
*┈━❅❀❦ 🦋 Mutiara Hikmah 🦋❦❀❅━┈*
"Jika engkau merasakan kekerasan dalam hatimu, kelemahan pada badanmu, dan sulitnya rezekimu, maka ketahuilah bahwasanya hal itu disebabkan karena engkau telah bicara pada perkara-perkara yang tidak ada manfaatnya bagimu. Hubungkan semua urusan pada Allah, agar semua yang susah menjadi mudah, hati yang selalu berdzikir, dengan terus menghadirkan Allah dalam setiap langkah hidupmu, menjadikan kamu mahluk beriman dan berakal. agar semua urusanmu menjadi mudah dan berkah."
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
*┈┈┈━━◎❅❀❦ 🦋 ❦❀❅◎━━┈┈┈*
Setelah mendapatkan desakan dari Wijaya. Mau tak mau akhirnya Afnan pun menuruti keinginan Wijaya, yang meminta Afnan untuk sementara ikut tinggal di villa miliknya. Sampai Syafiqah mau menerimanya sebagai suaminya. Dan kini mereka sedang melakukan perjalanan menuju Villanya Wijaya. Dan karena Wijaya tahu, kalau cucu mantunya itu masih kelelahan karena perjalanan jauhnya. Ia pun memaksa Afnan agar berada didalam satu mobil dengannya. Dan Afnan pun mengambil kesempatan itu, karena memang ia ingin mengatakan sesuatu pada sang Kakek.
"Kek? Kakek percayakan sama Afnan?" tanya ketika mobil sudah mulai melaju meninggalkan pondok pesantren Nurul Hidayah.
"Iya Nak, In shaa Allah Kakek sangat mempercayai kamu. Memangnya ada apa Nak? Mengapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Wijaya kembali dengan memasang wajah penasarannya.
"Alhamdulillah.. tidak ada apa-apa kok Kek. Hanya saja Afnan minta tolong sama Kakek, jangan beri tahu Syafiqah dulu, kalau Anan, sekarang sudah menjadi Suaminya, ya Kek?" balas Afnan, membuat keningnya Wijaya langsung berkerut.
"Apa maksud dari perkataanmu itu Nak? Apakah artinya kamu ingin menyembu.." tanya Wijaya, namun lagi lagi ia menyelesaikan perkatanya Afnan, sudah langsung memotong duluan.
"Maaf Kek, Afnan memotong perkataan Kakek. Tapi Kakek sudah salah paham, Anan bukan bermaksud ingin menyembunyikannya. Hanya saja kalau kita langsung mengatakan yang sebenarnya pada Fiqah, takutnya Dia akan membenci Anan kek. Bukankah Kakek bilang dia masih menyukai mantan tunangannya? Jadi agar dia tidak semakin nekat, kita harus tarik ulur dia secara perlahan," jelas, Afnan secara berhati-hati sekali. Karena ia tak ingin Wijaya menjadi salah paham padanya.
Mendengar penjelasan dari Afnan, kepala Wijaya pun manggut-manggut, yang artinya ia memahami perkataan Afnan, "Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kamu. Lalu apa rencana kamu selanjutnya, Nak?" tanyanya lagi, masih dengan wajah penasarannya.
"Kakek harus menjadikan Anan Asistennya Fiqah. Karena itu jalan satu-satunya agar Anan bisa melindungi Fiqah. Dengan hanya berpura-pura menjadi Asistennya Kek," jelas Afnan, membuat Wijaya langsung tersenyum tipis.
__ADS_1
"Gimana menurut kamu Toni?" tanya Wijaya, meminta pendapat dari Toni. Sebab baru kemarin Ia menugaskan Toni sebagai Asisten Syafiqah, sekaligus menjadi bodyguardnya. Makanya ia jadi merasa tidak enak padanya. Untuk itu ia ingin mendengar pendapat dari orang yang sudah menjadi tangan kanannya itu.
"Menurut saya itu ide yang bagus Tuan besar! Karena dengan begitu Nona Fiqah akan selalu bertemu dengan Tuan muda Afnan. Dan saya juga pernah mendengar pepatah Jawa mengatakan, "Witing tresno jalaran soko kulino" artinya kurang lebih adalah "cinta hadir karena terbiasa, Tuan," balas Toni dengan santainya dan dengan mata yang tetap terfokus kedepan. Karena memang ia saat ini sedang mengemudi mobilnya Wijaya.
Mendengar perkataan Toni, Wijaya pun langsung tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha..kamu benar sekali Toni! Baiklah kalau begitu Kakek setuju dengan rencana kamu Nak. Dengan begitu, lambat laun Fiqah pasti akan ingat lagi denganmu, dan pastinya ia akan menyukai kamu kembali, dan melupakan pria brengsek itu! Dan sekarang lakukanlah sesuai keinginan saja Nak, Kakek akan mendukung kamu," katanya seraya ia menepuk-nepuk pundaknya Afnan.
