CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
SIAPA PRIA ITU?


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Jangan pernah tangisi Nasi yang telah menjadi bubur. Karena itutidak akan menjadi nasi kembali.


Syukuri saja, dan nikmati bubur yang ada. Lalu tambahkan dengan banyak bumbu dan bahan lainnya. Maka bubur akan semakin nikmat dan menggoda selera.


Begitu juga dengan kehidupan kita. Jangan mengeluh, Jangan kecewa, dan Jangan berharap sesuatu yang tidak mungkin.


Bismillah saja!


TAKDIR yang telah dituliskan untuk kita adalah yang paling terbaik. Jika kita disukai banyak orang Alhamdulillah.Jika kita dihujat, tandanya kita harus mengubah diri agar menjadi lebih baik lagi.


So Syukuri apa yang sudah jadi takdir kita. Hargai apapun yang telah menjadi milik kita. Pertahankan apa yang sudah kita dapatkan


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


Setelah melakukan perjalanan yang cukup lama, kini mobil Afnan telah memasuki area perparkiran rumah sakit. Setelah Ikhsan memarkirkan mobilnya dengan sempurna. Keduanya pun langsung turun dan langsung memasuki rumah sakit tersebut. Dan ketika mereka mulai menelusuri koridor rumah sakit. Mata Afnan berkeliaran kesana-kemari, seperti sedang mencari sesuatu. Dan ketika ia melewati tempat dimana ia pertama kali bertemu Syafiqah. Seketika ia langsung menghentikan langkahnya.


"Ada apa Ustadz? Apakah Antum telah melihat roh Akhwat itu?" tanya Ikhsan, yang terlihat ia ikut menghentikan langkahnya. Karena memang kebetulan ia berjalan dibelakangnya Afnan.


"Tidak! Ana tidak melihatnya, bahkan Ana tidak merasakan keberadaannya. Apakah telah terjadi sesuatu kepadanya ya?" balas Afnan, dengan tatapan mengarah ke sebuah pintu, yang terlihat sedang dijaga oleh dua orang pria bertubuh besar.


"Nah itu dia, Ana juga udah curiga dari kemarin-kemarin. Soalnya setahu Ana, Akhwat itu, dirawat sudah hampir sebulan. Tapi kenapa baru sekarang mereka menyuruh orang untuk menjaganya, iyakan?" ujar Ikhsan, yang tatapannya juga sedang mengarah kedua pria tersebut. Dengan tampang yang sedang curiga pada mereka. Bukankan membalas perkataan sahabat, Afnan, malah memasang tampang seperti memberikan isyarat pada Ikhsan.


"Eh, jangan bilang Lo mau nyuruh Ana untuk.." kata ikhsan lagi, namun perkataannya langsung dipotong oleh Afnan


"Yap benar sekali! Karena Ana harus memastikan sendiri, apa yang telah terjadi didalam ruangan itu. Jadi Antum mengerti dong apa yang harus dilakukan?" ujar Afnan, membuat Ikhsan menghela nafas beratnya.

__ADS_1


"Huuft..! Ana tahu banget bakalan begini! Haiiis.. ya sudahlah, karena ente selalu naik sama Ana, jadi sudah waktunya Ana membalasnya. Tapi ingat ente jangan lama-lama didalam, karena takutnya Ana nggak bisa menahan kedua pria itu lama-lama. Ente pahamkan maksudnya Ana?"


"Iyee Ana paham! Udah sono cepat kerjakan!" titah Afnan terdengar tegas.


"Iya iya, huh! Nggak sabaran banget sih jadi orang!" gerutu Ikhsan. Lalu ia pun menghampiri kedua pria bertubuh besar tersebut. Dan entah apa yang dikatakannya. Tiba-tiba kedua Pria tersebut, mengikuti Ikhsan.


Afnan yang melihat itupun, langsung bergegas masuk. Karena ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dan ketika ia telah berada di dalam ruang rawatnya Syafiqah. Afnan langsung melihat sekeliling ruangan tersebut. Ia seperti sedang mencari sesuatu.


"Hmm.. kenapa tidak ada juga ya? Atau jangan-jangan, rohnya sudah kembali ketubuhnya ya?" gumam Afnan, yang kini tatapannya langsung beralih ke tempat tidur. Dimana diatasnya terdapat seorang wanita yang sedang berbaring, dengan tubuh yang masih terdapat peralatan medis. Lalu dengan perlahan ia pun mendekati tempat tidur tersebut, dengan tatapan masih mengarah pada wajah wanita yang berada di atas tempat tidur.


