
─⊱◈◈◈⊰🦋 Kalam Hikmah 🦋⊱◈◈◈⊰─
Biasakan diri bertaubat kepada Allah SWT walaupun tak berbuat dosa. Apa sebabnya? Sebab Nabi ﷺ yang tak berdosa pun bertaubat. Kerana perbuatan taubat itu adalah satu ibadah, walaupun tidak berdosa. Taubat itu, baik berdosa atau tidak, dianya adalah merupakan satu ibadah untuk mendapatkan kasih sayang daripada Allah SWT.
{~Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid~}
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈*
Satu Minggu telah berlalu dan keadaan Afnan juga sudah semakin membaik. Apalagi, sang istri dengan begitu sabarnya ikut merawat dirinya membuat luka Afnan pulih begitu pesat. Bahkan hari ini sang Dokter telah menyatakan kalau dirinya sudah diperbolehkan pulang. Membuat ia begitu senang.
"Ayank Anan kok senyum-senyum begitu sih? Ada apa sih? Bikin Fiqah penasaran aja deh?" tanya Syafiqah, yang terlihat ia baru saja masuk, sambil membawa kantongan plastik yang tampaknya berisikan makanan.
"Aah, Sayang? Kamu sudah kembali?" tanya Afnan balik.
"Iiikh.. kok nggak dijawab sih pertanyaan Fiqah sih?" protes Syafiqah, sambil ia memanyunkan bibirnya, tandanya ia sedang kesal. Melihat hal itu, membuat Afnan tersenyum gemas melihat bibirnya.
"Maaf loh Sayang, tadi Ayank kamu ini senyum-senyum. Itu karena sedang senang loh Sayang," balas Afnan, yang akhirnya menjawab pertanyaan Syafiqah diawal ketika ia baru masuk tadi.
"Senang? Senang kenapa?" tanya Syafiqah, dengan wajah yang terlihat ada kecurigaan.
"Senang apa yaa? Hmm... " balas Afnan, seraya ia meletakkan jari telunjuk dan jempolnya ke bawah dagunya Afnan. Yang terlihat ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Dan hal itu membuat, Syafiqah semakin kesal.
"Huh! Sudah-sudah, hentikan! Tidak usah di jawab! Fiqah juga tak ingin mendengarnya!" kata Syafiqah, terdengar ketus. Sambil ia berjalan menuju ke sofa dengan bibirnya yang terlihat semakin memanjang kedepan membuat Afnan kembali tersenyum lucu.
"Hehehe.. Maaf Sayang, Ayankkan cuma bercanda. Habisnya kamu selalu menggemasin sih! Jadinya, Ayank selalu Ingin menggoda kamu deh," balas Afnan, seraya ia turun dari tempat tidurnya, lalu ia pun langsung menghampiri Istrinya, yang saat ini sudah duduk di sofa yang berada di ruang rawat Afnan tersebut.
"Hehehe..lucu ya?! Tapi bagi Fiqah nggak lucu tuh!" balas Syafiqah, masih terdengar ketus.
__ADS_1
"Maa shaa Allah, istriku kalau sudah merajuk tambah cantik ya? Apalagi melihat bibirnya yang makin panjang itu, membuat Ayank ingin menyaplok deh," ujar Afnan, yang kini ia sudah berada di sofa yang sama dengan Syafiqah. Bahkan ia juga sudah duduk tepat di samping istri juteknya itu.
"Dih, apaan sih! Sana deh! Jangan dekat-dekat Fiqah!" balas Syafiqah, seraya ia mendorong tubuh suaminya dibagian perut, yang terdapat bekas luka tembakkan, hal itu membuat Afnan otomatis terpekik.
"AW .Aw..! Sakit Sayang!" keluhnya, membuat Syafiqah langsung tersentak dan langsung merasa bersalah.
"Aah.. Maaf Yank! Fiqah lupa! Coba lihat, terbuka lagi nggak lukanya?" balas Syafiqah, seraya ia bermaksud membuka kancing kemeja baju pasiennya Afnan.
