayo sini ikut Fiqah!" ajak Syafiqah seraya ia menarik tangan suaminya, menuju ke sebuah rak buku-buku yang berada di sudut ruangannya.
Setelah mereka berada didepan rak buku tersebut, Syafiqah langsung menggeser salah satu buku yang berada di rak tersebut dan tiba-tiba rak buku langsung bergerak, dan tampaklah sebuah pintu dibelakang rak tersebut membuat Afnan langsung tercengang melihatnya.
"Hah? Ada ruangan di balik ruangan ini?" tanyanya seraya menatap wajah istrinya. Namun tak dibalas Syafiqah ia hanya meletakkan jari telunjuk ke bibirnya sendiri, sambil mengeluarkan suara..
"Sssth.. ini ruangan rahasia, jadi hanya Fiqah dan Mas saja sekarang yang tahu ruangan ini," balas Syafiqah, sambil ia langsung menarik tangan suaminya masuk. Setelah mereka masuk Rak buku tersebut kambali bergerak, ke posisinya semula.
Sementara didalam ruangan tersebut. Afnan terlihat kembali tercengang melihat isi ruangan tersebut. Yang ternyata didalamnya terdapat sebuah tempat tidur, lemari, bahkan dapur kecil untuk membuat kopi. Bahkan disana juga terdapat kamar mandinya juga.
Disaat Afnan masih tercengang melihat isi ruangan tersebut, dengan posisi berdiri di samping dekat ranjang tiba-tiba saja. Syafiqah langsung mendorong tubuhnya. Sehingga tubuh Afnan langsung terhempas ke tempat tidur. Dan belum sempat ia protes, tiba-tiba saja Syafiqah sudah naik ke atas tubuhnya, bahkan ia duduk tepat di perutnya Afnan.
"Eh? Sayang kamu mau apa?" tanya Afnan terlihat heran dengan tingkah laku istrinya, yang terlihat sangat berbeda.
"Fiqah Ingin bercinta dengan kamu Ayank!" kata Syafiqah, yang kemudian ia langsung meraih bibirnya Afnan dengan rakusnya. Membuat mata Afnan langsung terbelalak lebar.
'Hah? Apa yang terjadi pada Fiqah? Kenapa hari ini dia sangat berbeda?" batin Afnan, terlihat begitu bingung melihat tingkah Syafiqah.
__ADS_1
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