Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi
Obrolan Paruh Baya


__ADS_3

Dua hari berlalu setelah pemakaman Wijaya.


Elmira masih terlihat murung dan belum banyak beraktifitas.


Willy sudah beberapa kali membujuk namun Elmira masih saja terlihat sedih.


Seperti hari ini, Willy terlihat mengajak Elrumi bermain di halaman belakang rumah tanpa Elmira. Karena Elmira masih enggan keluar dari kamarnya.


"Apa Elmira belum mau keluar kamar?"tanya Daddy Roland pada Mommy Ararinda


"Eh..kau sudah pulang dari kantor..."ucap Mommy Ararinda saat melihat Daddy Roland berdiri di depannya.


"iya..."


"Mau aku buatkan kopi?"


"Boleh..."


"Baiklah..tunggu sebentar.."


"Aku tunggu di perpustakaan atas ya Rin.."


"Hm..nanti aku bawakan ke atas.."


Beberapa saat kemudian, mommy Ararinda sudah berada di ruang perpustakaan dengan membawa secangkir kopi untuk Daddy Roland yang tengah duduk di sofa.


"Kau tak mandi dulu?"

__ADS_1


"Sudah barusan.."


"Ck..cepet bener...baju nya sih ganti..tapi masak iya kamu mandi.."kata Mommy Ararinda tak percaya.


Mommy Ararinda menyerahkan kopi buatannya dan duduk disamping Daddy Roland.


"Kau membuatnya sendiri Rin?"tanya Daddy Roland sesaat setelah minum kopi buatan mommy Ararinda.


"hmm..iya..kenapa?"


"ku fikir kau menyuruh bibi membuatnya.."


"Kan aku yang menawarimu kopi..bukan bibi..kenapa?kopi buatan ku tidak enak?"


"E..tidak..justru...kopi buatanmu masih sama rasanya.."


"Sama bagaimana?"


"Ha..??begitu ya...haha."


"Untung saja aku tak mengidap diabetes.."


"Perasaan aku sudah mencobanya tadi..."


"Hm...apa yang Willy katakan saat mengajakmu kemari?"


"Apa?"

__ADS_1


"Pasti Willy mengatakan sesuatu kan?"


"Hmm..iya.."


Sejenak Daddy Roland dan Mommy Ararinda terdiam..


"Hm...aku tau kau lelaki yang kuat.


Kau pasti menyimpan luka mu sendiri sejak dulu..dan..aku tau kau selalu berkorban untuk orang lain..Aku tau, tanpa ku bilang sabarlah kau pasti memiliki kesabaran yang seluas samudera..tanpa ku bilang kuatlah..aku tau kau adalah lelaki yang sangat luar biasa kuat.."ucap Mommy Ararinda tanpa melihat ke arah Daddy Roland


"Kau terlalu memujiku Rin...aku bukan lelaki seperti yang kau sebutkan..aku bukan lelaki yang kuat..aku bukan lelaki yang penuh rasa sabar..aku hanya lelaki yang tak mampu memperjuangkan keinginannya..memperjuangkan cintanya..karena rasa takutnya."kata Daddy Roland sambil melihat ke luar jendela.


"Kau sedang membicarakan ketakutan ku di masa muda hm...?"tanya Mommy Ararinda


"Bukan..bukan kamu ..bukan aku...tapi kita...kita yang tak berdaya saat itu..."


"Hm...kenapa kau tak bilang padaku jika istrimu mengkhianatimu..bahkan dengan Wijaya yang aku tau dia sahabat dekatmu...meskipun aku juga tahu Wijaya adalah mantan kekasih istrimu.."


"Aku hanya tak ingin orang lain tahu rasa sakitku..."


"Kau...selalu saja..sok kuat..."


"Aku hanya ingin menunjukkan pada seseorang..bahwa aku selalu memegang janjiku..janji saat kami melepaskan genggaman tangan kami..untuk kebahagiaan orang lain di atas keinginan kami...


meskipun saat itu kami sama-sama terluka..


Dia...selalu tersenyum padaku..dan senyumnya satu-satunya yang membuatku tegar..bahkan disaat terburuk dalam hidupku..hanya dengan mengingat senyumnya..aku bisa menjalani semua ini..sampai saat ini..."

__ADS_1


"Roland..."guman Mommy Ararinda


"Pernah suatu ketika aku sangat merindukannya, bahkan saat ia datang kembali..ingin sekali aku memeluknya..melepaskan semua rasa..sakit..marah..bimbang..bahkan rasa ku masih sama..."


__ADS_2