Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
Lantai tiga


__ADS_3

"Kau mau istirahat atau lanjut ku tunjukan lantai tiga hm..?


"Aku belum lelah..."


"baik..kita ke atas ya..."



"Lantai tiga ini semuanya dulu Almarhumah mommy ku yang mengatur interior nya..dan meskipun lantai satu dan dua sudah berubah..lantai tiga sengaja tak pernah Daddy ubah..agar kami merasa mommy masih ada.." terang Willy


"Kenapa mommy mu meninggal Wil?"


"Karena melahirkan calon adik ku..disudut itu..Dulu kamar yang Daddy siapkan untuk calon adik ku..dan sampai saat ini kamar itu masih sama..tidak ada yang berubah..Bibi hanya membersihkan ruangan itu..kemudian menutupnya kembali.


Lorong ke kanan itu arah ke kamar Daddy..sedangkan lorong ke kiri ini....ruang kerja Daddy..." terang Willy.



"Wil...apa Daddy mu tak ingin menikah lagi?"


"Hm...entahlah..tapi sepertinya Daddy ku menyukai seseorang..seseorang di masa lalunya...mantan kekasihnya..."


"Kenapa mereka tidak menikah?Apa mantan kekasihnya itu sudah menikah dengan orang lain..?"


"Kita lanjutkan ngobrol di sana..."ucap Willy sambil menunjuk ruangan luas yang berada di depan mereka.



"mau minum El?"


"Wah disini ada dapur juga?"


"Bukan..ini sejenis lumbung makanan di lantai tiga..hahaha...malam hari malas jika naik turun.meskipun ada lift...."

__ADS_1


"Jadi...ada lift?lalu kenapa kita naik tangga sih Will..."


"Hahahahh...nanti turun pakai lift aja..."


"Lanjutkan cerita mu tadi wil..."


"Tentang ?"


"tentang Daddy..."


"Hm...sepertinya daddy masih menyimpan rasa pada mantan kekasihnya, terlebih mereka berdua sama-sama telah sendiri.


Tapi sepertinya Daddy masih banyak pertimbangan..mungkin masih belum bisa melupakan mommy yang meninggal karena melahirkan buah cinta mereka."


"Apa mantan kekasih Daddy tinggal disini?"


"Tidak...mungkin kau pernah bertemu dengan beliau...beliau tinggal di kota yang sama denganmu..meskipun beberapa lama sempat tinggal di luar negeri..."


"Jadi aku mungkin mengenalnya?siapa?"


"Luar biasa....."


"Kenapa?"


"Tidak...Nyonya Ararinda memang sangat cantik..."


"Kau juga cantik..."


"Ck...mulai gombalnya...kita turun Wil..mungkin Daddy sudah menunggu kita.."


"Baiklah...nanti kita lanjut berkeliling halaman..sekarang kita ke bawah dulu menemui Daddy..."


"Iya.."

__ADS_1


🏰🏰🏰🏰🏰🏰🏰🏰🏰🏰🏰


Malam hari nya Daddy Roland,, Willy dan Elmira makan bersama di ruang makan di lantai satu.


"Wil.."


"iya Dad.."


"Daddy rasa sebaiknya kalian segera bertunangan..supaya status kalian ini jelas.."


"Willy sih oke oke saja .... tergantung Elmira..."


"Bagaimana nak?Apa kau keberatan jika kalian bertunangan?"tanya Daddy Roland pada Elmira.


"Hm....Elmira ikut Willy saja Dad...Sebenarnya Elmira ingin menunggu El keluar dari rumah sakit dulu..."


"Kalau menunggu El keluar dari rumah sakit mungkin masih beberapa minggu lagi...


Sebaiknya kalian bertunangan dulu..menikah menunggu El keluar dari rumah sakit..sambil mempersiapkan semua yang diperlukan.."


"Baik Dad.."


"Wil...besok kau bicara dengan Daniar untuk persiapan pertunangan mu...dia perempuan..mungkin dia bisa membantu mempersiapkan kebutuhan pertunanganmu.."


"Tidak usah Dad...Willy sudah berencana untuk meminta bantuan orang lain untuk mempersiapkan pertunangan Willy..lagi pula Daniar sudah sangat kerepotan dengan urusan kantor dan urusan pribadinya dengan Nathan."


"Kau mau minta bantuan siapa?"tanya Daddy Roland


"Mommy Ararinda..."jawab Willy


Daddy Roland terkejut mendengar jawaban Willy.


"Ararinda?"

__ADS_1


"iya..Mommy Ararinda sudah bilang akan membantuku da mendampingiku jika aku akan menikah..itu yang mommy Ararinda bilang saat aku ke rumah nya tempo hari.."


"Baiklah...terserah kau saja.."


__ADS_2