
Kriiiiiingg... Kriiiiiinggg....
Alarm HP Raina terdengarberdering dengan kerasnya, ya alarm
yang sudah diatur semalam telah membangunkannya tepat jam lima pagi ini. Buru
buru Raina menyambar Hp yang ada dimeja sebelah ranjangnya dan mematikan alarm
itu. Kemudian bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk cuci muka
dan berwudhu.
Setelah selesai shalat subuh, Raina langsung teringat dengan
kartu nama pemilik mobil keren yang kemarin sempat Ia masukkan kedalam tasnya.
Dia bergegas mengambil dan mengamati kartu itu, matanya langsung tertuju pada
nomor telepon yang tertulis jelas disana dan Ia langsung menyalin angka demi
angka itu pada Hpnya. Kartu itu kemudian Ia masukkan kedalam salah satu laci
meja belajarnya.
“Setelah jam kuliah selesai aku baru akan menghubunginya. Eh
tunggu.. dari penampilannya sepertinya Dia orang kantoran yang sibuk ya, apa
mending aku telpon pagi saja?? Sebelum jam kantor mungkin.” Raina bicara
sendiri.
Raina keluar dari kamarnya dan akan membantu Bunda yang
sudah sibuk memasak di dapur untuk sarapan nanti. Terlihat ayahnya yang sedang
duduk disofa ruang TV menonton acara berita pagi ini sambil menikmati kopi yang
terlihat masih panas.
“Pagi Yah..” Sapa Raina dengan tetap melangkah menuju dapur.
“Pagi juga Na” jawab Ayah sambil menoleh kearah Raina. “Eh
sini sebentar”.
“Ada apa Yah??” Raina yang belum sampai di dapur akhirnya
berbalik kemudian menghampiri ayahnya dan duduk disofa tepat disebelah ayahnya.
“ Ini uang untuk ganti rugi yang kemarin ayah janjikan” Ayah
menyerahkan sebuah amplop berisi uang 3 juta rupiah.
“Tapi Yah...” Belum sempat Raina menyelesaikan kata-katanya
tapi sudah dipotong oleh ayahnya.
“Sudahlah Na, jangan menolak. Selama ini kamu tidak pernah
meminta uang lebih pada Ayah maupun Bunda, jadi Ayah juga tau tabunganmu juga
belum banyak kan?” Ayah tersenyum
“Makasih Ayah.. “ Raina memeluk ayahnya dengan penuh kasih
sayang. “Sebenarnya 3 juta ini mungkin terlalu banyak Yah kalau melihat
kerusakan pada mobil itu yang tidak seberapa” Tambah Raina.
“Sudahlah Sayang.. lagian itu juga kamu yang menabrak kan,
yaa meskipun tidak sengaja tapi kamu harus bertanggung jawab, daripada nanti
pemilik mobil itu marah dan terjadi hal-hal tidak diinginkan yang nanti
takutnya malah merugikanmu.. yang penting kita ikhlas, rejeki tidak akan kemana
Sayang.. Allah Maha Adil, Mudah mudahan Allah menggantinya dengan yang lebih
banyak dan berkah” Ayah menasehati sambil membelai kepala putrinya yang masih
dalam pelukannya.
“Aamiin,, Makasih banyak ya Yah”
Ayah memang seperti itu, selalu bijaksana dalam mengambil
keputusan dan Beliau selalu mengutamakan kepentingan serta keselamatan putri
__ADS_1
tercintanya.
“Tapi lain kali kamu harus lebih hati-hati,, jangan seperti
ini lagi yaa,, pelan pelan saja bawa motornya”
“Iya Yah” Raina mengangguk dan melepas pelukannya. “Ya
sudah, Raina bantu Bunda dulu ya Yah..” Raina kemudian kembali ke kamarnya
untuk menyimpan amplop berisi uang itu kemudian tak berapa lama keluar lagi
langsung menuju dapur.
----------------------------------------------
Setelah selesai sarapan, sekitar jam tujuh Raina dan Ayahnya
siap siap untuk berangkat. Raina mencium tangan Ayah dan Bundanya kemudian
berangakat mengendarai motor maticnya ke kampus. Bunda juga mencium tangan
suaminya yang kemudian dibalas kecupan kening oleh suaminya itu. Ayah berangkat
mengendarai mobil ke minimarketnya. Mobil sederhana yang biasa digunakan untuk
antar barang pesanan atau untuk mengambil barang dagangan diagen besar.
Sedangkan Bunda setelah Ayah dan Raina berangkat langsung membereskan
rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Mereka memang tidak memiliki
asisten rumah tangga. Setelah selesai pekerjaan rumah, apabila tenaga dan waktu
masih mendukung biasanya Bunda juga langsung beraksi bersama mixer dan ovennya,
Beliau membuat roti kering yang juga dijajakan di Minimarket suaminya.
