
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Hari ini hari pernikahan Rama dan Raina. Hari yang sangat membahagiakan bagi keluarga dua belah pihak.
Acara ijab qobul dilakukan siang hari di sebuah masjid besar tak jauh dari rumah Raina. Dengan memakai kebaya modern bernuansa putih serasi dengan jas yang dikenakan oleh Rama, Raina tampak begitu anggun. Rama tersenyum bahagia saat Raina duduk di sebelahnya. Berbeda dengan Rama yang cukup santai, dibalik senyumnya Raina terus berusaha menutupi rasa gugupnya.
Dalam satu tarikan nafas, Ijab qobul berjalan dengan lancar, tidak perlu diulang. Semua dilakukan dengan kusyuk dan sakral. "Sah" begitu kata saksi pernikahan setelah Rama selesai mengucapkan ijab qobulnya. Dilanjutkan dengan doa yang diamini oleh semua yang hadir dalam masjid.
Rama menyematkan cincin pernikahan pada jari manis Raina, disusul dengan Raina yang juga melakukan hal serupa pada Rama. Setelahnya Raina mencium tangan suaminya dengan hati-hati kemudian dibalas dengan kecupan hangat pada keningnya oleh sang suami. Kecupan pertama dari Rama selama mereka bersama. Dan itu dilakukan setelah sah menjadi suami istri. Ah so sweet kan, bikin iri saja, hehehe. Semua tampak sangat bahagia tidak terkecuali sepasang suami istri baru itu, perasaan bahagia dan lega dibalik senyum kecilnya.
Akhirnya Rama dan Raina resmi menjadi pasangan suami istri yang sah dimata agama maupun dimata hukum. Mama Sari dan papa Budi sangat bersyukur, beliau berdua bahagia bisa melaksanakan keinginan besar almarhumah mamanya. Berharap apa yang telah terjadi ini memang yang terbaik buat kebahagiaan Rama. Andi juga sangat bahagia, dia yakin kakak iparnya ini wanita baik yang bisa mendampingi dan melengkapi kehidupan kakaknya.
Sama halnya dengan orangtua Rama, ayah Tono dan bunda Suci juga bersyukur atas pernikahan putri semata wayangnya. Perasaan haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Beliau bersyukur Raina mendapatkan suami seperti Rama.
Veris dan Gita yang hadir menemani Raina dihari spesialnya juga merasa terharu. Mereka saling menggenggam saat melihat Raina dikecup mesra oleh suaminya. Doa doa terbaik buat sahabatnya juga mereka panjatkan. Mereka menganggap Raina sudah seperti saudara sendiri. Mereka selama ini juga turut menjadi bagian dari kebahagiaan maupun kesedihan Raina.
Sesuai dengan yang sudah direncanakan dengan matang, acara resepsi diadakan pada malam harinya. Acara yang megah dan mewah di sebuah gedung ternama menunjukkan kelas keluarga sang pemilik acara. Jamuan makan mewah di atas meja makan lengkap dengan dekorasi yang indah di setiap sudut ruangan membuat semua undangan yang hadir tampak menikmati suasana.
Pasangan pengantin sudah siap di pelaminannya. Raina yang sudah siap dengan baju mewahnya dipadukan dengan riasan wajah oleh seorang make up artis tenama tampak cantik, anggun dan mempesona. Sangat serasi disandingkan dengan Rama yang tampan berkelas. Senyum pada bibir keduanya membuat pasangan ini semakin bikin iri para tamu undangan.
Mulai dari saudara, sahabat sampai dengan rekan bisnis kedua keluarga hadir malam ini. Pesta pernikahan sengaja dilakukan secara besar-besaran karena tamu yang diundang memang cukup banyak. Mereka silih berganti naik ke atas pelaminan memberi selamat dan doa pada pasangan yang baru saja menikah itu.
__ADS_1
"Selamat ya Rai, gue gak menyangka akan secepat ini. Semoga sakinah mawadah warahmah," ucap Gita tulus sambil memeluk sahabatnya itu. Disusul Veris yang ada dibelakangnya.
