
Hari ini Raina jadi lebih akrab dan lebih mengenal siapa sosok Mama Rama itu. Raina mengagumi sifat dan sikap beliau. Merasa beberapa hal dari beliau patut untuk dicontoh.
Entah kenapa Raina merasa semakin nyaman untuk berbagi cerita dengan Mama Rama itu, sama seperti saat sedang bersama Bundanya, dengan Mama Rama Ia juga merasakan bahwa beliau adalah teman curhat yang tepat. Bisa memberikan motivasi positif padanya.
Setelah semua makanan sudah siap dimeja makan, Mama Rama dan Raina menuju ruang keluarga.
"Sudah selesai, Ma?" tanya Papa Rama.
"Sudah Pa, tapi tunggu sebentar ya, tadi Mama menelpon Dhani, suruh kesini biar bisa makan siang bareng kita"
"Mama ngundang Dhani? kenapa nggak ngomong sama Rama dulu?" Rama sedikit kaget.
"Kamu kenapa, Dhani juga sering makan di rumah kita kan?" jelas Mamanya santai.
Mama gak tau keadaannya sih. Gak kebayang nanti kalau Dhani kesini dan melihat hubungan Raina dan Mama seperti itu. Habis gue. Rama.
Sama seperti Rama, Raina juga kaget ternyata siang ini Dhani diundang ke rumah Rama juga. Tak berapa lama terdengar suara salam dari ruang tamu. Ternyata Dhani datang. Dhani langsung menuju ruang keluarga seperti biasanya.
Dhani yang melihat Raina duduk bersebelahan dengan Rama disofa depan TV merasa mulai kesal. Sebenarnya saat menelponnya tadi, Mama Rama juga bilang bahwa Raina saat ini tengah ada di rumah keluarga Hartawijaya. Sehingga Ia sangat senang dan segera berangkat. Tapi Ia tidak menyangka ternyata perasaannya jadi tidak nyaman seperti ini.
Sementara Raina, Ia justru merasa deg degan dengan kedatangan Dhani. Ketika Dhani menyapa Ia juga hanya menjawab dan menatap sekilas, takut bila nanti mempengaruhi perasaannya. Dalam situasi seperti ini, apalagi didepan Mama dan Papa Rama, Raina ingin menjalankan tugasnya dengan baik. Jangan sampai kebohongannya terbongkar sebelum semua dipikir dengan matang. Raina tidak ingin menyakiti Mama dan Papa Rama nantinya.
Tak berapa lama setelah kedatangan Dhani, Andi juga pulang. Andi yang dari pagi sudah keluar rumah memang sengaja pulang saat menjelang makan siang.
"Wah.. Rame ni" ucap Andi setelah mengetahui ada dua tamu yang yang sedang bercengkerama dengan kakak dan orangtuanya di ruang keluarga.
"Andii.. datang datang bukannya salam" ucap Mama.
__ADS_1
"Eh iya... sorry Ma, sorry" kata Andi sambil menggabungkan kedua telapak tangannya didepan dada "Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikum salam" semua yang mendengar menjawab kompak.
"Sudah waktunya makan siang, ayo semua makan dulu!" ajak Mama Rama.
Semua orang langsung menuju ruang makan. Disana sudah tertata rapi berbagai jenis menu makanan.
Pada saat makan siang, Raina mengambilkan nasi, sayur dan lauk kepiring Rama. Melayani Rama yang tengah duduk disampingnya dengan baik. Melaksanakan tugas sesuai kesepakatan dengan Rama waktu berangkat tadi.
Dhani yang melihat itu mulai gusar, muncul gejolak baru dalam hatinya. Antara sakit dan rasa tidak terima. Meskipun Ia tahu kalau hubungan Rama dan Raina hanya sebatas pacar pura-pura, tapi tetap saja akting kedekatan mereka membuat Dhani tidak nyaman.
"Makanya Dhani, cepet cari pasangan dong, biar cepat bisa seperti mereka" goda Papa Rama saat melihat Dhani yang dari tadi fokus pada kedekatan Rama dan Raina.