"Sudah tidak apa-apa kok Sayang. Oh iya apakah kamu masih penasaran, sama yang tadi hm?" kata Afnan dan dengan spontan Syafiqah pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Aku akan memberitahukan Kamu. Sebenarnya hari ini Dokter sudah mengizinkan Aku pulang Sayang," lanjut Afnan lagi, dan dengan spontan mata Syafiqah langsung berbinar senang.
"Benarkah itu Ayank?" tanyanya untuk memastikan pendengarannya.
"Benar Sayang. Kamu senangkan?" jawab Afnan dan kembali bertanya.
"Hu'um.. senang dong Yank, secara Fiqah tidak suka sama rumah sakit! Jadi mendengar kata pulang, tentu Saja Fiqah senang!" balas Syafiqah, yang terlihat sekali ia memang tampak begitu senang.
"Ooh.. bilang dong dari tadi Yank! Jangan pake acara membikin orang penasaran dong!" protes Syafiqah lagi.
"Iya iya, Aku yang salah deh.. Ya sudah Ayank minta maaf ya, Sayang," balas Afnan, seraya ia meraih tangan Syafiqah, dan langsung mengecupnya.
"Iya, udah Fiqah Maafin kok Yank."
"Alhamdulillah, ya sudah, sekarang bantuin Aku siap-siap yuk," ajak Afnan, seraya ia bangkit dari duduknya sambil menarik tangan istrinya.
"Oke Yank, ayo Fiqah bantuin," balas Syafiqah. Dan akhirnya ia pun membantu suaminya, dengan menggantikan pakaiannya. Setelah itu ia juga menyusun barang-barang yang akan mereka bawa, setelah selesai..
"Alhamdulillah, sudah siap Yank, kalau begitu ayo kita pulang," ajaknya dengan wajah yang begitu sumringah.
__ADS_1
"Belum Sayang, kamu melupakan sesuatu loh," balas Afnan membuat Syafiqah, mengerenyitkan dahinya.
"Kok belum sih Yang? Lihat saja, kamu sudah rapih, barang-barang juga sudah rapih kok, apalagi yang belum siap Yank?" tanya Syafiqah terlihat bingung.
"Kamu Sayang, kamu belum pakai Hijabkan?" balas Afnan, seraya ia mengusap kepala Syafiqah yang tidak berhijab.
"Eh, iya Fiqah lupa! Tapi Yank, emangnya harus banget ya berhijab?" tanya Syafiqah, yang tampaknya ia sedikit enggan memakai hijabnya.
"Sayang, karena kamu sudah mengatakan, Ingin Aku mengajarkan mu, jadi ini adalah keharusan yang harus kamu ta'atin! Karena selain hijab untuk melindungi kamu dari nafsu jahat syetan. Hijab juga menjadi keutamaan bagi kaum muslimah. Karena menutup aurat hal yang diwajibkan bagi kaum hawa. Hal itu juga ditekankan di dalam tiga ayat Al-Quran.
Di dalam ayat tersebut ditekankan, menutup aurat adalah salah satu kewajiban bagi kaum Muslimah. Di antara cara menutup aurat ini adalah dengan berjilbab atau berhijab.
Dan salah satu ayat Al-Quran yang menegaskan kewajiban menutup aurat yaitu di surah Al -Ahzab.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا النَّبِىُّ قُلْ لِّاَزۡوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ يُدۡنِيۡنَ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ جَلَابِيۡبِهِنَّ ؕ ذٰ لِكَ اَدۡنٰٓى اَنۡ يُّعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوۡرًا رَّحِيۡمًا
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al Ahzab : 59)
Ayat ini secara eksplisit menjelaskan bahwa wanita harus mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Artinya adalah berkewajiban untuk menggunakan kain yang menutupi tubuh dan auratnya sehingga tidak terlihat.
Untuk itu, bagaimanapun seorang muslimah yang sudah baligh harus menutupi auratnya dan tubuhnya. Apalagi, hal ini ditambah dengan berbagai penelitian bahwa hampir seluruh tubuh wanita memiliki keindahan dan dapat menarik hasrat bagi lawan jenisnya.
Di dalam QS Al A'raf : 26 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ
"Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat." (QS Al-A'raf :26)
__ADS_1
...┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈...
Dukung author terus ya guys 🙏😉