"Selamat Rai, semoga sakinah mawadah warahmah. Kalian serasi banget, sumpah!" Veris tersenyum kemudian memeluk Raina erat. "Gue yakin Kak Rama bisa memberikan kebahagiaan buat Lo," kata Veris setengah berbisik saat dirinya memeluk Raina. Berbeda dengan Gita, Kali ini Veris datang dengan seorang pria tampan yang dua bulan terakhir sudah mengisi hatinya.
Sahabat Rama juga tampak hadir dalam pesta pernikahan malam ini. Ucapan selamat, pujian atas keberuntungan Rama mendapatkan istri secantik Raina, hingga godaan bagi pasangan baru itu terkait malam pertama terdengar lengkap dari para sahabat.
Dhani malam ini juga hadir bersama dengan calon istrinya. Dhani dan Mira juga pasangan yang tak kalah serasinya. Teman kampus Raina yang juga mahasiswa Dhani turut terkesima dengan hadirnya pasangan itu. Mereka selama ini mengenal Dhani sebagai dosen idola kampus yang terkenal dengan ketampanannya. Mereka baru kali ini melihat secara langsung Dhani menggandeng wanitanya.
"Selamat, Bro. Ternyata gue kalah cepet dari Lo. Semoga bahagia, sakinah mawadah warahmah" ucap Dhani pada Rama seraya tersenyum bangga. Kemudian memeluk Rama sekilas sambil menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu. Sedangkan Mira juga ngobrol akrab dengan Raina meski mereka belum lama saling mengenal.
"Thanks, Bro. Lo juga sebentar lagi kan?" kata Rama yang sudah mengetahui bahwa Dhani juga akan menikah minggu depan.
"Rai, selamat ya. Semoga kalian berjodoh sampai maut memisahkan." Dhani juga memberi ucapan selamat pada Raina.
"Aamiin, makasih banyak, Kak."
"Eh iya, Lo harus ekstra sabar ngadepin sobat gue ini. Kalau nakal cubit aja dia." Dhani kembali merenyahkan suasana seraya melirik Rama sekilas. Raina tersenyum simpul, sedangkan Rama hanya geleng-geleng kepala mendengar kalimat sahabatnya itu.
Para tamu undangan menikmati jamuan makan yang disediakan sambil menikmati alunan suara nan merdu dari artis nasional yang mengisi acara pesta pernikahan malam ini. Acara berjalan dengan lancar hingga akhir. Tamu undangan juga sudah meninggalkan tempat acara.
__ADS_1
Keluarga Rama maupun keluarga Raina bersiap siap untuk pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan Rama dan Raina khusus malam ini sudah dipesankan sebuah kamar hotel mewah yang masih satu kawasan dengan gedung pesta itu. Mama Sari sengaja memesankan itu untuk mereka supaya putra dan menantunya itu bisa segera istirahat. Dia paham betapa capeknya Rama dan Raina hari ini.
"Ya sudah, kalian segera ke kamar ya. Kami pulang dulu," kata mama Sari tersenyum.
"Iya, Tante," ucap Raina seperti biasanya.
"Kok masih tante? Panggil mama, Sayang." Mama Sari tersenyum seraya mengusap kepala menantunya dengan lembut.
"Maaf, Raina belum terbiasa." Raina menunduk malu.
"Begitupun kamu, Nak Rama. Sekarang bisa panggil kami bunda dan ayah." Bunda Suci tersenyum, turut mengingatkan Rama sama seperti mama Sari.
"Iya, Bunda," suara Rama masih terdengar canggung.
"Kalau gitu Andi juga akan mengubah panggilan untuk mbak Raina, mulai sekarang Andi panggil kakak juga ya? Atau kakak ipar ya enaknya."
"Terserah kamu aja," jawab Raina gemas. Dia ingat bahwa panggilan mbak Raina itu merupakan panggilan yang dia usulkan saat pertama kali bertemu dengan dia. Raina juga tidak menyangka murid lesnya yang satu ini sekarang sudah menjadi adik iparnya.
Merasa sudah larut malam, akhirnya kedua keluarga benar-benar pulang meninggalkan Rama dan Raina. Mereka pun segera menuju kamar yang sudah disiapkan.
__ADS_1