
Pukul sembilan pagi Willy baru sampai kantor.
Sejak semalam ia dan Nathan menjaga Daniar dan tadi pagi ia menyuruh asisten Daddy nya mengantarkan pakaian ganti untuk dirinya dan Nathan.
Setelah mandi, dan berganti baju, Willy berpamitan pada Nathan dan Daniar.
Sesampainya di kantor bertumpuk pekerjaan sudah menanti Willy.
Bahkan ia harus menunda beberapa jadwal metting karena tak ada Daniar.
Hari telah beranjak siang, tiba-tiba ponsel Willy berbunyi.
"Nathan..."guman Willy.
"Ada apa Nath..apa terjadi sesuatu pada Daniar?"tanya Willy.
"Tidak..tapi terjadi sesuatu pada mu.!"
"Apa maksudmu?"
"Kau sudah membuka akun media sosialmu?"
"Apa? Bahkan aku tak pernah lagi membukanya sejak bertahun-tahun yang lalu."
"Buka sekarang..!"
perintan Nathan lalu mematikan sambungan telpnya.
__ADS_1
"Apa apaan dia...main perintah saja..."
Kata Willy,
Willy tak melakukan perintah Nathan, ia melanjutkan pekerjaannya.
Kini giliran telp kantornya berdering,
"Ya..selamat siang.."ucap Willy
"Selamat siang presdir..saya dari West tivi ingin mewawancai anda..kapankah kami bisa menemui anda?"
"Wawancara? Perihal apa ya?"
"Perihal persiapan acara pertunangan Presdir dengan nona Clara.."
"Apa?apa maksudmu?"tanya Willy dengan nada meninggi
"Media sosial???sialan.."batin Willy
"Maaf saya masih ada meeting penting."Willy mematikan telepon tersebut.
Ia kemudian beralih membuka ponsel nya, ia mencoba membuka akun media sosialnya yang sudah sangat lama tak ia buka.
Willy sangat marah melihat postingan Clara yang menandainya.
Pada postingan itu terlihat foto-foto Clara dan dirinya dulu, tentu saja foto tersebut asli, bukan editan karena memang dulu hubungan mereka sangat dekat dan layaknya hubungan suami istri.
__ADS_1
Willy langsung menonaktifkan akun media sosialnya.
Willy sangat marah, terlebih ia sangat takut jika Elmira kekasihnya mengetahui postingan-postingan.
Belum lama ia dipusingkan dengan postingan Clara, kini giliran Daddy Roland yang masuk ke ruang Willy tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
"Dad.."
"Katakan apa maksud semua ini?"tanya Daddy Roland sambil menunjukan ponselnya ke anak semata wayangnya.
"Aku bisa jelaskan Dad.."
"Daddy tak butuh penjelasanmu..Daddy butuh aksimu..kau tak segera melakukan apapun...apa kau masih mengharapkan wanita gila itu?"
"Tidak seperti itu Dad..aku baru saja tau postingan Clara.."
"Daddy sudah meminta orang untuk menghapus akun clara secara permanen..entah apa yang kau bisa tanpa Daddy...urusan seperti ini saja kau tak bisa menyelesaikan..."
Kata Daddy Roland kecewa.
"Maafkan aku Dad..."
"Kali ini kau harus melakukan sesuatu...jangan sampai wanita gila itu semakin melakukan sesuatu yang merugikan dirimu dan perusahan
terlebih berimbas pada nama keluarga kita.."
"Willy akan menemui wanita itu..."
__ADS_1
"Ck..ck...entah bagaimana bisa aku memiliki anak sebodoh dirimu....apa menurutmu menemui wanita gila itu adalah cara yang tepat Ha??"
"Hanya itu yang bisa dilakukan Dad...Aku ingin tau apa yang dia inginkan..Aku tak tau kenapa ia harus kembali mengganggu hidup Willy setelah dia pergi...saat ini Willy hanya ingin satu hal Dad ....Willy tak mau Elmira salah paham dengan postingan tadi...Willy tak mau kehilangan Elmira.." kata Willy putus asa.