
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─
𝗦𝗔𝗕𝗔𝗥
Allαh tidαk pernαh mengαtαkαn bαhwα perjαlαnan hidup αkαn mudαh. Akan tetapi Dia mengαtαkαn ‘Aku αkαn bersαmα dengαn merekα yαng mαu bersαbαr..
𝗜𝗞𝗛𝗟𝗔𝗦
Jαdilαh orαng yαng pαling ikhlαs‚ bukαn hαnyα sekedαr bαik. Sebαb dαlαm kebαikαn belum tentu αdα keikhlαsαn. Akan tetapi orαng yαng ikhlαs in syaa Allah, sudαh pαsti ada kebαikkan.
𝗕𝗘𝗥𝗦𝗬𝗨𝗞𝗨𝗥
Tidαk αdα penderitααn yαng αbαdi‚ tidαk αdα kebαhαgiααn yαng αbαdi kecuαli bαgi yαng orang yang pαndαi bersyukur. Maka selαmαnyα iα αkαn merαsαkαn kebαhαgiααn.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
"Astaghfirullah Sayang! Kamu berdarah!" teriak Afnan terlihat panik ketika ia melihat darah yang keluar dari kakinya Syafiqah. Dan ia pun langsung menghampiri Syafiqah. Bahkan ia langsung menggendong tubuh istrinya itu, tanpa memberi aba-aba. Membuat Syafiqah seketika berteriak.
"Kyaaak! Ayank! Turunin Fiqah! Fiqah bisa berjalan sendiri!" teriak Syafiqah, sambil menggoyang-goyangkan kakinya.
__ADS_1
"Sssth! Diamlah Sayang! Emangnya kamu nggak lihat ya? Kalau kaki kamu berdarah, hm?" balas Afnan, seraya ia melangkahkan kakinya, menuju ke ruang keluarga. Dan Sesampainya di sana ia pun meletakkan tubuh istrinya di salah satu Sofa yang berada di sana.
"Tunggu sebentar ya? Mas mau mengambil kotak P3k dulu, oke!" ujar Afnan. Dan hanya dibales dengan anggukan kepala saja oleh Syafiqah.
Setelah mendapat balasan dari istrinya Afnan langsung beranjak Pergi menuju ke lantai dua. Dan tak berapa lama ia pun kembali lagi dengan membawa sebuah kota berwarna putih yang bertulisan P3K. Lalu Ia kembali menghampiri istrinya, setibanya di depan Syafiqah, Afnan pun langsung membersihkan darah yang terlihat masih mengalir di kakinya Syafiqah dengan alkohol.
Syafiqah merasa risih melihat Suaminya menyentuh kakinya, "Siniin kotak itu Yank. Biar Fiqah saja yang ngobatin lukanya! Fiqah bisa kok mengobati sendiri," kata Syafiqah, merasa tidak enak hati pada suaminya yang telah kakinya menyentuh kakinya.
"Sssth..Diamlah! Biar saja yang mengobati lukanya!" bales Afnan yang terlihat ia sedang fokus mengobati luka kakinya Syafiqah. Mendengar perkataan dari Suaminya, Syafiqah akhirnya pun terdiam dan membiarkan suaminya yang sedang mengobati lukanya. Setelah selesai memberikan obat, Afnan pun langsung memperbankan kakinya Syafiqah.
"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga. Sekarang tunggulah disini dulu ya? Biar Mas yang melanjutkan cuci piringnya," ujar Afnan, setelah ia selesai memperban luka Syafiqah. Dan setelah mendapat anggukan dari istrinya Afnan pun kembali menuju ke dapurnya, untuk melanjutkan cuci piring bekas mereka tadi. Dan sepuluh menit kemudian Afnan pun kembali ke ruang keluarga. Dan betapa terkejutnya ia, ketika kembali ternyata istrinya ketiduran di sofa tempat ia tinggalkan tadi
"Eh, dia ketiduran? Ah.. mungkin dia kelelahan, karena habis melakukan perjalanan jauh. Ya sudah Aku pindahkan saja deh ke kamar," gumam Afnan, seraya ia mendekati sofanya. Dan sesampainya di sofa ia pun langsung menggendong tubuh Syafiqah, ala bridal style. Dan langsung membawanya, menuju ke kamarnya dilantai dua. Dan baru saja, ia hendak menaiki anak tangga, tiba-tiba tangan Syafiqah bergerak, dan bahkan kini sudah melingkar di lehernya.
