Cinta Raina

Cinta Raina
Gadis Itu Raina


__ADS_3

Ris, gue ke rumah Lo ya


Ni dianter Kak Rama


Gak lucu kan kalau gue langsung ke rumah?


Pesan wa Raina untuk Veris terkirim, tak berapa lama ponsel Raina berbunyi, tanda pesan masuk. Ternyata Veris membalas pesan Raina.


OK Rai


Gue tunggu


Ni kebetulan sepi, Nyokab Bokap lagi keluar


“Kak.. Anter aku ke rumah Veris aja ya, lebih deket kok kalau dari sini”


“Terserah mau Lo”


Sesuai dengan arahan Raina, mobil Rama berhenti di depan gerbang rumah Veris, rumah yang tidak kalah mewahnya dari rumah keluarga Rama.


Veris yang mendengar suara sebuah klakson dari depan, bergegas keluar rumah dan menuju gerbang rumahnya. Menjemput sahabatnya itu.


“Alhamdulilah sampai juga.. Kak Rama mau ikut mampir?” tanya Raina pada Rama yang tengah memperhatikan rumah Veris.


“Gak ah, gue masih ada perlu lain”


“Ya udah, Raina turun ya” Raina membuka pintu mobil.


“Rai” tiba tiba suara Rama memanggil pelan,membuat kaki kiri Raina yang sudah beringsut keluar dari pintu mobil seketika terhenti.


“Iya??..” Jawab Raina seraya menoleh pada Rama.


“Thanks ya” Ucap Rama singkat padat dan jelas.


“Oh.. Ok, tapi janji yaa, drama ini harus segera Kak Rama beresin”


“Iya,, gue usahain”


“HARUS!!” kata Raina tegas


“Iya iya.. sudah turun sana!!”


“Ishh.. ni tadi juga Kak Rama yang panggil kan?? Nyebelin.” Raina kesal.


Cepat cepat Raina turun dari mobil Rama, belum sampai pintu mobil itu ditutup, Rama sudah memanggil lagi.


“Rai”


“Apa lagi sih Kakk”


“Gue gak butuh baju Lo” mata Rama melirik kearah kursi belakang.


“Ha??” Raina membungkukkan badannya sedikit, menyodorkan kepalanya kedalam mobil kembali, melirik kearah yang sama dengan arah lirikan Rama. “Oh” Raina meringis, melihat bajunya yang tertinggal dikursi belakang itu.


Spontan Raina mengambil bajunya, kemudian keluar mobil dan menutup pintu mobil Rama dengan cukup keras. Bibir merahnya sudah cemberut sedemikian rupa karena kesal. Tanpa sepengetahuan Raina, Rama yang ada di dalam mobil hanya cekikikan menahan tawa melihat tingkah gadis didepannya itu.

__ADS_1


Lucu juga kalau sedang ngambek . Rama


Veris sudah terlihat membuka gerbangnya dan menghampiri Raina, Rama yang melihat itu langsung menyalakan mesin mobilnya kemudian melaju meninggalkan dua gadis itu tanpa pamit.


“Raina,, ini Lo??” Veris memutar mutar tubuh sahabatnya itu. Raina tertawa dibuatnya.


“Lo kenapa sih Ris??”


“Sumpah Lo keren abis” Veris mengarahkan HP yang ada pada genggamannya kearah Raina.


“Ngapain??” Raina heran dengan tingkah sahabatnya itu.


“Diam dulu, Gita juga harus tau penampilan Lo ini” Veris jeprat jepret mengambil beberapa gambar Raina kemudian mengirimkan gambar itu digrup wa mereka seperti biasa.


“Gue gak nyangka Kak Rama menyusun rencana sampai sejauh ini”


“Sudah sudah, nanti gue ceritain semuanya.. Sekarang plis anter gue pulang”


“Jadi mau langsung pulang ni?”


“Iya Ris, Bunda sudah nelpon dari tadi”


Tak menunggu lama mereka langsung masuk dan menuju garasi Veris,  bergegas masuk kedalam mobil yang sudah siap disana.  Veris langsung mengantarkan Raina pulang.


Raina merasa tidak enak, Bundanya pasti sudah mulai cemas menunggu di rumah.


***


Rama tidak langsung pulang ke rumah. Ditengah perjalanan dia menghentikan mobilnya sebentar dipinggir trotoar. Menelpon Dhani. Tak sabar ingin berbagi cerita dengan sahabatnya itu.


Hanya butuh sekitar setengah jam Rama sudah sampai di apartemen Dhani itu. Begitu Dhani membukakan pintu, Rama langsung nyelonong masuk.


