Cinta Raina

Cinta Raina
Sikap Aneh


__ADS_3

Setelah shalat duhur di rumah Rama, Raina pamit pada Tante Sari. Ia ingin segera pulang. Biasanya kalau hari minggu gini Ia banyak menghabiskan waktu bersama ayahnya di toko atau bersama bundanya di rumah.


Tante Sari menyuruh Raina untuk menghampiri Rama yang masih di kamarnya dari tadi, supaya Rama bisa mengantarnya pulang. Namun ketika Raina masih menapaki beberapa anak tangga, ternyata Rama dan Dhani juga terlihat keluar dari kamar dan bersiap-siap untuk turun.


"Lo mau kemana?" tanya Rama ketika melihat Raina menuju lantai atas.


"Aku mau pulang, kata Tante Sari biar Kak Rama yang antar"


"Iya Rama, antar Raina dulu!" sahut Mama Rama yang datang dari arah dapur.


"Oh kebetulan sekali, Dhani juga mau pulang Tante. Biar Raina bareng Dhani saja. Kita searah kok" kata Dhani dengan riangnya, berharap bisa mengantar Raina pulang.


" Nggak perlu, Rama saja yang ngantar" spontan Rama berkata dengan nadanya yang cukup tinggi saat mendengar Dhani menawari Raina untuk pulang bareng.


Raina dan Dhani kompak menatap Rama dengan tatapan penuh arti. Entah apa yang sedang ada dalam pikiran mereka. Rama yang menyadari kata-katanya merasa kikuk sendiri.


Kenapa? kenapa kalian menatapku seperti itu? . Rama


"Maksud Rama. . ." Rama memutar otak untuk memperbaiki kata-katanya "Tadi kan Raina berangkatnya sama Rama, gak enak sama Bunda Raina dong kalau pulangnya harus diantar cowok lain. Iya Kan?" Rama menatap Raina dan Dhani satu persatu.


"Betul juga kata Rama, ya sudah.. Kali ini biar Rama saja yang antar Raina pulang" kata Mama Rama menyetujui perkataan anak sulungnya.


Setelah mencapai kesepakatan, ketiganya berpamitan pada Mama Rama. Bergantian mencium tangan Mama Rama dengan sopan.


Dhani lebih dulu melajukan mobilnya keluar gerbang. Tidak lama setelahnya, mobil yang dikemudikan oleh Rama juga menyusul keluar gerbang dan melaju dengan kecepatan sedang.


"Kak Rama kenapa tadi gak ngijinin Kak Dhani nganter Raina pulang?" tanya Raina tiba-tiba.

__ADS_1


"Hem?? Eh ituu.. yaa tadi seperti yang gue bilang, tadi kan Lo berangkatnya sama gue"


"Iya,, tapi kan aneh, Kalau pun Kak Dhani yang anter juga gak masalah kan? toh Bundaku juga gak tahu kalau tadi aku dijemput Kak Rama, kenapa tadi bawa-bawa Bunda buat alasan?" Raina masih saja merasa aneh dengan alasan Rama yang sebenarnya memang hanya dibuat-buat.


"Yaa.. itu kan anu, itu lhoo.. untuk meyakinkan Nyokab gue aja.. Ah Elo kenapa tanya-tanya terus sih" jawab Rama terpotong-potong, masih saja cari alasan. "Emangnya Lo pengen banget dianterin Dhani ya??" Rama balik tanya seraya menoleh sekilas kearah Raina yang tengah duduk disampingnya.


"Kenapa Kak Rama tanya begitu?"


Jujur sih, tadi emang sedikit berharap Kak Dhani nganter gue, tapi semua gagal gara-gara Kak Rama kan??. Raina


"Jangan-jangan Lo suka sama Dhani"


Raina hanya diam, sama sekali tidak tertarik untuk menanggapi celotehan Rama itu. Berbicara pun sepertinya tidak akan penting bagi Rama, pikir Raina.


"Eh Lo tadi bilang siapa? Kak Dhani? Emang seorang mahasiswa manggil dosennya 'Kak' ya?" Rama terus saja berbicara.


"Isshh.. Ngapain pegang-pegang??" ucap Rama ketus, kemudian membuang tangan Raina dari dahinya. Menunjukkan rasa tidak sukanya pada sikap Raina itu.


