CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
FIQAH YANG MANJA.


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hadits 🦋⊱◈◈◈⊰─


SEGALA KEBAIKAN ADALAH PENERANG


Perhatikan setiap waktu yang kita miliki. Bahkan setiap menit yang mengiringi nafas kita. Waktu, ilmu dan amal kebaikan adalah modal yang sangat berharga.


Karena itu jangan pernah abaikan setiap kebaikan yang ada di depan mata. Cerdaslah memilih setiap bisikan hati diantara ajakan kebaikan dan rayuan keburukan. Perkaya hati dengan iman dan ilmu. Agar kita selalu tepat dalam mengisi waktu.


Segala kebaikan adalah penerang. Sedangkan keburukan adalah sumber kegelapan. Isilah setiap waktu kita dengan berbagai kebaikan yang bisa kita lakukan. Agar kita tak menyesal saat telah berada di dalam kuburan. Tempat sepi itu pasti akan kita singgahi di suatu saat nanti. Wallahu A'lam


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


Dua Minggu kemudian.


Keadaan Syafiqah, berangsur-angsur mulai pulih. Sama halnya dengan babynya yang saat ini pun sudah terlihat normal, setelah hampir dua minggu ia berada di inkubator. Bahkan dokter juga sudah menyatakan, kalau ibu dan anak itu sudah diperbolehkan pulang. Betapa senangnya Afnan saat mendengar itu.


Afnan pun langsung meminta bantuan lagi pada temannya yang kebetulan penduduk Asli disana. Sehingga mudahkan ia untuk membawa anak dan istrinya ke tanah airnya kembali. Setelah melakukan persiapan yang cukup matang. Akhirnya Afnan berhasil membawa istri dan anaknya kembali ke tanah air.


Setibanya mereka di tanah air mereka langsung disambut oleh keluarga Afnan, maupun keluarganya Syafiqah. Bahkan mereka juga ternyata telah menyiapkan syukuran, atas kembalinya Afnan serta Syafiqah dengan selamat. Kebahagiaan begitu terpancar di wajah-wajah mereka, tatkala mereka mengetahui kalau cucu mereka telah lahir.


"Alhamdulillah.. Umi bahagia banget. Karena pada akhirnya, anak bungsu Umi, sudah memberikan cucu juga buat Umi," ujar Umi Salamah, tatkala Syukuran telah usai. Dan kini mereka semua sedang berkumpul di ruang keluarga di rumahnya Afnan.


"Apa lagi saya Nyai, rasanya saya tidak percaya, di umur saya yang sudah tua ini, Saya masih diberikan kesempatan untuk melihat cicit Saya," sambung Wijaya, dengan wajah yang terlihat begitu terharu, saat melihat bayi kecil yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Allah Maha mengkhendaki. Karena segala sesuatunya terjadi sudah dirancang olehnya. Dan rencananya itu selalu yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya. Untuk itu sudah sepatutnya kita itu harus banyak-banyak bersyukur, pak Wijaya," timpal Kyai Abdur Rahim.


"Benar Pak kyai. Rencana Allah memang selalu yang terbaik bagi hamba-Nya. Terutama bagi saya berserta cucu saya Syafiqah. Dan saya sangat bersyukur sekali, karena telah mengenal Nak Afnan. karena lewat Dialah kami yang dulunya sangat jauh dari Allah dan agama-Nya. Kini Alhamdulilah kami menjadi dekat kepada-Nya," balas Wijaya penuh rasa haru, dan rasa syukur.


Afnan langsung tersenyum lembut mendengar perkataannya Wijaya, "Maaf kek diralat, bukan karena saya loh, tetapi karena Allah Kek," katanya sambil mengangkat jari telunjuknya ke atas.


"Kek? Di antara manusia ada orang-orang yang Allah inginkan kebaikan padanya. Nah kakek dan Fiqah adalah salah satunya. Dan diawali dengan musibah yang dialami Fiqah. Karena musibah juga bagian dari yang dinginan Allah, seperti yang dikatakan dalam sebuah hadits.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR. Al-Bukhari).


Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu merupakan janji Allah didalam Al-Quran.


Allah ﷻ berfirman: “Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar” (QS. Al Baqarah: 155).


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).


"Nah setelah kakek melewati masa-masa ujian tersebut dengan sabar dan ikhlas, pemahaman ilmu pun diberikan oleh Allah kek. Dan itu juga telah dijelaskan juga didalam salah satu Hadits Rasulullah ﷺ.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

__ADS_1


Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus tentang Al-Qur’an dan hadits didasari dengan kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Dan apa bila hatinya yang dipenuhi oleh hawanafsu tidak akan dapat memahami Al-Qur’an dan hadits dengan benar."


Mendengar penjelasan dari Afnan Wijaya langsung memeluk tubuhnya Afnan. Dengan penuh rasa haru dan rasa syukurnya, karena ia telah memiliki cucu mantu yang sangat memahami agama. Sehingga ia jadi banyak memahami ilmu agama, yang selama ini sempat ia abaikan.


"Terima kasih banyak Nak. Terima kasih karena kamu sudah memberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk Kakek dan juga Fiqah. Alhamdulillah, Kakek sangat bersyukur, mendapatkan cucu mantu seperti kamu," tutur Wijaya, dengan suara yang terdengar mulai bergetar. Sepertinya saat ini ia sedang menahan rasa harunya.


"Sama-sama Kek. Anan juga mau mengucapkan terima kasih, karena Kakek sudah mempercayai Anan, untuk menjadi imam Fiqah," balas Afnan, masih didalam pelukannya Wijaya.


"Ya justru kakek, yang berterima kasih, karena kamu mau menerima cucu Kakek yang nakal, itu," balas Wijaya lagi.


"Iikh Kakek! Siapa juga yang nakal sih? Orang Fiqah nggak nakal kok!" protes Syafiqah seraya, yang terlihat ia sedang memangku buah hatinya.


"Ay.. hmm.. iya nggak nakal! Cuma sedikit begajulkan? Coba aja kamu tanyakan sama suami kamu, apa namanya kalau anak perempuan yang suka balapan liar ditengah malam? Pergi dugem sesuka-suka hatinya, hm?" ujar Wijaya, mengingatkan masa lalunya Syafiqah.


"Iiiis, itukan dulu Kek! Masih di jaman baholak! Sekarang Fiqahkan udah nggak nakal lagi, iyakan Mas?" balas Syafiqah terdengar manja. Dan tampak sekali ia sedang meminta bantuan dari suaminya. Membuat mereka yang ada di sana tersenyum lucu melihatnya.


"Iya iya Sayang. Fiqah yang nakal sudah tidak ada lagi. Karena sudah menjadi Fiqah yang manja," goda Afnan, membuat seisi ruangan keluarga itu menjadi tertawa lucu. Namun tampak begitu bahagia.


...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...


Terus dukung author terus ya guys dan jangan lupa tinggalkan jejaknya juga oke.


OH iya, selagi menunggu Ramanda update, yuk mampir ke karyanya 🦋Chacha Shyla.🦋 Cus akh kepoin yuk.😉 Dan jangan lupa juga berikan dukungannya juga ya guys 🙏😉


__ADS_1


SYUKRON 🥰🙏😘


__ADS_2