"Alhamdulilah..Terima kasih Kek!" ucap Afnan, seraya tersenyum lembut pada Wijaya. Dan saat bersamaan mobil mereka pun mulai memasuki gerbang villa milik Wijaya. Dan tak berapa lama mobil pun berhenti tepat didepan villa tersebut.
"Kita Sudah sampai Tuan besar!" kata Toni setelah ia mematikan mesin mobilnya.
"Oke, kalau begitu ayo kita turun! Karena, sudah waktunya drama love story Afnan and Afiqah akan segera dimulai!" kata Wijaya, seraya ia turun dari mobilnya. Sedangkan Afnan masih terlihat tertegun setelah mendengar perkataan Sang Kakek. Karena tiba-tiba saja jantungnya berdegup kencang, tatkala ia mendengar kata Drama love story Afnan and Afiqah.
"Loh kok kamu nggak turun Nak? Bukankah, peran kamu akan segera dimulai?" tanya Wijaya terlihat heran saat melihat Afnan malah melamun.
Setibanya di dalam Villa, Wijaya langsung membawa Afnan keruangan keluarga. Betapa terkejutnya Afnan ketika ia melihat seorang gadis yang memakai baju tanpa lengan serta memakai celana pendek, sedang berduduk santai di sebuah sofa panjang dengan kaki diselonjorkan diatas meja. Sehingga tereksposlah kaki dan pahanya nan putih itu. Dan dengan santainya juga ia hanya melirik ke arah Wijaya dan Afnan secara singkat saja, lalu ia kembali memainkan benda pipihnya, tanpa memperdulikan apapun lagi.
Afnan yang melihat itu langsung beristighfar, "Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. Astaghfirullah.." ucapnya seraya ia menutup kedua matanya dengan tangan kanannya. Lalu ia langsung membalikkan tubuhnya dan bermaksud hendak pergi meninggalkan ruangan keluarga tersebut.
Namun Wijaya langsung menahan tangannya, sambil berbisik, "Kamu mau ke mana Nak? Ingatlah dia sekarang sudah menjadi istrimu? Jadi bukankah itu artinya dia sudah halal untuk kamu Nak?" bisiknya, mengingatkan Afnan.
"Eh iyaa.. hehehe Anan lupa Kek," balas Afnan yang ikut berbisik juga, "Tapi maaf kek, Anan merasa risih melihat Fiqah seperti itu. Anan keluar saja ya?" dalih Afnan yang sebenarnya saat itu jantungnya tidak mau tenang, ketika ia melihat Syafiqah dalam keadaan seperti tidak biasanya.
"Kamu tetaplah disini, biar Kakek yang menanganinya," balas Wijaya, yang kemudian ia pun mendekati Syafiqah.
__ADS_1
"Fiqah, gantilah baju kamu! Karena kakek mau memperkenalkan kamu pada seseorang!" titah Wijaya terdengar tegas.
"Apaan sih Kek! Emangnya kenapa kalau Fiqah seperti ini? Biasanya juga seperti ini nggak masalahkan? Lalu kenapa karena laki-laki itu Kakek protes!" balas Syafiqah, sambil melirik Afnan yang terlihat masih menutup matanya. Sehingga timbullah keinginan ia mendekati Afnan. Membuat istighfar Afnan semakin keras terdengar oleh Fiqah.
"Fiqah jangan membantah Kakek! Cepat ganti baju kamu! Lalu temui Kakek diruang kerja! Atau Kakek akan.." bentak Wijaya. Namun belum lagi ia menyelesaikan kata-katanya, Syafiqah langsung memotong perkataannya.
"Huh! Iya iya! Fiqah ganti!" balas Syafiqah dengan kesal. Namun tatapannya kembali mengarah ke Afnan lagi.
"Cih! Astaghfirullah.. Astaghfirullah..tapi sempat-sempatnya Lu mengintip! Huh dasar munafik!" cetus Syafiqah. Lalu ia pun berlalu meninggalkan Afnan, yang terlihat masih tercengang setelah mendengar perkataan Syafiqah. Sedangkan Wijaya langsung melihat kewajah Afnan setelah mendengar perkataan Cucu. Dan seketika ia langsung tertawa saat melihat Afnan yang terlihat masih menutup mata dengan tangannya. Namun matanya masih tetap terlihat dari sela-sela jarinya.
"Hahahaha.. ngapain ditutup Nak, kalau masih mengintip juga," kata Wijaya, membuat Afnan menjadi salah tingkah.
"Eh.. hehehe.. maaf kek..."
...⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡💚❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶...
Terus dukung author ya guys 🙏🥰
Karena ada hadiah yang menanti bagi yang bersemangat memberikan dukungan pada Novel ini 😉 👇
So go semangat go semangat 😉💪💪
__ADS_1