
Tanpa ditemani sahabatnya, Raina keluar kampus menuju Cafe
Nikmat sesuai arahan pemilik mobil dalam telpon tadi.Tepat setengah satu Dia
tiba di cafe, langsung memarkirkan motornya kemudian mulai masuk ke dalam
cafe.
Terlihat mobil yang Ia tabrak kemarin juga sudah terparkir
di area parkiran, Raina dibuka kembali bagian yang kemarin Ia tabrak.
Kemana bekas benturan
kemarin?Ini sudah mulus bahkan seperti mobil baru.Orang kaya gitu yaa, bisa
sekejap membenahi sesuatu.Raina
Setelah masuk ke kafe, Raina menatap menyapu seluruh
sudut ruangan mencari sosok lelaki yang akan Ia temui.Ia duduk di meja no 4
sambil menikmati kopinya.
"Assalamu'alaikum" salam Raina setelah bertemu laki laki
pemilik mobil, masih seperti kemarin, laki-laki itu hari ini juga memakai
stelan jas yang menunjukkan itu baru dari kantor.Mungkin
“Wa'alaikum salam” Jawab laki-laki itu sambil menatap Raina sejenak setelah itu kembali menikmati kopinya.
“Maaf boleh saya duduk ??”
"Kalau mau capek berdiri saja !!"jawab laki laki itu dengan
santainya
Apa ???Ada ya orang
seperti ini, sabar Raina .. sabarr. Raina mendengus lirih sambil melirik
dengan lirikan sebalnya tapi kemudian mengalah dan duduk dikursi bersebrangan
dengan laki laki itu.
Tanpa basa basi Raina langsung mengeluarkan amplop dari
dalam tasnya kemudian menyerahkan amplop itu kepada laki-laki dihadapannya.
“Sekali lagi saya mohon maaf ya Pak, dan ini sebagai ganti
rugi seperti permintaan Bapak kemarin. "Raina berkata dengan tulus sambil menyerahkan
amplop itu.
“OK” lagi lagi jawaban yang super singkat keluar dari mulut
laki laki itu.Menerima amplop kemudian menaruhnya di atas meja dekat
cangkir kopinya.
"Pak ??Kau pikir aku setua itu ”Laki laki itu sedikit
tertawa, "Panggil saja Rama"
Jadi namanya Rama.Eh kenapa Dia memperkenalkan diri ..
Raina
***
"Raina, kamu di sini ??"terdengar suara laki-laki menghampiri
Raina
“Eh Kak Irvan” sahut Raina sedikit terkejut.
"Ini siapa ??Kakakmu ?? ”Irvan bertanya pada Raina perihal
laki-laki yang ada didepannya sedari tadi.
__ADS_1
"Eemm ... Iniii ,," belum melanjutkan kata katanya Raina
bediri, menggeser badannya dan mengalungkan lengannya pada pundak Rama."Ini ..
pa..pacar saya Kak ” Mencoba tersenyum, Entah kesambet setan mana dia bisa mengatakan
itu semua.Raina juga seperti tidak percaya dengan kata katanya sendiri.Rama
pun melotot kaget tanpa suara, Raina memandangnya dan memainkan tampang seperti
Minta izin dengan apa yang dikatakannya tadi.
"Apa ?? Sejak kapan kamu punya pacar ?? Bukankah waktu itu kamu bilang belum ingin pacaran? " Ucap Irvan dengan nada tidak percaya.
"Sebenarnya ..." Rama mulai membuka mulut tapi kemudian Ia
sedikit meringis karena tiba tiba kakinya diinjak sedikit keras oleh Raina dan tentunya
tanpa sepengetahuan Irvan.
Gadis gila ,, maksudnya
apa ini ??Menginjak kakiku dengan
sengaja..Kenapa matanya ??Apa Dia
ingin aku mengatakan kalau aku ini pacarnya ,, Rama bertanya dalam
hati.
“Sebernarnya kami baru seminggu jadian” Jawab Rama dengan
senyum meyakinkan sambil memegang tangan Raina yang ada dipundaknya.Kali ini
Raina yang molotot kaget tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.
"Ow .. Ya sudah nikmati hari kalian, aku permisi dulu" Jawab
Irvan dengan nada kecewanya, Ia segera keluar dari Caffe karena tidak
ingin rasa kecewanya menjadi semakin menggila.
tersenyum.
