
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
Allah sendiri telah menyatakan bahwa rahmat dan kasih sayangnya meliputi seluruh makhluk hidup. Bahkan Kasih sayang Allah juga meliputi semua manusia, baik mereka beriman ataupun Tidak. Tetapi Allah juga menyatakan bahwa rahmat-Nya didahulukan atas murka-Nya.
Di dalam memperlakukan hamba-Nya, seburuk apapun hamba itu, Allah mendahulukan sifat rahmat daripada murkanya. Sebab itu, Allah tidak pernah bosan memberi ampun kepada hamba-Nya yang telah bermaksiat. Bahkan ketika seorang hamba itu berulang kali bersalah dan berulang kali pula bertaubat. Allah menyatakan Dia tidak akan pernah bosan menerima taubat hamba-Nya, sampai hamba tersebut yang bosan bertaubat.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*
Setelah istrinya tampak telah rapi Afnan, pun langsung mengajak istrinya. Namun sebelum berangkat, mereka menyempatkan diri untuk berpamitan pada Wijaya. Setelah mendapatkan izin akhirnya mereka pun berangkat menuju ke pondok pesantren memilik orang tuanya Afnan.
Disepanjang perjalanan, tampak wajah Syafiqah terlihat jutek. Karena memang sebenarnya ia bermaksud ingin kekantornya sebab ia ingin segera menyelesaikan permasalahannya dahulu. Namun karena Afnan bersikeras ingin membawanya untuk menemui orang tuanya. Apalagi tadi Kakeknya sempat mengancamnya. Membuat ia jadi tak berdaya, dan akhirnya mau tak mau ia pun mengikuti keinginan Afnan.
"Kamu kenapa Sayang? Kok wajahnya jutek banget sih?" tanya Afnan, seraya ia melirik Istrinya dengan sekilas, karena saat ini ia sedang fokus pada mengemudinya.
"Nggak papa!" jawab Syafiqah dengan ketus.
__ADS_1
"Ay, ketus banget sih Sayang? Tapi nggak papa deh, Aku tetap suka kok. Malahan tamba cantik dan menggemaskan loh," ujar Afnan, sambil ia kembali melirik ke arah istrinya, yang kebetulan sedang melirik dirinya juga. Dan Afnan pun langsung mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Syafiqah langsung membulat dan seketika ia pun langsung membuang pandangannya sambil mendengus.
"Huh! Dasar pria genit tukang gombal!" gerutunya, Namun masih terdengar oleh telinganya Afnan, dan ia pun langsung tersenyum lucu.
"Sayang ingat loh, Pria genit dan tukang gombal ini Suami kamu loh. Lagian genit dan tukang gombalnya jugakan sama istri sendiri, jadi sah-sah saja dong, iyakan?" ujar Afnan, seraya ia tersenyum lembut pada istrinya. Namun tetap saja, dibalas Syafiqah dengan lengusannya saja.
"Hum...Au akh! Emang gua pikirin!" gumamnya, sambil membuangkan wajahnya kesamping jendela tempat ia duduk. Melihat hal itu Afnan, pun tak mau mengganggunya lagi. Karena sepertinya saat ini mood istrinya sedang tidak bagus, makanya ia akhirnya memilih diam dan hanya memfokuskan pada menyetirnya saja.
Keheningan pun tercipta di mobilnya Afnan. Namun itu tak berlangsung lama, karena tak berapa lama, mobil Afnan, ternyata sudah memasuki kawasan area pondok. Bahkan kini mobilnya mulai memasuki pintu gerbang pondok. Dan tak berapa lama mobil pun berhenti tepat didepan sebuah rumah berlantaikan dua, yang sudah pasti rumah itu milik orang tua Afnan.
Setelah berada diluar, Syafiqah terlihat begitu risih. Karena ternyata, saat ini, ia menjadi pusat perhatian dari beberapa santriwati yang kebetulan sedang berada di sana. Pandangan mereka yang memperhatikan dirinya begitu intens, bahkan ia juga dapat mendengar bisikan-bisikan dari mereka, yang tampaknya mereka sedang penasaran pada dirinya.
"Eh, siapa Akhwat yang dibawa Ustadz Afnan, Sarah?" bisik salah satu santriwati, yang terlihat ia begitu penasaran.
"Maaf ty Indah, Ana juga tidak tahu. Tapi Ana pernah mendengar obrolan Ustadz Faisal dan Ustadz Ikhsan, dan Ana dengar, kalau Ustadz Afnan, sudah memiliki istri sih. Apa itu ya Istrinya Ustadz Afnan?" balas santriwati yang dipanggil Sarah tersebut, dengan berbisik juga.
"Ah mana mungkin itu istrinya Ustadz! Masa isterinya Ustadz tidak berhijab sih?" sentak Santriwati yang dipanggil Indah. Ia tampak terkejut saat mendengar perkataan dari Sarah, sehingga tanpa sadar suaranya keluar begitu saja dan otomatis terdengar oleh Afnan maupun Syafiqah.
__ADS_1
"Mengapa tidak mungkin, Indah? Apakah seorang Ustadz tidak boleh memiliki istri yang tidak berhijab hm?" sahut Afnan, membuat Indah langsung menutup mulutnya, dan tatapannya langsung beralih kesumber suara.
"Eh, U-ustadz? Ma-maaf Ustadz Ana..." balas Indah, tampak ia begitu gugup. Karena ketahuan telah membicarakan ustadznya sendiri.
"Jawab pertanyaan Ustadz tadi? Apakah seorang Ustadz tidak boleh memiliki seorang istri yang tidak berhijab hm?" potong Afnan, mengulangi pertanyaannya yang tadi, Pada Indah.
"Boleh sih Ustadz, hanya saja, kebanyakan seorang Ustadz pasti istrinya berhijab Ustadz. Dan Ana belum pernah melihat seorang Ustadz yang memiliki Istri yang tidak berhijab," balas Indah, apa adanya.
"Nah sekarang kamu bisa melihatnya! Karena wanita yang kalian ghibahkan tadi, dia memang Istriku! Jadi apa yang akan kamu katakan sekarang hm?" kata Afnan, membuat Indah maupun Sarah, terlihat begitu terkejut, karena mereka tidak menyangka kalau Ustadz yang selama ini mereka kagumi ternyata menikah dengan wanita yang tak memakai hijab.
"Hah??"
...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...
Jangan lupa Dukung author ya 😉 Berikan VOTE, LIKE, HADIAH, & KOMNTAR. Biar Author semangat UP Oke😉
__ADS_1