
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─
Tak selamanya orang-orang yang dekat denganmu akan senantiasa dapat menemanimu. Tak selamanya orang-orang yang bersamamu akan selalu dapat mengerti keadaanmu.
Tak selamanya orang-orang yang biasa menolongmu ia akan hadir menolongmu. Demikianlah, sedekat apapun, sekuat apapun dan sehebat apapun manusia, sejatinya ia tetap memiliki keterbatasan.
Karena itulah, jangan berharap sepenuhnya kepada manusia. Tapi berharaplah sepenuhnya kepada Allah. Sebab akan ada saatnya dimana kamu sendiri menghadapi masalah yang berat dan tak seorangpun dapat menemanimu.
Dan pada saatnya itulah kamu mulai menyadari.
Bahwa tiada yang mampu menemanimu, mengerti keadaanmu dan yang senantiasa dapat menolongmu kecuali ALLAH.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
"Sayang, kamu sudah dengarkan? Sekarang bisakan kita berbaikan Sayang? Mas lagi kangen berat nih, sama kamu Sayang. Ayo dong, udahan marahnya, masa hanya karena orang lain Babymoon kita, menjadi sia-sia begini sih?"
Mendengar perkataan Afnan, Syafiqah yang tadi berpura-pura sedang tidur. Kini langsung membuka matanya, dan betapa terkejutnya ia, ternyata wajah suaminya saat ini sedang berada tepat di atas wajahnya. Dengan tatapan yang terlihat begitu lembut.
"Udahan ya marahannya Sayang? Mas benar-benar nggak tahan, kalau kamu begini terus Sayang. Jadi please maafin Mas ya? Karena sudah membuat kamu kecewa?" ujar Afnan lagi, masih pada posisinya yang semula.
"Hmm..siapa juga yang marah? Orang Fiqah bilang nggak marah pun," dalih Syafiqah, seraya ia membuang pandangannya kesamping.
"Benarkah kamu tidak marah Sayang? Kalau begitu berarti Mas boleh dong, melepaskan rasa rindu ini padamu Sayang," balas Afnan seraya ia menggeser kembali wajah Syafiqah agar kembali menatap dirinya.
Setelah mata mereka saling bertemu, Afnan pun langsung meraih bibir ranumnya Syafiqah, tanpa berbasa-basi lagi. Dan itu membuat mata Syafiqah langsung membulat sempurna. Namun ciuman Afnan begitu lembut, membuat ia akhirnya ikut terlena. Apalagi saat ini sebenarnya ia juga sedang merindukan kehangatan dari sang suaminya. Jadi tak heran kalau ia juga terlihat begitu menikmatinya.
Mendapatkan respon dari istrinya, membuat Afnan penasaran ingin melihat wajah istrinya. Sehingga disaat pertarungan bibir masih berlangsung, ia pun menyempatkan diri untuk melirik wajah istrinya dan tersenyum tipis, sambil terus melanjutkan kembali, hingga suasana kini berubah sedikit panas.
__ADS_1
"Aah.. Sayang..ha..Mas, sangat menginginkan itu, ha..hah.. apakah Mas boleh melakukannya Sayang?" tanya Afnan, ketika tautan bibir mereka telah terlepas. Dan dengan nafas yang terlihat masih sedikit tersengal-sengal, ia menyempatkan diri untuk meminta izin pada Istrinya. Karena ia tahu kalau saat ini, istrinya sedang dalam mode kesal padanya.
Melihat wajah suaminya yang memerah, karena sepertinya ia sedang menahan sesuatu. Ditambah lagi urat-urat dipelipisnya sangat terlihat jelas. Membuat Syafiqah tak sampai hati melihatnya. Dan akhirnya ia pun mengangguk kepalanya sambil berkata, "Lakukanlah Yank," katanya terdengar lirih.
Namun masih terdengar begitu jelas ditelinga Afnan. Dan hal itu membuat ia begitu senang dan bersemangat, "Terima kasih sayang," ucapnya seraya ia mengecup lembut dahi istrinya, sambil ia merafalkan doa untuk berhubungan. Setelah itu ia pun mulai mencumbui Istrinya dengan penuh kelembutan dan penuh kasih sayang.
Hingga akhirnya cumbuan berubah sedikit memanas. Karena saat ini mereka sudah memasuki versi pertempuran. Sehingga suasana kamar hotel yang tadinya begitu dingin, kini berganti panas. Karena keduanya saat ini memang sedang dilandasi kerinduan. Jadi otomatis pertempuran itu benar begitu hot.
Bahkan Syafiqah, sampai melupakan akan perutnya yang membesar itu. Ia seakan tak memperdulikannya. Sehingga tanpa sadar ia mendominasikan pertempuran itu. Membuat Afnan akhirnya mengalah karena ia takut akan berpengaruh pada perutnya. Sehingga kini posisi pun berubah, dengan Syafiqah yang berada atasnya sedangkan ia berada di bawah istrinya, dan membiarkannya melakukan pemompaan.
