Cinta Raina

Cinta Raina
Hari Minggu (Part 3)


__ADS_3

Petugas pantai akhirnya mendekat dan memperlihatkan hasil jepretan itu pada sang pemilik foto. Setelah melihatnya Rama dan Raina saling pandang, keduanya tergelak melihat fotonya masing-masing.


"Kenapa Lo terlihat kaku seperti itu?" ucap Rama seraya menoleh pada Raina.


"Sama aja, coba lihat foto Kak Rama sendiri!" Raina juga tak mau kalah.


"Begini saja, kita ulangi ya. Mas sama mbak sepasang kekasih kan? Atau malah pengantin baru? Gak usah malu-malu. Coba lebih rileks lhah. Lebih dekat posisinya," kata petugas pantai memberi saran. Rama maupun Raina diam dan hanya tersenyum menanggapi kalimat pria itu.


Pria itu mundur lagi, mengambil jarak agar bisa mengambil foto Rama dan Raina dengan mudah. Karena merasa tidak enak mengganggu petugas yang tengah bekerja, Rama yang berada di sebelah kanan segera mendekat pada Raina, meletakkan tangan kirinya pada bahu kiri Raina. Gadis itu kaget, belum pernah Rama bersikap demikian.


"Kak," kata Raina seraya melirik tangan Rama yang tengah berada pada bahunya.


"Kasian bapak itu, gak enak kan kalau terlalu lama mengganggu beliau bekerja. Santai aja, gue juga gak akan ngapa-ngapain Lo. Hanya untuk foto," Rama mengedipkan sebelah matanya, bibirnya tersenyum sedemikian rupa.


"Nah begitu kan bagus," kata pria itu setengah teriak kemudian mengambil foto mereka. Berbagai ekspresi telah dilakukan. Semula berdiri kemudian mereka berdua sepakat untuk ganti posisi duduk. Entah keberanian dari mana, Rama dengan santainya menyandarkan kepalanya pada bahu Raina. Meskipun gugup Raina membiarkan itu. Rama pun tersenyum penuh kemenangan.


Sudah belasan foto yang diambil, merasa cukup Rama kemudian berterima kasih pada petugas pantai yang telah membantunya. Dia juga meminta maaf karena telah mengganggu beliau bekerja.


"Iya sama-sama. Kalian serasi sekali. Semoga langgeng ya. Semoga segera dikasih momongan," kata pria itu karena berpikir Rama dan Raina sudah menikah.


"Sebenarnya kami masih ... ," ucapan Raina terpotong karena Rama mulai menimpali.


" Oh iya, Pak. Aamiin. Terimakasih banyak atas doa-doanya ya, Pak," tandas Rama tidak memberi kesempatan Raina untuk meneruskan kalimatnya. Kemudian petugas pantai itu berlalu meninggalkan Rama dan Raina.


Sinar matahari mulai terasa panas menyapa kulit. Raina yang hanya mengenakan kaos lengan pendek terlihat menggosok-gosok lengannya karena merasa panas. Rama memperhatikan itu.


"Kita kesana aja, ni dah mulai panas," kata Rama sambil menunjuk deretan stand yang menjual berbagai macam makanan dan minuman.

__ADS_1


"Haus juga ini."


Mereka akhirnya memilih salah satu stand sederhana yang menyediakan tempat istirahat cukup nyaman. Di bawah pohon yang rindang membuat tempat itu terasa cukup sejuk. Duduk lesehan menghadap pantai, menikmati hamparan laut nan indah.


"Kak Rama mau makan apa?" tanya Raina.


"Terserah Lo aja, minumnya es jeruk."


Setelah memesan minuman dan camilan, Raina kembali duduk di lesehan sebelah Rama.


"Kak, boleh pinjam hpnya? Mau liat hasil foto tadi," pinta Raina penasaran. Rama kemudian menyerahkan hpnya setelah membuka kuncinya.


Langsung membuka galeri, Raina terlihat menggeser-geser layar hp. Melihat foto dirinya dengan Rama tadi. Berbagai ekspresi muncul dari raut muka Raina, sesekali mengernyitkan dahinya. Namun kemudian senyum terkembang di bibirnya ketika melihat pose dirinya dengan Rama yang terlihat konyol.


