CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
INGIN MENODAINYA.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Hal yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan bagi kita adalah :


Bahwa beramal salih itu sulit dan belum tentu diterima dan beramal maksiat itu mudah dan belum tentu diampuni


Karena itulah ketika Allah mencintai hamba-Nya, maka Dia akan memberi ampunan kepadanya, sebab kita sangat perlu ampunan Allah sebagai bentuk kasih sayang-Nya di hari perjumpaan kelak


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman;


"Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang"


(QS Ali Imran ayat 31)


Tersisa tantangan besar bagi kita. Bagaimanakah cara terbaik untuk meneladani Rasulullah ﷺ hingga kita sepenuh hati mencintai Rasulullah, hingga Allah pun mencintai kita?


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


"Ana 'uhibuk min allah zawjati, aku mencintaimu karena allah istriku" bisik Afnan. Seketika wajah Syafiqah, langsung merona. Bahkan jantungnya ikut berdegup kencang. Membuat mulutnya, seakan terkunci, sehingga ia bisa protes lagi.


"Loh kok kamu diam sih?" tanya Afnan, dengan lembut. Seraya ia mendekati wajahnya ke wajahnya Syafiqah. Membuat degup jantung Syafiqah semakin tak menentu.


"Eh! Apaan sih kamu! Jangan berbuat yang aneh-aneh deh!" protes Syafiqah, seraya ia melangkah mundur, agar wajanya sedikit menjauh dari wajahnya Afnan.

__ADS_1


"Loh emangnya kenapa Sayang? Emang ada larangannya, kalau Suaminya ingin berbuat aneh-aneh pada istrinya sendiri, hm?" kata Afnan, yang sekali lagi ia mendekati wajahnya ke Syafiqah.


BLUSH.... Seketika wajah Syafiqah semakin memerah. Apalagi tatkala, Afnan menyebutkan kata "Sayang" kepadanya. Di saat bersamaan tiba-tiba saja perut berbunyi, '"KRYUUYUYUK...."


BLUSH.. lagi-lagi wajah Syafiqah semakin memerah. Namun kali ini berasal dari kata malu. Yaa betapa malunya ia di, saat ia sedang menahan gejolak hati dan jantungnya. Tiba-tiba saja perutnya tidak bisa diajak kompromi. Sedangkan Afnan malah tersenyum, ketika ia mendengar suara yang berasal dari perutnya Syafiqah.


"Kamu lapar? Ayo sini," tanya Afnan, seraya ia menggandeng tangan Syafiqah, dan membawanya kembali ke tempat tidurnya. Dan tanpa memberi aba-aba, ia langsung mengangkat tubuh Syafiqah.


"Kyaaak!" teriak Syafiqah, karena ia begitu terkejut, ketika tubuhnya yang tiba-tiba melayang keatas.


"Tunggulah disini, saya akan membelikan makanan untuk kamu," kata Afnan seraya ia membaringkan tubuh Syafiqah ketempat tidurnya. Setelah itu ia juga mengecup lembut Dahi istrinya itu.


Syafiqah yang diperlakukan begitu manis oleh suaminya itu, tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya tertegun ketika melihat kelembutan serta kasih sayang yang diberikan Afnan untuknya. Apalagi ketika melihat Afnan, yang sebelum pergi ia menyempatkan diri untuk mengecup dahinya dengan lembut. Membuat jantung semakin bergejolak tak menentu.


"Ini lagi, jantungku! Kenapa juga detaknya begitu kecang sih? Bikin orang mati kutu aja deh!" gerutunya lagi terlihat sedikit kesal pada dirinya sendiri, "Aah..tau akh..! Lebih baik aku pura-pura tidur saja! Dari pada harus merasakan hal yang aneh lagi!" gumamnya lagi, seraya ia menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya dari kaki hingga kepalanya.


Dan belum lama ia mengerukupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Dan seketika jantungnya pun kembali berdetak dengan kencangnya. Karena sudah pasti ia berpikir suaminyalah yang telah membuka pintu ruang rawatnya tersebut. Namun diluar dugaannya, ketika ia mendengar suara bariton yang berbeda dengan suara suaminya.


"Yank, kamukah itu?"


