Cinta Raina

Cinta Raina
Awal Mula Masalah


__ADS_3

Tanpa ditemani sahabatnya, Raina keluar kampus menuju Cafe


Nikmat sesuai arahan pemilik mobil dalam telpon tadi.Tepat setengah satu Dia


tiba di cafe, langsung memarkirkan motornya kemudian mulai masuk ke dalam


cafe.


Terlihat mobil yang Ia tabrak kemarin juga sudah terparkir


di area parkiran, Raina dibuka kembali bagian yang kemarin Ia tabrak.


Kemana bekas benturan


kemarin?Ini sudah mulus bahkan seperti mobil baru.Orang kaya gitu yaa, bisa


sekejap membenahi sesuatu.Raina


Setelah masuk ke kafe, Raina menatap menyapu seluruh


sudut ruangan mencari sosok lelaki yang akan Ia temui.Ia duduk di meja no 4


sambil menikmati kopinya.


"Assalamu'alaikum" salam Raina setelah bertemu laki laki


pemilik mobil, masih seperti kemarin, laki-laki itu hari ini juga memakai


stelan jas yang menunjukkan itu baru dari kantor.Mungkin


“Wa'alaikum salam” Jawab laki-laki itu sambil menatap Raina sejenak setelah itu kembali menikmati kopinya.


“Maaf boleh saya duduk ??”


"Kalau mau capek berdiri saja !!"jawab laki laki itu dengan


santainya


Apa ???Ada ya orang


seperti ini, sabar Raina .. sabarr. Raina mendengus lirih sambil melirik


dengan lirikan sebalnya tapi kemudian mengalah dan duduk dikursi bersebrangan


dengan laki laki itu.


Tanpa basa basi Raina langsung mengeluarkan amplop dari


dalam tasnya kemudian menyerahkan amplop itu kepada laki-laki dihadapannya.


“Sekali lagi saya mohon maaf ya Pak, dan ini sebagai ganti


rugi seperti permintaan Bapak kemarin. "Raina berkata dengan tulus sambil menyerahkan


amplop itu.


“OK” lagi lagi jawaban yang super singkat keluar dari mulut


laki laki itu.Menerima amplop kemudian menaruhnya di atas meja dekat


cangkir kopinya.


"Pak ??Kau pikir aku setua itu ”Laki laki itu sedikit


tertawa, "Panggil saja Rama"


Jadi namanya Rama.Eh kenapa Dia memperkenalkan diri ..


Raina


***


"Raina, kamu di sini ??"terdengar suara laki-laki menghampiri


Raina


“Eh Kak Irvan” sahut Raina sedikit terkejut.


"Ini siapa ??Kakakmu ?? ”Irvan bertanya pada Raina perihal


laki-laki yang ada didepannya sedari tadi.

__ADS_1


"Eemm ... Iniii ,," belum melanjutkan kata katanya Raina


bediri, menggeser badannya dan mengalungkan lengannya pada pundak Rama."Ini ..


pa..pacar saya Kak ” Mencoba tersenyum, Entah kesambet setan mana dia bisa mengatakan


itu semua.Raina juga seperti tidak percaya dengan kata katanya sendiri.Rama


pun melotot kaget tanpa suara, Raina memandangnya dan memainkan tampang seperti


Minta izin dengan apa yang dikatakannya tadi.


"Apa ?? Sejak kapan kamu punya pacar ?? Bukankah waktu itu kamu bilang belum ingin pacaran? " Ucap Irvan dengan nada tidak percaya.


"Sebenarnya ..." Rama mulai membuka mulut tapi kemudian Ia


sedikit meringis karena  tiba tiba kakinya diinjak sedikit keras oleh Raina dan tentunya 


tanpa sepengetahuan Irvan. 


Gadis gila ,, maksudnya


apa ini ??Menginjak kakiku dengan


sengaja..Kenapa matanya ??Apa Dia


ingin aku mengatakan kalau aku ini pacarnya ,, Rama bertanya dalam


hati.


“Sebernarnya kami baru seminggu jadian” Jawab Rama dengan


senyum meyakinkan sambil memegang tangan Raina yang ada dipundaknya.Kali ini


Raina yang molotot kaget tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.


"Ow .. Ya sudah nikmati hari kalian, aku permisi dulu" Jawab


Irvan dengan nada kecewanya, Ia segera keluar dari Caffe karena tidak


ingin rasa kecewanya menjadi semakin menggila.


tersenyum.


