
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
Dear Readers, datangnya sebuah masalah pada hidup ini bisa jadi timbul karena ada sesuatu yang salah pada diri kita. Dan hal-hal ini biasanya dianggap remeh atau kecil, padahal dampaknya sungguh besar pada diri kita.
Tak sedikit dari kita jika muncul masalah bukan segera bermuhasabah, apakah diri ini ada yang salah? Namun kebanyakan melempar kesalahan dan menganggap dirinya tak pernah salah.
Seharusnya saat ada masalah menghampiri kita, maka pertanyaan pertama yang mesti dilontarkan adalah, jangan-jangan ada masalah pada diri kita sendiri dengan Allah!
So, bermuhasabahlah, agar kita tahu apa yang pada diri kita.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*
Setelah melakukan perjalanan yang menepuh jarak satu jam setengah. Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Afnan, pun sampai di depan gedung berlantaikan Delapan yang bertuliskan HARAPAN Grup. Setelah ia mematikan mesin mobilnya, Ia pun segera turun dan selayaknya seorang Asisten, ia juga membukakan pintu untuk Istrinya. Dan baru saja Syafiqah turun dari mobilnya, tiba-tiba seorang laki-laki datang menghampirinya.
"Fariz!" sentak Syafiqah saat melihat wajah laki-laki tersebut.
"Sayang, kamu sudah datang?" tanya Pria itu, dan hendak memeluk Syafiqah. Namun dengan sigap Afnan langsung menghalanginya.
"Maaf Tuan! Anda tidak bisa sembarang memeluk Nona Syafiqah! " kata Afnan seraya ia menahan dada Pria itu. Syafiqah yang melihat itu langsung terlihat kesal.
__ADS_1
"Afnan! Dia tunanganku! Jadi kami sebaiknya menyingkir dari sini!" bentak Syafiqah, terlihat amat kesal pada Afnan.
"Maaf Nona, masih tunangankan? Belum menikah?" tanya Afnan terlihat masih berdiri di depan Syafiqah, untuk menghalangi Fariz yang tampaknya masih berusaha ingin menggapai Syafiqah.
"Afnan! Bisa nggak lo jangan mencampuri urusan gue, hah?! Ingat, Lo tuh disini cuma kacung! Jadi Lo nggak berhak ikut campur urusan gue!" bentak Syafiqah terlihat begitu murka pada Afnan, yang terlihat tidak mau menuruti kata-katanya. Padahal dia adalah bawahannya.
"Anda salah Nona, Saya berhak atas Nona, karena Anda sudah diamanahkan Kakek, pada Saya. Jadi sudah kewajiban saya melindungi dan menjaga Anda Nona!" balas Afnan terdengar tegas.
"Cih! Banyak omong Lo, brengsek! Nih, rasakan bogeman gue!" teriak Fariz sambil ia melayangkan tinjunya pada Afnan. Namun dengan sigap Afnan pun langsung menangkisnya, "Sialan Lo! Nantangin gue lagi! Oke gue jabanin Lo, ayo sini! Jangan jadi pengecut deh Lo!" lanjut Fariz yang terlihat Iya makin kesel karena Afnan bisa menangkis serangannya.
"Saya bukannya pengecut Tuan! Hanya saja disini bukan tempat untuk bertarung," balas Afnan terlihat begitu tenang.
"Alah! Banyak alasan lo! Cepat lawan gue! Hiaaat.." Fariz langsung menyerang Afnan dengan bertubi-tubi.
"Brengsek! Kenapa kau tidak menyerang gue juga hah? Apakah Lo banci sehingga Lo, menghindar saja, hah?!" teriak Fariz, dengan nafas yang terlihat sudah tersengal-sengal. Berbeda dengan Afnan yang terlihat masih tenang dan santai. Bahkan ia tak mengeluarkan keringatnya sama sekali. Sedangkan Fariz wajahnya yang memerah sudah dipenuhi dengan keringat. Itu menandakan ia begitu emosi sekali dengan Afnan.
