Cinta Raina

Cinta Raina
Hampir Menabrak


__ADS_3

Rama hampir tidak bisa menguasai  amarahnya. Marah, kecewa dan sakit hati bercampur jadi satu. Mobil yang dikendarainya melaju dengan kecepatan tinggi, bukan seperti Rama yang biasanya.


Disebuah jalan yang agak sepi mobilnya hampir menabrak tukang bubur yang sedang mendorong gerobaknya. Untung Rama segera menyadari sehingga dengan spontan ia membanting setir menghindari supaya tidak terjadi  tabrakan. Mobil keluar dari badan jalan dan untungnya mobil itu masih bisa dikuasai.


Begitu mobil berhenti, sekilas Rama membaca situasi, matanya mencari bapak-bapak setengah tua yang hampir ia tabrak tadi. Bergegas turun dari mobil dan menghampiri Bapak bapak itu. Terlihat seorang gadis berkulit putih membantu Bapak itu duduk di pinggiran jalan, terlihat sedang menenangkan.


“Ma.. maaf Pak, Maafkan atas ketidak sengajaan ini, Apa Bapak baik baik saja??” Ucap Rama setelah posisinya dekat dengan tukang bubur itu.


“Iya Mas tidak apa-apa..” Jawab Bapak itu dengan nada yang masih terdengar gemetar kaget.


“Kakak bisa gak sih membawa mobilnya lebih hati hati,, kass...” suara itu terpotong setelah gadis yang tengah menenangkan Bapak tadi menoleh kearah Rama. Ternyata gadis itu adalah Raina. “Kak Rama??” Raina kaget.


“Raina, kenapa kamu bisa disini?”


“Ah itu tidak penting, sekarang yang terpenting adalah segera antar Bapak ini pulang ke rumahnya, kasihan kalau beliau harus meneruskan mendorong gerobaknya sampai rumah dengan keadaan seperti ini”. Ucap Raina tegas.


“Bapak tidak apa-apa neng, beneran.. Cuma sedikit kaget saja tadi” Bapak itu tersenyum..


“Maaf Pak, saya betul betul tidak sengaja tadi.. Apa Bapak benar tidak apa-apa??” tambah Rama sopan masih dengan rasa bersalahnya. Mendengar kata-kata Rama ini, Raina merasakan sedikit sisi lembut ada pada Rama.


“Beneran Mas, Bapak tidak apa-apa.. Rumah Bapak juga sudah dekat, tuu masuk gang itu” Bapak itu menunjuk kearah sebuah gang yang ada di seberang tak jauh dari mereka. “Lain kali Mas lebih hati-hati ya, tidak perlu ngebut bawa mobilnya” tersenyum mengingatkan pria muda tampan yang ada dihadapannya.


“Iya Pak.. terimakasih” Rama menganggukkan kepalanya sopan.


“Terima kasih ya Neng.. “ Bapak itu berterima kasih pada Raina yang tadi membantunya.


“Iya Pak sama sama.. Kalau begitu saya bantu dorong gerobak Bapak sampai rumah ya” Raina merasa masih kasihan sama tukang bubur itu.


“Iya Pak.. biar kami berdua menemani Bapak sampai di rumah” Rama menambahkan.

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu,, “ Akhirnya tukang bubur itu memberi kesempatan Rama dan Raina membantunya pulang sampai rumah.


Menyusuri sebuah gang sempit, Rama yang mendorong gerobak bubur itu dan Raina berjalan di samping Bapak pemilik gerobak, menemani sampai rumah.


Sampailah mereka disebuah rumah sederhana milik tukang bubur itu. Setelah memastikan bahwa kondisinya baik baik saja, akhirnya Rama dan Raina berpamitan.


Sebelum berpamitan, Rama mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan yang ada disaku celananya kemudian memberikannya kepada istri tukang bubur, awalnya ditolak namun setelah Rama dan Raina membujuknya akhirnya ibu itu menerimanya. Rama sangat bersyukur dan kembali mengucapkan permintaan maafnya kepada sepasang suami istri yang sudah cukup tua itu.


Raina tersenyum, kembali ia merasakan sisi lembut pada pria yang selama ini menjengkelkan itu.


Rama dan Raina berjalan beriringan menyusuri gang dan kembali menuju jalan tempat mobil Rama terparkir tadi.


“Kak Rama kenapa?? kenapa bisa terjadi seperti ini?” Raina masih bingung soal kejadian tadi.