Irvan adalah mahasiswa semester akhir yang kuliah di


Universitas yang sama dengan Raina, Ia sangat mengagumi Raina, Ia pernah


mengutarakan perasaannya pada Raina.Tapi karena alasan Raina yang masih ingin


Fokus dengan kuliahnya akhirnya Irvan mengurungkan niatnya untuk mengajak Raina


pacaran.Ia sebetulnya sangat menghormati prinsip Raina, Tapi sikapnya yang


sering memunculkan diri dihadapan Raina dan menunjukkan bentuk perhatiannya


yang terbilang tidak biasa membuat Raina tidak nyaman.


Dengan kejadian ini Raina berharap pandangan Irvan terhadapnya


bisa sedikit berubah.Bagaimana pun Ia tahu kalau Irvan itu laki-laki


yang baik, Ia tidak ingin memberikan harapan pada Irvan karena sampai saat ini Ia


sama sekali tidak memiliki perasaan lebih pada Irvan.Raina tidak ingin Irvan semakin


sakit hati dan kecewa pada akhirnya.Lagian Irvan itu mahasiswa berprestasi,


tampan dan juga dari keluarga terpandang, sudah pasti banyak wanita baik di


luar sana yang bisa memberikan cinta dan kasih sayang pada Irvan dengan


tulus.


Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata yang memperhatikan percakapan mereka dari arah toilet belakang. Dia adalah Amel.


Setelah kepergian Irvan, gadis itu baru mendekati meja Raina.Raina sekarang sudah


kembali duduk dikursinya.


"Maksudnya apa ini ??"Amel reflek memukul pundak Rama dengan

__ADS_1


sangat keras, tampak raut muka marah dibalik wajah cantiknya.


"Sayang ,, sejak kapan kamu di sini ??"Rama kaget langsung


berdiri dari duduknya.


“Jelaskan .. sejak kapan kamu selingkuh dibelakangku ??” air


mata Amel sudah mulai menetes.


Raina tidak kalah kagetnya, Ia ingin menjelaskan


kesalahpahaman ini pada Amel.


“Maaf Kak ,, kamii ..” Ucapan Raina terpotong


“Aku sudah mendengar semuanya .. Aku kecewa sama kamu ..” Teriak


Amel tepat dihadapan muka kekasihnya sambil berderai air mata, tanpa


mendengar penjelasan dari pacarnya maupun dari Raina.Amel lari meninggalkan


caffe .. Rama mengejar  tapi ternyata Amel langsung naik taksi online yang


sudah dia pesan dari tadi karena mobilnya masih di bengkel.Rama paham dengan


sifat Amel, dalam keadaan seperti ini akan percuma bila Ia trus mengejar Amel.


Ia akan menunggu beberapa saat agar Amel tenang dulu baru nanti Ia akan


jelaskan semuanya pada Amel.


Rama ingat bahwa Raina masih ada di dalam caffe, Ia kemudian


masuk kembali ke dalam dengan muka marahnya.


“Kau puas sekarang ??Gadis gila .. Lihat apa yang kau


perbuat, hebat sekali kau bisa membuat kekacauan seperti ini .. Apa ini semua memang


sudah kau rencanakan ??Haa ??”Rama masih bernafas cepat menunjukkan amarahnya


yang belum reda.Tatapan membunuh dilepaskan pada mata Raina dan membuat Raina


gemetar.


"Maaf Kak ,, aku tidak bermaksud. .." Raina menunduk, bingung


mau mengatakan apa, Ia menyadari betapa besar kesalahannya kali ini.Bahkan tidak


sebanding dengan tabarakan kecil yang terjadi kemarin siang. Rama yang semula


terlihat irit dalam berbicara kali ini kata katanya berderet panjang, lantang


membuat sakit telinga orang yang mendengar.


“Kau harus bertanggung jawab, jelaskan pada Amel apa yang


sebenarnya terjadi, jika sampai terjadi sesuatu diluar kenginginanku habis kau ”


Rama mulai mengancam.


“Baik .. aku akan coba bicara dengan Kak Amel” Jawab


Raina lirih


“Jadi kau kenal Amel, oke kupegang kata katamu”


Siapa yang tidak


mengenal kekasihmu ,, Kak Amel kan gadis cantik, modis dan selalu


berpenampilan menarik sehingga digandrungi banyak mahasiswa laki-laki di kampus.


Raina


Kemudian Rama meninggalkan Cafe meskipun masih terlihat


kekesalannya, tak berapa lama setelah bisa menguasai diri Raina juga


meninggalkan Cafe dan pulang.

__ADS_1


__ADS_2