Afnan hanya tersenyum tatkala, Fariz mengatai dirinya banci, "Maaf Tuan, saya bukan banci! Hanya saja, saya menghindar dan tak mau membalas serangan tuan, itu karena saya selalu ingat dengan apa yang dikatakan oleh Baginda Nabi, disalah satu haditsnya.
Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah ﷺ. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah." (HR Bukhari dan Muslim).
Mendengar perkataan Afnan, Fariz malah meludah, "Cuih! Omong kosong! Gue peringati lu yaa, jangan pernah ikut campur urusan gue dan tunjangan gue! Kalau Lo tanggung aja akibatnya nanti!" ujar Fariz sembari ia mendekati wajahnya ke telinganya Afnan, yang terlihat ia biasa-biasa saja setelah mendengar ancaman Fariz.
__ADS_1
"Ayoo sayang, kita pergi dari sini!" kata Fariz lagi, dan bermaksud meraih tangan Syafiqah. Namun lagi-lagi Afnan menepis tangan Fariz. Setelah itu, ia justru menarik tangan istrinya, dan tak memedulikan Fariz.
"Brengsek! Berani sekali kamu menyentuh tangan tunangan gue!" teriak Fariz, dan bermaksud ingin mengejar Afnan dan Syafiqah yang terlihat mulai memasuki pintu lobiy kantornya. Namun langsung dihalangi oleh seorang pria berjas hitam.
"Berhenti! Apakah Anda sudah lupa dengan ancaman saya tenpo hari Tuan?" tanya Pria yang baru saja datang, bersama beberapa pria bertubuh besar yang berdiri tepat dibelakangnya.
"Toni! Bukankah Lo sudah bukan asistennya Syafiqah lagi hah? Jadi untuk apa lo datang ke perusahaan ini lagi hah?!" kata Fariz, yang terlihat dari wajahnya ia begitu membenci Toni. Karena Pria itu memang selalu menghalau semua segala rencananya. Makanya ketika ia mendengar bahwa Asisten Syafiqah digantikan orang lain ia begitu senang. Karena ia sudah berniat ingin membuat Syafiqah menjadi miliknya yang seutuhnya. Agar Wijaya mau tak mau pasti harus menerima dirinya.
"Hehehe tuan lucu juga ya? Anda pikir, karena saya bukan Asisten Nona Syafiqah lagi, maka saya tidak datang kesini lagikah?" balas Toni, dengan santainya sambil tersenyum mengejek, "Aah.. tapi sayang pemikiran Anda salah tuan Fariz! Dan asal Tuan tau, Saya di berhentikan menjadi Asisten Nona Syafiqah. Karena saya sekarang saya sudah diangkat menjadi wakilnya beliau, yaitu wakil Presdir, Tuan," pungkasnya dengan alis yang ia naik-turunkan, seraya melipat kedua tangannya kebawah dadanya. Setelah itu ia berlalu meninggalkan Fariz, yang terlihat masih tercengang setelah mendengar perkataannya.
"Sialan! Kalau begini, rencana gue bakalan gagal! Aah tidak bisa pokoknya gue harus bisa memiliki Syafiqah dulu! Apalagi kalau gue bisa membuatnya hamil, pasti akan memudahkan rencana gue!" gumam Fariz, dengan tatapan sinisnya yang masih mengarah punggungnya Toni.
"*Oh iya kenapa gue nggak minta bantuan dari Sarah aja ya? Secara diakan teman akrabnya Fiqah! Hmm.. oke gue manfaatkan Sarah biar dia bisa bawa Fiqah ke Club tempat biasa kami nongkrong, nanti setelah itu gue tinggal kasih obat diminumannya. Gampangkan?!" batin Fariz sambil menyunggingkan senyuman liciknya. Karena telah mendapatkan ide dari rencana jahatnya Fariz
...┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈...
Terus dukung author ya guys 🙏🥰
Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini yaa..So go semangat go semangat 😉💪💪
Oh iya selagi menunggu Author update yuk mampir ke karyanya Author♥️ LYTIE ♥️ Ceritanya keren deh. Jadi cus Akh mampir ya guys 😉 dan beri dukungannya juga oke.
__ADS_1
Jangan lupa juga sampaikan salam Ramanda ya Guys 😉, Syukron 🥰😘