Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
Menelpon


__ADS_3

Willy membuka ponselnya, setelah seharian ia berkutat dengan pekerjaannya yang menumpuk hingga dibiarkan saja ponselnya tergeletak di atas meja kerjanya.


Ia membuka layar ponselnya, dilihatnya wallpaper layar ponselnya,foto Elmira yang sedang menggendong Elrumi.


"Aku merindukan kalian....Dimana kalian sekarang..."ucap Willy


Willy membuka pesan yang ia kirim pada Elmira, dan ia terkejut karena ternyata pesannya telah terbaca.


Ia kemudian mencoba menelpon Elmira, panggilan pertamanya tak direspon meskipun terdengar nada sambung.


panggilan keduapun sama, namun Willy terus mencoba hingga...


"Hallo...."ucap seseorang di seberang sana.


Seseorang yang sangat ia rindukan meskipun baru kemarin Elmira pergi dari rumah.


"Akhirnya....akhirnya kau mengangkat telpku...katakan kau dimana sayang?aku akan menjemputmu..jangan seperti ini..jangan pergi...aku mengkhawatirkanmu..."


"Aku baik baik saja...kau tak perlu mengkhawatirkan aku maupun Elrumi..kami baik-baik saja...kau tak perlu menjemput kami..."


"El...sayang ....kenapa kau bicara seperti itu ..aku ini calon suamimu .sudah sepantasnya aku mengkhawatirkanmu..."

__ADS_1


"Maaf sepertinya Elrumi sudah bangun..sudah dulu ya." ucap Elmira kemudian mematikan sambungan telpnya.


Sedi....itu yang dirasakan Willy sekarang. Namun, tak hanya Willy yang sedih dan sakit mendengar jawaban datar Elmira, Elmira pun sebenarnya juga sangat sakit karena harus memendam rindu dan rasa cintanya pada Willy. Namun apa daya..Ini adalah jalan terbaik yang Elmira pikirkan. Ia harus melakukannya agar sang ayah tak meminta apapun pada Willy maupun Daddy Roland.


Ia sangat tahu sang ayah bisa saja melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi.


"Aku harus menjemputnya sekarang ...."ucap Willy saat membaca pesan Nathan.


πŸ’ŒElmira ada di kota ini, aku baru saja dari rumahnya, dia masih ingin disini,sudah ya,sahabatmu ini sudah harus bekerja, kau hutang terlalu banyak padaku Tuan William,kau tau kenapa? karena menyuruh orang sibuk sepertiku ini untuk mengurusi urusan cethek seperti ini.


"Ck...Urusan cethek kepalamu..apa kau tak ingat saat Daniar meninggalkanmu dulu..!"gerutu Willy.


"Dad...aku mau jemput Elmira dan Elrumi dulu...aku sudah tau dimana mereka..aku sudah memesan tiket.."ucap Willy saat menelpon Daddynya.


"Bawa Elmira kembali secepatnya, Wijaya mungkin saja tak bisa tertolong...kondisinya semakin buruk..."kata Daddy Roland


"Daddy di rumah sakit?"


"ya...dengan Max..."


"Baiklah...Willy pamit ya Dad...semoga aku bisa membujuk Elmira pulang..."

__ADS_1


"ya..hati-hati.."


✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️✈️


"Tunggu aku ...sebentar lagi kita bertemu ..dan tak ku biarkan kau pergi lagi dariku .."ucap Willy.


🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘🚘


Beberapa jam kemudian, Willy telah sampai di kota asal Elmira.


"Tuan Willy.."sapa seorang supir yang Fariz kirim untuk menjemput Willy di bandara setelah Willy mengirim pesan akan menjemput Elmira.


"Ya..."jawab Willy


"Tuan Fariz menyuruh saya menjemput Tuan Willy dan mengantarkan Tuan ke kawasan Sekartaji."


"Owh...maaf pak, saya ingin kesana sendiri, bisakah mobilnya saya bawa?"


"Apa Tuan Willy tidak capek?Tuan baru saja sampai..saya takut di marahi Tuan Fariz jika terjadi sesuatu pada Tuan Willy.."


"Tenang saja...aku baik-baik saja ..aku tidak capek...sudah sini kunci mobilnya...dan ini uang untuk kau pesan taksi." kata Willy

__ADS_1


__ADS_2