"Augh..Sayang.. pelan-pelanlah saja..uhmm.. jangan sampai ah..ha..melukai..bayi kita..Ugh..!" ucap Afnan dengan suara yang terdengar begitu berat. Karena sepertinya ia sudah hampir sampai kepuncaknya. Namun melihat istrinya yang begitu membara membuat ia berusaha untuk menahannya.
"Uhm..tapi ini sangat enak Yank..Ahah.. rasanya Fiqah..ukhm..Aaakh..Yank... Fiqah...uhm.." erang Syafiqah, sambil ia memeluk tubuh suaminya. Afnan yang berpikir kalau saat itu istrinya sedang melakukan pelepasan. Ia pun langsung mengambil kesempatan itu untuk melepaskan pelurunya juga..
"Aaaakh..!!" erangnya, sambil ia memejamkan matanya. Dan untuk sesaat matanya masih terpejam karena ia sedang menikmati pelepasannya. Namun ketika ia mendengar suara erangan Syafiqah berubah menjadi rintihan. Membuat Afnan langsung membuka matanya.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Afnan didalam posisi yang masih sama. Akan tetapi posisi Syafiqah saat ini, sedang duduk sedikit tegak sambil memegang perutnya.
Mendengar keluh istrinya, dengan berusaha lebih tenang, Afnan pun ikut duduk. Lalu dengan perlahan ia memutar tubuh istrinya. Setelah posisi telah berganti kembali, Afnan langsung melepaskan juniornya yang masih menyatu dengan istrinya. Setelah itu ia langsung menggendong tubuh istrinya, ke kamar mandi. Lalu menurunkannya dengan perlahan kedalam bathtub yang berada di dalam kamar mandi tersebut.
"Kita mandi dulu ya? Setelah itu kita akan kerumah sakit oke?" ujar Afnan, berusaha untuk tetap tenang agar istrinya tidak panik. Padahal sebenarnya dihatinya sudah dirundung dengan kecemasan. Apalagi saat ia melihat sesuatu yang menempel di juniornya membuat jantungnya terpicu begitu kencang.
"Apakah sudah waktunya Fiqah melahirkan? Tapi bukankah seharusnya bulan depankan? Karena itu yang dikatakan oleh dokternya. Makanya aku berani membawanya kesini. Tapi kok ada darah ya, di juniorku? Walaupun sedikit tapi ini sangat membuatku resah! Apalagi tadi Fiqah sempat kesakitan," batin Afnan sambil ia mengguyurkan kepalanya di bawah shower yang sedang menyala.
"Aah .. sebaiknya aku cepat-cepat deh! Biar secepatanya membawa Fiqah kerumah sakit," batinnya lagi dan ia mempercepat mandinya*.
Setelah selesai ia pun segera memakai handuk kimononya. Lalu ia menghampiri Syafiqah yang masih berada didalam bathub. Dengan wajah yang terlihat sedang menahan sesuatu. Melihat itu, Afnan pun langsung membantu istrinya mandi.
"Sayang, masih terasa sakit ya?" tanya Afnan sambil tangannya menyampoi rambut Syafiqah.
__ADS_1
"Hu'um Mas, masih sakit! Hugh.."
...┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈...
Dear Readers Fillahku ♥️.
Hari ini Ramanda mau memperkenalkan Karya barunya Ramanda nih. Insya Allah tak kalah seru dengan novel-novel Ramanda yang lainnya kok.
Jadi Mampir ya Guys, ke Karya terbaru Ramanda dengan judul.
💓 RINDHIMA Putri Sang Mafia 💓
Biar pada penasaran Author kasih Sinopsisnya yaa cekidot 👇
Kehidupan Rindhima seketika berubah, tatkala ia menyaksikan kematian Ibunya didepan matanya. Gadis kecil, yang baru beranjak usia enam tahun itu, tak lagi ceria. Ia menjadi anak yang pendiam. Namun ia memiliki kecerdasan Yang luar biasa. Bahkan ayahnya sendiri tak percaya akan kemampuannya.
Hingga sesuatu hari, perusahaan yang dipimpinnya sang Ayah tiba-tiba tak bisa beroperasi. Karena ternyata sistem diperusahaannya telah dibobol oleh seorang perentas. Hal itu membuat Haidar Rafardhan yang seorang Mafia menjadi murka.
"Apa! Sistim perusahaan dapat dibobol? Apakah departemen keamanan kerjanya hanya bersantai-santai sajakah? Cepat lacak alamat perentas tersebut!" teriaknya.
"Pak, kami berhasil mendapatkan alamat perentasnya. Dan lokasinya dirumah Anda sendiri pak!"
Siapakah yang perentas tersebut?
...┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈...
Penasarankan? 🤭
__ADS_1
Yuk akh, mampir ke karyanya Author ya😉 jangan lupa juga berikan dukungannya ya guys
SYUKRON 🥰🙏.