Sifat Ayah dan Bunda yang pekerja keras inilah yang sekarang
sudah menurun keputri semata wayangnya, Raina.
-----------------------------------------------
Di dalam kelas
sahabatnya sudah heboh setengah mati ketika mendengar cerita tabrakan kecil
kemarin siang secara detail. Sebenarnya kemarin mereka sudah mendengarnya tapi
masih sebatas lewat HP dan mendengarkan cerita secara langsung membuat mereka
semakin antusias.
Sesuai saran kedua sahabatnya, sambil menunggu jam kuliah
mulai akhirnya Raina mengambil HP dalam tasnya dan menelpon laki-laki pemilik
mobil itu. Nada sambung pun sudah terdengar dan beberapa detik kemudian sang
pemilik no telpon mengangkat.
“Assalamu’alaikum” terdengar suara dari jauh sana.
“Wa’alaikum salam.. Maaf bisa bicara dengaannn...” suara
Raina menggantung
Sial.. siapa ya
namanya, kenapa aku sebodoh ini sampai tak sempet melihat siapa namanya pada
kartu nama tadi. Raina memukul mukul kepalanya pelan membuat kedua
sahabatnya bingung saling menatap.
“Tidak jelas” suara diseberang sana dan telpon ditutup
seketika.
“Halo.. halo.. Paakk” Teriak Raina kesal karena telpon itu
sudah ditutup.
“Kenapa Rai??” Gita dan Veris bertanya serempak, kaget
melihat perubahan raut muka sahabatnya yang langsung cemberut.
“Telponnya ditutup” jawab Raina singkat
__ADS_1
“Kok bisa, bukannya masih mau mulai bicara.. eemmm jangan
bilang kalau kamu tidak tau namanya!!” Gita mulai gemes dengan sahabatnya ini.
Raina tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya
“Coba mana kartu namanya” ucap Veris sambil mengatungkan
tangannya pada Raina.
“Hehe.. tadi kumasukkan ke laci meja belajarku Ver”
Kedua sahabatnya hanya bisa geleng geleng kepala saat
melihat kontak pemilik mobil itu dinamai PAK GANTI RUGI oleh Raina, tak butuh
waktu lama mereka bertiga saling menatap dan terbahak bahak bersama.
“Buahahaha...”
“Sebentar, biar kucoba lagi,, Jangan panggil Raina kalau
kali ini masih gagal” Rasa percaya diri Raina mulai muncul kembali.
Nada sambung sudah terdengar kembali, kali ini pemilik no
telpn langsung mengangkatnya.
“Heiii.. pagi pagi sudah mau jahilin orang” Suara yang
terdengar begitu kesal
“ Maaf Pak.. Maaf.. Sa..saya yang kemarin tidak sengaja
menabrak mobil Bapak, dan sesuai janji hari ini saya mau menepati tanggung
jawab saya” Raina langsung mengutarakan maksudnya takut kalau pemilik no telpn
menutupnya lagi.
“Terus??” Jawabnya singkat, padat dan sangat
menyebalkan..hehe
“Apakah Bapak nanti ada waktu?? Ini sudah saya bawakan uang
cas nya sesuai permintaan Bapak”
“OK. Nanti siang di CAFFE NIKMAT jam setengah satu” Jawabnya
yang kemudian menutup telpon tanpa mendengar sepatah kata maupun persetujuan
dari Raina.
“Dassaaarrr” Teriak Raina kesal.
Setelah mendengar penjelasan Raina mengenai jawaban singkat
dari pemilik mobil tadi, dua sahabatnya hanya bisa tertawa,, menertawai nasib
sahabatnya yang kali ini terbilang kurang beruntung.
“Jahat ya kalian” Raina kesal
Tiba tiba Dosen muda dengan paras tampannya masuk ruangan
kelas menunjukkan bahwa mata kuliah akan segera dimulai
“Sudah sudah.. Tuh Pak Dosen kesayanganmu sudah datang” Gita
meledek Raina
“Huuush.. pelankan suaramu Git” Memukul pundak Gita, Muka
Raina memerah seketika
Raina memang mengagumi Dosennya itu, menurutnya Dia sudah
mendekati laki laki sempurna. Bukan hanya karena wajahnya yang tampan tapi
karena sifatnya yang menurut Raina baik dan ramah. Dosen tampan yang usianya
masih 28 tahun itu juga selalu bersikap hangat terhadapnya, Ia mendapat
kesempatan menjadi guru les privat di keluarga Hartawijaya juga karena bantuan
dosennya itu.
Kelas pun berjalan lancar dan menyenangkan seperti biasanya.
__ADS_1