
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
Setiap manusia pasti pernah merasakan kecewa dalam hidupnya, terluka batinnya dan kadang membutuhkan waktu yang lama untuk kembali pulih. Ketika harapan tak bertepuk dengan kenyataan maka perasaan nelangsa pun tak terelakkan.
Harapan memang indah, namun kenyataan seringkali lebih pahit dan tidak selaras dengan yang kita inginkan. Tak mengapa, waktu terus berjalan, hidup terus bergulir, tanpa berhenti, dan mungkin suatu saat rasa kecewa itu berubah menjadi sesuatu yang kita mengerti kenapa harus terjadi.
Maka bersandarlah pada Allah, maka rasa kecewaan itu akan tergantikan dengan rasa Syukur. Sebab yang dari Allah pasti baik, apapun bentuknya
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*
Disebuah gedung berlantaikan Delapan yang bertuliskan HARAPAN GRUP. Seperti biasanya, para karyawan dan karyawati, di perusahaan tersebut, selalu disibukkan dengan pekerjaan dan di bidangnya masing-masing. Dan semenjak Presdir mereka mengalami insiden kecelakaan. Perusahaan diambil alih oleh Wijaya Kusuma. Namun ia percayakan pada Asistennya yaitu Antonio Aldrich, yang biasanya dipanggil Toni.
Mendengar keputusan yang dibuat oleh Wijaya. Tentu saja Teddy anak keduanya langsung protes dan tak terima dengan keputusan sang Ayah. Akan tetapi ancaman sang Ayah, yang mengatakan, "Siapapun yang tak menyetujui keputusan Saya! Silahkan Anda semua keluar dari perusahaan ini!" Mendengar perkataan Wijaya yang begitu tegas. Pada akhirnya semuanya pun terdiam. Dan itu termasuk Teddy, suka tidak suka akhirnya ia pun mengikuti keputusan sang Ayah.
Kini Tonilah yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut. Dan apapun pekerjaan yang mereka kerjakan, harus mendapatkan persetujuan darinya. Dan hal itu membuat Teddy, maupun semakin kesal. Karena rencana-rencana yang telah mereka atur pada akhirnya akan selalu gagal.
"Brengs*k si Toni! Dia selalu nengagalkan rencana-rencanaku! Ini nggak bisa didiamkan! Aku harus secepatnya menyingkirkan Dia!" ujar Teddy terlihat sekali ia begitu kesal.
"Tenanglah Ted! Lo jangan gegabah! Dan Lo kan tahu sendiri, kalau dibelakangnya Toni itu adalah bokap Lo sendiri. Kalau Lo salah bertindak sedikit saja, yang ada Lo nggak bakalan dapat apapun!" balas seorang pria, yang seumur dengan Teddy.
"Aah..benar juga yang Lo katakan Bob! Gue nggak sembarangan menghabisi Dia! Karena sudah pasti Bokap gue sudah akan mengirim pengawal bayangannya untuk melindunginya!" ujar Teddy lemas, sambil ia menghempaskan kepalanya kesadaran kursi kebesarannya.
"Heh.. terkadang gue merasa Aneh bro! Sebenarnya Lo anak bokap Lo, atau bukan sih? Kok kayaknya Bokap Lo tuh nggak ada sayang-sayangnya dah sama elo! Atau jangan-jangan Lo sebenarnya bukan anak kandungnya, Man?" kata pria yang dipanggil Bob oleh Teddy.
__ADS_1
Mendengar perkataan sahabatnya seketika, Teddy terdiam. Dan seketika itu juga ia pun terbayang akan perlakuan Wijaya kepadanya dari masa-masa ia kecil hingga dewasa. Yaa ia mengakui kalau Ayahnya sangat sayang padanya. Namun kasih sayangnya tidak sebesar, yanga ia berikan pada Ayahnya Syafiqah. Sekilas bagi orang yang melihatnya, Wijaya tak pernah membeda-bedakan Anaknya. Namun nyatanya bagi Teddy, Ayahnya itu orang yang pilih kasih.
Dan itu terlihat jelas ketika Ayah Syafiqah yang langsung diamanahkan perusahaannya. Sedangkan Teddy, hanya sebagai bawahan. Sekalinya ia diberikan perusahaan, malah berada jauh diluar kota. Bahkan perusahaan itu amat kecil, tak sebanding dengan apa yang Wijaya berikan pada Ayahnya Syafiqah. Dan itulah awal kehancuran keluarga Wijaya.
"Hah..Sudahlah jangan menbahas hal itu! " balas Teddy, seraya ia mengalihkan pandangannya pada layar laptopnya yang ada dihadapannya.
