
“Apa??” suara kompak Gita dan Veris terkejut saat Raina mulai bercerita lewat Video call gabungan malam ini.
“Sumpah gue sendiri juga gemeter ketika menyadari itu”
“Terus??” Gita tidak sabar.
“Tante Sari kan emang udah baik banget sejak kami pertama ketemu, Lha tadi begitu gue datang sebagai pacar Kak Rama,, Heemmm beliau seneng banget kelihatannya” jelas Raina.
“Wah wah.. Kelihatannya ni nanti bakalan rumit Rai” Veris mulai berpikir.
“Makanya gue jadi pusing, kalau saja ini gak ada kaitannya dengan Andi atau Tante Sari tentu gue masih bisa santai”
“Eh ngomong ngomong tadi Lo cantik banget, Rai” Ucap Gita ketika teringat foto yang dikirim oleh Veris tadi.
“Gue juga heran Kak Rama sampai berpikir ngajak gue ke salon kayak gitu”
“Seleranya emang yang feminim feminim kayaknya,, tapi kalau dipikir pikir Lo serasi juga sama Kak Rama” Veris ngakak dengan kata katanya sendiri.
“Setujuu.. Kak Rama ternyata keren ya” Gita menambah membuat Raina mengerutkan keningnya mendengar kalimat dua sahabatnya.
“Please jangan gila” Raina berdecak.
“Siapa tau jodoh” Ucap Gita disusul menutup mulutnya dengan tangan ketika kalimatnya membuat Raina melotot.
Ditengah tengah rasa sebelnya tiba-tiba sebuah senyum kecil tercipta dari bibir Raina.
“Tuh tuhh.. Lihat!! Lo mulai berpikiran sama kan, Rai?” Veris antusias ketika melihat perubahan ekspresi wajah Raina.
“NGGAK... Bukan itu” Raina sedikit teriak seraya melambaikan tangannya cepat.
“Terus kenapa senyum senyum gitu?”
“Jadi.. Tante Sari itu awalnya juga sempet berpikir kalau gue itu pacarnya Pak Dhani,, kenapa berpikir begitu?? Karena Pak Dhani ternyata sering banget memuji gue didepan Tante Sari.”
“Ha?? Serius?”
“Gue juga gak percaya kenapa Pak Dhani bisa seperti itu”
“Jangan jangan Pak Dhani sebenernya juga ada rasa sama Lo, Rai” Ucap Veris.
“Bisa jadi tuh” Gita menambah.
“Gue juga gak tau,, tapi gue cukup seneng denger itu semua” Jawab Raina, mukanya sudah mulai memerah menunjukkan perasaannya.
***
Setelah kunjungan Raina ke rumah keluarga Hartawijaya seminggu yang lalu itu Rama dan Raina jadi sering berkirim pesan wa. Raina juga sering merengek mengingatkan Rama untuk mencari cara supaya kebohongan ini bisa segera berakhir.
__ADS_1
“Assalamu’alaikum.. Ada apa Kak?” Raina mengangkat telpon Rama.
“Wa’alaikum salam,, Ini tante, Rai” bukannya suara Rama tapi malah suara Tante Sari yang terdengar dari seberang sana, untung suara Raina ketika mengangkat telpon tadi tidak ketus seperti biasanya.
Kenapa malah suara Tante Sari? Raina
“Eh iya,, Ada apa Tante?”
“Kemarin waktu kamu ke rumah kasih les pada Andi, Tante pas keluar ya, jadi gak ketemu. Padahal Tante pengen ngobrol Lo” Kalimat Tante Sari terpotong sejenak kemudian kembali terdengar “Kata Rama kamu sedang sibuk ya?”
“Mama sedang ngobrol sama siapa?” Suara Rama ketika kembali dari kamarnya membawa beberapa dokumen. Jadi kepo ketika melihat mamanya yang tengah duduk dikursi meja makan sedang menelpon dan menyebut namanya.
“Ini mama telpon Raina” jawab Mama Rama santai.
“Lhoh.. kenapa Mama pakek HP Rama?” Rama baru sadar ternyata ponselnya yang dipakai untuk menelpon Raina. Ponselnya yang tadi memang tergeletak dimeja makan.
“Maaf Rai, ini Rama ganggu. Jadi gitu Sayang,, Apa kamu benar sedang sibuk?” Mama Rama melanjutkan pembicaraannya dengan Raina lewat telepon yang tadi sempat terganggu.
“Emm. . .”
“Biar Rama yang melanjutkan ya Ma” pinta Rama.
Raina belum sempat menjawab ternyata pensel yang tengah dipegang Mama Rama kini beralih ketangan Rama.