"Aaah.. Sayang kamu..Ugh..Aah.. Apakah ini artinya kamu sudah siap Sayang?" tanya Afnan, yang terlihat kini langkahnya semakin lebar, Sampai akhirnya ia berhenti di depan pintu kamarnya. Dan saat itu juga Syafiqah membuka matanya dan langsung menatap Afnan.
"Aaah.. ternyata benar kamu tidak tidur! Huh! Sekarang sudah pintar ya? Ngerjain suami kam...uhmm..!!" protes Afnan. Namun belum lagi ia menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba saja. Bibir Syafiqah sudah mendarat ke bibirnya. Membuat mata Afnan seketika membulat sempurna, melihat istrinya dengan mata terpejam, terlihat sedang menikmati bibirnya.
Melihat hal itu, Afnan yang tadinya hanya diam tak meresponnya. Membuat ia merasa ingin ikut menikmatinya. Dan akhirnya ia pun ikut terhanyut dalam permainan bibir yang diawali oleh Syafiqah. Sembari kakinya mulai melangkah lagi menuju ke tempat tidur mereka. Sesampainya di tempat tidur, dengan perlahan Afnan menurunkan Syafiqah kesisi Ranjangnya. Namun tidak membaringkannya. Ia sengaja menurunkan Syafiqah dengan posisi duduknya. Dan tak berapa lama ia pun melepaskan tautannya.
"Aaakh!!" sentak Syafiqah, ketika tautannya dilepas oleh Afnan. Terlihat sekali dari raut wajahnya, kalau ia seperti tidak ikhlas, saat Afnan melepaskan tautannya. Melihat hal itu Afnan pun merasa bersalah.
__ADS_1
"Maaf Sayang, Mas tahu kamu sedang inginkan? Sabar ya sayang? Sebentar lagi kita lakukan ya? Tapi sebelum itu kita sholat sunnah dua raka'at dulu ya? Biar kita mendapatkan keberkahan dari Allah, dan apabila Allah menitipkan anak pada kita. Maka in shaa Allah, yang dititipkan adalah anak-anak yang Sholeh, Sayang. Kamu maukan punya anak yang Sholeh?" jelas Afnan, dan langsung dianggukan oleh Syafiqah.
"Alhamdulillah.. ya sudah kalau begitu yuk, kita sholat sunnah dulu," ajak Afnan seraya ia menggandeng tangan istrinya, menuju ke kamar mandi. Lalu keduanya pun langsung mengambil air wudhu. Setelah selesai, keduanya pun langsung bersiap untuk melaksanakan sholat Sunnahnya. Namun sebelum Afnan memulainya ia pun menyempatkan diri untuk mengajarkan bacaan niat sholat sunnah tersebut pada Istrinya. Dan setelah itu barulah mereka melakukan sholat sunnah dua rakaatnya secara berjamaah.
Setelah sholat selesai, Afnan pun membalikkan tubuhnya menghadap Syafiqah. Setelah itu ia pun meletakkan tangan kirinya ke ubun-ubun kepalanya Syafiqah. Sedangkan tangan kanannya menengadah ke atas, lalu ia pun melapaskan doanya.
"Bismillahir rahmanir rahim. Allahumma baarik lii fii ahlii, wa baarik lahum fiyya. Allahummarzuqnii minhum, warzuqhum minni. Allahummajma' baynanaa maa jama'ta ila khoirin, wa farriq baynanaa idza farroqta ilaa khoirin.
Artinya: "Ya Allah, berikanlah keberkahan kepadaku dan isteriku, serta berkahilah mereka dengan sebab aku. Ya Allah, berikanlah rizki kepadaku lantaran mereka, dan berikanlah rizki kepada mereka lantaran aku. Ya Allah, satukanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan dan pisahkanlah antara kami (berdua) dalam kebaikan.” (HR. ‘Abdurrazzaq dalam Al-Mushannaf 6: 191, no. 10460, 10461).
Setelah berdoa, Afnan pun langsung mengecup lembut dahi istrinya dengan penuh kasih sayang. Dan sejenak ia juga menatap lembut wajah istrinya, menaiki dagu Syafiqah yang terlihat tertunduk malu karena mendapatkan tatapan dari suaminya.
"Apakah kamu sudah siap Sayang?"
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰
Oh iya guys, selagi menunggu Author update kembali, Yuk mampir ke karyanya Author
♥️MOM Al ♥️ ceritanya keren abis loh guys 😉 Cus Akh kepoin yuk🙏 Dan jangan lupa sampaiian salam Ramanda sama Mom Al ya guys 😉🙏 Syukron 🥰
__ADS_1
Terima kasih bagi yang berkenan mampir ♥️😘