Mendengar pertanyaan suara pria yang amat ia kenali dengan spontan, Syafiqah langsung membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dan seketika matanya langsung terbelalak ketika melihat seorang pria yang kini sudah berdiri tepat di sisi ranjangnya, "Fariz!!" sentaknya, dan ia langsung terduduk. Yaa ternyata bukan Afnan yang tadi membuka pintu ruangannya. Melainkan Fariz si mantan tunangannya.


"Kenapa kamu bisa ada disini? Dan bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada disini?" tanya Syafiqah, seraya memberikan tatapan yang begitu dingin kepada Fariz.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu sih Yank? Dan apa ini, kenapa kamu menyambutku dengan tatapan dingin begitu sih? Memang kamu tidak kangen ya sama Aku?" tanya Fariz, balik. Seraya ia bermaksud ingin duduk di ranjangnya Syafiqah. Namun dengan spontan tangannya Syafiqah langsung mendorong tubuhnya Fariz.

__ADS_1


"Menjauhlah dariku!" serunya, membuat Fariz tampak begitu terkejut.


"Eh! Kamu kenapa Yank? Apakah kamu marah, karena kelemahanku ini Yank? Yaa aku akui, kalau begitu lemah dan aku bukanlah anak orang kaya, seperti yang diharapkan Kakek kamu. Tapi Yank, Aku tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan cinta kita. Maka dari itu walaupun Kakek kamu selalu menghalangiku, untuk bertemu denganmu. Aku tetap tidak akan menyerah dan Aku selalu mencari kesempatan agar kita bisa bertemu, seperti saat ini Yank, Aku sudah datang, jadi aku mohon, jangan usir Aku. Karena itu sangat menyakitiku Yank," ujar Fariz, panjang lebar dan dengan penuturan yang yang begitu lembut, karena ia berharap Syafiqah akan luluh dengan rayuannya itu.


"Berhentilah berkata-kata omong kosong dihadapanku, Fariz! Karena itu tidak akan membuatku terpengaruh! Jadi sekarang sebaiknya kamu tinggalkan tempat ini!" cetus Syafiqah, dengan tatapan yang dipenuhi dengan kebencian.


"Ada apa denganmu Yank? Kenapa kamu seperti ini? Jelaskan padaku Yank? Meng..."


Mendengar pertanyaan-pertanyaan Fariz, membuat Syafiqah semakin kesal. Apalagi, ketika Fariz mamanggil dirinya dengan sebutan "Yank", membuat ia merasa jijik mendengarnya. Sehingga ketika Fariz, masih melontarkan pertanyaannya ia pun langsung berteriak, membuat Fariz seketika menghentikan perkatanya.


"Aaaakh..!!.Diam! Berhenti memanggilku dengan sebutan Yank! Karena itu terdengar begitu menjijikkan! Sekarang pergilah dari sini!" bentak Syafiqah. Membuat mata Fariz terbelalak saking terkejutnya. Karena melihat sikap Syafiqah yang berubah seratus delapan puluh derajat itu. Apalagi ketika melihat mata Syafiqah yang begitu tajam mengarah kepadanya.


"Sebenarnya ada apa dengan Fiqah? Kenapa dia berbeda begini? Apa mereka sudah mencuci otaknya? Sehingga ia melupakan Aku? Kalau seperti ini terus, gue jadi ingin menodainya!" batin Fariz, yang terlihat ia masih mentap Syafiqah dengan tatapan penasarannya,


"Tidak bisa begini! Kalau aku pergi begitu saja, maka semua rencanaku akan gagal! Apa aku nodai saja dia disini ya? Karena cuma hari ini saja kesempatan yang ada! Baiklah kalau begitu sekarang juga gue harus buat dia menjadi milikku seutuhnya!" batin Fariz lagi. Lalu ia pun kembali mendekati Syafiqah, dengan memasang wajah yang terlihat begitu sedih.


"Jangan lakukan ini padaku Fiqah! Aku begitu mencintaimu," katanya dan langsung memeluk Syafiqah seraya ia mendorong tubuhnya. Sehingga kini posisi Syafiqah kini berada dibawah tubuhnya Fariz.


"Kyaaaak!! Apa yang Lo lakukan hah? Lepaskan gue b*j*Ngan!" teriak Syafiqah seraya ia mendorong tubuhnya Fariz dengan sekuat tenaganya. Namun tenaga Fariz lebih kuat, sehingga dorongan Syafiqah tiada artinya.


"Lepaskan gue Fariz! TOLOOOONG!!!"


...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...


Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉

__ADS_1


__ADS_2