Cinta Raina

Cinta Raina
Terkejut


__ADS_3

Mama Rama hari ini sibuk di dapur dengan beberapa asisten rumah tangganya. Sudah menjadi kebiasaannya, ketika akan kedatangan tamu beliau pasti turun langsung ke dapur untuk membantu asisten rumah tangganya dalam mempersiapkan makanan.


Begitu mendengar bahwa Rama akan mengajak kekasihnya berkunjung ke rumah, Mamanya sangat senang. Menu masakan yang dihidangkan siang ini juga lebih banyak dari biasanya.


Karena hari minggu, semua anggota keluarga Hartawijaya sedang ada di rumah. Apalagi hari ini, tidak ada satu pun dari mereka yang mengadakan kegiatan keluar rumah. Rama keluar juga hanya untuk menjemput Raina.


Mendekati jam makan siang sebuah klakson mobil terdengar di depan gerbang kediaman Hartawijaya. Bergegas satpam yang tengah siaga dalam tugasnya berlari menuju gerbang, membukakan gerbang begitu mengetahui mobil tuan mudanya yang datang.


Sejak mobil berhenti di depan gerbang Raina sudah merasa tidak nyaman, Dia bingung.


“Loh,, kenapa kita ke rumah keluarga Hartawijaya Kak?”


“Kamu tau pemilik rumah ini??” Rama bukannya menjawab malah balik tanya.


“Kenapa kita kesini??” Raina menggoyang goyang  lengan Rama yang sedang memegang kemudi disampingnya, Raina melihat sekeliling dan merasa semakin tidak nyaman.


“Memangnya mau ngapain lagi..” Jawab Rama santai, semakin membuat Raina penuh tanda tanya.


Setelah gerbang terbuka sempurna, mobil Rama langsung masuk kedalam, memarkirkan mobilnya di halaman depan.


Rama membuka sabuk pengaman kemudian membuka pintu mobilnya dan siap siap turun. Sementara Raina masih diam mematung, belum menemukan jawaban dari banyak pertanyaan yang kini masih berputar dikepalanya.


“Ayo turun!! ngapain malah bengong?” Suara Rama mengagetkan Raina.


“Eh iya..iya Kak” Raina masih belum bisa mengendalikan perasaannya.


“Cepetan!!  Nyokab bokab sudah nunggu tu”


“Ha??”


Mereka kemudian masuk kedalam rumah, Raina hanya bisa mengikuti tanpa bisa banyak bertanya lagi. Memasang wajah cerianya, bergandengan tangan mesra layaknya pasangan kekasih sungguhan.


“Assalamu’alaikum” Rama memberi salam begitu melewati pintu depan.


“Wa’alaikum salam” sebuah jawaban terdengar dari dalam.


“Kak..” Raina menghentikan langkahnya ketika masih ada di ruang tamu.

__ADS_1


“Kenapa lagi??” Rama menatap Raina.


“Kak Rama anaknya Om Budi sama Tante Sari?”


“Memangnya anak siapa lagi?” Jawab Rama masih santai.


“Apa??” wajah Raina pias,, tangannya mulai gemetar.


“Lo kenapa?? Sakit??” ucap Rama ketika merasakan tangan Raina dalam genggamannya tiba-tiba terasa dingin dan berkeringat.


Belum sempat Raina menjawab tiba tiba Mama Rama keluar dari dalam, menuju ruang tamu hendak menghampiri pasangan pura pura ini. Raina yang semula berdiri disamping Rama tiba-tiba bergerak mendelikkan wajahnya dibalik punggung Rama. Rama tentu saja heran.


“Ayo masuk Ram! Kenapa kalian malah ngobrol disini?” Ajak Mama Rama belum mengetahui wajah gadis dibalik punggung putranya.


"Iya Ma”


“Eh Lo gak sopan ya,, tuh mama gue” bisik Rama pada gadis yang masih menyembunyikan wajah dibelakangnya.


Raina akhirnya menggeser kakinya pelan, mencoba menciptakan keberanian untuk menyapa Mama Rama, Tante Sari yang sudah kenal baik dengan dirinya itu.


“Tante Sari.” Sapa Raina pelan kemudian memberanikan diri mendekat, mencium tangan perempuan paruh baya didepannya.


“Raina?? Benar ini kamu kan??” menatap Raina dari ujung kaki sampai ujung kepala. Kemudian kedua tangan Mama Rama memegangi pipi gadis cantik itu, terkejut dengan kenyataan yang ada didepannya.


Muka Raina memerah. Rasa panas dingin campur aduk jadi satu, perasaan bersalah mulai menghantam dirinya. Raina baru menyadari ternyata Rama adalah anak sulung dari keluarga Hartawijaya. Menjadi pacar pura-pura Rama berarti membohongi keluarga Hartawijaya yang selama ini sudah sangat baik padanya.