“Sayang.. bisa ke rumah nggak?? Mama kangen katanya..” Ucap Rama, Mama Rama hanya bisa senyum senyum mendengar suara lembut anak sulungnya itu.
“Kak Rama,, Jangan aneh aneh deh” suara Raina lebih pelan takut terdengar oleh Tante Sari.
“Kak Rama ngomong apa sih?” Raina heran dengan kata kata Rama yang tidak nyambung.
“Iya Sayang,, gak usah naik motor, sebentar lagi kujemput yaa.. Assalamu’alaikum”
“Apaa??? KAK RAMAAA??” Teriak Raina kesal ketika tiba tiba Rama menutup telponnya. Ia baru sadar bahwa Rama tengah mengerjainya.
Mama Rama memang sering minta ke anaknya agar mengajak Raina ke rumah tapi setelah Rama menyampaikan permintaan itu pada Raina, tentu saja Raina menolak. Raina tidak mau pusing dan merasa bersalah lagi ketika harus ngobrol banyak dengan Tante Sari.
Rama selalu menyampaikan alasan bahwa Raina sedang sibuk ketika Mama menyampaikan permintaannya.
Kali ini Rama hanya memanfaatkan keadaan. Rama sudah bosen ketika Mamanya terus terusan meminta. Dengan berkata seperti itu didepan mamanya tentu Raina tidak bisa menolak dan berusaha memenuhinya. Dan Rama berhasil.
“Jadi Raina bisa kesini?” Tanpa mendengar suara kejengkelan Raina diseberang sana, Mama Rama sudah sumringah mendengar perkataan Rama ditelpon tadi.
“Iya Ma”
“Ya sudah segera jemput sana! Mumpung masih pagi”
Rama segera menuju garasi dan memenuhi permintaan Mamanya.
__ADS_1
Kak Rama apa apaan sih??
Gak lucu tau
Pesan Raina untuk Rama, Rama segera membalas.
Sudahlah.. Untuk kali ini saja.
Kasihan Nyokab gue sudah seneng banget tuh
Ni gue juga sudah mau nyalain mobil
Njemput Lo
Akhirnya Raina pasrah. Karena hari minggu jadi tidak begitu mengganggu harinya.
“Bun.. Raina pergi dulu yaa” pamit Raina pada bundanya yang tengah mempersiapkan bahan bahan untuk membuat kue keringnya hari ini.
“Mau kemana Sayang??”
“Mau ke rumah Andi Bun” Jawab Raina sesuai kenyataan meskipun tujuannya ke rumah Andi hari ini diluar pikiran Bundanya.
“Tumben hari minggu gini,, Hati hati ya Sayang”
“Iya Bun,, maaf hari ini gak bisa bantu Bunda bikin kue”
“Iya gak papa”
Raina kemudian mencium tangan bundanya dan berpamitan seraya mengucapkan salam seperti biasanya.
Sesuai dengan pesannya pada Rama tadi, Raina dari rumah pergi menggunakan motor maticnya kemudian Ia akan menitipkan motornya disebuah penitipan sepeda motor yang cukup jauh dengan rumahnya. Rama akan menjemputnya disana.
Meskipun drama pacar pura pura ini sudah berlangsung beberapa minggu tapi Raina belum berani menceritakan ini semua pada Bunda dan Ayahnya. Raina takut Bunda dan Ayah akan marah atau kecewa bila mendengarnya. Ia sadar bahwa keputusannya ini tidak benar, mungkin Ia baru akan cerita kalau situasinya sudah aman dan sudah ditemukan solusi supaya drama segera bisa diakhiri.
Tak perlu nunggu lama setelah Raina menitipkan motornya tiba tiba mobil Rama juga datang.
Seperti biasa, Raina langsung membuka pintu depan mobil Rama dan duduk disamping kursi kemudi.
“Aku gak bisa kalau disuruh dandan seperti kemarin” Ucap Raina tiba tiba, sengaja kali ini berpenampilan sederhana seperti Raina biasanya.
“Gak masalah, Mama sepertinya juga lebih nyaman kalau Lo tampil seperti ini” Jawab Rama seraya menatap Raina sekilas terus kembali fokus dengan kemudinya.
“Awas ya kalau Kak Rama aneh aneh seperti ini lagi” Raina cemberut
“Iya iya.. Sorry”
“Harusnya semua diomongin baik baik dong,, gak mudah tau harus berbohong sama orang yang kita sayang.. Apalagi lebih tua dari kita seperti ini, Aku tuh merasa gak enak banget sama Tante Sari, Kak”
__ADS_1
“Gue terpaksa, Nyokap setiap kali ketemu gue pasti Lo mulu yang dibicarain.. Muji Lo dan ujung ujungnya pasti ngomong kangen”
Raina terdiam, bicara sebanyak apapun sepertinya percuma.