CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
IJAB QOBUL.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Hanya, 4 katagori yang selamat dari bencana. Yang pertama, ada iman didada. Buah dari ilmu yang mengolah semua. Sehingga ilmu berbuah menjadi sesuatu yang berguna. Yang membuat perubahan ilmu yang menjadi iman dengan dilaksana.


Yang kedua, amal sholih yang menyata. Buah dari ilmu yang tepat berguna. Harinya adalah mengamal ilmu menjadi iman dan dinyatakan dengan amal sholih yang bermanfaat kepada sesama.


Yang ketiga, ibarat pagar yang menjaga. Saling menasehati agar tetap benar diatas kebenaran yang ada. Kadang keliru dalam memahami dari sinilah nasehat itu membetulkan agar tak alpa.


Kesabaran menjadi yang ke-empat harus dijaga. Saling menasehati agar sabar ditempa. Sakit dan sulit sudah menjadi jalan biasa. Nasehat sabar harus tetap ada.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*


"Baiklah Kek, saya siap untuk menikahi cucu Kakek Syafiqah!" ujar Afnan, terdengar begitu tegas. Dan langsung disambut dengan kata..


"Alhamdulillah.." ucap mereka secara serentak.


"Baiklah karena Anak saya sudah setuju, jadi alangkah baiknya bila kita langsungkan saja acara akad. Bagaimana pak Wijaya?" tanya Kyai, pada Wijaya.


"Saya sangat setuju banget Pak yai! Kita mulai saja sekarang Ijab qobulnya," balas Wijaya terlihat begitu bersemangat.


"Baiklah, sebelum kita mulai acara Akadnya, saya ingin bertanya dulu pada Nak Afna. Nak, apa yang ingin kamu berikan sebagai mahar untuk calon istrimu Nak?" tanya Abdur Rahim, pada Anak bungsunya itu.


"In shaa Allah Ana akan memberi dia seperangkat alat sholat berserta Cincin berlian sebagai maharnya Abi.


"Alhamdulillah. Baiklah kalau begitu, karena wali pengantin wanitanya sudah meninggal. Maka yang akan menjadi walinya adalah Kakeknya sendiri. Untuk itu Nak Afnan jabatlah tangan Kakek Wijayanya Nak," ujar Kyai Abdur Rahim. Meminta anaknya agar menjabat tangan Wijaya.

__ADS_1


"Na'am Abi," balas Afnan, lalu ia pun mengikuti instruksi dari sang Ayah dan ia pun menjabat tangan Wijaya.


"Baiklah Pak Wijaya, silakan dimulai saja Pak," kata Kyai lagi pada Wijaya dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Wijaya. Lalu ia menarik nafas panjang dan..


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda, Afnan Ikhbar Shaqir bin Abdur Rahim?" panggil panggil Wijaya.


"Saya Kek,!" sahut Afnan dengan tegas.


"Saya Nikahkan engkau dengan cucu kandung saya Syafiqah Ulfairah binti Dirga Surya Kusuma, dengan mas kawin berupa, alat sholat serta cincin berlian dibayar tunai!" ucap Wijaya terdengar tegas, sembari ia menghentakkan tangannya.


Afnan pun langsung menyambutnya dengan lantang, "Saya terima nikah Syafiqah Ulfairah binti Dirga Surya Kusuma dengan mas kawin tersebut tunai!" balas Afnan, yang hanya dengan satu tarikan nafas dan dengan suara yang terdengar lantangnya ia mengijab qobul Syafiqah.


"Bagaimana para saksi? Apakah Sah?!" tanya Kyai Abdur Rahim pada para undangan yang ikut menyaksikan acara sakral tersebut.


"Sah!"


Bârakallâhu laka wa bâraka ‘alaika wa jama‘a bainakumâ fî khairin


Artinya: “Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.”


Selain doa yang diajarkan oleh Rasulullah di atas Abdur Rahim menambahi doa untuk kebaikan bersama khususnya bagi kedua mempelai.


" Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ


Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adama dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.”


Doa penutupnya.

__ADS_1


Allâhummaj’al hâdzal ‘aqda ‘aqdan mubârakan ma’shûman wa alqi bainahumâ ulfatan wa qarâran dâiman wa lâ taj’al bainahumâ firqatan wa firâran wa khishâman wakfihimâ mu’natad dunyâ wal âkhirah


Artinya: “Ya Allah, jadikanlah akad ini sebagai ikatan yang diberkahi dan dilindungi, tanamkan di antara keduanya kerukunan dan ketetapan yang langgeng, jangan Engkau jadikan di antara keduanya perpecahan, perpisahan dan permusuhan, dan cukupi keduanya bekal hidup di dunia dan akhirat.”


Setelah doa selesai dengan diakhiri kata "Aamiin" oleh para saksi. Wijaya pun langsung memeluk Afnan penuh rasa haru. Bahkan ia sampai menitikkan air mata kebahagiaannya. Karena pada akhirnya ia telah menemukan orang yang tepat untuk Cucunya.


"Terima kasih Nak! Tuntas sudah tugas Kakek, setelah menikahkan Fiqah dengan kamu. Dan sekarang Kakek sudah ikhlas, bila Allah ingin mengambil nyawa Kakek.." ujar Wijaya, didalam pelukannya. Membuat Afnan tersentak mendengarnya.


"Astaghfirullah.. Kakek kok ngomong begitu sih Kek? Fiqah pasti akan sedih kalau mendengarnya. Dan pastinya Syafiqah ingin Kakek tetap hidup untuk menyaksikan kebahagiaannya bersama Anak-anaknya Kek. Emangnya Kakek nggak ingin melihat cicit-cicit Kakek dari kami nantinya, hm?"


Mendengar perkataan Afnan, Wijaya langsung melepaskan pelukannya, "Aah iya! Kakek mau! Kakek mau melihat Anak-anak kalian! Kalau begitu, kamu harus secepatnya mmbikinkan Cicit untuk Kakek! Kalau begitu ayo sekarang kamu ikut Kakek, biar secepatnya kamu bikin Cicit!" ujar Wijaya yang terlihat ia begitu semangat, menarik tangan Afnan. Sampai -sampai seisi ruangan tersebut kaget melihatnya.


"Hah? Kek tapikan kami masih belum.." protes Afnan. Namun langsung dipotong oleh Wijaya.


"Tidak ada tapi-tapian! Kamu harus secepatnya bergerak!" tegas Wijaya, membuat Afnan bingung dan ia pun langsung menatap Ayahnya seakan ia meminta pertolongan darinya.


"Abi tolongin Afnan, dong masa begini sih?" pinta Afnan dengan tangan sebelah ingin meminta pertolongan dari sang Ayah.


"Udah Nikmati saja Nak! Lebih cepat maka semakin baik, karena Abi juga sudah tak sabar ingin menimang cucu dari kamu Nak," balas Kyai Abdur Rahim, sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Apaa!!"


...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...


Terus dukung author ya guys 🙏🥰


Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini 😉 So ayo semangat 💪

__ADS_1


__ADS_2