CINTA MU Membawaku To Jannah

CINTA MU Membawaku To Jannah
ISTRI AROGANKU YANG MENGGEMASKAN.


__ADS_3

*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*


Dari Abu Hurairah r.a. berkata Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakan kepadanya." (HR. Muslim).


Ilmu bermanfaat yang dimaksud dalam hadits di atas adalah seseorang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain, lalu mengamalkan atau diajarkan lagi kepada orang lain sehingga ia akan mendapat pahala seperti orang yang mengamalkannya meskipun yang mengajarkan telah meninggal dunia.


Mengutip dalam buku "Hadis Tarbawi, Hadis-hadis Pendidikan" oleh Dr. H. Abdul Majid Khon, M.Ag, ilmu pengetahuan yang bermanfaat adalah segala ilmu yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan dapat menambah ketakwaan mereka kepada Allah SWT.


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


*┈┈┈┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈┈┈┈*


"Kepingin, tapi Aku nggak bisa sholat," ujar Syafiqah, terdengar lirih. Tampak sekali ia terlihat malu, karena memang selama ini ia tak pernah memperdulikan tentang ilmu agama. Dan yang ia kejar selama ini, adalah gimana caranya ia cepat menjadi orang yang sukses. Agar sang Kakek berserta seluruh orang-orang yang pernah meremehkannya dapat mengakui kehebatannya. Dan kini ia berhasil mencapai itu, akan tetapi ia gagal dalam hal agama. Bahkan dapat dikatakan ia buta dalam hal itu.


Mendengar perkataan istrinya, Afnan pun tersenyum lembut kepadanya, "Mau saya ajarin hm?" tanyanya terdengar begitu lembut.


"Mau sih, tapi bisa tidak, jangan sekarang? Soalnya aku masih ngantuk," balas Syafiqah, yang memang ia terlihat jelas dari matanya yang merah, kalau saat ini ia sedang mengantuk.


"Bisa, tapi dengan Syarat, kamu besok harus ikut denganku kepondok! Gimana apa kamu bersedia hm?" ujar Afnan, seraya ia meraih kedua tangannya Syafiqah, sambil menatap lembut pada istrinya yang terlihat sekali ia sedang canggung.


"Eh, ta-tapi be-besok akukan harus ke kantor," balas Syafiqah, dengan gugup, ia bahkan tak berani menatap wajah Afnan, saking gugupnya.


"Kantor? Kamukan masih sakit Sayang, masa iya kamu sudah ingin bekerja?" kata Afnan, membuat wajah Syafiqah spontan memerah tatkala ia mendengar kata Sayang, yang keluar dari mulut suaminya.

__ADS_1


"Eh, I-Itu a-aku su-sudah ba-ba..." balas Syafiqah dengan terbata-bata. Namun seketika perkatanya terhenti, sebab bibir Afnan telah mendarat dengan sempurna dibibirnya Syafiqah. Membuat mata Syafiqah spontan membulat sempurna.


"Ka-kamu! Be-berani se-sekali mencium aku!" protes Syafiqah, tatkala Afnan melepaskan tautannya.


"Kenapa emangnya hm? Kitakan sudah halal, jadi nggak papa dong kalau saya mencium istri sendiri, iyakan?" tanya Afnan, seraya ia mengedipkan sebelah matanya. Membuat mata Syafiqah kembali membulat.


"Iiis Apaan sih kamu! Udah akh sana! Aku mau tidur!" kata Syafiqah, seraya ia mendorong dada Afnan, kemudian ia pun bermaksud membaringkan tubuhnya. Tampak sekali kalau ia sedang salah tingkah. Melihat hal itu, Afnan langsung menahannya sehingga Syafiqah tidak bisa membaringkan tubuhnya.


"Eeeett... tidak boleh! Terkecuali kamu setuju ikut saya kepondok besok! Lagian, saya juga sudah minta izin pada Kakek. Dan urusan kantor juga sudah diserahkan pada Toni, untuk beberapa hari kedelapannya. Dan itu artinya besok kamu bebas, jadi gimana apakah kamu setuju ikut aku hm?" ujar Afnan, yang saat ini, tangannya sedang berada di tengkuknya Syafiqah. Sehingga ketika wajah Afnan mendekati wajahnya ia tak bisa menghindar lagi.


"Eh, apaan sih kamu! Itu namanya pemaksaan tahu!" protes Syafiqah, seraya ia mendorong wajahnya Afnan.