"Eh.. apa Om??" jawab Dhani kaget dengan kalimat Papa Rama yang tidak terdengar jelas olehnya. Sedangkan Mama Rama hanya tersenyum melihat wajah bingung Dhani ini.
Asal Tante dan Om tahu,, sebenarnya sudah ada kok yang cocok. Dia cantik, berprestasi dan baik. Dia Raina, Tante. Dhani
"Eh iya Om, Tante.. Ini juga sudah ada kok yang cocok" jawab Dhani kemudian memasukkan sesendok makanan kedalam mulutnya.
"Benarkah?? Syukur deh kalau gitu, kapan-kapan ajak kesini ya!" kata Mama Rama senang kemudian melanjutkan, "Eh tahu nggak, awalnya malah Tante pikir kamu itu pacaran sama Raina lo"
Uhuk uhuk.. Tak disangka pernyataan Mama Rama itu benar-benar mengagetkan Dhani. Dhani tersedak makanan dalam mulutnya.
"Kak Dhani, pelan-pelan dong" Andi yang duduk disebelah Dhani langsung menyodorkan segelas air putihnya untuk Dhani.
Semua mata tertuju pada Dhani. Dhani jadi merasa tidak enak dibuatnya. Rama hanya geleng-geleng menatap sahabatnya. Ia paham betul penyebab Dhani sampai terbatuk batuk dan sulit berhenti seperti itu. Sedangkan Raina hanya menunduk, sebenarnya Ia lebih kaget dengan reaksi Dhani. Tapi Ia tetap tidak bisa mengartikan apa-apa.
__ADS_1
Setelah itu semua terlihat melanjutkan makannya. Melihat Dhani tersedak membuat mereka jadi terdiam, seperti terhipnotis. Mungkin masing-masing menyadari bahwa lebih baik menyelesaikan makannya dulu baru bercengkerama lagi.
"Ternyata Raina cukup tahu ya masalah memasak, kapan-kapan masak bareng Tante lagi ya" pinta Mama Rama setelah selesai makan.
"Jadi ini tadi Mama dan Mbak Raina yang masak?" Andi sempat tidak percaya. Mendengar Raina bisa memasak membuat Andi diam-diam semakin kagum pada guru les privatnya ini.
"Iya Tante, Raina senang bisa belajar memasak bareng Tante" jawab Raina sopan.
Setelah makan siang selesai Raina masih terus digandeng Mama Rama untuk kembali duduk santai di ruang keluarga. Sedangkan Rama dan Dhani pamit mau ke kamar Rama.
"hahaha, gue gak nyangka Lo sampai sekaget itu hanya mendengar nyokab ngomong gitu" Rama sudah tidak bisa menahan tawanya yang sudah tertahan dari tadi.
"Gila Lo" Dhani memukul bahu Rama. "Kapan sih Lo mau mengakhiri ini semua, risih gue lihatnya"
"Tenang men,, makanya bantu pikirin caranya"
"Terus ngapain kalian sok deket kayak gitu tadi, jangan bilang Lo juga yang bikin rencana aktingnya!"
Rama hanya cekikikan mendengar kekesalan sahabatnya. "Kan hanya untuk meyakinkan pada Mama dan Papa"
"Sial.. saat gue sudah mulai ngumpulin keyakinan untuk ngomong perasaan gue yang sebenarnya pada Raina, malah kaya gini situasinya"
"Maaf.. Lo juga tahu kan alasan gue ngelakuin ini. Gue terpaksa, Men" Rama mulai merasa bersalah. Ia sangat mengenal Dhani. Dhani salah satu tipe cowok yang tidak mudah jatuh cinta. Mendengar Ia mulai jatuh cinta tentunya membuat Rama ikut bahagia.
"Tante Sari sepertinya sayang banget sama Raina" kata Dhani sambil menatap kearah luar lewat kaca jendela kamar Rama yang ada didepannya.
"Iya.. Ini yang membuat gue pusing. Betapa marahnya Mama nanti kalau tahu ternyata hubungan gue dan Raina hanya pura-pura".
__ADS_1
"Semua sudah terlanjur, dan Lo harus bertanggung jawab menghadapinya. Segera akhiri drama ini! kasihan Raina juga" kata Dhani cukup tegas.