Irvan adalah mahasiswa semester akhir yang kuliah di
Universitas yang sama dengan Raina, Ia sangat mengagumi Raina, Ia pernah
mengutarakan perasaannya pada Raina.Tapi karena alasan Raina yang masih ingin
Fokus dengan kuliahnya akhirnya Irvan mengurungkan niatnya untuk mengajak Raina
pacaran.Ia sebetulnya sangat menghormati prinsip Raina, Tapi sikapnya yang
sering memunculkan diri dihadapan Raina dan menunjukkan bentuk perhatiannya
yang terbilang tidak biasa membuat Raina tidak nyaman.
Dengan kejadian ini Raina berharap pandangan Irvan terhadapnya
bisa sedikit berubah.Bagaimana pun Ia tahu kalau Irvan itu laki-laki
yang baik, Ia tidak ingin memberikan harapan pada Irvan karena sampai saat ini Ia
sama sekali tidak memiliki perasaan lebih pada Irvan.Raina tidak ingin Irvan semakin
sakit hati dan kecewa pada akhirnya.Lagian Irvan itu mahasiswa berprestasi,
tampan dan juga dari keluarga terpandang, sudah pasti banyak wanita baik di
luar sana yang bisa memberikan cinta dan kasih sayang pada Irvan dengan
tulus.
Tanpa mereka sadari ada sepasang bola mata yang memperhatikan percakapan mereka dari arah toilet belakang. Dia adalah Amel.
Setelah kepergian Irvan, gadis itu baru mendekati meja Raina.Raina sekarang sudah
kembali duduk dikursinya.
"Maksudnya apa ini ??"Amel reflek memukul pundak Rama dengan
__ADS_1
sangat keras, tampak raut muka marah dibalik wajah cantiknya.
"Sayang ,, sejak kapan kamu di sini ??"Rama kaget langsung
berdiri dari duduknya.
“Jelaskan .. sejak kapan kamu selingkuh dibelakangku ??” air
mata Amel sudah mulai menetes.
Raina tidak kalah kagetnya, Ia ingin menjelaskan
kesalahpahaman ini pada Amel.
“Maaf Kak ,, kamii ..” Ucapan Raina terpotong
“Aku sudah mendengar semuanya .. Aku kecewa sama kamu ..” Teriak
Amel tepat dihadapan muka kekasihnya sambil berderai air mata, tanpa
mendengar penjelasan dari pacarnya maupun dari Raina.Amel lari meninggalkan
caffe .. Rama mengejar tapi ternyata Amel langsung naik taksi online yang
sudah dia pesan dari tadi karena mobilnya masih di bengkel.Rama paham dengan
sifat Amel, dalam keadaan seperti ini akan percuma bila Ia trus mengejar Amel.
Ia akan menunggu beberapa saat agar Amel tenang dulu baru nanti Ia akan
jelaskan semuanya pada Amel.
Rama ingat bahwa Raina masih ada di dalam caffe, Ia kemudian
masuk kembali ke dalam dengan muka marahnya.
“Kau puas sekarang ??Gadis gila .. Lihat apa yang kau
perbuat, hebat sekali kau bisa membuat kekacauan seperti ini .. Apa ini semua memang
sudah kau rencanakan ??Haa ??”Rama masih bernafas cepat menunjukkan amarahnya
yang belum reda.Tatapan membunuh dilepaskan pada mata Raina dan membuat Raina
gemetar.
"Maaf Kak ,, aku tidak bermaksud. .." Raina menunduk, bingung
mau mengatakan apa, Ia menyadari betapa besar kesalahannya kali ini.Bahkan tidak
sebanding dengan tabarakan kecil yang terjadi kemarin siang. Rama yang semula
terlihat irit dalam berbicara kali ini kata katanya berderet panjang, lantang
membuat sakit telinga orang yang mendengar.
“Kau harus bertanggung jawab, jelaskan pada Amel apa yang
sebenarnya terjadi, jika sampai terjadi sesuatu diluar kenginginanku habis kau ”
Rama mulai mengancam.
“Baik .. aku akan coba bicara dengan Kak Amel” Jawab
Raina lirih
“Jadi kau kenal Amel, oke kupegang kata katamu”
Siapa yang tidak
mengenal kekasihmu ,, Kak Amel kan gadis cantik, modis dan selalu
berpenampilan menarik sehingga digandrungi banyak mahasiswa laki-laki di kampus.
Raina
Kemudian Rama meninggalkan Cafe meskipun masih terlihat
kekesalannya, tak berapa lama setelah bisa menguasai diri Raina juga
meninggalkan Cafe dan pulang.
__ADS_1