"Biarin! Pokoknya kalau kamu nggak mau aku cium lagi nih," ancam Afnan, seraya ia mendekati wajahnya kembali. Membuat mata Syafiqah spontan terbelalak melihat keberanian suaminya itu. Apalagi saat Afnan mulai mendekati bibirnya kebibir Syafiqah membuatnya semakin tak menentu.


"Nah gitu dong, itu baru namanya istri Sholehahku, yang selalu menyenangkan hati suaminya," balas Afnan, seraya menoel pucuk hidungnya Syafiqah, "Sekarang tidurlah, karena pagi nanti kita akan langsung berangkat," katanya lagi seraya ia memberikan kecupan lembut pada dahinya Syafiqah. Membuat tubuh Syafiqah seakan membeku. Sehingga ia tak mampu mengeluarkan suaranya lagi.


Sedangkan Afnan, setelah ia membenarkan selimut istrinya, ia pun langsung bergegas ke kamar mandi. Karena ia memang ingin bersuci kembali, karena memang waktu sudah memasuki sholat subuh. Yaa Afnan memang sudah bertekad untuk mengajari istrinya secara perlahan. Karena apa bila terlalu dipaksakan, itu akan menimbulkan kejenuhan baginya. Dan akan semakin sulit nantinya. Makanya ia mentolerir setiap tindakan istrinya itu, namun tetap memberikan ilmu sedikit demi sedikit.


...°°°°°°...


Waktu terus bergulir, kini hari sudah menunjukkan jam delapan pagi. Tampak Syafiqah baru saja membuka matanya. Dan seketika matanya langsung membulat tatkala, ia melihat Suaminya yang dengan tidur posisi miringnya menghadap ke arahnya, dengan kepala yang ia tumpangkan di telapak tangannya.


"Ka-kamu?!" sentaknya, dengan wajah yang tampak canggung, karena mendapatkan tatapan yang begitu intens dari Afnan.

__ADS_1


"Selamat pagi istriku," ucap Afnan seraya ia tersenyum manis kepada istrinya.


"Eh, ka-kamu kok disini sih! Sana aakh! Aku mau tidur lagi!" cetus Syafiqah untuk menutupi rasa canggungnya. Sambil ia menarik selimutnya, lalu iapun menutup wajahnya dengan selimut tersebut. Afnan pun tersenyum melihat tingkah istri. Ia tahu kalau istrinya saat ini sedang salah tingkah.


"Loh kok tidur lagi sih? Kitakan mau pergi ke pondok sayang. Ayo mandi jangan tidur lagi, hmm..atau mau aku yang mandiin hm?" kata Afnan, sambil ia menarik selimutnya Syafiqah.


"Eh, apaan sih kamu! Aku nggak ma..." protes Syafiqah sambil ia berusaha menarik selimutnya. Namun tetap saja tenaganya tidak bisa mengimbangi tenaganya Afnan.


"Hmm.. sepertinya memang minta di mandiin ya? Oke Sayang, kalau begitu suamimu ini akan dengan ikhlas hati..." ucapnya seraya ia bermaksud menggendong Syafiqah. Namun dengan cepat Syafiqah menepis tangannya.


"Tidak! Aku bisa mandi sendiri!" potongnya lalu ia pun langsung ngacir ke kamar mandi. Membuat Afnan, tertawa gemas melihat istrinya yang terlihat lucu dimatanya.


"Hehehe.. lucu banget sih Istri aroganku yang menggemaskan itu, jadi nggak sabar deh, ingin mengunyel-nguyelnya,"


...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...


Alhamdulillah hari ini pulsa sudah meluncur kepada top fans 1 dan 2. Selamat sekali lagi untuk Top 1 Ukhty Nur Meylia dan top 2. Ukhti Hen-Ken. Terima kasih juga atas dukungannya.


Sekarang tinggal Top 2 dan 3. Mana nih, kenapa Chat Author tidak dibalas sih🙄


Ting tong.. panggilan untuk Top 3 Ukhty **D. Rahma. dan untuk top 4 Ukhty Kamila untuk segera balas chat author ya.


Oke sekali lagi selamat untuk kalian semuanya Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. serta dimudahkan Rezkynya dan dilancarkan segala urusannya. Aamiin. Sekali lagi Syukron 🥰🙏**

__ADS_1


__ADS_2