"Mengapa roh kamu tidak Ada ya? Apakah sebenarnya roh kamu sudah kembali ketubuh kamu ya?" tanya Afnan , terdengar lirih.


"Eh, tunggu dulu, sepertinya ada yang berbeda, pada akhwat itu deh? Atau jangan-jangan inj sebuah jebakan? Aah sebaiknya aku harus cepat meninggalkan ruangan ini!" gumam Afnan lagi. Lalu dengan langkah cepat ia pun langsung bergegas keluar dari ruangan tersebut.


...*****...


Nampak seorang pria sedang memperhatikan layar monitor yang terpampang di depan. Dan tak berapa lama, seorang pria tua memasuki ruangan tersebut dan langsung mendekatinya.


"Siapa Pria itu Tony?" tanya Pria tua yang baru saja masuk keruangan monitor tersebut.


"Saya juga tidak tahu Tuan besar! Karena baru sekarang saya melihatnya, tapi sepertinya pria itu mengenal Nona Syafiqah. Dan saya merasa pria itu sedikit aneh Tuan," jelas pria yang dipanggil Tony tersebut.


"Coba kamu putar kembali saya ingin melihatnya," titah Pria tua yang tak lain adalah Kakeknya Syafiqah yaitu Wijaya Kusuma.


"Baik Tuan!" balas Tony. Lalu sesuai perintah Wijaya, Tony pun memutar kembali video yang terekam lewat CCTV yang berada di ruanng rawatnya Syafiqa. Dan Wijaya pun melihat adegan yang terjadi diruangan tersebut, bahkan ia juga mendengar setiap perkataan yang keluar dari mulut Afnan. Dan itu membuat Wijaya semakin penasaran dengannya.


"Apakah kamu sudah menyelidiki siapa pria itu Tony?" tanya Wijaya, dengan tatapan yang masih terfokus pada layar monitor, yang disana terlihat seorang pria berbaju Koko, dan berpeci hitam tersebut.

__ADS_1


"Sudah Tuan! Namanya Afnan Ikhbar Shaqir, berumur tiga puluh tahun. Beliau baru pulang dari Kairo dan sekarang, tinggal di pondok pesantren Nurul Hidayah. Putra kedua dari kyai Abdur Rahim Dan Nyai Salamah, Tuan," jelas Tony mengungkapkan siapa Pria yang tadi sempat berada di ruangan tempat Syafiqah dirawat.


"Putra seorang kyai? Hmm..besok aturlah, pertemuanku dengannya. Ingat jangan rahasiakan ini! Karena aku tak mau para cecunguk itu mengetahuinya, Kamu paham?" ujar Wijaya terdengar begitu tegas.


"Paham Tuan besar!" balas Tony, seraya ia membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Wijaya.


"Bagus! Kalau begitu mari kita pergi dari sini! Suruh mereka tetap mengawasi kamar tersebut!" kata Wijaya lagi, seraya ia melangkah menuju pintu keluar.


"Baik Tuan!" Tony pun langsung memberikan isyarat pada para anak buahnya. Setelah mendapatkan anggukan dari mereka, Tonny langsung pergi untuk menyusul majikannya, yang ternyata sang majikan sudah berada di dalam mobilnya. Setelah Tony ikut masuk, sang supir langsung melajukan mobilnya.


"Apakah kamu mengingat perkataan anak muda itu Tony?" tanya Wijaya, ketika mobil telah melaju.


"Iya saya ingat Tuan!"


"Apakah kamu percaya kalau dia roh Syafiqah?" tanya Wijaya lagi, yang sepertinya ia masih mengingat perkataan Afnan, yang terekam oleh cctv.


"Eh, maaf Tuan! Tapi setahu saya roh akan keluar dari tubuh seseorang, bila ia sudah mati. Jadi menurut saya orang itu pasti berbohong Tuan," balas Tony, tanpa ragu


"Dia berbohong? Tapi untuk siapa dia berbohong?"


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...


Jangan lupa dukung author terus ya..🙏🥰


jangan pelit dong untuk bonusin author dengan vote nya. biar author semakin semangat nih 🥺


dan berikan like , seta hadiahnya juga ya 😁😁 dan jangan lupa juga komentar para readers akan menjadi pemicu inspirasi author..jadi jangan lupa ya guys 🙏😉 syukron 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2