CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
MEMUTUSKAN PERTUNANGAN.


__ADS_3

Syafiqah benar-benar terlihat begitu syok saat ia mengetahui pengkhianatan dari tunangannya. Hatinya benar-benar hancur luluh lantak. Sehingga sedih dan amarah menjadi satu. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa, padahal, ia begitu ingin menghajar Pria itu. Tetapi jangankan menghajar, menyentuhnya saja ia tidak bisa. Dan akhirnya ia hanya bisa diam dan memperhatikan kedua orang yang amat ia benci sekarang.


"Apakah ciuman ini mewakili ucapan terima kasih Kak Fariz? Karena Ayahku sudah membuat wanita sombong itu tak berdaya hm?" tanya Rizka, setelah Fariz melepaskan tautan bibirnya.


"Iya, bisa jadi! Tapi bukan ini yang Aku mau! Rencana Ayah kamu memang hebat! Tapi tetap saja dia gagal Karena lihatlah, wanita itu masih tetap hidupkan?" balas Fariz, yang terlihat ia sedang menatap tubuh Syafiqah dengan tatapan penuh dendam.


"Kak, sebenarnya ada apa sih? Mengapa Kak Fariz, sangat membenci Kak Fiqah? Apakah Dia sudah menyinggung Kak Fariz?" tanya Rizka begitu penasaran. Mendengar pertanyaan Rizka, Fariz pun tersenyum sinis.


"Heh! Dia hanya seorang wanita sombong yang tidak punya perasaan! Karena keangkuhan wanita itu, menyebabkan wanita yang Aku cintai meninggal dalam keadaan bunuh diri!"


Mendengar balasan Fariz pada Rizka, membuat Syafiqah terkejut mendengar. Karena sepertinya ia mengetahui siapa yang sedang mereka bicarakan. Dan tiba-tiba saja ia tersenyum kecut, karena menyadari kebodohannya. Yang selama ini ia berpikir Fariz adalah cinta sejatinya. Namun kenyataannya semua yang ia dapatkan palsu.


"Hah? Sampai bunuh diri? Siapa di..." belum selesai Rizka, bertanya tiba-tiba pintu ruangan Syafiqah, kembali terbuka. Dan muncullah seorang pria paruh baya, dengan seorang wanita paruh baya juga, kedua terlihat terkejut saat melihat Fariz dan Rizka.


"Kalian? Sedang apa kalian berada disini hah?" tanya Pria paruh baya tersebut.


"Om Teddy? Tante Jenny? Kalian sendiri mau ngapain kesini?" tanya Fariz terdengar datar.


"Mau ngapain Kau bilang? Ya tentu saja mau menjenguk keponakanku!" balas Pria yang dipanggil Teddy tersebut.


"Keponakan?" Fariz mengulurkan perkataan Teddy, lalu ia pun tersenyum sinis, "Heh..mana ada seorang Om mau membunuh keponakannya sendiri?" katanya masih terdengar datar. Teddy yang mendengar perkataan Fariz terlihat terkejut.


"Kau! Dari mana kau tahu hah?" tanya Teddy, terlihat dari raut wajahnya, seperti tertekan setelah mendengar perkataan Fariz. Namun seketika mata mengarah ke Rizka.


"Huh! Anak ini memang tidak bisa memegang rahasia ya!" kata Teddy lagi pada Rizka, dengan tatapan mata kemarahan padanya.


"Heh.. jangan memarahi dia Om! Dia tidak salah kok, dia mengatakan itu, hanya ingin mengungkapkan rasa cintanya kepadaku," balas Fariz, terlihat begitu membanggakan diri sendiri.

__ADS_1


"Apa tujuan mu hah?" tanya Teddy, terdengar ketus.


"Sama seperti Om! Tapi karena kita mempunyai selera yang sama. Gimana kalau kita bekerja sama saja! Dan keuntungan kita bisa bagi dua!" balas Fariz, membuat Teddy yang mendengar terlihat kesal.


"Apa kau bilang? Kerjasama? Cih siapa kau hah? Kau hanya orang luar, yang nggak pantas masuk ke dalam keluargaku!" ujar Teddy terdengar begitu murka.


"Yaa saya akui, Saya memang orang luar Om! Tapi bukankah Om tahu, kalau saya ini tunangan keponakan Om? Yang seharusnya satu bulan lagi akan menikah dengannya! Tetapi karena Om Saya jadi harus menunda pernikahan Saya! Lalu bagaimana jadinya ya? Kalau Kekek mengetahui kalau Anaknya, telah mencoba membunuh cucunya saat menjelang pernikahannya, yaa?"


