Cinta Raina

Cinta Raina
Rencana Ganti Rugi


__ADS_3

Kriiiiiingg... Kriiiiiinggg....


Alarm HP Raina terdengarberdering dengan kerasnya, ya alarm


yang sudah diatur semalam telah membangunkannya tepat jam lima pagi ini. Buru


buru Raina menyambar Hp yang ada dimeja sebelah ranjangnya dan mematikan alarm


itu. Kemudian bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk cuci muka


dan berwudhu.


Setelah selesai shalat subuh, Raina langsung teringat dengan


kartu nama pemilik mobil keren yang kemarin sempat Ia masukkan kedalam tasnya.


Dia bergegas mengambil dan mengamati kartu itu, matanya langsung tertuju pada


nomor telepon yang tertulis jelas disana dan Ia langsung menyalin angka demi


angka itu pada Hpnya. Kartu itu kemudian Ia masukkan kedalam salah satu laci


meja belajarnya.


“Setelah jam kuliah selesai aku baru akan menghubunginya. Eh


tunggu.. dari penampilannya sepertinya Dia orang kantoran yang sibuk ya, apa


mending aku telpon pagi saja?? Sebelum jam kantor mungkin.” Raina bicara


sendiri.


Raina keluar dari kamarnya dan akan membantu Bunda yang


sudah sibuk memasak di dapur untuk sarapan nanti. Terlihat ayahnya yang sedang


duduk disofa ruang TV menonton acara berita pagi ini sambil menikmati kopi yang


terlihat masih panas.


“Pagi Yah..” Sapa Raina dengan tetap melangkah menuju dapur.


“Pagi juga Na” jawab Ayah sambil menoleh kearah Raina. “Eh


sini sebentar”.


“Ada apa Yah??” Raina yang belum sampai di dapur akhirnya


berbalik kemudian menghampiri ayahnya dan duduk disofa tepat disebelah ayahnya.


“ Ini uang untuk ganti rugi yang kemarin ayah janjikan” Ayah


menyerahkan sebuah amplop berisi uang 3 juta rupiah.


“Tapi Yah...” Belum sempat Raina menyelesaikan kata-katanya


tapi sudah dipotong oleh ayahnya.


“Sudahlah Na, jangan menolak. Selama ini kamu tidak pernah


meminta uang lebih pada Ayah maupun Bunda, jadi Ayah juga tau tabunganmu juga


belum banyak kan?” Ayah tersenyum


“Makasih Ayah.. “ Raina memeluk ayahnya dengan penuh kasih


sayang. “Sebenarnya 3 juta ini mungkin terlalu banyak Yah kalau melihat


kerusakan pada mobil itu yang tidak seberapa” Tambah Raina.


“Sudahlah Sayang.. lagian itu juga kamu yang menabrak kan,


yaa meskipun tidak sengaja tapi kamu harus bertanggung jawab, daripada nanti


pemilik mobil itu marah dan terjadi hal-hal tidak diinginkan yang nanti


takutnya malah merugikanmu.. yang penting kita ikhlas, rejeki tidak akan kemana


Sayang.. Allah Maha Adil, Mudah mudahan Allah menggantinya dengan yang lebih


banyak dan berkah” Ayah menasehati sambil membelai kepala putrinya yang masih


dalam pelukannya.


“Aamiin,, Makasih banyak ya Yah”


Ayah memang seperti itu, selalu bijaksana dalam mengambil


keputusan dan Beliau selalu mengutamakan kepentingan serta keselamatan putri

__ADS_1


tercintanya.


“Tapi lain kali kamu harus lebih hati-hati,, jangan seperti


ini lagi yaa,, pelan pelan saja bawa motornya”


“Iya Yah” Raina mengangguk dan melepas pelukannya. “Ya


sudah, Raina bantu Bunda dulu ya Yah..” Raina kemudian kembali ke kamarnya


untuk menyimpan amplop berisi uang itu kemudian tak berapa lama keluar lagi


langsung menuju dapur.


----------------------------------------------


Setelah selesai sarapan, sekitar jam tujuh Raina dan Ayahnya


siap siap untuk berangkat. Raina mencium tangan Ayah dan Bundanya kemudian


berangakat mengendarai motor maticnya ke kampus. Bunda juga mencium tangan


suaminya yang kemudian dibalas kecupan kening oleh suaminya itu. Ayah berangkat


mengendarai mobil ke minimarketnya. Mobil sederhana yang biasa digunakan untuk


antar barang pesanan atau untuk mengambil barang dagangan diagen besar.


Sedangkan Bunda setelah Ayah dan Raina berangkat langsung membereskan


rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Mereka memang tidak memiliki


asisten rumah tangga. Setelah selesai pekerjaan rumah, apabila tenaga dan waktu


masih mendukung biasanya Bunda juga langsung beraksi bersama mixer dan ovennya,


Beliau membuat roti kering yang juga dijajakan di Minimarket suaminya.