“Gue numpang shalat dulu Dhan”


“OK,, langsung masuk kamar aja, sajadahnya juga ditempat biasa”


Rama memang terlihat sangat menjengkelkan, tak jarang sikapnya juga dibilang semena mena. Tapi sejujurnya Rama ini anak yang cukup baik.


Bukan hanya berbakti pada orang tuanya, Rama juga cukup baik dalam segi keagamaan. Setidaknya Ia selalu berusaha untuk tidak pernah meninggalkan shalat wajibnya. (Hayoo.. siapa yang mulai ngefans dengan sosok Rama ini?? Hehehe)


Selesai shalat Rama langsung menghampiri Dhani yang tengah duduk santai disofa depan TV.


“Ada apa sih,, tumben banget siang siang gini Lo kesini, mau cerita apa?”


“Lo inget kan gadis aneh yang nabrak gue waktu di kampus Lo?”


“Iya,, yang pernah membuat kesalahpahaman antara Lo dan Amel kan?” Dhani menyahut.


“Iya,, gadis yang gue kerjain, dan dengan polosnya menyetujui perjanjian gak masuk akal yang gue buat”


“Dan lo egois, minta bantuan Dia hanya karena ingin terhindar dari perjodohan” Dhani masih santai dengan layar ponselnya.


“Lo tau gak Dia siapa??”


Dhani menatap wajah Rama sekilas, disusul geleng geleng kepalanya.”Sejak kapan gue punya ilmu supranatural, emang gue paranormal?”

__ADS_1


“Gue serius men” Jawab Rama.


“Makanya jangan muter muter, Lo sebenarnya mau ngomong apa sih?”


“Raina”


Mendengar nama itu sontak membuat Dhani  yang tengah asyik dengan ponselnya kini spontan menoleh pada Rama.


“Raina kenapa? Jadi Lo sudah ketemu dengan guru les privat adik Lo?”


“Dia gadis itu” Jawab Rama cukup jelas.


“Apa?? Maksudnya??” Dhani mendengar itu tentu kaget, tapi juga masih ragu dengan pikirannya sendiri.


“Iya.. Gadis yang selama ini gue ceritain itu ternyata Raina mahasiswa Lo”


“HAA??” Dhani sedikit teriak, tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.


Melihat ekspresi Dhani membuat Rama semakin frustasi. Mengacak acak rambutnya sendiri.


“Gila Lo” Dhani melempar bantal kursi yang ada disampingnya tepat pada muka Rama.


“Gue juga gak tau Dhan, Nyokap gue seneng banget lagi”


“Parah Lo,, Lo tau kan gue saat ini sedang berusaha ngedeketin Dia”


“Iya gue tahu.. gue juga kaget kenapa bisa seperti ini”


“Sumpah,, Ini gila” Dhani tiba tiba beranjak dari duduknya, berdiri seraya menggeleng gelengkan kepalanya.


“Lo tenang aja, gue bakalan cari cara untuk menyelesaikan ini semua” Ucap Rama


“Ini masalahnya menyangkut Tante Sari juga, Nyokab Lo men” perlahan Dhani duduk kembali, berusaha menenangkan gejolak dalam dirinya.


Dhani dan Rama memang bersahabat sejak lama, bahkan mereka sudah seperti saudara. Keluarga mereka juga sangat dekat, mereka berhubungan dengan baik.


Mereka saling membantu satu sama lain. Ketika salah satu mengahadapi masalah, maka yang lain akan berusaha membantu memecahkan masalah itu. Hampir tidak ada rahasia diantara mereka.


Untuk masalah perempuan, mereka juga selalu saling mendukung. Apalagi diusia yang sudah cukup matang mereka sama sama belum memiliki pasangan.


“Pokoknya Lo harus cari cara untuk menghentikan ini semua, tanpa mengecewakan Tante Sari” pinta Dhani.


“Iya.. Bantu gue men”


“Awas aja kalau Lo macem macem sama Raina, selama ini Lo sudah cukup membautnya kesal, kasihan Dia”


“Iya.. Iya.. ”


“Gue pegang kata kata Lo Ram”


Rasa khawatir pada Dhani tidak bisa ditutupi, sekian lama Ia menjomblo. Sosok Raina yang menyenangkan perlahan membuat hati Dhani menghangat. Ia merasakan sebuah kenyamanan saat dekat dengan mahasiswanya itu.


Dhani sangat berharap drama percintaan Rama dan Raina segera berakhir.


 

__ADS_1


 


__ADS_2