Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
Jangan Pergi..


__ADS_3

Daniar terlihat segar..Ia baru saja sampai di rumah utama keluarga Emeery setelah Tiga hari di rawat di rumah sakit.


Nathan menemani Daniar dan mengantarnya ke rumah keluarga Emeery sesuai perintah Daddy Roland tempo hari.


Begitu keduanya masuk rumah, mereka melihat Elmira tengah menangis di depan televisi berukuran besar sambil menggendong Elrumi yang tengah tertidur.


Disamping Elmira terdapat sebuah koper berwarna hitam berukuran sedang telah berdiri tegak seolah telah siap hendak dibawa pergi.


"Kau kenapa El? kau mau kemana?"tanya Daniar pada Elmira


"Kakak...syukurlah kakak sudah sehat.."ucap Elmira saat tau Daniar telah sampai rumah.


"Kau kenapa?"tanya Daniar sambil kemudian melihat ke arah televisi yang tengah menayangkan Willy sedang diwawancarai oleh wartawan.


"Aku rasa aku paham kenapa kau menangis..."ucap Daniar


"Sebaiknya aku pergi dari sini saja kak...aku tak mau nama baik Willy dan Daddy Roland jadi taruhannya..


Aku bukan wanita dengan status sosial yang sama dengan kalian...


Aku juga bukan wanita yang layak jika bersanding dengan Willy yang masih single..aku sudah memiliki anak..terlebih anak diluar pernikahan...pasti itu akan jadi aib bagi keluarga ini...


Aku sudah ingin pergi tapi para pelayan melarangku.."ucap Elmira


"Jangan terhasut...jangan terpancing.."ucap Nathan dingin sambil kemudian duduk di depan televisi.

__ADS_1


"Betul kata Nathan El...


jangan mudah terpancing.


Tunggulah Willy pulang..


setidaknya bicaralah, saat ini Willy sedang pusing dengan ulah wanita gila itu...


dan pasti ia akan semakin kacau jika kau hendak pergi seperti ini.."ucap Daniar


Tiba-tiba Willy datang dengan tergopoh-gopoh.


Saat wawancara tadi Willy sengaja tak menjawab dan meninggalkan para wartawan karena merasa tidak penting menjawab pertanyaan mereka.


Namun satu jam setelah itu, bibi menelpon jika Elmira sedang berkemas untuk pergi setelah melihat wawancara Willy di televisi secara live tadi.


"Kau pulang wil.."kata Elmira


"Nath..bisakah akau minta tolong padamu...bawa Daniar masuk ke kamar yang sudah disiapkan untuk nya, ia butuh istirahat dan tolong bawa Elrumi sekalian. Berikan pada Bibi atau pengasuhnya.


aku ingin bicara berdua dengan Elmira sebentar." ucap Willy


"Hm...ayo Sayang kita ke atas..."ajak Nathan pada Daniar.


"Berikan El padaku..."kata Nathan pada Elmira.

__ADS_1


Dan Elmira menurutinya.


Willy menggandeng Elmira keluar rumah.


Mereka memasuki mobil dan mulai keluar dari halaman rumah megah milik keluarga Emeery.


Ia melajukan mobilnya dengan kencang hingga mereka sampai di sebuah salon kecantikan.


"Untuk apa kita kemari?"tanya Elmira


namun Willy tak menjawab.


ia terus menggandeng Elmira memasuki salon kecantikan.


Willy meminta seseorang untuk merias Elmira secantik mungkin dan menelpon seseorang untuk membawakan sebuah dress dan sepatu untuk Elmira.


Elmira telah selesai di rias, ia terlihat sangat cantik dan menawan.


"Pakai ini...kau akan semakin cantik.."kata Wilky sambil menyerahkan paper bag berisi gaun dan sepatu.


"Untuk apa semua ini?"tanya Elmira penasaran


"Kau akan tau nanti."jawab Willy.


"Pakailah segera..aku tunggu kau dibawah..aku juga akan ganti baju dulu, baju ku sudah kusut karena lama menunggumu.."kata Willy sambil tersenyum.

__ADS_1


"Wil...aku.."


"Hust...jangan banyak bicara..kita sudah ditunggu banyak orang.."kata Willy kemudian meninggalkan Elmira yang masih bingung dengan apa yang akan dilakukan Willy.


__ADS_2