Sifat Ayah dan Bunda yang pekerja keras inilah yang sekarang


sudah menurun keputri semata wayangnya, Raina.


-----------------------------------------------


Di dalam kelas


sahabatnya sudah heboh setengah mati ketika mendengar cerita tabrakan kecil


kemarin siang secara detail. Sebenarnya kemarin mereka sudah mendengarnya tapi


masih sebatas lewat HP dan mendengarkan cerita secara langsung membuat mereka


semakin antusias.


Sesuai saran kedua sahabatnya, sambil menunggu jam kuliah


mulai akhirnya Raina mengambil HP dalam tasnya dan menelpon laki-laki pemilik


mobil itu. Nada sambung pun sudah terdengar dan beberapa detik kemudian sang


pemilik no telpon mengangkat.


“Assalamu’alaikum” terdengar suara dari jauh sana.


“Wa’alaikum salam.. Maaf bisa bicara dengaannn...” suara


Raina menggantung


Sial.. siapa ya


namanya, kenapa aku sebodoh ini sampai tak sempet melihat siapa namanya pada


kartu nama tadi. Raina memukul mukul kepalanya pelan membuat kedua


sahabatnya bingung saling menatap.


“Tidak jelas” suara diseberang sana dan telpon ditutup


seketika.


“Halo.. halo.. Paakk” Teriak Raina kesal karena telpon itu


sudah ditutup.


“Kenapa Rai??” Gita dan Veris bertanya serempak, kaget


melihat perubahan raut muka sahabatnya yang langsung cemberut.


“Telponnya ditutup” jawab Raina singkat

__ADS_1


“Kok bisa, bukannya masih mau mulai bicara.. eemmm jangan


bilang kalau kamu tidak tau namanya!!” Gita mulai gemes dengan sahabatnya ini.


Raina tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya


“Coba mana kartu namanya” ucap Veris sambil mengatungkan


tangannya pada Raina.


“Hehe.. tadi kumasukkan ke laci meja belajarku Ver”


Kedua sahabatnya hanya bisa geleng geleng kepala saat


melihat kontak pemilik mobil itu dinamai PAK GANTI RUGI oleh Raina, tak butuh


waktu lama mereka bertiga saling menatap dan terbahak bahak bersama.


“Buahahaha...”


“Sebentar, biar kucoba lagi,, Jangan panggil Raina kalau


kali ini masih gagal” Rasa percaya diri Raina mulai muncul kembali.


Nada sambung sudah terdengar kembali, kali ini pemilik no


telpn langsung mengangkatnya.


“Heiii.. pagi pagi sudah mau jahilin orang” Suara yang


terdengar begitu kesal


“ Maaf Pak.. Maaf.. Sa..saya yang kemarin tidak sengaja


menabrak mobil Bapak, dan sesuai janji hari ini saya mau menepati tanggung


jawab saya” Raina langsung mengutarakan maksudnya takut kalau pemilik no telpn


menutupnya lagi.


“Terus??” Jawabnya singkat, padat dan sangat


menyebalkan..hehe


“Apakah Bapak nanti ada waktu?? Ini sudah saya bawakan uang


cas nya sesuai permintaan Bapak”


“OK. Nanti siang di CAFFE NIKMAT jam setengah satu” Jawabnya


yang kemudian menutup telpon tanpa mendengar sepatah kata maupun persetujuan


dari Raina.


“Dassaaarrr” Teriak Raina kesal.


Setelah mendengar penjelasan Raina mengenai jawaban singkat


dari pemilik mobil tadi, dua sahabatnya hanya bisa tertawa,, menertawai nasib


sahabatnya yang kali ini terbilang kurang beruntung.


“Jahat ya kalian” Raina kesal


Tiba tiba Dosen muda dengan paras tampannya masuk ruangan


kelas menunjukkan bahwa mata kuliah akan segera dimulai


“Sudah sudah.. Tuh Pak Dosen kesayanganmu sudah datang” Gita


meledek Raina


“Huuush.. pelankan suaramu Git” Memukul pundak Gita, Muka


Raina memerah seketika


Raina memang mengagumi Dosennya itu, menurutnya Dia sudah


mendekati laki laki sempurna. Bukan hanya karena wajahnya yang tampan tapi


karena sifatnya yang menurut Raina baik dan ramah. Dosen tampan yang usianya


masih 28 tahun itu juga selalu bersikap hangat terhadapnya, Ia mendapat


kesempatan menjadi guru les privat di keluarga Hartawijaya juga karena bantuan


dosennya itu.


Kelas pun berjalan lancar dan menyenangkan seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2