Gue kira Lo akan marah, Rai. Meletakkan kepalanya pada telapak tangan. Tangannya menjadi penyangga dengan siku yang bertumpu pada meja, Rama tersenyum menikmati ekspresi Raina. Raina belum menyadari itu.


Lo cantik, Rai. Rama tersenyum kagum untuk kesekian kalinya.


"Kak Rama kenapa menatap Raina seperti itu?"


"Ha? Enggak, ini ... eh gimana fotonya?" jawab Rama sedikit gelagapan karena Raina mendadak menoleh.


Belum Raina menjawab, seorang pelayan datang membawa dua gelas es jeruk dan camilan mereka. Cuaca yang sedang cerah membuat keduanya langsung meneguk minuman masing-masing, melepas dahaga.


Mereka menghabiskan waktu cukup lama disini. Menikmati camilan sambil ngobrol santai. Suasana pantai yang indah dan nyaman membuat canggung antara keduanya juga semakin berkurang. Tidak terasa adzan shalat duhur terdengar, Setelah membayar makanan dan minumannya Rama mengajak Raina untuk shalat dulu pada mushola di area pantai.


Pengunjung yang lain tampak silih berganti untuk melakukan ibadah juga. Ini pertama kalinya buat Rama dan Raina, mereka shalat jamaah berdua. Senyum pada bibir masing-masing menggambarkan bagaimana perasaan keduanya.

__ADS_1


Setelah selesai berdoa, Rama membalikkan badannya ke arah Raina. Tersenyum hangat seraya mengulurkan tangan kanannya, Raina memahami itu. Dia meraih tangan Rama dan mencium punggung tangan itu dengan lembut. Kali ini rasanya lain, pipi Raina kembali merona dibuatnya. Rama pun demikian, tak henti-hentinya ucapan syukur diucapkan dalam hatinya. Berterimakasih pada Tuhan atas kesempatan hari ini.


Selesai shalat mereka kembali menikmati hari ini. Mendekat ke bibir pantai lagi. Panas terik terkalahkan oleh sejuknya hati kedua insan yang tengah berbahagia.


Ada beberapa wahana yang bisa dinikmati di pantai ini. Salah satunya adalah jet ski, aktivitas mengendarai perahu yang bentuknya seperti sepeda motor dan hanya dilakukan di atas permukaan air. Satu jet ski dapat menampung satu sampai dua orang peserta. Bagi yang belum terbiasa, diharuskan disertai instruktur yang akan duduk di belakang peserta. Instruktur yang sudah berpengalaman dan bisa mengendalikan jet ski dengan baik dan benar untuk menjamin keselamatan dan keamanan peserta.


Bagi pemula dan masih dalam tahap beradaptasi dengan jet ski, selalu ingat untuk menjaga jarak dengan perahu atau jet ski lainnya yang ada di sekitarnya. Jangan sekali-kali beranggapan bahwa pengemudi lain yang harus waspada karena yang wajib waspada adalah kita sendiri.


Memakai perlengkapan keamanan yang lengkap dan salah satunya adalah pelampung. Perlengkapan keamanan ini sangat penting karena jika tercebur ke lautan kita bisa mengapung tanpa harus menguras tenaga berenang. Jaket pelampung ini akan menjadi lebih penting dan wajib dipakai apalagu bagi yang tidak bisa berenang.


"Rai, mau naik jet ski?" tanya Rama.


"Ha? Sebenernya sih pengen, tapi aku belum terbiasa, Kak. Kayaknya belum berani," jawab Raina jujur.


"Kalau sama gue? Maksud gue sewa satu jet ski aja dipakai berdua."


"Memang Kak Rama bisa?"


"Jangan meremehkan, gue pernah naik beberapa kali. Ya asalkan hati-hati InsyaAllah aman."


"Yakin aman ya?" ucap Raina meyakinkan karena sebetulnya dia sangat ingin mencoba wahana ini.


"Iya," tegas Rama. Akhirnya Raina memberanikan diri menyetujui.


Masih dengan perasaan deg degan Raina mengikuti Rama menuju tempat persewaan jet ski.


***

__ADS_1


Gambaran visual penampilan santai Raina (^_^)



__ADS_2