CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
ISTRIKU SUDAH MULAI BERANI?


__ADS_3

─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hikmah 🦋⊱◈◈◈⊰─


🌹ARTI SEBUAH KEMENANGAN🌹


Kemenangan bukanlah hanya ketika kita berhasil mengalahkan lawan di suatu pertandingan. Dan bukan hanya ketika kita berhasil mencapai prestasi terbaik. Bahkan, bukan hanya ketika kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup ini.


Tapi, kemenangan adalah saat di mana kita dapat melawan suatu kegagalan. Saat ketika kita dapat mengatasi musibah. Saat ketika kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan. Dan, ketika kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu.


Kemenangan adalah saat menjadikan setiap ujian semua sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta kepada kita. Saat dimana kita menyadari betapa kita dapat belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami. Bahkan saat dimana kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, sehingga kadang-kadang kita merindukan sebuah kegagalan. Karena kegagalanlah yang membuat kita sadar di mana kita berada.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


"Kamu mau pergi meninggalkan aku Sayang?"


Mendengar suara pria yang terdengar lemah, apalagi ketika tangannya ditahan membuat Syafiqah, langsung tersentak. Dan ia pun langsung membalikkan tubuhnya. Dan tampaklah olehnya, Afnan yang terlihat sudah membuka matanya. Walaupun masih terlihat sulit baginya untuk membuka matanya.


"Afnan! Kamu bangun?" kata Syafiqah, terlihat senang, "Tunggu sebentar yaa, Fiqah panggil dokter dulu," katanya lagi, seraya ia melepaskan genggaman tangannya Afnan. Setelah itu ia pun berlari meninggalkan Afnan untuk memanggil sang Dokter. Dan sepuluh menit kemudian Ia kembali lagi bersama seorang dokter Pria.


"Syukurlah Anda sudah sadar Pak! Kalau begitu saya periksa sebentar ya Pak!" ujar sang Dokter. Dan hanya dianggukan saja oleh Afnan. Sang Dokter pun mulai memeriksa keadaan Afnan.


"Alhamdulillah, semuanya sudah mulai normal. Jadi tinggal menunggu masa pemulihan saja. Oke Istirahat yang cukup, Insya Allah Anda akan segera pulih kembali," ujar sang Dokter, seraya ia menyuntikkan cairan ke botol infusnya Afnan.

__ADS_1


"Aamiin, terima kasih Dok," balas Afnan. Masih terdengar lemah.


"Sama-sama Pak Afnan! Kalau begitu saya permisi dulu" ujar Sang Dokter, dan hanya dianggukan oleh Afnan saja.


"Terima kasih banyak Dok," sambung Syafiqah, pada sang Dokter yang terlihat ia sudah mulai melangkahkan kakinya menuju pintu.


"Sama-sama Nyonya!" kata Sang Dokter, seraya ia memberikan senyuman ramahnya. Setelah itu sang Dokter pun keluar dari ruang rawat Afnan dan menghilang di balik pintu.


Sementara Syafiqah terlihat masih berdiri di tempatnya. Seraya ia masih menatap wajah suaminya. Sedang Afnan yang melihat perubahan pada istrinya ia pun tersenyum. Namun masih terlihat agak lemah.


"Apakah kamu akan seterusnya berdiri di situ Sayang? Kemarilah Sayang," ujar Afnan, dengan tatapan yang terlihat masih sedikit lemah. Namun ia juga terlihat senang karena melihat perubahan pada istrinya.


Mendengar permintaan Afnan, Syafiqah pun dengan perlahan melangkahkan kakinya, menghampiri tempat tidurnya Afnan. Saat istrinya sudah berada di sisi tempat tidurnya, Afnan tersenyum lembut pada Syafiqah seraya berkata, "Maa shaa Allah, dugaanku benar, kalau istri akan semakin cantik, bila memakai hijab itu," katanya seraya ia meraih tangan Syafiqah, lalu ia mengecupnya dengan lembut.


"Tidak apa-apa kok Sayang, aku sengaja membelinya memang untuk kamu. Dan Alhamdulilah ternyata sangat cocok sama kamu, tapi apakah kamu suka Sayang?' tanya Afnan dan langsung dianggukan oleh Syafiqah.