"Heh.. gue tahu sebenarnya Lo juga penasarankan? Gue tanya nih, Lo pernah nggak, mencoba tes DNA Lo sama bokap lu?" tanya Bob, yang sepertinya ia mencurigai sesuatu. Mendengar perkataan Bob, Seketika Teddy tatapan Teddy langsung beralih kepada Bob. Dan ketika Teddy hendak membalas perkataan Bob tiba-tiba pintu ruangannya diketuk oleh seseorang. Pandangan Teddy pun langsung beralih ke pintu.
"Masuk!!" seru Teddy. Dan tak berapa lama kemudian masuklah seorang wanita berparas cantik, memakai setelan jas dan rok sepan pendek berwarna hitam. Lalu ia pun mendekati meja kerjanya Teddy.
"Selamat siang Pak!" ucap Wanita itu seraya membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Hmm! Ada Rhani?" tanya Teddy terdengar datar.
"Ini Pak, ada perintah dari Pak Toni, bahwasanya dalam waktu setengah jam lagi, semua kepala jajaran, diminta hadir keruang rapat. Karena akan adakan rapat dewan direksi Pak!" ujar Wanita yang dipanggil Rhani tersebut. Dan Teddy langsung terkejut mendengarnya.
"Saya juga tidak tahu Pak! karena Pak Toni mengabari saya secara tiba-tiba juga Pak!" balas Rhani, terlihat sedikit takut pada Teddy.
"Aah! Sudahlah! Kamu boleh pergi Sekarang!" bentak Teddy, seperti melampiaskan kekesalannya pada Rhani.
"Baik Pak! Kalau begitu saya permisi!" balas Rhani, dan ia pun langsung beranjak secepatnya dari sana.
"Cih! Sialan Toni! Dia semakin besar kepala saja! Seenaknya saja mengadakan rapat dewan direksi secara mendadak begini! Emangnya perusahaan ini milik bapaknya apa?! Main perintah seenak jidat aja dia!" gerutu Teddy terlihat begitu geram.
"Sudahlah! Ngapain juga Lo menggerutu di sini?
__ADS_1
Yang ada lo bakalan terlambat ke ruang rapat. Dan akhirnya rencana Tonilah yang berhasil untuk menyingkirkan elu!"
Mendengar perkataan Teddy pun langsung bangkit dari duduknya, dan ia langsung bergegas pergi dari sana, tanpa memperdulikan, Bob lagi.
"Lah kok gue ditinggal sih? Haiiis.. sudahlah sebaiknya gue pergi juga!" gumam Bob seraya ia bangkit dari safonya, dan langsung beranjak meninggalkan ruangannya Teddy.
...*****...
Sementara itu diruangan Rapat.
Tampak semuanya sudah berkumpul di ruang rapat tersebut. Dan tak berapa lama, masuklah Teddy, dan langsung duduk kesebuah kursi, tempat biasa ia duduk bila sedang melaksanakan rapat. Ruangan pun mulai riuh, karena sudah pasti mereka penasaran. Mengapa Toni mengadakan rapat secara mendadak. Dan disaat bersamaan masuklah Toni keruangan itu juga dan langsung duduk di kursi kepemimpinan.
"Selamat siang semuanya?" sapa Toni membuka suara, "Kalian semua pasti bertanya-tanya, mengapa saya mengumpulkan kalian secara mendadak bukan?" lanjutnya lagi, dan langsung ruangan kembali ricuh karena satu persatu, Ingin menjawab pertanyaan Toni.
"Baiklah saya sudah mendengarnya, dan sekarang, saya akan memberitahukan mengapa kalian diminta berkumpul secara mendadak. Itu karena Saya ingin memberi sebuah Kejutan untuk kalian Semua!" kataToni lagj, membuat semua para staf kantor yang mengikuti jalannya rapat menjadi penasaran.
"Baiklah, karena kalian sudah sangat penasaran, dengan kejutan tersebut. Untuk kita langsung saja sekarang ya?" lanjutnya, seraya ia bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan menuju ke pintu dan langsung membukanya.
"Silahkan masuk Nona!" ucap Toni, dan tak berapa lama masuklah, seorang wanita cantik berambut ikal dengan memakai setelan jas warna hitam serta celana kulot berwarna senada dengan jasnya. Dan dengan langkah penuh wibawa ia menghampiri kursi kepemimpinan.
"Selamat siang semuanya? Apa kabar?" ucap wanita tersebut, membuat mata seisi ruangan tersebut langsung terbelalak terkejut, dan itu termasuk Teddy.
"Syafiqah!!"
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
__ADS_1
Terus dukung author ya guys 🙏🥰
Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini 😉 So ayo semangat 💪