"Kak Rama gak sakit kan??"


"Menurut Lo?? Jangan aneh-aneh deh, Gue segar bugar begini ya tentu saja sehat lhah" jawab Rama santai masih fokus dengan kemudinya.


"Habis Kak Rama aneh banget hari ini, biasanya juga cuek. Kenapa hari ini super kepo, kepo dengan perasaan orang lagi"


Tanpa Rama sadari memang hari ini sikapnya jauh berbeda dengan biasanya. Hal ini tentu terasa aneh buat Raina. Rama sendiri juga heran dengan sikapnya. Merasa janggal kenapa tadi secara tidak langsung tidak mengijinkan Dhani untuk mengantar Raina. Padahal seharusnya Ia senang, kalau Raina pulang dengan Dhani tentu Dia gak perlu repot-repot nganter Raina seperti sekarang.


Tak berapa lama mobil Rama sudah sampai di tempat penitipan sepeda motor, tempat motor Raina dititipkan.

__ADS_1


Sebelum Raina turun dari mobil, Rama sempat menanyakan sebetulnya rumah Raina itu dimana, karena sampai sekarang Rama sama sekali belum pernah tahu rumah Raina. Namun masih seperti tadi, Raina tetap tidak tertarik untuk menjawab. Ia hanya geleng-geleng kepala, Ia merasa Rama hari ini memang aneh. Bahkan terkesan kepo pada kehidupan pribadi Raina. Raina membuka pintu mobil, turun dan langsung menutup pintu mobil itu tanpa menjawab pertanyaan Rama.


"Heii.. Rese banget Lo" teriak Rama dalam mobil tapi tidak begitu terdengar oleh Raina yang sudah diluar.


Raina langsung menuju motornya. Setelah membayarkan ongkos parkir kemudian langsung memakai helm dan menyalakan mesin motornya.


Raina heran, sampai Ia keluar tempat penitipan ternyata Rama masih disana. Ia Membunyikan klakson motor seraya menundukkan kepalanya saat melewati mobil Rama yang masih terdiam pada tempatnya tadi. Rama yang berada dalam mobil hanya memandang pergerakan gadis itu. Tetap memandang sampai motor Raina tidak terlihat lagi.


***


Sesampainya di apartemen, Dhani langsung menuju dapur dan mengambil sebotol minuman dingin dari dalam kulkas. Duduk pada kursi santainya kemudian meneguk minuman yang ada pada genggamannya. Udara hari ini memang cukup panas.


"Rama kenapa sih,, Sial, gue jadi kepikiran kan"


Dhani memang sedikit kesal pada sahabatnya itu. Padahal tadi itu kesempatan besar Ia bisa mengantarkan Raina pulang, sayangnya karena drama sahabatnya itu Dhani harus menebalkan tingkat kesabarannya.


"Awas aja kalau Dia gak cepetan mengakhiri kepura-puraannya itu" Dhani ngomong sendiri mengutarakan unek-unek dalam hatinya.


Dhani masih heran, dari banyak wanita di dunia ini, kenapa harus Raina yang dipilih Rama untuk membantunya supaya terhindar dari perjodohannya.


Entah kenapa Ia mulai merasa kawatir kalau nanti Rama bisa jatuh cinta beneran pada Raina. Dhani mengakui bahwa Raina itu cantik dan menyenangkan, Ia merupakan sosok gadis yang dengan gampang bisa membuat orang lain merasa nyaman saat bersamanya.


Kalau Rama dan Raina tidak segera menghentikan drama percintaannya tentu saja mereka akan tetap sering bertemu. Kalau sering bertemu, banyak kemungkin yang bisa saja terjadi kedepan.


Seperti pepatah orang jawa 'witing tresna jalaran sangka kulina', yang artinya cinta bisa hadir karena seringnya bertemu. Rasa cinta akan tumbuh apabila keduanya saling dekat dan saling mengenal.


Rama sudah putus dengan Amel dan setahu Dhani, Raina sekarang juga masih sendiri. Dua manusia lawan jenis yang masih sama-sama jomblo. Ini yang membuat Dhani mulai kawatir terhadap kedekatan Rama dengan Raina.

__ADS_1


***


__ADS_2