Rama yang tadinya begitu santai mendadak bingung, mengernyitkan dahinya tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi.


“Ini maksudnya?? Jadi kalian sudah saling kenal?” Ucap Rama ditengah kebingungannya.


“Ya Allah Raina,, kenapa kamu tidak ngomong dari dulu, ayo kita masuk!” tanpa menjawab pertanyaan Rama, Mama Rama yang sudah sangat sumringah itu segera menggandeng Raina menuju ruang keluarga. Sementara Raina hanya bisa menunjukkan senyum piasnya.


Andi yang sedang asyik memainkan ponselnya di ruang keluarga tidak kalah terkejut ketika melihat Raina datang bersama Rama, apalagi penampilan Raina kali ini jauh berbeda dari biasanya.


“Mbak Raina?? Kenapa kesini?? Ini kan hari minggu.” Andi belum memahami keadaan.


Sementara Papa Rama yang memang belum pernah bertemu dengan Raina sebelumnya tidak merasa ada yang aneh. Beliau biasa saja.

__ADS_1


“Ayo duduk dulu” pinta Mama masih menggandeng tangan Raina.


“Iya tante makasih”


Raina memang terlihat duduk santai, tapi hatinya saat ini benar benar sedang bergejolak hebat. Sementara Rama masih sibuk dengan berbagai pertanyaannya yang belum terjawab.


Astagaaaa... Bodohnya aku, kenapa aku tidak tahu kalau Kak Rama itu kakaknya Andi. Bagaimana ini Rainaaa??  Raina frustasi dengan perasaannya sendiri.


***


Gelak tawa terdengar di ruang keluarga Hartawijaya.


Papa, Mama juga Andi tertawa lebar ketika mendengar penjelasan dari Rama bahwa dirinya tidak mengetahui kalau kekasih barunya adalah guru les privat adiknya selama ini. Guru les yang menurutnya hebat karena mampu menakhlukkan kebandelan adiknya. Ditambah lagi pengakuan dari Raina yang malu malu menuturkan keterkejutannya mengetahui kenyataan bahwa Rama adalah kakak kandung Andi.


Rama dan Raina sebagai aktor dan aktrisnya justru dibuat kikuk, yang terjadi saat ini sama sekali diluar rencana mereka.


Beberapa waktu kemudian jam makan siang tiba, mereka menikmati makan siang yang sudah tertata rapi dimeja makan. Percakapan mengenai sepasang kekasih baru itu juga masih berlanjut.


“Mama masih heran dengan kalian, katanya sudah kenal lama, sudah jadian juga tapi ternyata banyak hal dari kalian berdua yang sama sama belum saling mengetahui  ya” Mama Rama masih saja heran, tapi jauh dalam lubuk hatinya beliau sangat bersyukur putranya bisa mendapatkan kekasih seperti Raina.


“Bukan begitu Ma, Rama sebenarnya tahu kok kalau Raina itu juga ngajar privat, tapi gak tau kalau muridnya ternyata Andi.” Jawab Rama sekenanya.


“Makanya jangan terlalu cuek dong Ram,, apalagi sama kekasih sendiri.” Mama tersenyum, menatap Raina sekilas. Raina hanya bisa menundukkan muka sambil menikmati makanannya.


“Mbak Raina juga aneh, kenapa sampai tidak tahu kalau Kak Rama itu kakakku?”


Gadis aneh,, Masak iya sampai gak tau kalau pacarnya ini Rama Eka Hartawijaya. Bukankah wajah Kakak yang cukup tampan itu sudah sering sliweran diberita media sosial ya. Bahkan teman-teman cewek sekelasku saja banyak yang membicarakan Kakak. Andi geleng-geleng kepala.


“Kalian ini seperti bukan sepasang kekasih saja” ucap Papa Rama.


Mendengar kalimat Papanya, Rama yang tengah menikmati makanannya sontak kaget, tersedak dengan nasi yang ada didalam mulutnya. Terbatuk batuk karenanya. Semua mata spontan menatap Rama. Mama juga menatap Raina dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.


“Hati-hati dong Kak”. Raina baru menyadari tatapan mama yang tidak biasa, membuatnya langsung menyerahkan segelas air putih pada Rama karena kebetulan saat ini Raina duduk disampingnya. Berusaha menjaga sikap, menunjukkan rasa pedulinya pada Rama yang kini sebagai pacarnya, pacar pura pura.


“Pelan pelan, Rama” Mama menyahut.


 

__ADS_1


 


__ADS_2