"Alhamdulillah, kalau kamu suka. Ya sudah sekarang kamu dudulah disini Sayang," katanya lagi, seraya ia menepuk tempat tidurnya tepat di sisinya.


"Eh, tapi..." kata Syafiqah terlihat ragu-ragu.


"Sssth... nggak ada tapi-tapiaa! Ayolah naik dan duduk di sini," potong Afnan. Dan mau tak mau akhirnya Sayfiqah pun mengikuti keinginan suaminya. Dan akhirnya ia pun naik ke atas pembaringan suaminya tepat disampingnya Afnan. Pada awalnya ia hanya duduk Saja. Namun tiba-tiba Afnan menarik pundaknya dan otomatis ia pun terjerembab ke belakang. Hingga akhirnya tubuhnya pun ikut terbaring di tempat tidurnya Afnan.


"Afnan! Jangan begini! Nanti kalau ada yang masuk gimana? Kan malu!" protes Syafiqah, terlihat ia merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Kok Afnan lagi? Bukankah tadi kamu sudah memanggilku Sayang ya? Kenapa sekarang tidak lagi sih Sayang?" protes Afnan. Membuat mata Syafiqah langsung membulat karena terkejut mendengarnya.


"Ah..! Kamu mendengarnya?" tanyanya dengan wajah yang terlihat sedikit memerah. Karena sudah pasti ia merasa malu.


"Iya Sayang, Suamimu ini mendengar semuanya. Bahkan aku juga bisa merasakan saat kamu menciumi wajahku, Sayang," balas Afnan. Mendengar perkataan Afnan, Bluus...!! Seketika wajah Syafiqah kembali memerah. Apalagi saat ini detakan jantungnya semakin tak menentu. Membuat ia menjadi bingung harus berkata apa.


"Eh..Anu.. ma-maaf Aku su-sudah la-lancang!" kata Syafiqah terbata-bata.


"Kenapa harus minta maaf Sayang? Kitakan Suami istri. Jadi tidak akan ada melarang kamu melakukan apapun padaku. Karena Aku milikmu Sayang, berarti kamu bebas menciumku, kapanpun kamu inginkan, jadi jangan malu lagi ya?" ujar Afnan dengan lembut. Seraya ia menoel pucuk hidungnya Syafiqah, yang kini masih memerah.


"Benarkah? Kalau begitu kalau aku menggigitmu, apakah boleh juga?" tanya Syafiqah, yang tampaknya mulai ada keberanian pada dirinya. Afnan yang mendengar hal itu, sedikit terkejut, namun ia langsung tersenyum senang.


"Boleh juga sih. Tapi emangnya kamu tega, menggigit suami kamu yang masih sakit ini Sayang?" tanya Afnan, sambil memasang wajah sendu, agar Syafiqah menjadi iba melihanya.


"Tega kok, Aku gigit sekarang ya!" kata Syafiqah, seraya ia bangkit dari tidurnya dan langsung duduk disebelah Afnan. Dan tanpa memberi aba-aba ia langsung menggigit pipi Afnan dengan gemas. Membuat Afnan langsung berteriak.


"Aaaakh..!" pekik Afnan, ia juga sedikit terkejut, karena ia tak menyangka kalau Syafiqah ternyata benar-benar menggigit dirinya, "Kok benaran sih Sayang? Kan sakit benaran juga nih," keluh Afnan serya ia menatap wajah Syafiqah yang saat ini ia sedang menahan senyumnya.


"Biarin! Itu hukuman! Siapa suruh kamu nggak bangun-bangun! Jadinya akukan kangeen tau!" kata Sayfiqah, seraya ia melipat kedua tangannya di bawah dadanya. Mendengar ucapan Syafiqah, Afnan sedikit kaget sekaligus senang.


"Hah..?! Istriku sudah mulai berani?"


...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...

__ADS_1


Terus dukung author ya guys dan jangan lupa berikan 👉 ⭐ ⭐⭐⭐⭐ + 👍 serta komentarnya oke 😉 Syukron 🙏🥰


__ADS_2