Mendengar penuturan Fariz yang panjang lebar, membuat Teddy tersenyum sinis, "Heh! Apakah kau sedang mengancamku hah? it's okay, silahkan Kamu, ingin mengatakan pada Pak tua itu! Kau pikir Aku takut hah, karena ancaman itu? Apakah kau punya buktinya anak muda?" balas Teddy terlihat begitu tenang.


"Kalau saya mengatakan saya punya bukti, apa yang akan Anda lakukan pada saya hm?" tanya Fariz yang tak kalah santai dari Teddy, membuat Teddy terlihat resah. Dan disaat bersamaan.


"Ada apa ini? Mengapa kalian berdebat diruangan cucuku? Apakah kalian tidak punya etika?" tanya seorang pria tua yang baru saja muncul. Membuat Teddy mau pun Fariz terlihat terkejut.


"Papah!"


" Ada apa? Mengapa wajah kalian terlihat begitu terkejut? Dan apa yang kalian lakukan disini hm?" tanya Pria tua itu yang tak lain adalah Kakeknya Syafiqah, yaitu Wijaya Kusuma.


"Aaah, ti-tidak ada apa-apa kok Pah, Saya dan Jenny hanya menjenguk Syafiqah saja," balas Teddy, terlihat sedikit gugup, "Papah, tidak mendengarkan pembicaraanku dan Fariz? Kalau sampai dia mendengarnya, Aku bakalan tidak akan mendapatkan apa-apa," batin Teddy, terlihat resah.


"Hmmm...ya sudah kalau sebaiknya kalian tinggal tempat ini!" titah Wijaya terdengar ketus, dengan tatapan ketidak sukaannya terhadap Teddy dan keluarganya.


"Baiklah Pah! Kalau begitu kami pamit! Ayo Jenni, Rizka!" ucap Teddy, yang kemudian ia pun langsung melangkah menuju pintu dan diikuti oleh Jenny dan Rizka. Dan tinggallah Wijaya, Fariz, seta seorang pria yang sedang berdiri di belakang Wijaya, yang pastinya dia Asistennya Wijaya.


Setelah kepergian Teddy beserta keluarganya. Wijaya pun hanya diam dan hanya memperhatikan wajah cucunya yang sedang berbaring lemah di pembaringannya. Ia seakan tak memperdulikan keberadaan Fariz, yang saat ini ia terlihat sedikit resah.


"Mengapa Kakek, seperti tak melihatku ya? Apakah dia sedang marah? Atau jangan-jangan dia sudah tahu, kalau ak..." batin Fariz. Namun belum perkataan batinnya langsung terpotong, karena Wijaya akhirnya buka suara.

__ADS_1


"Fariz!" panggil Wijaya terdengar datar.


"Eh! I-iya Kek?" balas Fariz, terdengar sedikit kaget dan sedikit gugup.


"Aku memutuskan pertunanganmu dengan Syafiqah!" ujar Wijaya, tanpa melihat wajah Fariz sedikit pun. Mendengar perkataan Wijaya Fariz terlihat begitu terkejut.


"Apa Kek?! Apakah Anda bercanda Kek?" tanya Fariz, yang sepertinya ia tak percaya dengan apa yang telah ia dengar.


"Tidak! Saya tidak bercanda!" balas Wijaya terdengar masih datar.


"Tapi apa alasannya Kek? Saya mohon jangan putuskan pertunangan kami kek. Karena saya begitu mencintai Syafiqah Kek," tanya Fariz, dengan wajah yang terlihat sedih. Ia seakan tak terima akan keputusan Wijaya.


"Alasannya, karena Dokter mengatakan Syafiqah tidak memiliki harapan lagi!" balas Wijaya, membuat Fariz begitu terkejut.


"Apa?! Tidak itu tidak mungkin!"


"Ini adalah kenyataannya! Sekarang sebaiknya kamu pergi dari sini! Karena aku ingin bersama Syafiqa sebelum dia pergi!"


"Tapi Kek! Saya juga ingin.." balas Fariz. Namun kembali Wijaya memotong perkataannya dengan cara memperintahkan Pria yang berada tak jauh darinya.


"Toni! Antar Tuan Fariz keluar!"


"Baik Tuan besar! Ayo Tuan Fariz sebaiknya Anda pergi!" kata pria yang dipanggil Toni. Dan ia pun langsung menggiring Fariz keluar dari kamar rawat Syafiqah.


"Kek! Saya mencintai Syafiqah Kek! Jangan putuskan kami kek!" teriak Fariz. Namun tak direspon oleh Wijaya.


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...

__ADS_1


__ADS_2