“Mungkin saya ngantuk, kurang hati-hati saja” Jawab Rama bohong.


“Oo.. untung Bapak tadi baik yaa, seandainya beliau bukan orang baik pasti urusannya jadi panjang” Raina menambahkan. Memang betul, tidak sedikit orang diluar sana yang biasa memanfaatkan situasi seperti ini. Entah untuk mendapatkan sejumlah uang atau yang lain.


“Tadi habis ke apotek beli obat batuk untuk Bunda” Jawab Raina.


“Terima kasih ya” tiba tiba kata itu keluar dari bibir Rama, membuat Raina spontan menoleh kaget. “Kenapa?? Ada yang salah dengan kata-kataku??” Kali ini nada bicara Rama ketus seperti biasanya.


“Eh enggak.. Iya Kak sama sama.” Raina menolehkan mukanya kearah lain, mendengus kesal.


Setelah sampai didekat mobil, Entah ada angin apa tiba tiba Rama menawari Raina untuk mengantarnya pulang, tapi Raina menolak karena tadi ia bawa motor dan motornya terparkir didepan apotek tak jauh dari mobil Rama.


Raina berjalan menuju motornya, tak berapa lama ia menoleh kembali kearah Rama yang sudah mau masuk kemobil.


“Kak Rama,, KTP ku mana??” Raina sedikit teriak agar terdengar oleh Rama. Ia baru menyadari bahwa KTP sebagai jaminan beberapa waktu lalu itu belum dikembalikan oleh Rama.

__ADS_1


“Apa?? Aku lupa menaruhnya” Jawab Rama menjengkelkan lalu masuk kemobilnya dan mobil itu langsung melaju meninggalkan Raina.


“Dasaarrr” Raina berteriak kesal dengan sifat Rama yang kembali menjengkelkan seperti beberapa kali mereka bertemu sebelumnya.


***


Peristiwa tadi membuat Rama bisa berfikir jernih kembali. Kali ini ia mengendarai mobilnya dengan hati-hati. Setelah melihat sepasang suami istri yang tinggal disebuah rumah sederhana dengan senyum tulus mereka, entah mengapa itu semua membuat Rama menyadari betapa pentingnya hidup saling mencintai.


Rama memang sangat mencitai Amel, selama ini ia selalu berusaha yang terbaik untuk hubungannya dengan Amel. Rama merasa Amel juga melakukan hal yang sama. Namun kenyataan yang didengar Rama berbeda, malam ini Amel mengatakan bahwa ia sudah tidak mencintai Rama.


Bahkan aku akan berusaha melakukan yang terbaik agar papamu merestui kita. Aku tidak menyangka kata kata itu keluar dari bibirmu sendiri. Rama memukul mukul kemudinya.


Setengah sepuluh Rama sampai di rumahnya. Terlihat Papa dan mamanya sedang asyik di ruang keluarga menemani Andi belajar.


“Assalamu’alaikum” salam Rama.


“Wa’alaikum salam”


Melihat anaknya yang langsung menaiki anak tangga menuju kamarnya membuat papa dan mama saling menatap heran. Mama kemudian mengikuti putra sulungnya itu.


“Ada apa sayang?” tanya mama langsung karena mengetahui keadaan anaknya yang berbanding terbalik dengan keadaanya saat berangkat tadi.


“Tidak ada apa apa Ma, Rama hanya sedikit capek.. Rama langsung ke kamar ya” Jawab Rama yang belum mau menceritakan kejadian tadi pada mamanya.


“Baiklah.. kalau capek segera tidur ya” ucap mama lembut seraya mengusap bahu putranya itu.


Sampai di kamar, tanpa mengganti pakaian Rama langsung menghempaskan badannya ke tempat tidur. Kejadian di rumah Amel tadi sangat menguras tenaga dan pikirannya.


Menatap langit langit kamar, Ia teringat kembali setiap kalimat yang dikatakan Amel tadi. Sakit,, sakit banget rasanya. Kecewa dengan sikap Amel yang semudah itu menerima perjodohan orang tuanya tanpa memperjuangkan cinta mereka selama ini.

__ADS_1


Kenapa kamu dengan mudah memutuskan ini semua Ameell?? Apa kamu juga sengaja mengundangku malam ini untuk menghancurkan hatiku?? Apa itu artinya sudah tidak ada kata cinta lagi untukku dihatimu?? "Aaaaahhh..." Rama melemparkan sebuah bantal kesembarang arah melepaskan kekesalannya .


__ADS_2